7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Refal Hilang Kendali


__ADS_3

Setelah sekian lama Arini,Oma juga Refal dan Bi Siti yang berada diruang rawat Mama Lita akhirnya mereka pamit untuk pulang, dan meneruskan aktifitas mereka.


Saat keluar Rumah Sakit, untuk sementara Oma Sukma menahan amarahnya pada sang cucu yang seenaknya mengumbar kemesraan di depan banyak orang, terlihat Arini yang tak nyaman dengan perlakuan suaminya namun, sebisa mungkin dia tidak akan berbuat yang memalukan suaminya.


" Refal.. Cukup..!! Lepasin Arini,, seenaknya kamu mau orang yang tidak ingkar janji ..hahh.?!!" seru Oma Sukma saat di parkiran yang terlihat sepi.


" Omaa.. Arini istri Refal sah-sah saja kan?" ucap Refal dengan santai.


" Iya, memang Arini istri kamu.. tapi, kamu nggak ingat apa yang kamu lakukan sampai Arini kecewa sama kamu? buktikan dulu apa yang kamu katakan benar adanya, dan kamu tidak pernah melakukan kesalahan malam itu,, Arini.. Masuk..!! " Ucap Oma dengan tegas dan meminta Arini masuk dalam mobil sang oma.


" Rin, please jangan percaya apa yang kamu lihat waktu itu, semuanya itu nggak seperti yang kamu pikirkan." ucap Refal menahan tangan Arini.


" Buktikan jika itu tidak benar.." ucap Arini singkat.


Arini dengan cepat meninggalkan Refal yang masih berdiri mematung tak jauh dari mobil sang Oma.


Dalam perjalanan Arini terdiam, dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya.


Dia akui dari sejak awal bekerja dengan Refal sudah merasa nyaman di sampingnya, namun semakin kesini hatinya di landa kekhawatiran tentang masa lalu Refal yang benar-benar dia belum tahu.


Dirinya menikah dengan Refal pun dengan tujuan mereka masing-masing ,saat hati Arini mulai tertaut pada sosok suaminya dia dihadapkan dengan kenyataan bahwa suaminya punya urusan dengan masa lalunya.


Seperti biasa kebiasaan Arini, jika sudah ada bukti di depan matanya dia akan mempercayai apa yang dia lihat,walau hati kecilnya berkata itu tak seperti yang dia pikirkan.


"Rin,kamu memikirkan apa.. coba cerita sama Oma." kata Oma Sukma saat mereka masi JN di dalam mobil.


" Nggak papa Oma, Arini cum sedikit lelah." ucap Arini.


" Kita liburan saja gimana,, besok kan weekend kita bisa kemana pun kamu inginkan." usul Oma Sukma.


" Kemana pun? " tanya Arini.


" Iya.. " jawab Oma Sukma.


" Kepantai.. tapi, Arini ingin sendiri. Arini ingin waktu sendiri Oma." jawab Arini dengan menatap sang Oma.


" Baiklah, terserah kamu.. kamu memang butuh my time. Tapi, jangan terlalu lama.. jangan biarkan kami merasa khawatir." ucap Oma Sukma dan di angguki Arini.


.


.

__ADS_1


.


Refal dengan wajah kusutnya masuk dalam ruangannya. Kalina yang melihat Refal dengan wajah kusutnya merasa khawatir apalagi setelah tahu dari Tommy apa yang terjadi pada bossnya.


Tommy bercerita tentang Refal dan Arini yang membuat Kalina heran, Refal begitu kacau saat ini.


Prang... Prangggg..


Kalina terkejut saat mendengar suara benda berjatuhan dari dalam ruangan Refal.


Arini dengan cepat menuliskan pesan pada Tommy supaya cepat ke ruangan Refal.


" Aaaaaaghhhhh... kenapa aku bod*h ,kenapa baru sekarang aku sadar aku cinta sama kamu Rinnn...!!! " teriak Refal dengan memporak porandakan ruang kerjanya.


" Astaghfirullahal'azhim.. Tuan..!!! " pekik Kalina saat melihat tuannya dengan tangan yang meneteskan darah.


"Keluar... keluar kamu.. aku nggak butuh kamu, aku hanya butuh Arini percaya sama aku..!! " teriak Refal dengan frustasi.


" Astaga Refallll !!" pekik Ketiga sahabatnya hampir bersamaan melihat keadaan Refal yang kacau.


