
Jam dua belas siang, Arini di temani Oma Sukma dan Bi Siti mendatangi sebuah Rumah Sakit. Arini akhirnya bercerita tentang kedatangan Firman ke tokonya, menyampaikan jika mamanya akan melakukan operasi hari ini, dan mengharapkan kedatangan Arini untuk menjenguknya.
Sampai di Lobby Rs, para pegawai dan yang mengenali Oma Sukma langsung dibuat terkejut karena kedatangan sang Oma yang secara mendadak.
" Selamat Siang Nyonya Sukma maaf kami tidak tahu kalau nyonya akan berkunjung, maaf kami tidak menyambut anda dengan baik." ucap seorang Dokter kepala yang menghampiri Oma Sukma dengan tergopoh-gopoh.
" Tidak usah repot saya ingin kalian kembali bekerja lagi, saya akan jenguk seseorang disini." ucap Oma Sukma.
" Maaf nyonya,boleh saya tahu siapa yang akan nyonya jenguk? ucap Dokter Kepala bernama Hilman.
" Ibu Lita, beliau pasien VIP." jawab Arini dengan senyuman ramahnya.
" Baik, silahkan akan kami antarkan." ucap Dokter Hilman dengan sopan.
" Nggak usah dok, lebih baik dokter teruskan saja tugasnya biar kami sendiri saja, lagipun saya tak enak hati karena mengganggu pekerjaan dokter." ucap Oma Sukma dengan masih dengan aura tegasnya
"Oh.. baik nyonya, jika begitu saya pamit dan jika ada yang di perlukan bisa langsung sampaikan saja."ucap Dokter Hilman dan minta ijin undur diri.
Arini,Oma Sukma dan Bi Siti melangkahkan kakinya ke kamar rawat yang di sebutkan salah satu suster. Kedatangan Arini pun tak disampaikan pada Firman karena Arini sejak menikah dengan Refal memutus informasi tentang Firman, walau kadang Jaenap suka update berita sang mantan kekasih nya.
Saat sampai di depan ruang rawat Mama Lita ibu dari Firman bertepatan dengan Kakak Firman Tasya keluar dari ruangan itu.
" Assalamu'alaikum kak Tasya.. " salam dari Arini dengan ramah pada Tasya
" Wa'alaikum salam, alhamdulillah akhirnya kamu datang Rin.. mama sempat sedih tadi, Firman bilang kalau kamu nggak bisa dateng, terima kasih kamu mau jenguk mama." ucap Tasya.
" Nggak masalah kak, kebetulan saja aku bisa..Arini bisa masuk kak? " tanya Arini.
" Oh iya masuk Rin.. maaf kakak kaget soalnya tadi.. yuk masuk." Ajak Tasya dan membuka pintu kamar rawat itu.
Ceklek ..
Pintu ruangan terbuka lebar dan Arini di dampingi Oma Sukma masuk dalam ruangan itu di ikuti oleh bi Siti.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum.. " ucap Arini
" Wa'alaikum salam.. " jawab orang yang ada di dalam ruangan itu .
" Arini..!!" seru mama Lita saat melihat orang yang dia harapkan datang.
"Mama, apa kabar.. mama kenapa kok bisa sih di rawat? tanya Arini dengan mendekat ke brankar tempat Mama Lita di tidurkan.
" Mama nggak papa, cuma suruh istirahat saja.. kata Firman kamu nggak bisa kemari, mama sedih kamu nggak bisa datang, kenapa harus di putus komunikasi kita Rin, apa kamu benci juga sama mama atas perlakuan Firman terhadap kamu?" ucap Mama Lita menatap sedih pada Arini.
" Maaf ma,Arini hanya ingin menjaga hati seorang suami.. dan tentu saja demi rumah tangga Arini juga dengan mas Refal,, dan Arini tidak membenci siapapun dari keluarga Bang Firman.. dan buktinya Oma juga ikut datang kesini dan bisa kenalan sama mama juga keluarga." ucap Arini dengan mengulas senyuman walau sedikit tak enak kedengarannya perkataan mama Lita.
Mama Lita menoleh pada wanita tua yang duduk di sofa dengan memegang tongkat.
" Ibu... sepertinya kita pernah bertemu tapi.. dimana yaa? ucap Mama Lita mengingat-ingat pernah bertemu dengan Oma Sukma.
" Seeingat saya kita pernah bertemu sekalu di mall dengan Arini juga bu.. " ucap Oma Sukma dengan mengulas senyuman ramahnya.
