
Oma membawa Arini masuk ke dalam kamar milik Refal yang ada di rumah besar.Kini
Oma duduk di samping Arini di sofa kamar itu.
" Rin,, Oma nggak tahu apa yang terjadi pada kalian,, maaf jika mungkin Refal kembali bersikap dingin padamu,, Oma hanya tahu..jika kamu kecewa dengan yang menyembunyikan fakta soal meninggalnya Disha padamu kan? " tebak sang Oma.
" Kenapa mas Refal nggak langsung ngasih tahu aku Oma?kenapa?" tanya Arini dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Refal bilang dia nggak mau kamu drop,, apalagi kondisi kamu yang naik turun,,yang jelas dia nggak ingin kamu kembali kritis." ungkap Oma Sukma.
" Tapi,, aku merasa di bohongi,, dibodohi sama mas Refal Oma,, kenapa dia selalu menyembunyikan sesuatu dan selalu berahasia sama aku,, rasanya mas Refal nggak nganggap aku ada Omaaa..hiks hiks hiks. " terang Arini akhirnya menumpahkan air matanya.
" Maafin Oma yaa.. memang Refal punya karakter yang selalu memendam segalanya sendirian." ungkap Oma
Oma yang tahu Refal yang punya sifat tak. mudah terbuka dengan orang lain,, bahkan dengan orang tuanya pun dia tak terlalu banyak bicara beda dengan Sazkia yang selalu berperiku ceria dan terbuka,, Refal cenderung banyak cerita dengan Tommy,, atau dengan Jonathan yang sudah dia anggap orang tuanya,, seorang Jonathan yang terkenal di kalangan dunia bawah.
.
.
Sementara setelah mengantarkan Arini kerumah besar, Refal menyusuri jalanan ibu kota yang diguyur hujan deras.
Kepalanya terasa berdenyut, dan dengan segera dia menepikan mobilnya.
Refal dengan merasakan sakit pada kepalanya pun memijit pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit pada kepalanya.
" Hahh.. aku harus ke apotik,, dari beberapa hari aku nggak bisa tidur." gumamnya
Setelah dirasa cukup baik,, Refal kembali melajukan mobilnya dan sebelum masuk dalam kompleks apartemennya dia berhenti di sebuah apotik. Dia menghentikan laju kendaraannya dan memarkirkannya di depan sebuah apotik 24jam,,dengan cepat Refal memesan obat yang dia cari dan segera keluar dan menuju apartemennya.
Sampai di dalam apartemennya Refal dengan cepat membersihkan diri dan selesai mandi dia ke dapur,membuat kopi lalu ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Drrt Drrt Drrt
📞Tommy Calling
" Ya Tom"
" Dimana lo,, di rumah besar atau di apartemen? "
" Diapartemen,, kenapa? "
" Gw sama Ayu mau ketempat lo,,Ayu mau ketemu Arini juga."
" Sebaiknya besok aja Ayu temuin Arini, soalnya Arini nggak ikut pulang ke Apartemen sama gw,, dia di Rumah besar."
" Lho.. kok nggak bareng,,kenapa? "
" Arini masih belum terima kalau gw bohongin soal Disha ke dia,, emang bener kata dia,, aku suami yang nggak becus,,dia minta sementara buat tinggal terpisa sama gw."
"Lo nggak tau aja,, bahkan sampe sekarang gw nggak bisa tidur dengan nyenyak,,ini penyesalan dalam hidup gw yang buat gw nggak bisa tidur barang sekejap,, dua hari yang lalu gw putusin buat minum obat tidur supaya gw bisa tidur."
" Oke,, gw ke apartemen lo sama Bagus,, biar Ayu sama Fitri juga Jaenap besok ke rumah besar nemuin Arini."
" Hemmm. "
Akhirnya Refal menutup panggilan nya dengan Tommy.
" Ada apa kak? " tanya Ayu saat Tommy meletakkan ponselnya diatas meja.
"Arini sudah tahu kalau Disha sudah meninggal,, secara nggak langsung pun kayaknya Arini nyalahin Refal yang nggak jujur soal kematian Disha. Sampe Arini minta pisah rumah buat sementara,, Refal di apartemen dan Arini di rumah besar." jelas Tommy menyandarkan tubuhnya.
