7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Perubahan Refal


__ADS_3

Setelah acara selesai, Refal mengantar Arini ke kontrakannya. Namun, ada yang berbeda dari sikap Refal pada Arini.


Refal yang tadinya suka bicara pada Arini sekarang, dia hanya diam dan pandangan Refal ke Arini pun berubah menjadi tak bersahabat.


Arini pun bisa menilain perubahan sikap dan tatapan tuannya itu.


Flasback On.


" Oma, ada apa oma panggil Refal.. apa ada hal penting? " tanya Refal saat acara keluarga mereka selesai sang oma memanggilnya untuk bicara dua .


" Ada, duduklah.. " jawab Oma Sukma menepuk sebelahnya yang masih kosong.


" Ada apa Oma, kayaknya serius banget nih? " tanya Refal masih dengan santainya.


" Apa kamu masih saja berhungan sama wanita itu?" tanya Oma Sukma memulai pembicaraan mereka.


" Maksud Oma, Dinda?" Tanya Refal dengan. memandang sang oma dengan serius.


" Kenapa oma nanya soal Refal sama Dinda?" tanya Refal penuh selidik.


" Akhiri semuanya ,sebelum kamu menyesal.Karena Oma sudah menentukan pilihan yang paling tepat untuk kamu jadikan pendamping,tapi..bukan perempuan tak bermarwah itu.. " ucap Oma Sukma dengan penuh emosi.


" Selama ini, Refal sudah terlalu banyak menuruti perkataan Oma, dari kecil sampai kuliah pun Oma yang menentukan, aku nggak punya pilihan untuk semuanya. Sekarang aku sudah punya pilihan untuk hidupku bahagia Oma, Dinda yang buat aku bahagia.. dia mengerti akan keadaan keluarga kita yang terlalu banyak aturan, dia selalu berkorban.


Dan saatnya Refal juga akan berjuang demi kebahagiaan Refal sendiri walaupun tanpa restu kalian. " ungkap Refal dengan perasaan yang sudah kesal.


" Baiklah.. siap-siap kamu berkorban demi cinta palsumu itu, dan Oma juga akan berjuang demi keluarga Kesuma.. kamu bisa pergi dengan cintamu kemanapun kamu pergi tanpa embel-embel Kesuma,itu kan yang kamu pilih..Oma melepasmu." ucap Oma dengan memandang sang cucu yang tentu saja terkejut dengan perkataan sang Oma.


" Apa yang Oma rencanakan, apa ada hubungannya dengan Arini? " tanya Refal dengan kecurigaan.


Oma Sukma memandang Refal dengan sangat intens.


" Kenapa kamu seolah tidak suka dengan Arini, padahal setahu Oma kamu sangat baik padanya akhir-akhir ini? " tanya Oma


" Kebaikan aku sama Arini hanya karena dia itu maid di apartemenku dan juga salah satu OG di kantorku itu aja, nggak lebih oma.. " ucap Refal meyakinkan sang Oma.


" Oh.. ya, apa mungkin kamu belum paham dan salah mengarti kan cinta yang sebenarnya dibanding dengan rasa penasaran saja? " tebak Oma Sukma tersenyum miring pada Refal.


" Omong kosong apa ini oma..?! " ucap Refal mengelak.


tok tok


clek.

__ADS_1


" Maaf oma kalau Arin ganggu, Arin kesini cuma mau pamit sama Oma juga sama tuan muda, Arin mau pulang.. semuanya sudah selesai kok.. " ucap Arini saat pintu ruangan itu terbuka.


" Kamu mau pulang, baiklah.. biar Refal yang anter kamu pulang." ucap sang Oma


" Kenapa Refal Oma, kan ada pak Putra..? " tanya Refal tak suka


" Kamu yang bawa dia kesini, jadi.. kamu yang mulangin dia lah.. " ucap Oma Sukma dengan menatap tajam Refal.


" Menyusahkan.. " gerutu Refal "Baiklah Ayo sekarang saya antar." ucap Refal dengan nada bicara yang tak mengenakkan.


" Tuan biar...


" Sudah buruan..!! " potong Refal dengan melangkah pergi.


Mau tak mau Arini pun mengikuti langkah Refal setelah melihat kode dari sang Oma.


