
Tommy yang mendengar penuturan Arini tentu saja terkejut.
" Rin,, soal rekaman itu.. emmm.. aku sudah kasih Refal,,kenapa kamu nggak bilang ke Refal? " tanya Tommy dengan memicingkan matanya
" Ponselnya nggak aktif kak,, tadi pagi dia cuma chatt aku dan bilang kalau dia baik-baik saja trus ngasih tahu kalau dia ke Luar kota,trus waktu aku telpon nggak aktif lagi." ungkap Arini.
Tommy hanya bisa menghela nafas kasar
" Keluar kota,, astaga Refal.. nggak gitu juga cara lo Fal,dasar dua - duanya batu." batin Tommy
" Kak.. kak Tommy.. kakak..?!!" seru Arini memanggil nama Tommy dengan keras.
" Hahh.. i_iya Rin,, sorry.. aku cuma mikir kalau pasti Refal sibuk banget." ucap Tommy sedikit tergagap
" Kamu nggak ke apartemen?" tanya Tommy lagi, hanya gelengan yang Arini berikan dengan tatapan sendu.
" Tengokin Refal,, kadang dia kalau udah banyak kerja bakal sering lupa makan,, trus aku takutnya dia juga sakit.. karena dia punya sakit lambung yang lumayan parah,, aku nggak ingin dia masuk Rumah Sakit kayak dulu,,soalnya kalau dia sakit kayak bocah." terang Tommy
" Nanti deh aku kesana,, ponselnya dia nggak bisa dihubungi mulu soalnya. " ucap Arini lirih dengan wajah yang terlihat sedih.
"Jangan sampai lo nyesel Rin,, kalau lo tahu Refal sangat butuh lo sekarang." ucap Tommy yang bisa dia ucapkan dalam hatinya saja.
" Biarin dia tenang dulu di sana,, gw akan baik-baik saja bro. Kalau dia bahagia gw bahagia,, kalau dia sedih gw lebih sedih." ucapan Refal yang terpintas dalam otak Tommy mengingatkan omongan Refal kemarin malam.
Setelah berbincang-bicang dengan Tommy jam dua siang Arini kembali ke rumah besar lagi.
.
.
Tiga hari kemudian
" Arini,, kamu nggak papa kami tinggal hemm? " tanya Oma Sukma.
" Yah.. nggak apa Oma,, papa,, sama Mama kalau mau pergi nggak papa kok,, kayaknya Arini mau ke kantor mas Refal juga." ucap Arini
" Oh iya Refal baru pulang semalam sih,, kemaren dia kebogor." terang papa Angga.
Setelah keluarga Kesuma pergi, Arini mengambil pobselnya dan menghubungi nomer suaminya dan ternyata belum juga aktif
" Kamu kok aneh sih mas,, kenapa nggak pernah tanya in aku,, apa kamu udah nggak khawatir sama aku,, apa kamu masih marah sama aku.. " batin Arini memegang dadanya
__ADS_1
📞Kalina Call
Arini mencoba menghubungi Kalina namun juga tak aktif. Arini hanya bisa mendengus kesal.
Arini pun menghubungi Lulu tamannya dimasa menjadi OG.
📞Lulu Call..
" Hallo Rin..
" Assalamualaikum Lu..
" Wa'alaikum salam ,,gimana keadaan kamu? "
" Alhamdulillah baik,, Lu aku mau tanya dong.. mas Refal lagi meeting yaa?
" Iya.. kayaknya tadi sempet Kak Kalina bahas,, hari ini scedulenya padat,,trus kebanyakan meeting di luar,, tapi.. Rin,, yang kata Kalina si Boss majuin scedule meeting hampir semuanya,, aku lihat beberapa hari ini boss kayaknya kurusan,kayak kacau gitu.."
Deg..
" Emm.. oke Lu,, makasih infonya yaa.. aku tutup yaa..Assalamualaikum."
Arini mendengar penjelasan Lulu jadi merasa bersalah, dan juga sangat menyesali perkataannya waktu itu.
" Aku tinggal di rumah besar,, kamu tinggal di apartemen,, trus mas nggak perlu khawatir sama aku,, dan maaf aku masih kecewa sama kamu. "
Perkataan Arini tak dibantah oleh Refal, sepertinya Refal mengikuti perkataan Arini,,dan kini di sudut hatinya Arini sangat menyesal dengan keputusan nya.
" Non mau kemana? " tanya Bi Siti saat melihat Arini turun dari lantai atas.
" Ehh.. bi,, saya mau ke apartemen.. saya khawatir sama mas Refal." ucap Arini
" Alhamdulillah ,,bibi yakin kamu istri yang baik.. minta maaf dengan den Refal,, bagaimanapun dia kamu sudah menikah dengannya,, terima baik buruknya,, jangan menghindar dari masalah,, kalian perlu bicara dari hati kehati." ungkap Bi Siti.
