
Jam 10pagi rombongan keluarga Kesuma telah berkumpul di lobby hotel. Terlihat Oma Sukma sangat bahagia dan tidak dapat di pungkiri Refal melihat wajah anggota keluarga nya terlihat bahagia, tidak ada kata menolak atau menghalangi perjodohan Refal.
" Fal lo liat kan wajah anggota keluarga lo, kelihatan happy banget apalagi Oma Sukma sama mama Dewi, bunda Ajeng yang biasanya pro sama lo aja dukung keputusan Oma, gw rasa calon lo super kwalitas nih.." ujar Rizal dengan nyengir nggak jelas.
" Hahh... kalaupun super kwalitas itu urusan mereka, jadi menurut gw kwalitas terbaik itu Dinda titik." ucap Refal menegaskan.
" Wahh.. jadi lo terima perjodohan ini gimana, mau kayak sinetron-sinetron Indonesia kawin kontrak, layak macam " Wedding arragement " yang lagi boom itu.. wahh,itu mah ide kuno pake kontrak-kontrak." cerocos Tommy.
" Lihat aja nanti akan gw bikin neraka dalam rumah tangga gw nantinya." ucap Refal namun, hanya dalam hati dia bertekad menciptakan neraka bagi istrinya.
Perjalanan ke rumah calon istri Refal sungguh membuat Refal bosan, apalagi terlihat daerah masuk kawasan kampung yang terlihat sangat asri dan banyak sawah di kanan kiri jalan dan juga banyak pohon akasia yang sengaja di budi dayakan.
" Membosankan. " gumam Refal.
" Lho doang yang bilang gitu, kita malah suka.. di Jakarta nggak ada tuh sawah trus pohon-pohon yanh rindang gitu, wah.. lihat di tengah sawah ada gubug buat istirahat pasti enak tuh..ngadem disana. " ucap Rizal dengan antusias.
" Mendingan lo aja yang nikah sama tuh cewek gimana? "kata Refal dengan menaik turunkan alisnya.
" Kalau cantik, sholehah gw mau.. tapi, masalahnya gw bukan lo Refal..!!" jawab Rizal dengan menepuk bahu sang sahabat.
" Om Abi, ini masih lama sampenya?" tanya Refal ada Assisten sang ayah
" Tuh belokan depan, rumah nya deket dari situ. " jawab Abi yang masih fokus dengan jalanan.
" Kenapa sih, Oma susah-susah nyari mantu di kampung kayak gini?" kata Refal dengan rasa jengah dengan sikap sang Oma.
" Ini semua,demi tuan muda.. dan juga demi keturunan dari keluarga Kesuma, pasti nggak akan sembarangan." jawab Abi dengan santai.
" Maksus Om,Refal memilih pasangan hidup itu salah gitu, dimana salahnya? Dinda itu wanita karier,baik ,dan juga berpikir modern, pasti nggak akan kayak wanita yang di jodohin Oma itu, lihat saja lingkungan sekitar sini ndeso banget Om, jangan-jangan pikirannya primitif." ejek Refal
__ADS_1
Ke tiga sahabat Refal yang mendengar penuturan Refal dengan menutup mulut mereka menahan supaya tidak kelepasan ketawa.
" Kita sudah sampai Tuan Muda." ucap Abi yang ternyata mobil mereka sudah terparkir di halaman rumah sederhana.
" Disini Om,nggak salah? " tanya Refal mengedarkan pandangannya sekeliling
" Iya, kita harus segera turun karena pasti sudah di tunggu." ucap Abi dengan senyuman tipisnya.
Sementara di dalam rumah sederhana itu Oma dan keluarga inti sudah masuk sedang anak-anak masih sibuk berfoto-foto di sekitar rumah Arini yang terlihat adem dan asri.
" Selamat datang nyonya sepuh dan rombongan,maaf jika penyambutan dari kami kurang layak untuk keluarga Kesuma." ucap Abah Rahmat.
Walaupun keluarga Arini menyembut dengan meriah pun pasti masih kurang seukuran keluarga terpandang itu.
" Nggak ada masalah besan, saya seneng banget bisa kenal keluarga ini.. kayak balik kampung d km masa dulu, ya.. nggak bu..? " ucap Papa Angga mendengarkan penuturan calon besannya.
" Kami juga orang desa pak Rahmat, bedanya kita itu dari Solo beberapa jam dari sini." ujar Mama Dewi menimpali omongan sang suami.
Refal yang mendengar suara Oma nya langsung masuk ke dalam rumah sederhana itu dan menyalami si empunya rumah.
Refal sempat melihat ke arah Jenar yang memang cantik dengan hijab pasminanya.
" Apa dia yang mau di jodohkan dengan ku.. " batin Refal bersikap sesopan mungkin walaupun dia tidak suka dengan yang di lakukan keluarganya.
" Jenar.. tolong panggilkan adikmu, rombongan dari Jakarta sudah datang." ucap Mak Dijah.
" Baik mak.. " jawab Jenar dengan senyuman manisnya meninggalkan ruang tamu dan melangkah ke kamar sang adik.
" Jadi bukan dia calon istriku.. " batin Refal ingin. menertawakan kebodohan dirinya sendiri.
__ADS_1
.
.
Dikamar Arini sedang bersiap untuk hari ini, entah apa yang harus dia jawab. Sedangkan dia pun tahu kalau memang kedua orangtuanya sudah menyetujui perjodohan ini.
" Rin.. yuk, mereka sudah nunggu." ucap Jenar mengulurkan tangannya pada sang adik.
" Mbak kenapa gugup gini yaa? " tanya Arini pada sang kakak.
" Wajar Rin, bismillah aja semoga lanjar.
Banyak istighfar juga." pesan Jenar.
Kedua wanita cantik itu melangkah menuju ruang tamu, perhatian orang-orang yang ada di sana pun terpusat pada kedua wanita cantik yang baru saja datang.
" Arini...?!! " pekik Refal terkejut dengan kehadiran wanita cantik yang beberapa kali mengusik pikirannya.
" Tu_an Refal, Oma Sukma.. kalian....
" Duduk dulu ndok...sini samping emak." seru Emak Dijah melihat keterkejutan Arini dan juga Refal.
Arini dengan langkah gontai mendudukkan bokongnya di samping sang ibu.
Sementara Refal dengan tatapan tajamnya menghujam diarahkan ke pada Arini, pikirannya sudah kalut dan menebak-nebak rencana apa yang di mainkan Arini dan keluarga nya.
Menganggap Arini gadis polos pun berubah menjadi gadis dengan banyak tipu daya.
Bersambung
__ADS_1
Diterusin nanti yaaa...
Sabarrr....