
Happy Club kini Refal berada, setelah janjian dengan ketiga sahabatnya bertemu di tempat itu, bukan untuk bersenang-senang tapi, untuk melakukan kesepakatan dengan seseorang.
" Haii bro.. gw liat lo lain malem ini." ucap Bagus melihat tampang sahabatnya.
" Lain gimana,kayak alien? " ucap Refal menimpali omongan Bagus.
" Bukan, tapi.. aura lo.. lain bro, biar gw tebak.. lo baru nyiram yaa? tebak Tommy.
" Nyiram di tempat yang halal,nggak salah kan." ucap Refal dengan santai.
" Woooooww... amazing amazon anaconda nyatok mulu.. hahaha..." ledek Rizal
" Siall lo..!! " umpat Refal "Sekarang urusan kita dateng kesini buat ketemu seseorang." lanjut Refal
" Orangnya sudah dateng, ada di tempat biasa." jawab Tommy.
" Kita langsung kesana...abis itu, gw mau balik.Kasihan Arini dirumah sendiri." ucap Refal membuat alasan.
" Wahhhh.. OtW bucin lo.. " ledek Bagus.
" Rese..lo.. "
Akhirnya keempat pria itu masuk dalam sebuah ruangan private ,disana ada seorang pria yang sedang asyik dengan dua wanita penghib*r .
Saat melihat Refal Cs dateng, kegiatannya terhenti dan mengusir dua wanita yang tadi bersamanya.
" Sorry, lo ganggu." ucap Refal dan ber tos ria.
" No problem, bisa lanjut.. duduk." uca.p pria itu dan menyuruh keempat pria itu duduk.
" Gw nggal mau basa basi, gw kesini mau ngambil barang yang lo bilang selama ini." ujar Refal.
" Oke, nih.. ada Flashdisk dan juga ada file yang harus lo simpan baik-baik,gw takutnya lo nggak bisa ngelak dan ini senjata pamungkas lo. Terserah lo percaya atau nggak, tapi.. gw harap lo mulai hati-hati ,dia licik. " ungkap pria itu.
"Lo yakin?" tanya Refal dengan masih menatap tak percaya.
__ADS_1
" Kalau lo nggak percaya, dua hari ini dia ada di makau. Anak buah gw disana buat kumpulin data buat lo dan sampai dia di Singapura gw bawa ke lo hasip laporannya." jelas pria itu.
" Makau,sama siapa dia disana? " tanya Refal
" Yang jelas, sama kaki tangannya dan seorang pria yang cukup berpengaruh di sana,nanti aja sekalian gw bawa datanya, kalaupun gw cerita ke lo.. pasti lo minta data validnya kan, jadi sabarlah.. lo nikmatin harus jaga bini lo nggak menutup kemungkinan jika dia tahu lo udah nikah, bisa saja ganti haluan ke bini lo.. buat hancurin nama baik keluarga lo. " ucap pria itu.
Refal terdiam dengan wajah yang terliha TF memendam amarah dan juga rasa tak percaya menghantuinya, orang yang selama ini lembut dan juga penuh kasih sayang, bisa berbuat licik.
" Oke, gw tunggu laporan lo..gw balik thank's." ucap Refal menyalaminya dan saling berpelukan ala laki-laki.
" Siap.. buat lo, bisa diatur bro..!! ucap pria itu.
Keempat sahabat itu akhirnya keluar dari club tersebut.
" Kenapa lo, mikirin omongan Marco? " tanya Tommy.
" Gw bilang dari dulu lo nggak percaya, kalau dari dulu lo beresin semua ini nggak bakal terjadi, dan lo dibutakan atas nama cinta ta* kucing lo itu. " ucap Rizal geram.
" Wah.. bisa ngomong gitu lo sama gw, berani lo? " tantang Refal
" Lha. apa hubungan nya lo sama bini gw? " tanya Refal dengan wajah bingung nya.
" Yahhh.. gimana dia nggak pro bini lo.. orang dia lagi ngincer si Jeje sahabat bini lo." adu Bagus.
" Kayak lo nggak aja, lo juga ngincer Fitri kan.. emang dikira gw nggak tahu apa.. lo udah bucin sama Fitri." ungkap Rizal.
"Sudahlah, ngapain jadi kita yang ribut." ucap Tommy kesal.
" Sudahlah.. gw balik, thank's buat kalian yaaa.." ucap Refal dengan memandang ketiga sahabatnya.
