
" Oma.. jadi..
" Iya Arini.. Oma sudah memintamu pada kedua orangtua kamu untuk Refal." ucap Oma Sukma dengan lembut
Arini melirik sang empunya nama, Refal menatap tajam dan seperti mengintimidasi Arini.
Arini dengan cepat memutuskan pandangannya, dan menetralkan degub jantungnya. Jujur, Arini sangat takut dengan tatapan tajam Refal yang tak biasa, ada tatapan kemarahan disana. Tentu Arini tahu, masalahnya sekarang dia di jodohkan dengan Refal dan yang dia tahu sangat mencintai kekasihnya.
Arini sadar siapa dirinya, hanya wanita kampung yang tak punya pendidikan tinggi,dan keluarga Kesuma adalah salah satu keluarga yang kaya raya.
" Arini,bisa Oma bicara dengan kamu sebentar..berdua saja." ujar Oma Sukma dengan wajah penuh permohonan.
" Baik Oma.. silahkan." jawab Arini dan menggiring Oma Sukma dalam kamarnya.
Saat di kamar Arini, Oma Sukma duduk di pinggir tempat tidur sedang milik Arini.
" Sini nak, Oma mau bicara penting sama kamu." Oma Sukma mengulurkan tangan nya pada Arini.
Arini duduk di sebelah sang Oma dan mulai menyimak apa yang akan mereka bicarakan.
" Oma tahu, pasti kamu kaget dengan kedatangan kita dan melamarmu untuk Refal, dan mungkin kamu tahu soal Refal dan kekasihnya? " tanya Oma Sukma denga memandang Arini intent.
Arini hanya bisa mengangguk membenarkan perkataan Oma Sukma. Melihat Arini yang mengangguk Oma Sukma menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
" Oma tak habis pikir, apa yang di lihat dari gadis itu, memang good looking tapi berbanding terbalik dengan attitude nya. Di hadapan Refal bisa saja dia mengkamuflase semuanya tapi, tidak dengan mata Oma.Jadi,Oma mohon buat Refal mencintai kamu dan Oma yakin kamu bisa.Oma sangat menyayangimu dan Refal." ucap Oma Sukma menggenggam erat tangan Arini.
" Tapi, tuan Refal memangnya setuju dengan perjodohan ini? " tanya Arini ragu.
" Mau tak mau, dia harus mau." ucap Oma Sukma dengan ketegasannya.
" Jadi, tuan Refal pastinya terpaksa harus menurut? " tanya Arini ragu.
" Dia tahu keputusan Oma yang terbaik, namun.. dia belum bisa menerima wanita lain di hatinya dan Oma yakin kamu bisa, jangan pernah takut dengan Refal dia sebenarnya lelaki penyayang dan sangat manja, jika kamu sudah bisa mendapatkan hatinya pasti kamu akan tahu sifat dia sebenarnya. Sekarang kita keluar, dan yakinlah kamu tak sendiri ada Oma dan yang lain untuk menyadarkan Refal. " ungkap Oma Sukma dengan senyuman lembutnya.
__ADS_1
Arini dan Oma Sukma pun akhirnya keluar dan bergabung lagi dengan yang lain.
Setelah berbasa basi, akhirnya tibalah waktunya jawaban yang harus Arini berikan pada keluarga Kesuma.
" Jadi,bagaimana nak Arini.. apa sudah ada jawaban untuk kedatangan kami?" tanya papa Angga
Pertanyaan yang dilontarkan papa Angga membuat seisi ruangan diam dan menunggu hasil keputusan Arini.
Arini melirik Refal yang sedari tadi hanya tertunduk dan sibuk dengan ponselnya.
" Bismillahirohmanirrohim.. Arini setuju dan menerima pinangan dari keluarga Kesuma." ucap Arini dengan mengulas senyum manisnya.
Mendengar jawaban yang Arini berikan sontak membuat Refal mendongakkan wajahnya melihat wajah Arini dengan tajam dan tatapan permusuhan.
" Ya Allah.. semoga saja yang aku putuskan ini. adalah keputusan yang tepat, dan aku bisa membantu keluarga Kesuma dari orang-orang yang akan membuat Anak plus cucu seperti Tuan Refal menjadi anak durhaka." batin Arini.