Flasback off.


" Terima...


" Lebih baik kamu cepat keluar dari mobil saya, soalnya saya buru-buru. " ucap Refal dengan nada dingin.


Mendengar penuturan Refal akhirnya Arini bergegas keluar dari mobil Refal.


"Ada apa dengan tuan Refal? "gumam Arini "Sudahlah, masa bod*h yang penting aku kan kerja dengan baik. " gerutu Arini sambil melangkah menuju kontrakannya yang memang sedikit masuk dalam gang.


Sementara Refal dengan rasa kesal dalam hatinya, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Apartemennya.


" Apa-apaan Oma.. bisa-bisa nya bandingin Dinda sama Arini.. ya jelas beda,Arini wanita biasa dan Dinda wanita dengan pemikiran luas, dan pasti dia akan mendidik anak ku dengan penuh dengan pemikiran dia yang luas juga. Kalau Arini dengan dia mandiri dan juga baik tapi.. bukan hanya itu yang aku butuhkan." gumam Refal


.


.


.


Sementara itu Arini yang sudah dalam kontrakannya setelah membersihkan diri, dia. merebahkan tubuhnya yang teramat lelah dengan pekerjaan nya hari ini,tiba-tiba dia mengingat pembicaraan nya dengan Oma Sukma saat di rumah besar Kesuma.


Flasback on


" Arin.. duduklah." ucap Oma Sukma saat Arini mengantarkan wedhang jahe buatannya.


" Iya Oma, apa ada yang di butuhkan lagi Oma, biar Arin ambilkan." ucap Arini dengan penuh perhatian.

__ADS_1


" Nggak ada, Oma cuma mau bicara berdua sama kamu." ucap Oma Sukma dengan pandangan yang lembut.


" Ada apa Oma kok kayaknya serius banget? " tanya Arini mendadak tak enak hati.


" Kamu katanya punya keinginan buka toko kue,apa benar? " tanya Oma dengan senyuman


" Hahh.. kata siapa Oma, emmm.. sebenarnya itu cita-cita Arini Oma, kuliah sambil jualan kue.. semacam kedai kecil gitu. " ungkap Arini.


" Begini, gimana kalau kita kerja sama.. maksud Oma kita bisa menjadi patner bisnis,Oma yang ngadain dananya kamu yang jalanin, nanti Mama Dewi yang memasok bahan bakunya gimana? " tanya Oma Sukma dengan antusias.


" Serius Oma, trus Arini harus apa? " tanya Arini. bingung.


" Kamu keluar dari pekerjaan kamu,dan mulai serius jalanin bisnis. Kamu harus fokus, kita nggak mau kamu di pandang rendah sama siapa.. tuh mantan kamu? keberhasilan kamu adalah pembuktian atas pembelajaran hidup,dan kamu bisa hidup tanpa dia." ucap Oma Sukma.


" Tapi...


" Nggak usah khawatir sama Refal, nanti bi Siti yang Oma tugaskan untuk ada di apartemennya." ucap Oma Sukma memahami ke khawatiran Arini.


" Beri Arini waktu Oma, dan juga meminta pendapat orang tua Arini juga." jawab Arini yang masih nampak bingung.


" Baiklah, trus.. Oma mau tanya soal lainboleh ?"


" Boleh Oma, kenapa harus minta ijin begitu? "


" Soal jodoh, bagaimana gambaran tentang jodoh kamu? "


" Jodoh Arini , kalau Arini sekarang hanya ingin restu dari bapak sama Ibu saja, kalau ada restu dari mereka Insayaallah rumah tangga Arini juga akan baik, kenapa oma tanya begitu? " tanya Arini dengan memandang Oma Sukma.


" Kalau ada pihak laki-laki meminang kamu, trus orang tua kamu setuju.. apa kamu akan setuju? " tanya Oma Sukma lagi.


" Insyaallah, Arini akan terima jika itu sudah menjadi jalan hidup Arini Oma.. " ucap Arini dengan senyuman manisnya.


Flasback off


Walaupun hari Arini masih bertanya-tanya soal pertanyaan Oma Sukma yang di bilang sudah mengarah ke ranah pribadi Arini.


Bersambung


Tetep dukung yaa...


Like


Vote

__ADS_1


__ADS_2