7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Operasi


__ADS_3

Keadaan Arini sudah lebih baik, kadang Arini menanyakan putrinya.. namun Refal masih mengatakan anaknya baik-baik saja,bukan maksud Refal menyembunyikan meninggalnya Disha, namun.. keadaan Arini di haruskan stabil, dan semoga hasil pemeriksaan pada Arini baik dan bisa menerima jantung baru.


Keesokan harinya setelah pemakaman Firman, Arini siap untuk menjalani Operasi, namun dokter juga akan double cek soal hasil pemeriksaan kecocokan antara Arini dan jantung barunya.


" Permisi. " terlihat Dr. Kinan masuk dalam ruang rawat Arini yang ada cuma Refal.


Karena memang, Refal yang menginginkan semua itu, agar Arini pun tak curiga, karena mereka dianggap sibuk mengurusi yang lain.


" Silahkan dokter." ucap Refal dengan sopan.


" Saya mau menyerahkan hasil pemerikasaannya Arini dengan Jantung Firman." ucap Kinan memandang pasangan yang ada si depannya.


Dangan nafas panjangnya dia ingin memberikan pasokn udara yang banyak pada dirinya.


" Bagaimana dok, hasil pemeriksaan bagus kan? " tanya Refal dengan wajah yang mulai cemas.


Disebuah gedung tinggi menjulang, seorang wanita yang sedari tadi tampak gelisah.


" Mil,, kamu kenapa dari tadi mondar mandir,, pusing saya lihatnya." tegur Kalina melihat rekan kerjanya mondar mandir di depan meja kerjanya.


" Berisik..!!" bentak Mila pada Kalina.


" Ehhh.. aku tanya baik -baik sama kamu,, itu kerjaan kamu sudah numpuk.. nggak mungkin bisa aku kerjain sendiri, sebenernya kamu niat kerja nggak sih.. atau kerjaan kamu hanya untuk menggoda Bos Refal?? " ucap Kalina sinis.


Mendengar ucapan Kalina, Mila menatap ke arah Kalina dengan tajam.


Brakk.!!!


" Bac*t,,inget.. gw bukan karyawan yang mau susah payah kerja sama tumpukan dokumen, gw nggak bisa kerja kalau nggak ada Refal." teriak Mila dengan senyum sinis.


" Ada apa ini !! " bentak Tommy keluar dari ruang kerja Refal.


" Ng_nggak papa,, cumq Kalina nih.. rese!! jawab Mila dengan wajah songongnya.


" Udah balik kerja,, nggak mungkinkan kalau lo mau di bilang orang yang nggak kopeten sama Refal?? " ucap Tommy sedikit memprovokasi Mila.

__ADS_1


" Hehhhh..jangan sembarang kalau ngomong, gw tau kalian bertiga nggak pernah suka gw deket sama Refal,, tapi.. jangan harap lo bisa singkirkan gw dari Refal.. kalau perkara kerjaan, gw akan segera kerjain."ucap Mila dengan menghentakkan kakinya dengan kesal dan meninggalkan Tommy dan Kalina.


" Kayak gitu aja harus gw yang turun tangan? " tanya Tommy pada Kalina.


" Yahh.. kan gw bukan Cassanova yang suka rayu wanita kayak lo,, jadi ..gw percaya setiap kata-kata yang keluar dari mulut seorang Tommy Wibisana yang terkenal dengan predikat Cassanova nya akan mencairkan gunung es dan akan membakar secara bersamaan." ucap Kalina dengan puitis.


" Lebay lo,, kerja..!! " ucap Tommy dan berlalu ke ruang Refal kembali.


Di Rumah Sakit


Setelah memberi tahukan hasil yang lumayan memuaskan ,,akhirnya hari ini juga Arini akan menjalani transplantasi Jantung.


" Mas,, aku takut." ucap Arini dengan menggenggam tangan suaminya.


" Sayangg... kamu kuat, kamu wanita hebat,bunda yang hebat, istri yang hebat, anak juga menantu yang sangat baik,,aku akan ada dengan kamu bagaimana pun keadaan kamu, maafin aku beberapa waktu aku sudah mengabaikan kamu juga anak kita,, aku Refal Narendra Kesuma cuma milik kamu Arini sofia tidak ada yang lain." ucap Refal dengan menciumi tangan sang istri.