" Berhenti... pergi kalian, buat apa kalian peduli sama gw, Arini aja nggak percaya nggak peduli sama gw..!! " ucap Refal dengan memandang tajam pada keempat orang yang di bilang sahabatnya.


" Oke.. kita pergi, tapi.. lo harus obatin luka lo.. nggak bisa lo kayak gini.. gimana Arini mau percaya sama laki-laki cemen kayak lo..!! " teriak Tommy.


" Fal Istighfar, kalau Arini liat lo saat ini dia bakalan nggak seneng juga." ucap Rizal.


Wajah Refal mulai memucat dan pandanganya mulai kabur, tiba-tiba tubuhnya sudah limbung tak sadarkan diri.


Melihat Refal yang ambruk mereka merasa panik dan dengan cepat membawa Refal ke Rumah Sakit.


" Tom, mendingan lo yang hubungin Oma juga Om Angga kalau Refal sekarang kita bawa ke Rumah Sakit." ucap Bagus.


" Oke gw hubungi keluarganya." jawab Tommy.


Dengan gerak cepat Tommy menhubungi Om Angga an mengabarkan keberadaan Refal di Rumah Sakit. Dan menghubungi Arini namun ponselnya tak aktif.


Tommy menghubungi Oma Sukma.


" Assalamu'alaikum Oma."


" Wa'alaikum Salam, Tommy.. tumben kamu langsung telpon Oma, ada hal penting apa sampai kamu hubungi Oma?"

__ADS_1


" Oma, Tommy cuma ingin tanya Arini ada nggak sama Oma, soalnya ini penting menyangkut Refal.


" Ada apa sama anak itu, Arini pergi berlibur.. entah kemana dia nggak beritahu kemana dia pergi, ada apa sama Refal Tom?


" Oma, Refal sekarang ada di Rumah Sakit dia banyak kehilangan darah, karena dia kena percahan beling tadi." Terang Tommy.


" Kok bisa dia kena beling kenapa dia sebenarnya?" tanya Oma mulai khawatir.


" Dia tadi di kantor ngamuk Oma, nggak kayak biasanya dia terlihat sangat frustasi. Dia sepertinya sangat menyesali semuanya yang terjadi. Dia sangat mencintai Arini." terang Tommy.


" Sekarang share loc Oma kesana." ucap Oma


Tanpa berbicara lagi Oma dengan cepat mengakhiri panggilan itu.


" Hahh.. Oma sama Cucu sama saja." gumam Tommy.


Refal sekarang berada di Rumah Sakit terbaring lemah diatas brankar.


Papa Angga. ,Mama Dewi dan Oma Sukma masuk ke dalam ruang rawat Refal. Di sana masih ada ketiga sahabat Refal yang setia menunggui.


" Kalian,sebanarnya apa yang terjadi sama Refal kok bisa jadi gini ?" tanya papa Angga


Akhirnya Tommy menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Refal,semua orang merasa kaget dengan apa yang Refal lakukan, apa Refal begitu mencintai Arini.


" Rin.. sa..yangg,,jangan.. ting galin aku.. hiks.. hiks.. " racau Refal.


Mama Dewi dengan cepat mendekati Refal dan membelai lembut kepala Refal.


" Sayang ini mama..kenapa kamu jadi begini?" ucap mama Dewi lirih di samping telinga Refal.


" Maaa.. Arini mana? " tanya Refal saat membuka matanya dan melihat orang-orang yang ada di sekitarnya.


" Fal.. kenapa kamu begitu ceroboh, seorang keturunan Kesuma tak selemah ini, kenapa kamu nekad,kamu selesaikan masalahmu sama wanita sund*l itu,jangan kayak gini.. kayak perempuan saja kamu..tunjukin sama Arini yang sebenarnya, bukan malah ngejar Arini dengan bujukan kamu yang tanpa bukti itu, selama Arini menepi.. tolong, Oma minta sama kamu cari bukti bahwa kamu nggak bersalah, Oma rasa ada yang nggak beres sama wanita itu." ucap Oma panjang lebar.


" Arini kemana Oma..? " tanya Refal dengan menatap Omanya dengan wajah sedih.


" Dia butih waktu sendiri, dan kamu butuh bukti, sekarang cepet sehat.. Oma dukung kamu." ucap Oma Sukma mengusap lembut lengan Refal.


Refal saat ini mendengar penuturan sang Oma terpacu untuk segera mendapatkan bukti kalau dia tidak salah, dan tidak melakukan apapun dengan Sonya.


Bersambung

__ADS_1


Arini kemana hayoo..??


__ADS_2