
Malam kian larut namun ,di sebuah Klub malam semakin malam semakin ramai apalagi malam ini malam minggu.
Di meja bar seorang pria dengan segelas minuman larut dalam pikirannya sendiri sambil menikmati minuman di tangannya yaitu Refal.
" Woiii.. bro, tumben lo ngajakin kita kesini?" seseorang menepuk bahu Refal pelan.
Tiga orang pria menghampiri Refal dan melihat Refal terlihat kacau.
" Kenapa lo, tumben lo begini.. putus cinta? " celetuk Tommy pada Refal
Refal mendengar penuturan Tommy memandang Tommy dengan tajam. Serasa pandangan yang sangat tajam membun*h.
" Maksud lo mau nyumpahin gw putus sama Dinda." tanya Refal dengan pandangan kesal.
" Yahh..biasa saja kali, kalau lo nggak patah hati..kenapa lo ngajak kita kesini, biasanya lo ngajak kesini juga kalau Dinda ngajak lo kesini." ujar Tommy.
" Ini nggak ada hubungannya sama Dinda, ini ada hubungan nya sama Oma." jelas Refal.
" Kok Oma sih,ada masalah apa lagi sama Oma? " tanya Bagus
" Oma mau jodohin gw sama gadis kampung.. " ucap Refal kesal.
" Gadis kampung, lo udah ketemu sama ceweknya? " tanya Rizal dengan perasaan penasaran nya.
" Belum, dan Oma bandingin Dinda sama maid di apartemen gw, Oma bilang lebih baik pacarin maid gw dari pada Dinda.Gimana nggak ngeselin, udah begitu Dinda sampe sekarang nggak bisa gw hubungi." ucap Refal kesal
" Wahhh.. berarti maid lo itu istimewa bro, jadi penasaran sama maid lo itu. " ucap Tommy.
" Kalian udah pernah ketemu kok, dia peayan restaurant yang biasa kita makan siang dulu." ucap Refal
" Yang mana, kan banyak Fal..!! " pekik Rizal geram
" Udahlah jangan bahas tuh anak, kalian nggak pesan? " tanya Refal mengalihkan pembicaraan mereka.
" Jangan mabok lo..!! " ucap Bagus memperingatkan.
Bukan apa-apa, Refal tidak bisa terlalu banyak minum karena memang tidak akan kuat.Jika itu terjadi dia akan masuk Rumah Sakit karena mengalami gangguan pencernaan dan juga demam.
Malam itu di lewati Refal dengan para sahabatnya dengan dentuman musik disco yang membuat berjoged di lantai dance, namun.. tidak dengan Refal.Walaupun raganya di tempat ramai penuh sesak, namun.. jiwanya tak ditempat itu.
__ADS_1
.
.
Keesokan harinya dengan semangat Arini menjalankan pakerjaannya seperti biasa. Dan membuat dark Chocolate untuk sang tuan muda.
" Lulu, kamu di panggil boss ke ruanganya." ucap Kalin.
" Ada apa mba, apa saya punya salah? " tanya Lulu dengan perasaan yang tidak enak
" Aku juga kurang tahu, cepetan yaa.. kayaknya moodnya lagi nggak bagus." ucap Kalin dengan betgidik ngeri kalau mengingat sang tuan muda saat dia marah.
Arini yang mendengar penuturan Kalin pun, mendadak merinding dengan ekspresi Kalin.
Beberapa saat kemudian Lulu kembali ke pantry dan membawa cangkir yang berisi dark Chocolate yang masih utuh.
" Kok minumannya di bawa ke sini lagi, apa ada yang salah Lu? " tanya Arini mengernyikan Keningnya merasa aneh.
" Nggak tahu Rin, tadi aku masuk ruangan bos dia suruh bikin kopi yang biasa aku buat, nggak boleh kamu katanya." ucap Lulu dengan memandang Arini dengan rasa tak enak hati.
" Owhhh.. gitu, kamu buatin aja.. tapi, biar aku yang antar sekalian aku mau serahin sesuatu ke boss." ucap Arini. memabuat Lulu menatap dengan penasaran.
" Nanti aku cerita , kalau semuanya sudah selesai. "Ucap Arini santai.
" Rin, kamu yang anter minuman nya.. tapi..
" Biar saya mba, saya juga ada perlu sama boss.. " ucap Arini dengan pandangan yang sendu.
" Tapi...
" Aku janji nggak akan ada yang terjadi sama mbak Kalin kok. " ucap Arini meyakinkan.
" Baiklah.. hati-hati,bos lagi sensitif." ucap Kalin dan Arini cuma mengangguk patuh.
