
Arini dan Refal sampai di tempat dimana Arini menginginkan bakso tulang yang dia maksud.
" Sayang,, kamu yakin mau beli bakso disini? " tanya Refal
Refal menatap sekelilingnya dan terlihat gerobak bakso yang mangkal dekat taman tak jauh dari toko roti Arini, gerobak bakso dengan tenda sederhana seadaanya namun,, terlihat ramai pembeli.
" Kenapa. memangnya,, kamu nggak suka makan pinggir jalan atau tempat terbuka,gengsi sama jas kamu gitu?" tanya Arini terlihat sedikit ketus.
" Bukan begitu Rin..aku cuma mau tanya kamu yakin baksonya itu enak, higienis apa nggak,, cuma itu kok." kilah Refal
" Sudahlah,, aku mau kesana..kalau mas mau tetep disini nggak masalah,, aku minta uangnya aja deh." ucap Arini dengan mengadahkan tangan di depan Refal.
" Kan kamu ada kartu yang aku kasih yang.. " ucap Refal.
" Mass,, kamu kira-kira bisa mikir nggak sih.. itu gerobak bakso yang harganya cuma 10rb paling mahal 15rb,ngapain pake kartu.Yaa..kalau ada kalau nggak? jangan samain aku sama kamu mas,, aku suka uang cash bukan bukan nambah utang kamu. "terang Arini.
Menurut arini Credit Card itu menyusahkan,, Arini menganggap Credit Card membuka jalan hutang. Dia lebih suka uang cash,, walaupun di bilang ribet namun,, dia suka.
" Aku nggak ada uang cash yang.. sebentar..
Refal merogoh saku celannya dan melihat isi dompetnya, dia lihat uang cash yang ada dalam dopetnya dan di serahkan ke Arini.
" Ini cukup buat beli lima mangkok kok." ucao Arini menerima uang 100rb an.
" Serius? " tanya Refal tak percaya.
" Sudahlah sekarang mas keluar dulu sebentar, aku mau minta sesuatu ke mas lagi." ucap Arini
Kedua orang itu keluar dari mobil yang terparkir tak jauh dari gerobak bakso yang Arini maksud.
" Pak bakso nya dua yaa.." ucap Refal pada si. penjual.
" Baik mas,, sebentar yaa.. " ucap si penjual.
" Pak,, boleh saya minta tolong.. ajari suami saya buat bakso untuk saya,, soalnya saya ingin makan bakso racikan nya." ucap Arini pada si pepenjual bakso.
" Boleh-boleh neng,, silahkan kalau mau.. " ucap si bapak dengan ramah
" Astaga ada lagi aja yang dia mau,, aneh amat mintanya "batin Refal
Mendengar permintaan Arini,tentu saja Refal syok dengan keinginan istrinya yang aneh-aneh.
" Rin,, kamu yang bener aja masa aku suruh bikin bakso sih? " ucap Refal dengan mencebikkan bibirnya.
" Udah nggak usah manyun kayak perempuan,, sekarang tinggal ikutin si bapak masukin bahan apa aja ke. mangkok." tutur Arini.
Mau tak mau Refal akhirnya mengiyakan keinginan Arini, mengingat pesan sang Oma yang bilang kalau dia harus memenuhi keinginan istrinya,, entah tujuannya apa dia tak tahu, atau mungkin Oma mengharap Refal menebus semua kesalahanya waktu itu un untuk selalu memberikan apa yang istrinya inginkan.
" Ayo mas,, silahkan ini mangkoknya..ikuti saya yah,, yang ikhlas buatnya.. ini kan buat anak dan istri mas" ucap Si penjual bakso
" Anak...? " tanya Refal heran
__ADS_1
" Iya,, istri mas ngidam kan.. kalau nggak ngidam ngapain dia ngerjain mas begini.. suami harus berusaha untuk memenuhi ngidam istri,, biar anak yang ada dalam kandungan istri mas juga happy,, pasti anak pertama kan? " ucap si penjual bakso dengan senyum ramahnya
" I_iya anak pertama pak.. "jawab Refal dengan sedikit gugup
"Apa benar Arini hamil.,, dan sekarang ngidam bakso buatan aku. Tapi,, dia belum kasih tahu kalau dia hamil, atau cuma tebakan si bapak aja,sudahlah nanti juga tau jawabannya. " batin Refal
Refal menatap istrinya yang sedang duduk menunggu bakso hasil karya nya, wajah yang sedikit terlihat pucat karena memang Arini tidak menggunakan make up.
Setelah beberapa menit bakso karya Refal pun datang.
" Yeayyy.. akhirnya baksonya dateng juga,, mana yang buatan kamu mas? " tanya Arinu melihat dua mangkok bakso di nampan yang di bawa Refal.
" Sebentar sayang,, sabar.. aku kasih kok. " ucap Refal dengan menatap Arini dengan gemas.
Melihat itu Refal tersenyum bahagia, hal kecil yang diinginkan Arini, namun.. dia selalu menampakkan wajah bahagia.
"Aku nggak sabar buat nyicipin bakso buatan Chef Refal.. "ucap Arini dengan bersorak
" Sayaang... jaga sikap lho, kamu wanita dewasa tapi,, kok kayak anak kecil tingkahnya? " ucap Refal pada Arini.