" Mas aku ingin cepet keluar dari sini,pengen liat Disha." ucap Arini


Mendengar omongan sang istri Refal hanya bisa menelan silvanya dengan kasar,rasa itu akan selalu ada penyesalan dan bersalah.


Setelah di rasa sudah siap semuanya,, Arini di bawa ke ruang operasi,, sebelum benar-benar masuk Arini meminta Refal untuk mendekat padanya.


" Mas,aku minta mood booster buat aku berjuang didalam.. boleh?" ucap Arini dengan wajah yang biasa Refal lihat, wajah menggemaskan Arini.


" Dengan senang hati,, Cup.. " Refal mengecup semua bagian wajah Arini dan pucuk kepalanya.


Semua yang lihat pun jadi tersenyum bahagia melihat kehangatan pasangan itu.


Setelah Arini masuk dalam Ruang Operasi, semuanya duduk menunggu di depan ruang operasi dengan berdoa di dalam hati mereka.


" Nak,, gimana penyelidikan kamu? "tanya abah Rahmat pada menantunya.


" Insyaallah akan ketemu bah,, bantu doa bah." jawab Refal.


" Mak nggak tega liat Arini kesakitan gitu Fal, hiks ..hiks ..kalau bisa biar emak yang gantiin.." ucap Mak Dijah.

__ADS_1


" Maafin Refal ya mak.. nggak bisa jaga Arini dengan baik. " ucap Refal dengan menggenggam tangan ibu mertuanya.


" Sudah.. ini takdir Arini dia harus menerima semuanya ini, supaya lebih bersyukur, lebih jaga kesehatan banyak hikmah dengan kejadian apa yang menimpanya. " ucap Abah menimpali racauan istrinya.


Operasi yang di lakukan Arini cukup lama, lima jam sudah Arini ada di dalam ruang Operasi.


" Fal,sorry kita-kita baru bisa dateng,, gimana Arini masih di dalam ruang Operasi?"


Ical dan para sahabat dari Refal dan Arini, baru bisa datang.


" Fal,,apa benar kalau yang donorin jantung buat Arini itu Firman? "tanya Ayu dengan wajah yang tak dapat ditebak.


" Iya ,sorry aku baru kasih tahu kamu,karena aku tahu kamu pada sibuk bantu kami juga.Terima kasih untuk bantuan kalian. " ucap Refal dengan mengelus senyum tipis


" Nggak masalah bro,, kalaupun kita disini nggak ada kontribusi apapun buat kalian,, udah begitu pasti Arini akan selalu tanya anak. lo, secara dia tak tahu apa. yang terjadi pada anak kalian." ucap Tommy memahami keadaan sahabatnya itu.


" Aku nggak nyangka, omongan kamu jadi kenyataan Fir.. kamu memeberikan kehidupan baru buat Arini, begitu besar pengorbanan mu,,maafin aku.. pernah ada rasa kesal dan benci kareja kmu menyakiti hari Arini dulu,, terima kasih kamu pertahankan Arini untuk hidup bahagia."batin Ayu.


Flashback On


Saat Firman dan Ayu membawa Arini ke Rumah Sakit, Ayu dan Firman begitu panik.


" Astaga aku mau telpon Refal.. sampe lupa aku.. " ucap Ayu.


" Kenapa begini sih Yu,, kenapa gw nggak bisa jagaan Arini sama anaknya." gumam Firman lirih


Walaupun suaranya lirih namun, masih terdengar oleh Ayu.


" Ini sudah jalan hidup yang Allah berikan pada Arini Fir, dan Arini pasti juga berterimakasih sama lo sudah bawa kesini." ucap Ayu sedikit menenangkan hati Firman.


" Penyakit jantung bukan penyakit sembarangan Yu,, aku dihadapkan dengan mama yang terkena penyakit jantung dan sekarang Arini, aku seperti tak berguna Yu,, seandanya Allah cabut nyawa ku,, aku ingin jantungini untuk Arini, agar bisa menemaninya terus dan terus sama dia Yuk, aku sayag banget sama dia,, sayang aku sekarang aja beda dia adalah adikku yang harusnya aku lindungi." ucap Firman


Flashback Off


Perkataan Firman terus terngiang dalam benaknya,, rasa sedih, bahagia jadi satu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2