" Tidak masalah, mau operasi kapan? apa yang bisa saya bantu, jika ada kesulitan selama dalam perawatan di rumah sakit ini bisa sampaikan pada saya, kali saja saya bisa bantu.. " tawar Oma Sukma dengan masih dengan sikap ramahnya.
" Tidak perlu nyonya, Insyaallah jam dua nanti operasinya. Mama sangat berharap kamu tungguin mama yaa..? " harap Mama Lita.
Arini yang mendengar permintaan mama Lita menoleh pada Oma Sukma, namun.. respon Oma hanya tersenyum tipis.
" Mama..maafin Arini, soalnya Arini nggak bisa penuhin keinginan mama..Arini sudah punya suami dan Arini juga harus menyiapkan meperluan suami Arini,sekali lagi Arini minta maaf. " ucap Arini menggenggam tangan Mama Lita.
" Mama, Arini yang sekarang bukan Arini yang dulu dia sudah jadi istri orang, mama harus ingat itu. " ucap Firman mengingatkan sang mama.
" Itu karena kamu nggak bisa setia dengan Arini, coba kamu nggak main api sama perempuan itu.. Arini masih sama kamu." ucap Mama Lita dengan memandang sinis ke arah Intan.
Saat itu memang Intan dan Firman yang menggantikan menjaga mama setelah kak Tasya.
" Mama nggak boleh ngomong gitu, kita nggak jodoh mama.. dan Arini sekarang sudah bahagia." ucap Firman.
__ADS_1
" Rin.. kamu yakin kamu bahagia Rin? " tanya Mama Lita menatap intent Arini.
Tok Tok Tok.
Sebelum Arini menjawab terdengar suara pintu di ketuk. Karena posisi bi Siti lebih dekat dengan pintu akhirnya bi Siti yang membukanya.
" Tu.. tuan muda.." ucap bi Siti yang membuka pintu dan mendapati sang tuan muda berdiri di depan pintu.
" Permisi..." ucap Refal dengan melangkah masuk dalam ruangan itu.
" Refal.. kamu ngapain kemari, Oma sudah nganterin Arini kenapa kamu nyusul kemari?" tanya Oma dengan rasa kesal pada sang cucu yang selalu saja buat sang Oma pusing.
" Iya.. Refal tahu, Oma kan harus cepet pulang.. ini jam makan sing, memangnya Oma sudah makan? tanya Refal dengan mendekati Arini yang ada di samping brankar tempat dimana Mama Lita terbaring.
" Mas... " sapa Arini menyodorkan tangan nya untuk menyalami tangan suaminya.
" Haii.. Sayang, tadi aku ke toko lihat kamu pergi sama oma jadi aku nyusulin kamu buat makan siang bareng sih.. " ucap Refal memeluk pinggang ramping Arini.
" Ahh.. iya, mama.. kenalkan ini mas Refal suami Arini dan Mas Refal kenalkan ini mama Lita mama dari Firman." ucap Arini dengan mengenalkan suaminya pada Mama Lita.
" Kurang aj*r bocah tengil ini mencari kesempatan dalam kesempitan, awas aja nantu rasain hukuman dari Oma sudah menanti." batin Oma Sukma melihat dengan tajam pada Refal yang terlihat memanfaatkan keadaan dengan memamerkan kemesraannya pada Mama Lita ,Firman dan Intan.
" Kamu sekarang sudah bahagia Rin, kelihatannya suamimu sangat mencintaimu. Coba saja dulu aku tidak mengambil langkah bod*h dengan menjalin hubungan dengan Intan mungkin aku orang yang paling merasa bahagia melihat senyumu setiap hari." batin Firman kala melihat kemesraan Arini dan Refal.
" Ternyata benar,kamu sudah punya suami.. mama lihat pun suami kamu begitu mencintai kamu Rin, mama selalu berharap kamu bahagia. karena kamu pantas untuk mendapatkannya,kamu orang baik, pastinya dapat kebahgiaan yang semestinya kamu dapatkan." ucap Mama Lita.
Arini menanggapi perkataan Mama Lita dengan senyuman dan melihat sekilas suaminya yang masih memeluk pinggang Arini dengan posesif.
Bersambung
*Cieee... Mas Refal,mulai posesif.. *
Terima kasih sudah membaca cerita ini, terus dukung cerita ini dengan Like, Vote, klik Love juga Gift yaa.. biar othot tambah semangat nulisnya. 🙏🙏
__ADS_1