" Aduhhh... masss... banyak protes sih,,aku cuma mau bakso buatan kamu,,sini cepat..?!!" ucap Arini dengan ketus.
" Astaga,, cepet banget berubah mood nya." batin Refal melihat Arini mulai menyantap bakso buatannya.
Terlihat Arini yang makan baksonya dengan lahap, membuat Refal penasaran rasa bakso buatannya.
" Sayang,, aku boleh cobain kan..aku pengen tahu hasil dari tanganku." ucap Refal.
" Tapi,, dikit aja.. soalnya bakso buatan kamu hanya buat aku,,ngerti? " Ucap Arini dengan tegas.
" Iya sayang... aku cuma penasaran rasa bakso nya aja,, cuma sedikit aku icip." ucap Refal mulai menyendok kuah baksonya.
uhuk uhhuk.. uhukkk..
Arini melihat suaminya tersedak akhirnya memberikan minumnya dengan cepat.
" Sayang,, stop jangan makan lagi baksonya.. itu asin...!!" ucap Refal menarik mangkok yang ada di depan Arini.
" Ihhh... nggak mau,, asin apaan sih mas,, ini enak banget,,kamu aneh.. lidah kamu bermasalah kali." ucap Arini kesal.
Menlihat kegaduhan di meja Arini si tukang bakso dan istrinya tersenyum.
" Apa mereka nggak tahu kalau itu tanda-tanda orang ngidam pak? " tanya istri si penjual bakso pada suaminya.
" Nggak tahu bu,, biarlah.. itu urusan mereka." jawab si suami.
"Tapi itu asin yang.. suer..!! " ucap Refal kekeh dengan apa yang dia coba barusan.
" Nggak.. kamu tuh jahat deh mas,, kamu nggak ikhlas bikinin bakso buat aku? " ucap Arini dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Refal melihat sang istri yang sudah akan menangis akhirnya pun mengalah.
__ADS_1
" Oke,, maafin mas ya. .sekarang kamu makan lagi baksonya." ucap Refal dengan menghembuskan nafas kasar.
Mendengar ucapan suaminya,Arini tersenyum lebar,, dan segera menyantap baksonya lagi dengan lahap,, dan tak butuh waktu lama dia sudah menghabiskan baksonya.
Refal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
" Alhamdulillah akhirnya kenyang juga,, maksih mas buat baksonya.. makin cinta aku tuh.. " ucap Arini mencium pipi suaminya tiba-tiba di depan umum.
" Rin..
" Udah mas bayar sana,, sebentar lagi magrib." ucap Arini memotong omongan suaminya.
" Aneh.. kenapa dia bisa begitu tingkahnya,, cium pipi gw lagi.. didepan umum,, padahal kalau berdua aja boro-boro mau.. "batin Refal dengan melangkah ke arah si tukang bakso
" Pak jadi berapa? " tanya Refal dengan sopan.
" Dua puluh Ribu aja mas." ucap Si penjual bakso.
" Dua mangkok, dua puluh ribu? " tanya Refal dengan tak percaya.
" Iya mas,, kenapa kemahalan yaa? " ucap Si penjual bakso
" Bukan pak..malah sebaliknya,, itu bakso enak banget semangkok sepuluh ribu murah banget,,bapak jualan disini saja? " tanya Refal
" Iyaa.. mas,, habis kalau disini cuma bayar uang keamanan saja. " ucap si penjual bakso.
" Bapak,, apa mau kerja sama dengan saya,, jadi bapak bisa jualan di salah satu Mall punya keluarga saya,, dan Insyaallah hasilnya juga bisa menambah pendapatan bapak." ucap Refal.
" Waduh,, saya sih mau saja mas.. cuma biayanya.. "ucap si tukang bakso.
" Begini pakkk...
" Saya Maman mas.. " ucap si penjual bakso
" Pak Maman,, ini kartu nama saya.. nanti kita bisa bicarakan kerja sama kita lebih lanjut,, kalau ibu dan bapak ada waktu bisa ke kantor saya,, kalaupun biar lebih dekat bisa janjian di toko Roti punya istri saya "Toko Roti Sofia" saya tunggu kabar dari bapak,,dan bapak bisa pertimbangkan tawaran saya." ucap Refal dengan pak Maman si penjual bakso.
" Waduh.. terima kasih nak Refal,, Insyaallah secepatnya saya hubungi nak Refal,, dan melihat tadi istrinya ngidam bakso saya alhamdulillah saya dapet rejeki dari mas Refal." ucap Pak Maman.
" Istri saya..
" Saya tahu,, pasti kalian belum sadar kalau nonnya lagi ngidam,, coba periksa saja mas." ucap. istri pak maman.
" Iya buu.. terima kasih untuk sarannya,, saya pamit ini ongos bakso nya tadi." ucap Refal memberikan selembar uang berwarna merah
" Sebentar kembalinya mas. " ucap pak Maman.
" Nggak perlu pak,, buat bapak saja.. saya halalkan. " ucap Refal dan berpamitan pulang.
Sepanjang perjalanan mereka ke apartemen pikiran Refal melayang mengingat kata-kata pak Maman dan istrinya soal Arini yang sedang hamil,dia akan bicara dengan Arini nanti setelah di apartemen.
Bersambung
__ADS_1