
Hari kian larut namun,mata Arini tak bisa terpejam. Mengingat perkataan calon suaminya yang membuat dia kepikiran dan dia baru sadar dengan apa yang dia lakukan saat bersama Refal, dia seperti sudah siap dengan segala sesuatu yang akan terjadi pada pernikahannya.
Arini hanya bisa berdoa dengan niat baiknya dia bisa membantu Oma dan Keluarg Kesuma yang sudah sangat baik padanya.
Arini mencoba untuk memejamkan matanya untuk kesekian kalinya dengan membaca ayat kursi.
Sementara di kamar hotel Refal. sedang melakukan panggilan telepon dengan Dinda.
" Haii baby.. dari mana saja kamu kok seharian susah hubungin kamu? "
" Sorry sayang.. aku ada pemotretan hari ini, trus kenapa wajah kamu muram gitu, apa yang terjadi? "
" Oma menyuruhku segera menikah."
" Menikah, tapi.. aku masih ada kontrak di sini kurang lebih setahun lho."
" Iya.. aku akan nunggu kamu."
" Sudahlah jangan khawatir disini aku nggak akan pernah macam-macam kok."
" Aku percaya.. sudah malam,aku capek mau istirahat."
" Oke, bye..
" Bye..
Telpon pun sudah dimatikan keduanya.
" Seandainya kamu tahu, aku yang berkhianat.. pasti kamu akan kecewa sama aku Din.. " batin Refal. meruntuki kebodohannya menyetujui perjodohan itu.
Refal berusaha untuk memejamkan matanya,karena ada ketenangan setelah menghubugi sang kekasih.
Selama seminggu sebelun hari pernikahan semua keluarga inti masih di Jogja untuk menyiapkan pernikahan Refal dan Arini, semua persiapan di serahkan pada mama Dewi.
Pernikahan sederhana menurut keluarga Kesuma termasuk dalam daftar pernikahan mewah di kalangan orang desa, di sebuah gedung tak jauh dari kediaman mempelai wanita disulap dengan konsep pernikahn sederhana menurut keluarga Kesuma.
Namun, pernikahn Arini dianggap pernikahan termewah di kalangan kampungnya.
Hari dimana pernikahan Arini dan Refal semakin dekat, undangan pun sudah di sebar walaupun undangan pernikahan terbatas.
H-1 pernikahan Arini, rumah Arini sudah ramai orang dan saudara Arini yang memabantu memasak untuk tasyakuran di rumah Arini, walaupun pernikahan akan di lakukan di gedung namun, plampang besarpun sudah di pasang di depan rumah Arini,untuk menghormati para warga yang akan nenamu di sana, walaupun tanpa undangan pastinya akan banyak sanak saudara yang datang.
" Ariniii...!!" Pekik Ayu sahabat Arini yang baru datang dengan membawa serta dua sahabat Arini yang lain yaitu Fitri dan juga Jaenap.
" Kalian...!! " seru Arini merasa kaget melihat ketiga sahabatnya datang.
__ADS_1
"Jahat lo yaa.. kapan pacaran, tau-tau nikah aja.. " ucap Fitri
" Iyaa.. trus anak sultan dari mana tiba-tiba ngajak kawin lo? " tanya Jaenap dengan bahasa absurd nya.
" Nikah Je.. nikah !!" seru Arini dengan memeluk gemas sahabatnya.
" Lho.. Ayu, kamu sudah dateng." ucap Mak Dijah yang keluar dari dalam rumah.
" Iya mak, ini aku bawa sahabat Arini juga.. namanya Fitri sama Jaenap,inj maknya Arini gaes.." ucap Ayu mengenalkan Fitri dan juga Jaenap pada mak Dijah.
" Kamu nggak ngomong kalau bawa temen Arini, mak belom...
" Ettt... mak maaf nih, biar Fitri sama Jaenap nginep di rumah Ayu aja, tenang... udah disiapin ibu." ucap Ayu memotong omongan ibi dari sahabatnya itu.
" Ya udah ayo masuk dulu.. makan dulu, ibu kamu juga lagi bantuin mak masak di dalam." ucap Mak Dijah.
" Iya mak.. " ucap Ayu.
" Ayo masuk ..tapi, maaf yaa.. makanan kampung. " ucap Arini
" Ya elah.. tenang dong Rin, biasanya juga lo gw kasih makan semur jengkol lo nggak protes masa..lo ngasih gw makan gw gudeg masa gw protes.. " ucap Jaenap dengan suara cepreng dan khas bahasa betawinya.
