7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Menjalani yang Semestinya


__ADS_3

" Kamu nggak papa kan? dia nggak nyakitin kamu? " tanya Refal saat mereka ada di dalam mobil yang Refal bawa ke arah apartemennya.


" Aku nggak papa kok, bisa aku handle juga.. cuma tadi sempet kaget, dia ke toko.. aku kira dia mau beli roti." jawab Arini.


" Dia suka nemuin kamu?tanya Refal


" Nggak, beberapa hari lalu dia beli roti dengan pacarnya.. itu pun aku nggak berniat untuk bertemu dengan dia, mereka pikir aku pelayan toko itu dan yah.. biasa lah, sedikit menyinggung juga." ujar Arini


" Tapi, mereka nggak lakuin yang buat kamu bahaya kan? " tanya Refal dengan rasa camas.


" Nggak mas, tenang aja.." ujar Arini dengan senyuman terbit dari bibirnya.


Setelah sekian lama terkena macet di jalan akhirnya mereka sampai di Apartemen.


" Mas, kamu mau langsung bersih-bersih atau gimana? " tanya Arini yang sudah masuk dalam apartemen.


" Kamu dulu aja, aku mau telpon Tommy ada hal penting." ucap Refal


" Oke.. ini minum nya,aku mandi dulu kalau gitu." ucap Arini menyerahkan segelas air pada Refal.


" Terima kasih yaa.." ucap Refal menerima gelas dari tangan Arini dan di balas anggukan dengan senyuman menghiasi bibir merah Arini.


" Gadis sebaik kamu,begitu teganya aku menyakitimu terlalu dalam Rin.. maaf kan aku Rin." gumam Refal mandang punggung Arini yang menghilang di balik pintu kamar mereka.


Refal merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih di saku nya.


Melihat nomer yang tertera di ponselnya dan menghibunginya.


" Hallo,kita ketemu di Happy club nanti malam."


"........


" Nggak usah banyak omong, bawa apa yang kamu dapet selama ini."


"...... ..


" Hemmm...


Tak lama Arini muncul dengan penampilan yang lebih segar, sekarang pun Arini mulai sedikit membiasakan diri untuk membuka hijabnya saat di apartemennya.


" Mas, kamu mandi gih.. airnya sudah aku siapin sebentar lagi adzan magrib." ucap Arini menghampiri Refal.


" Iyaa.. makasih,aku mandi dulu yah.. "


ucap Refal dengan senyuman tipisnya dan masuk ke dalam kamarnya segera membersohkan diri.


Tak lama adzan magrib pun berkumandang, Refal mengajak Arini sholat berjamaah.


Setelah sholat, Arini mencium tangan suaminya namun.. saat Arini akan melepas tangannya dari tangan Refal tiba-tiba Refal menariknya, karena Arini posisinya tak siap dia jatuh di pangkuan Refal.


" Masss.. " pekik Arini dengan wajah yang terlihat terkejut.


" Sebentar.. mau kemana sih, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. "


" I_iya ,tapi.. nggak kayak gini juga mas..aku risih.. " ucap Arini mencoba melepaskan diri dari Refal yang sudah memeluknya erat dalam pangkuannya.


" Masa.. sama suami sendiri risih, kan halal.. ?"goda Refal dengan senyuman smirknya.


" Yahh.. gimana kan nggak biasa mas.." ucap Arini dengan wajah yang malu-malu.

__ADS_1


" Mulai saat ini biasa kan.."


" Hahh..? "


" Iya, mulai sekarang kamu biasakan mesra sama suami, kalau nyenengin suami pahalanya banyak lho.. "


" Ooohh.. sekarang udah bisa ngomong gitu, pasti kamu ada maunya yahh? "


" Hemm.. sebentar saja, rasanya aku capek Rin.." ucap Refal dengan wajah yang sudah Refal benamkan di ceruk leher Arini.


Arini yang belum terbiasa hanya diam dan tidak menolak apa yang Refal lakukan.


" Berbagilah dengan ku, kamu bisa anggp aku tong sampah.. sahabat, atau penghilang lelahmu."


" Hemm.. aku cuma ingin, kamu selalu mendukungku.. bisa memberikan kesempatan untuk aku lebih mengenalmu, 7hari nggak akan cukup Rin.. "


" Yahh... kan aku minta 7hari, apapun keputusan kamu nantinya aku akan selalu ingin kamu bahagia"


" Apa kamu nggak mau bahagia dengan ku? "


" Istri akan bahagia, saat hati suaminya hanya untuk mahramnya,istri ..akan selalu mendoakan suaminya tentang hal yang terbaik untuk suaminya , aku hanya manusia biasa nggak bisa apa-apa saat Allah tentukan takdirku."


" Rin, aku akan berusaha untuk menjadi suami. kamu yang baik bukan hanya dalam tujuh hari, dan aku akan mengatakan bahwa aku sudah menikah dengan mu pada Dinda."


" Tapi, bagaiman perasaan kamu ke Dinda? kalian berdua bukannya saling mencintai? "


" Kamu percaya akan restu keluarga terutama ibu, aku mungkin akan mencoba menerima takdirku bersama mu walaupun sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan Dinda, aku minta padamu bersabarlah.."


" Lalu, bisa Dinda terima semua keputusan kamu?"


" Mau ga mau, bisa nggak bisa dia harus terima, karena kamu yang lebih berhak atas diriku,mau kan.. kalau kita saling berusaha menerima pernikahan ini? ".