" Terima kasih bi,, taxi online ku udah dateng,, aku sudah kabarin Oma mau balik apartemen." ungkap Arini
Akhirnya Arini pergi ke apartemennya. Dia dari semalam sudah bertekad menemui suaminya,, apalagi mendengar perkataan Tommy kalau Refal yang punya sakit maag.
Kurang lebih satu jam, Arini sampai di apartemen Refal, Arini turun dari dalam mobil dan menghampiri pos Jaga.
" Assalamualaikum mang... " salam terlontar dari bibir Arini saat melihat sosok laki-laki sang penjaga Apartemen,yaitu man maman.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam,,Masyaallah..gimana kondisi kamu sudah sehat, kamu dari mana.. kok nggak kelihatan dari kemarin kemarin,,den Refal kalau mau makan pasti saya suruh beliin." ungkap mang maman
" Arini sehat mang ,,mang maman setiap hari disuruh beli makan? " tanya Arini penasaran.
" Nggak juga,, baru 3x itu pun paling kelihatannya den Refal kelihatan kacau deh Rin.. kasihan,,kalau marah atau kesel jangan pernah tinggalin suami,, bicarakab baik-baik ,,keadaan Rumah tangga kita jangan sampe ketahuan pihak ketiga.. ngertikan apa itu artinya? " ucap Mang Maman.
" Iya.. mang,, Arini kemaren salah,, makanaya Arini mau kembali kesini mau minta maaf sama mas Refal." ungkap Arini.
" Ya udah sana,, istirahat.. jangan kecapean.. kamu masoh pemulihan toh,jangan buat suamimu tambah khawatir." ucap Mang Maman menasehati Arini yang sudah dia anggap putrinya.
Arini mengangguki perkataan Mang Maman, akhirnya Arini pun menuju unit Apartemennya,, sebelum itu dia belanja sedikit barang basah buat masak menu kesukaan suaminya.
Ceklek.
Pintu apartemen dibuka oleh Arini.Pandangan Arini menatap sekeliling ruang apartemen yang membuat syok Arini .
" Astagfirullah mas Refal,, pasti dia merokok ..tapi,, menurut cerita temen-temennya Mas Refal kalau merokok pasti ada masalah yang buat pikirannya kalut,maafin aku mas.. " gumam Arini mengelus dadanya.
Arini dengan langkah pelan menyisir ruangan apartemen.. membuka pintu balkon dan juga jendela yang ada untuk sirkulasi udara.
Masuk kekamar nya,dia terperangah dengan handuk yang masih tergeletak di atas kasur, pakaian kotor yang asal di letakkan,mirip kapal pecah. Arini memunguti sampah dan baju kotor suaminya memasukkanya ke keranjang cucian. Kekamar mandi pun sama berantakan,Arini menghela nafas kasar dan mulai gerak cepat untuk membersihkan apartemennya yang diakibatkan oleh ulah suaminya.
Dua jam lebih Arini menyelesaikan masala apartemen,, saat karang sudah kembali bersih.
Jam lima sore Refal belum juga kembali,, akhirnya Arini beranjak ke dapur untuk mulai masak menu makan malam, dengan wajah terlihat bahagia Arini mengolah makanan kesukaan Refal.
Di lain tempat,, tepatnya di besment apartemen ..Refal memarkirkan mobilnya,dia keluar dari dalam mobil dan menuju unit apartemen nya.
Tubuhnya sangat lelah,, pikiranpun terasa berat,setiap malam Refal masih meminun obat tidur jika malam hari.
Dia tak bisa tidur jika tak memakan obat.
Refal menekan tombol pasword ID pintu apartemen nya., membuka pintu apartemen dan menciun bau menyeruak menusuk rongga penciuman nya ,Refal mengernyitkan matanya dan melangkah masuk melihat Apartemennya yang sempat jadi pelampiasan nya waktu itu,, Refal terpaku saat sampai depan dapur,,melihat punggung wanita yang dia rindukan,namun..juga dia kecewakan.
" Apa aku mimpi,, astagfirullah.. bisa gila aku.." gumam Refal
Bukannya mendekati tapi,, Refal hanya geleng-geleng kan kepalanya untuk menghilangkan bayangan Arini. Refal putuskan ingin kekamar menghilangkan bayangan Arini dalam pikirnya.Namun ,sialnya dia menubruk kursi jadi benimbulkan suara yang mengakibatkan Arini terkejut.
" Mas.. " seru Arini
Bersambung.
__ADS_1