" Yahhh,, aku bingung juga mau komentar.. sebenarnya mereka harusnya saling menguatkan bukan begini, malah pisah sih" ucap Ayu sedikit kesal dengan sikap kedua pasangan itu.
" Aku bukan bela Refal,, cuma aku takut dia kembali seperti dulu,, saat Gading meninggal Refal terus menyalahkan dirinya sendiri,, berhari-hari diam di kamar ,nggak mau ketemu orang,, dan parahnya dia nggak bisa tidur berhari-hari,, sampe akhirnya dia ketergantungan sama obat tidur,, kalau dia nggak konsumsi obat,, dia akan kuat melek,,dan aku baru tau jika dia sudah mulai konsumsi obat tidur lagi dua hari lalu,, dia sedang tak baik baik saja,, walaupun sebelumnya kita lihat kan... Refal terlihat masih perhatian sama Arini tanpa kenal lelah."Ungkap Tommy.
__ADS_1
" Ya Allah,, aku nggak nyangka Refal dengan dengan sikapnya yang dingin bisa begitu terpukul sampe harus bergantung sama obat." ucap Ayu yang tak habis pikir dengan Arini yang memang keras kepala.
" Apalagi saat dimarkas,, sangat terlihat wajahnya penuh kekecewaan,, kesedihan,, kemarahan,, bahkan dendam jadi satu dalam hatinya,,dia menghajar Mila tanpa ampun,, walaupun nggak akan pernah menghabisi musuhnya secara langsung namun,, kali ini Refal sangat menjaga emosinya.. Uncle Jo pun, khawatir dengan watak buas Refal yang muncul kembali." terang Tommy.
" Memangnya Refal apain Mila kak? " tanya Ayu dengan hati-hati.
" Dia buat dunia Mila hancur,, walaupun sebelumnya dia ingin memberikan hukuman yang sama dengan Disha,, dia urungkan karena mengingat masih ada Arini,, dia perlu Arini dan begitu pun sebaliknya makanya,, dia menyerahkan eksekusi Mila oada uncle Jo."terang Tommy
" Trus kita harus apa?" tanya Ayu dengan wajah polosnya.
" Nanti kita bicarakan lagi dengan sahabat kita yang lain, sekarang aku mau ke apartemen Refal dengan Bagus,, Ical kayaknya udah sibuk sama Jaenap." ungkap Tommy pada Ayu.
" Sibuk?? "tanya Ayu bingung.
" Sibuk produksi anak." bisik Tommy.
" Hahaha.. kamu bisa aja." jawab Ayu dengan tawa yang lolos dari bibirnya.
" Kok ketawa,, maklum lah mereka pengantin baru,, kalau kita nikah nanti juga bakal begitu ,, jadi bersiaplah.. " goda Tommy pada Ayu.
" Kak Tommy kok jadi bahas kita..udahlah,, kita bantu Arini sama Refal dulu supaya baikan, aku nggak mau nasib pernikahan Arini kandas karena ego mereka." ucap Ayu.
" Oke,, aku balik.. langsung ke apartemen Refal.. Assalamualaikum " pamit Tommy.
" Wa'alaikum salam." jawab Ayu
Tommy melangkah keluar kost an Ayu dan segera melajukan mobilnya ke Apartemen Refal.
Sementara Arini juga tak bisa tidur,, apalagi mengingat waktu dia bilang akan tinggal di rumah basar pada Refal sepertinya Refal tak terima namun,, saat Arini bilang kalau dia marah dengan Refal soal Disha.
" Maafin aku mas,, mungkin aku egois.. aku tahu niat kamu baik,, cuma jika aku mengingat saat kamu sudah mulai mengacuhkan kami,, dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Mila dan pekerjaanmu,, hati ini sakit. Entah,, aku nggak ingin kamu menomer satu kan Mila dibanfing istri kamu juga anak kamu." gumam Arini di balkon kamar menatap langit yang gelap tanpa sinar bintang,, malam ini terasa hampa bagi Arini.
Bersambung.
__ADS_1