" Iya.. aku akan berusaha ngomong ke dia dengan baik-baik dan aku ingin kamu juga jangan pernah ninggalin aku yaa? "


" Kenapa, kan kamu nggak cinta sama aku.."


" Yahh.. kita kan sedang sama-sama berjuang buat Rumah tangga kita Rin.. "


" Iyaa.. Insyaallah,tapi..kalau kamu curang jangan harap ketemu aku lagi"


ancam Arini.


" Emang nggak kangen kalau jauh-jauh dari aku?"goda Refal.


" Yeee.. GR, siapa juga yang kangen sama kamu.. udah belagu, sok ganteng, nyebelin, egois..upssss" Arini menghentikan omongannya setelah tersadar jika omonganya.


" Emm.. jadi menurut kamu aku tadi apa..? " tanya Refal dengan mata yang mendelik tajam pada Arini.


" Maksud aku nggak gitu mas.. aku cuma ngarang tadi.. " kilah Arini


" Oke.. kayaknya kamu perlu di hukum yaa..??"


" Mas.. jangan macam-macam yaa, aku mau mas... aaahhh...


Arini yang berusaha menghindar dari Refal, tiba-tiba Refal dengan senyuman jahilnya berhasil membuat Arini mende*ah ,saat Refal. merem*s dua bukit Arini dengan tangan kekarnya.


" Kamu harus di hukum sayanggg.. " bisak Refal dengan suara yang ngebass dengan pandangan matanya yang sudah berkabut.


Refal dengan cepat mengangkat tubuh Arini dan menjatuhkannya di atas tempat tidur, dan langsung menindihnya.

__ADS_1


Arini hanya bisa menelan silvanya saat Refal dengan cepat membuka mukenah yang dia pakai dan juga Refal dengan sekedip Mat sudah menanggalkan baju koko dan kain sarungnya yang menyisa kan celana kolornya yang membalut bagian Sensitifnya.


Refal membenamkan bibirnya ada ceruk leher Arini dan dengan senyuman smirknya memberikan sensasi yang luar biasa pada tubuh Arini, Refal dengan aktif mnyentuh bagian-bagian sensitif Arini sehingga perdmpuan itu pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya ,mereka menikmati kegiatan itu dengan rasa yang berbeda tak seperti diawal mereka melakukan dengan perasaan yang sangat bahagia, entah di sadari atau tidak mereka saling memberikan rasa cinta pada kegiatan malam itu, seperti awal Refal tak hanya sekali melakukan itu, Refal dengan sadar menanamkan benihnya pada rahim Arini yang awalnya Refal menghindarinya. Ada rasa bahagia luar biasa saat Refal menyerah dan dengan sadar menyemai benih dalam rahim Arini.


Kegiatan itu berakhir menunjukkan waktu jam sepuluh malam.Refal melihat Arini sudah terlelap tidur sehabis membersihkan diri. Refal berinisiatif memasak makanan untuk mereka.


Setelah setengah jam berkutat di dapur, Refal berhasil membuat nasi goreng dengan telor ceplok.


" Rin.. hei, bangun dulu.. pasti perut kamu lapar.. " ucap Refal membelai lembut rambut Arini.


" Emmm.. mas, ini jam berapa? "


" Jam setengah sebelas, makan dulu yaa.. nih, aku buatin nasi goreng buat kita makan " ungkap Refal.


Arini mulai membuka matanya terlihat penampilan Refal dengan hoody nya .


" Mas mau kemana, mau pergi? "


" Iya, sebentar kok.. ketemu Trio Gel* ada yang harus kita bahas"


" Ini kan udah malem, nggak bisa besok aja..? ".


" Lebih cepat lebih baik, kamu nggak usah nunggu aku.. tidur lagi yaa,pasti capek kan? " goda Refal


" Mass.. ihhh, lagian mas kenapa sih harus ngelakuinya abis magrib"


" Emang kenapa, emang ada aturannya nggak boleh seneng-seneng sama kamu habis magrib?


" Yahhh... nggak gitu." ucap Arini dengan wajah yang manyun


" Nggak ikhlas ngasih service sama suami? "


" Ikhlas, ikhlas lillahita'ala mas..


" Ya udah,aku berangkat yaa.. kamu langsung istirahat, kali aja sepulang aku mau nambah lagi..


" Maasssss.... mesum..!!! pekik Arini dengan mencebikkan bibirnya.


" Hahahaha....nggak sayangg.. mana tega aku, udah aku berangkat.. Assalamualaikum.. " pamit Refal


Cup.. Cup..


Mengecup bibir Arini dengan singkat, dan pucuk kepala Arini lalu dengan cepat berlalu dari kamar dan melangkah cepat keluar apartemen.


Arini yang mendapat perlakuan manis dari Refal dengan senyuman tipisnya dia berharap semoga apa yang di ucapkan Refal benar adanya.


Bersambung


Like


Vote


Selalu dukung cerita ini biar tambah semangat nulisnya.


Jika masih banyak typo betebaran maaf yaa.. ngebut soalnya..


Jika Sampe sini tak berkenan baca lagi skip aja nggak usah kasih komentar yang nyampah alias julid karena nggak mudah buat mikir.


Jika ada kesamaan tempat, cerita sedikit mirip maafkanlah

__ADS_1


Saya hanya manusia biasa, tempat salah dosa itu saya kesempurnaan hanya milik Allah


__ADS_2