Mereka akhirnya masuk dan menikamati makan siang mereka sambil bertukar cerita, dan pasti keempat sahabat itu akan heboh kalau mereka berkumpul.
" Rin, Firman tahu kamu mau nikah? " tanya Ayu tiba-tiba.
" Sorry, tapi.. mamanya sangat sayang sma kamu Rin." ucap Fitri.
" Sudahlah, tutup lembaran lama. Buka dengan lembaran baru.. " ucapan itu bukan dari keempat gadis cantik itu namun,ada jenar yang tiba-tiba nimbrung dengan keempat gadis cantik itu.
" Sorry Rin.. gw buka luka lama lo." Ayu tak enak hati sudah menyinggung hati Arini.
" Nggak masalah, sudah jangan dipikirin." ucap Arini
.
.
.
Tibalah saatnya dimana hari yang paling bersejarah bagi setiap pasangan ,namun.. hari ini adalah hari dimana seorang Refal akan menikahi Arini sang mantan maidnya atas perjodohan keluarga.
Arini dengan wajah cantiknya,membuat mata terpana melihat penampilannya.
__ADS_1
Seorang Arini dengan sifat sederhana dan juga penampilan polos tanpa make up membuat semua yang hadir di acara pernikahan itu dibuat pangling dengan penampilan Arini, begity juga dengan Refal yang sempat terpana dengan kecantikan Arini yang tersembunyi.
" Mas Refal sudah siap..? " tanya penghulu. membuyarkan lamunan Refal.
" Si_siap.." jawab Refal gugup.
" Tenang, jangan gugup begitu.. calon istri anda cuma berjarak beberapa meter saja, nggak akan ilang. " canda sang penghulu dan di balas dengan senyuman oleh Refal.
Abah Rahmat mengulurkan tangannya pada Refal dan disambut Refal dengan erat menjabat tangan calon ayah mertuanya
" Siap.. Bismillahirohmanirrohim, Ananda Refal Narendra Kesuma bin Anggara Jaya Kesuma saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan anak kandung saya Arini Sofia binti Rahmat Hidayat dengan maskawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."
" Saya Terima nikah dan kawinnya Arini Sofia binti Rahmat Hidayat dengan maskawinnya tersebut tunai."
" Bagaimana saksi? "
" Sah"
"Sah."
"Barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fi khoir"
Setelah melafazkan doa sang penghulupun menyuruh Refal menjemput sang istri yang duduk dengan sang ibu dan sang kakak.
Refal dengan rasa gugup, entah perasaan apa. yang sekarang dia rasakan, ada rasa lega di hatinya, tenang dan juga terselip bahagia saat kata SAH di ucapkan dua saksi.
Refal berdiri tepat di depan Arini, dengan cepat Arini mengulurkan tangannya untuk menyalami suaminya.
" Assalamu'alaikum." ucap Refal dengan sedikit gugup
" Wa'alaikum salam." Jawab Arini dengan senyuman yang terlihat sangat mendamaikan hati.
Arini mencium punggung tangan suami nya ada desiran aneh di dalam diri dua anak manusia itu yang sekarang berstatus suami istri.
Refal menempelkan telapak tangannya diatas kepala Arini tepat di atas ubun-ubun sang istri, Refal pun membaca doa.
" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirima jabaltaha'alaih wa a'udzubika min syarihaa wa syarimaa jabaltaha'alaih"
Mendengar suara Refal yang membaca doa,membuat Arini berkaca kaca mata indahnay sudah memerah, dengan perlahan Refal meraih dagu sang istri dan mencium keningnya dengan lembut, tak singkat Refal melakukannya dengan dorongan hatinya, dia resapi kedamaian hatinya yang bisa dibilang saat ini dia merasakan damai dan terasa tenang.
setelah sekian detik Refal menjauhkan wajahnya dari wajah istrinya dan meraih tangan Arini menuju meja akad. Mereka melakukan dengan sebaik mungkin tidak ada kesan pernikahan yang terlihat terpaksa, Refal pun melakukan rangkaian acara dengan senyuman manisnya Arini dengan sedikit lega dalam hati, Refal tak terlihat menampakkan wajah terpaksa.
" Jangan pernah berharap lebih setelah ini." bisikan yang membuat Arini terpaku dan tersadar dalam lamunannya.
Apakah ini gerbang kebahagiaan atau gerbang kesengsaraan bagi hidupnya, peran penting pun dia akan ambil kendali.
__ADS_1
Bersambung