7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Rencana ke Paris.


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu akhirnya turun ke restaurant dimana keluarga Kesuma sudah berkumpul untuk sarapan.


" Weeiiii.... Pengantin baru, kesiangan apa keenakan? " goda Tommy melihat Refal dan Arini baru sampai di meja mereka.


" Pengan banget lo tahu urusan orang." jawab Refal dengan menarik kursi dekat sang mama untuk Arini.


Arini yang belum tahu kode Refal akhirnya Refal menariknya perlahan untuk duduk di kursi. Arini hanya tersenyum canggung dengan perlakuan Refal yang terlihat manis di depan keluarganya.


Refal duduk di samping Arini dengan senyuman manisnya pun menatap Arini.


" Kenapa dia begitu manis perlakuan nya,aku tahu.. dia mulai sandiwara ,mulai.. akting." batin Arini membalas senyum Refal.


" Bagus juga acting kamu mas? " bisik Arini.


" Bakat terpendam, mari mainkan peran kita masing-masing. " bisik Refal


" Let's start the game..!!" bisik Arini


Refal hanya membalas dengan senyuman miringnya.


Interaksi kedua pengantin baru itu saling bisik dan tersenyum, mengundang perhatian keluarga besar yang menganggap keduanya sedang bicara tentang mereka, pemandangan itu pun tak luput dari pada mata seorang Oma Sukma, dengan senyum penuh arti.


Setelah makanan mereka tersedia akhirnya Arini pun mengambil alih perannya sebagai istri yang baik dan juga perhatian. Sebenarnya Arini tak bersandiwara soal melayani suaminya karena dia memang tahu tugasnya sebagai istri namun, bagi Refal dengan perhatian yang Arini berikan adalah bagian dari drama rumah tangganya.


" Fal, jadi.. kemana kamu akan bawa Arini bulan madu? " tanya papa Angga pada sang putra.


Uhuk uhukk..


Refal yang mendengar penuturan sang papa terbatuk saat dia sedang menikmati sarapannya.


" Pelan-pelan nak.. " ucap Mama Dewi.


Dengan sigap Arini memberikan minum pada Refal dan sedikit menepuk punggungnya.

__ADS_1


" Baru juga di tanya mau kemana Honeymoon,udah grogi gitu." goda Sazkia sang adik.


" Hehhh.. anak kecil,nimbrung aja.. udah makan.. nggak usah ikutan ngomong." ucap Refal kesal.


" Oma pikir kamu bisa bawa istri kamu Honeymoon, terserah kamu mau kemana.. Oma yang sponsor.. karena setelah Honeymoon,Arini akan sibuk..dan kamu juga pasti akan sibuk, buat momongan jangan di tunda.. Oma ingin cepat punya cicit." ungkap sang Oma dengan penuh penekanan.


" Oma.. menurut Arini, soal honeymoon nggak usah deh,karena kasihan papa harus handle kantor sendiri.." tolak Arini dengan halus.


" Tenang saja, papa masih bisa handle.. terserah kalian mau kemana." ucap papa Angga menanggapi penolakan sang menantu.


" Paris !! " ucap Refal singkat.


Semua yang mendengar penuturan Refal tentu saja terkejut dengan nama kota yang refal sebut.


"Paris? kamu yakin mau bawa istri kamu kesana? " tanya mama Dewi.


" Refal yakin.. dan Arini pasti setuju banget karena disana dia bisa belajar mengenal feshion , seperti cita-citanya menjadi seorang designer." ucap Refal dengan senyuman manisnya dan menggenggam erat tangan Arini.


Yang mendengar penuturan Refal mereka saling senggol dan juga Oma,papa,juga Mama saling pandang.


" Oma..


" Kalau Oma nggak setuju..nggak masalah, Refal nggak akan Honeymoon." potong Refal dengan menatap sang Oma.


" Tapi Fal, kan bisa negara lain? bukan Paris saja jadi kota mode.." ujar mama Dewi.


" Ma, Pa, Oma ..maaf Arini nggak masalah jika mas Refal memilih kota Paris, dan Arini juga nggak masalah kalau nggak ada acara honeymoon." sergah Arini menengahi ketegangan antara suaminya juga keluarganya.


" See.. Arini setuju kok kalau kita berdua akan ke Paris." ucap Refal.


" Baiklah.. tapi, mama pesan sama kamu..jaga Arini dengan benar di sana." ucap mama Dewi merasa khawatir dengan keadaan Arini nantinya di sana.


" Mama jangan khawatir, Arini tanggung jawab Refal sekarang, pasti akan Refal jaga dengan baik." jawab Refal dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Acara sarapan pun di lanjutkan, tak ada lagi yang membahas soal honeymoon dan kota Paris.


.


.


.


Selesai sarapan ,mereka akhirnya membubarkan diri, Refal mengajak Arini kerumah orang tuanya untuk berpamitan,karena Arini akan Refal bawa tinggal di Jakarta.


Arini mengambil alih untuk packing barang Refal,sementara itu..Refal bersama ke tiga sahabatnya di sebuah coffe shop dekat hotel.


" Fal, lo yakin bawa bini lo ke Paris? " tanya Rizal masih dengan rasa penasarannya.


" Yakin lah.. kenapa emang? " tanya Refal balik.


" Disana kan ada Dinda, jangan bilang dengan alasan untuk honeymoon.. lo telantarin bini lo, dan lo asik-asikan sama Dinda." tebak Tommy


Refal menanggapi perkataan Tommy dengan senyuman.


"Wah.. parah lo..!!" umpat Tommy


" Itu tau..gw kangen banget sama Dinda sob, makanya saat Oma nawarin honeymoon..itu kesempatan gw buat lancarkan rencana gw." jawab Refal enteng.


" Wahhh.. parah lo, trus Arini gimana?" tanya Bagus


" Tenang..selama disana gw bisa masukin Arini sebuah kegiatan feshion ada Paris Fashion Week dan juga ada Paris Fashion Show,pasti banyak pelajaran juga buat Arini belajar. Disana ada teman ku juga, dia akan membantuku." jawab Refal dengan senyuman penuh kemenangan.


" Aku datang Din, sorry Arini.. aku melibatkan kamu dengan rencanaku dan Dinda, namun.. aku yakin kamu akan suka dengan kegiatan kamu nanti disana walau tanpa aku.Ini semua demi kebahagiaan." batin Refal tersenyum licik.


Ketiga sahabat Refal pun menanggapinya dengan hanya bisa geleng-geleng kepala, mendengar ke gil4an sahabatnya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2