Tok tok tok
" Masuk.. " terdengar suara yang membuat jantung Arini dag dig dug
Namun, dengan membulatkan tekadnya dia masuk ke dalam ruangan sepertinya sedang mencekam.
__ADS_1
" Permisi tuan saya mengantar...
" Kenapa kamu yang mengantar, kemana Lulu? sudah bosan dia kerja di sini !! "
Refal dengan cepat membentak Arini dan menatap dengan tatapan tak suka.
" Tunggu tuan, saya cuma ingin mengantar kopu buatan Lulu kesini dan saya hanya ingin mengantar ini, jika saya melakukan kesalahan saya mau minta maaf sama tuan,entah saya punya salah apa sama anda sejak semalam pulng dari Rumah besar anda melihat saya saja sepeti tak suka. Saya cuma mau mengatar surat pengunduran diri saya,dari kantor ini dan juga dari apartemen anda,saya harap kita nggak akan bertemu lagi .Jadi, anda nggak perlu membenci saya. Terima kasih atas kebaikab tuan selama ini. Permisi.. Assalamualaikum. " terang Arini dengan membungkukkan setengah badannya tanda hormat.
Arini membalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan ruangan sang boss.
Sementara Refal hanya bisa memandang punggung gadis itu lenyap dari pandangan.Dan dia beralih ke surat pengunduran diri yang ada di atas mejanya. Dia tersenyum kecut melihatnya.
" Kenapa aku, memandang nya aku merasa kesal dan sekarang aku tahu dia akan pergi, kenapa aku merasa bersalah dengan apa yang aku lakukan padanya? " batin Refal seperti menyesali perlakuannya pada Arini
Dia baru menyadari bahwa Arini tak melakukan kesalahan, soal perjodohan Oma pun belum mengatakan bahwa siapa yang akan di jodohkan untuknya, hanya karena Oma suka sikap Arini,Refal merasa tak suka dengan Arini.
Refal memandang kopi yang di bawa Arini, dan meminumnya.Benar saja, kopi itu menandakan bahwa kopi buatan Lulu.
Ada rasa tak rela Arini memberikan amplop surat pengunduran diri ,entah perasaan apa yang ada di dalam hatinya.
Saat jam satu siang bertepatan dengan waktu para OB dan OG shif pagi pulang, begitupun Arini,saat keluar kantor Kesuma Group
bertepatan dengan Refal yang baru saja selesai makan siang.
Refal melihat sosok Arini yang sepertinya terburu-buru untuk pergi, melihat Arini pergi meninggalkan Kesuma Group ada rasa sakit yang entah kenapa seoalah hati Refal terluka karena saat sebelum Arini menaiki motor ojol sempat tatapan mereka saling bertemu, yang biasanya Arini akan tersenyum ramah namun, terlihat wajah Arini terlihat sembab seperti habis menangis.
Refal meangkahkan kakinya menuju lantai 25 dimana ruang kerjanya berada. Namun, saat akan masuk melihat Kalin yang sedang menghapus air matanya.
" Kenapa kamu Lin? " tanya Refal tepat di depan meja kerja Kalina.
" Nggak papa tuan, cuma sedih aja Arini ternyata resign walaupun baru kenal beberapa bulan rasanya nggak rela dia pergi, udah gitu dia mau pulang kampung katanya ada keperluan keluarganya. Malah dia bilang dia mau di jodohkan sama orang tuanya, padahal setahu saya dia punya cita-cita tinggi. Kasihan dia, anak baik tapi.. banyak yang selalu tersakiti." ungkap Kalina dengan menghapus air matanya yang jatuh.
" Dijodohkan, dia bilang begitu? " tanya Refal
" Iya, keluarga calon suami nya tadi sudah datang dan dia di suruh segera pulang,padahal Oma tuan sudah memberikan tawaran kerja sama. " jawab Kalina
" Tawaran kerja sama, maksudnya? " tanya Refal penasaran.
" Oma sama nyonya mengajak Arini bisnis di bidang kuliner,makanya Arini mau keluar dari kerjaan ini untuk fokus bisnis dan kuliah, tapi.. mendadak ayahnya telpon suruh pulang tuan." ucap Kalina lagi.
__ADS_1
Refal mendengar penuturan Kalina,Refal membayangkan Arini menerima perjodohan. jika dia di jodohkan dan menikah dengan orang kampungnya akan hilang kesempatan dia maju. ada perasaan tak rela kalau dia harus menikah dan mengorbankan cita-cita nya.
Bersambung.