" Kita akan bantu semampu kita Fal, tapi.. gw kasih tahu lo.. Arini bukan wanita yang layak di sakiti, dia terlalu baik." ungkap Tommy
" Sejak kapan lo peduli sama perasaan perempuan, seharus nya kata-kata lo.. itu tepat buat lo sendiri, berhenti nyakitin perasaan perempuan..takutnya suatu saat kalau lo bener-bener suka sama perempuan lo yang akan patah hati ." terang Refal menepuk bahu sahabatnya.
" Hemm.. sudah sana, kasihan Arini sendirian di rumah. " ucap Tommy mengingatkan Refal.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun berpisah,lebih tepatnya Refal memisahkan diri dari ketiga sahabatnya yang masih stay di depan club itu.
Tak butuh waktu lama, Refal sampai apartemennya dan masuk dalam ruang kerjanya ,menyimpan apa yang dia dapat malam ini di sebuah brankas.
Refal masuk ke dalam kamarnya, terlihat Arini yang sudah terlelap dalam tidurnya di bawah selimut tebalnya. Refal dengan perlahan mendekati ranjang dan menatap Arini yang tidur, terlihat cantik polos tanpa make up.. wajah yang begitu damai bila dipandang,Refal mendudukkan bokongnya di tepian ranjang disamping Arini, perlahan membenahi rambut yang menutupi sebagian wajah Arini, menyentuh pipi perempuan yang sekarang menjadi istrinya dan perlahan tapi pasti, Refal mendekat ke wajah Arini dan mengecup lembut pipi istrinya.
Namun, dengan perlakuan Refal.. tiba-tiba mata Arini terbuka lebar dan memandang wajah Refal yang tepat di depan wajahnya berjarak beberapa centi.
" Mas... kamu baru pulang? " tanya Arini saat memastikan pria di hadapannya benar suaminya. " Emmm.. kamu bau rokok sih, trus bau apa nih nggak enak banget baunya.. kamu dari mana sih mas?" tanya Arini dan cepat duduk bersandar kepala ranjang.
" Ehh.. tadi..
" Kemana, jujur.. kamu nggak aneh-aneh kan? kamu dari diskotik? " tebak Arini.
" I_iya ..tapi, suer.. aku nggak minim !! " ucap Refal dengan meyakinkan Arini.
" Hemmm.. ya udah sana, bersih-bersih.. ganti bajunya.. biar aku siapin. " ucap Arini dengan menurunkan tubuhnya dari atas ranjang dan melangkah ke Walk in closet.
Beberapa menit, Refal sudah tampak segar saat keluar kamar mandi dan terlihat berpakaian santai dengan kaos polos dan juga celana training.
" Rin.." panggil Refal saat melihat Arini yang sedang sibuk dengan ponselnya.
" Ehh.. iya mas, kenapa.. mas butuh sesuatu?" tanya Arini mengalihkan pandangannya pada suaminya.
" Nggak.. udah kamu tidur, malah main hp." ucap Refal dengan melihat Arini yang sedang senyum-senyum sendiri.
" Siapa main hp mas, aku lagi balas chatt group katanya Jeje di tembak sama bang Ijal...dia sekarang bingung mau jawab apa." ucap Arini dengan tawa yang lepas dari bibirnya.
" Oh ya.. pantes tadi dia kelihatan galau." jawab Refal yang memang melihat Rizal sedikit berbeda.
" Galau.. masa, dia kan belum di tolak mas...bilang kedia berjuang terus pantang mundur, lagian Jeje sebenernya juga naksir bang Ijal, tapi.. namanya wanita harus jual mahal dikit lah.. " ungkap Arini dengan senyuman terlukis dari bibirnya.
" Sudahlah.. kita doa kan saja semoga mereka bisa sama-sama, sekarang kita tidur.. besok aku ada meeting pagi,trus ada tinjauan ke proyek." terang Refal merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan diikuti Arini pun mulai berbaring di sisi Refal.
Refal dengan cepat menarik tubuh Arini dalam dekapannya, Arini pun tak menolaknya.. dia sembunyikan wajahnya di dada suaminya sementara tangannya memeluk suaminya, mereka kini tidur tanpa batas, bahkan saling memeluk erat. Terasa damai dan nyaman dalam hati keduanya.
__ADS_1
Bersambung