" Baiklah itu jawaban yang kamu berikan, jadi jangan salahkan aku.. jika nanti kamu akan berhasil menjadi istriku tapi bukan berarti aku akan menganggap mu ada." batin Refal dengan segala rencana jahatnya.
" Baiklah kita bisa laksanakan pernikahan ini seminggu lagi." ucap Oma Sukma membuat orang yang disana kaget bukan main.
" Secepat itu Oma? " tanya Refal membuat Oma Sukma melemparkan tatapan tajam padanya.
" Baiklah kalau itu kemauan Oma, Refal hanya ingin pernikahan ini di adakan di sini saja tidak usah membuat pesta di Jakarta dan acara pun intimate sebatas kepuarga saja." ucap Refal. membuat Oma dan papa Angga saling pandang.
" Menurut Arini, benar apa yang di katakan mas Refal..Arini setuju." ucap Arini dengan mencoba untuk mengikuti keinginan Refal.
" Baiklah, jika itu mau kalian..bagaiman pak Rahmat apakah bapak menyetujui permintaan mereka? ." ucap Oma Sukma
" Kalau semua demi kebaikan pasti saya setuju." ucap Abah pasrah karena Arini dengan senyuman manisnya memberikan kode pada sang abah.
" Baiklah, sekarang waktunya makan siang sebaiknya kita makan siang lebih dulu, silahkan kita ke ruang tengah, tapi..maaf seadaanya masakan kampung." ucap Emak
" Kenapa mbak ngomong gitu, kita juga orang kampung kok.. " ucap Tante Ajeng menimpali omongan Emah Dijah.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun menuju ruang tengah dan menikamati hidangan ala kampung yang dimaksud.
" Wahh... ini sih, kebanyakan kesukaan Refal." ucap Mama Dewi dengan mata berbinar.
" Masyaallah.. masa mbak, padahal ini Arini yang masak dan kami pun tidak bilang kalau kalian yang melamarnya, apa feeling kali Rin..? " goda sang emak pada putrinya.
" Enggak kok mak, cuma kepikiran masakin itu
aja." Jawab Arini dengan senyuman tak luntur dari bibirnya.
Setelah beberapa waktu mereka menikmati hidangan yang memanjakan perut mereka.Arini membereskan bekas makan mereka kedapur namun, saat dia berbalik dari wastafel ternyata ada seseorang yang menariknya keluar lewat pintu belakang.
" Tuan.. lepas, sakit !!" pekik Arini merasakan pengelangan tangannya yang terasa sakit karena ulah Refal.
Refal melepas pegangannya dan menghempaskannya dengan kasar.
" Awwshhhh.., sebenarnya ada apa ini tuan? " tanya Arini dengan perasaan yang takut namun, sebisa mungkin dia sembunyikan.
" Ada apa, maksudnya apa sih..kamu terima pinangan Oma, dengar yaa... kalau pun kamu mau jadi orang kaya kerja jangan bisanya cuma memanfaatkan orang lain, kamu pikir Oma bisa benar-benar sayang sama kamu. Dengar,Oma hanya memperalat kamu untuk jadi boneka obsesi nya." ucap Refal sinis.
" Tuan kenapa tega ngomong gitu tentang Oma, beliau Oma tuan.. dan kenapa saya mau menerima lamaran Oma karena kedua orangtua saya pun sudah setuju." ucap Arini dengan penuh keyakinan.
" Baiklah... kalaupun kamu mau jadi istri yang di akui oleh keluarga besar saya baik, saya terima tapi.. bukan karena itu aku menerima kamu, selamanya kamu hanya berstatus istri diatas kertas bukan istri yang sebenarnya." ucap Refal dengan kilatan kemarahan.
" Jadi itu yang ingin tuan sampaikan,baik..saya akan pastikan tuan menganggap saya istri anda di depan banyak orang, dan bukan wanita lain." ucap Arini tak mau kalah.
" Jangan mimpi,nikmati peranmu jadi menantu Kesuma, aku tak akan peduli." timpal Refal yakin
Arini dengan santai hanya menanggapi perkataan calon suaminya dengan senyuman smirknya.
Entah apa yang akan Arini lakukan nantinya, menghadapi keras kepala Refal.
Bersambung
__ADS_1