7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Sikap Arini Berubah


__ADS_3

" Terima Kasih."


Wajah datar Refal tetap terukir kala selesai mengurusi administrasi Rumah Sakit milik Arini.


Dua minggu lebih menginap di Rumah Sakit, melakukan perawatan untuk memulihkan pasca operasi Jantung.Arini hari ini sudah di perbolehkan pulang.


Sekitar jam sebelas siang Arini keluar dari Rumah Sakit di jemput oleh Refal, karena Refal yang meminta semua keluarga berada di rumah besar. Refal tahu saat ini adalah saat berat untuknya apalagi sebelum keluar dari Rumah Sakit,, Arini terus mengatakan ingin bertemu Disha.


Refal mulai menggerakkan mobilnya ke jalanan ibu kota,,mobilnya pun sudah melaju kearah jalan Tol di depannya pun patwal mengiringi perjalan mereka menyibakkan kemacetan di hari ini.


" Mas,, kita mau mau kemana? " tanya Arini yang heran dengan jalan yang mereka lalui.


" Bertemu Disha." ucap Refal mengelus pipi Arini dengan singkat.


" Kok kita ini jalur luar kota mas,, sebenarnya kamu mau bawa aku kemana? " tanya Arini dengan wajah terlihat bingung.


" Tenang sayang,, kamu tidur aja,, nanti aku bangunin kalau sudah sampai." ucap Refal dengan pandangan masih fokus mengarah ke depan.


Setelah empat puluh lima menit mereka sampe di area pemakaman mewah di daerah Karawang.


Refal memarkirkan kendaraannya,dan juga melihat Arini masih tertidur .


" Eeeuuhh..m_mas kita dimana? " tanya Arini sambil melihat sekelilingnya.


Namun yang Arini temui hanya padang rumput luas di sekitarnya.


" Turun yuk.. " ajak Refal


" M_masss,,kita....


" Kita turun sebelum nanti pulang kemalaman." ucap Refal.


Refal membuka pintu samping, dimana Arini berada.


" Yuk,,biar mas bantu.. " ucap Refal merasakan sakit menusuk di hatinya.


" Mas,, kamu mau bawa aku kemana,, aku mau ketemu Disha,,kenapa nyasar kemari sih.. " ucap Arini yang sudah menyadari dia ada di mana sekarang.


" Sayanggg... tenang yaa,, nanti aku jelaskan." ucap Refal dengan lembut.


" Mass... ini kita salah kan,,jawab mas?! " ucap Arini mulai tak tenang.

__ADS_1


" Sayang,, please tenang..okey?" ucap Refal


Tak lama mereka sampai ki kompleks pemakaman keluarga Kesuma.


" Nggak,,nggak,, nggak,, nggak mungkin.. bilang ke aku kalau kamu lagi prank aku mas..!! bilangggggg..!!" bentak Arini


Bugh


Bugh


Bugh


" Kamu bohongin aku mas,, bilang ayokk?? " racau Arini dengan wajah yang masih pucat itu ,matanya sudah mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya.


Arini melangkah mendekat di antara gundukan tanah yang terbalut rerumputan hijau.


Terlihat jelas nama yang tertera pada batu nisan itu " Devanie Ayudisha Kesuma"


" Hiks... hiks.. hiks... Nak,, ya Allah kenapa nak,, kamu bisa di sini nggak ningguin bunda,,kalau tahu kamu bakalan ninggalin bunda,, bunda juga akan milih nemenin kamu,, bunda mau sama kamu nak.. hiks hiks hiks.."


Tangisan Arini begitu memilukan,,raganya lemah,,dia terduduk lemas.


" Jangan sentuh aku mas,, pergilah,,aku mau sama anak aku.. hiks.. hiks.. hiks.."


Refal yang mendengar suara Arini yang meninggi pun reflek membeku,, bagaikan batu yang menghantam tubuhnya,, berat,, saat istrinya menolaknya.


" Maaf.. aku terpaksa menyembunyikan fakta tentang Disha,, dia pergi setelah mendapat penanganan yang maksimal dari dokter,, dan kita harus ikhlas untuk mengembalikan dia kepada sang Pemilik yang sesungguhnya,,aku harap kamu bisa mengikhlaskan Disha.." ucap Refal dengan wajah tertunduk dan mata nya pun sudah memerah menahan air mata nya supaya tak tumpah.


" Kamu nggak pernah tahu akan yang aku rasakan mas,, kamu hanya mementingkan diri kamu,, apalagi jika aku ingat begitu larut nya kamu dengan dokumen-dokumen sia*an mu itu,,,aku benci.. benci sama kamu!!"


Ungkap Arini dengan memandang suaminya dengan tatapan tajam dan penuh amarah.


" Aku nggak akan tega juga membuat anakku seperti ini Rin,, aku sangat mencintaimu sepenuh hidup ku hanya buat kamu dan buat anak kita Rin,, jangan bilang begitu Rin,, aku butuh kamu,, Disha sudah tenang disana jadi bidadari syurga ..sayang.." ucap Refal dengan memegang pipi Arini dan menghapus jejak air mata di pipi Arini


" Tapi,, kenapa bukan aku yang ada di dalam sini mas,, bukan aku yang meninggal ,kenapa Disha yang masih kecil,, pasti dia kedinginan mas.. hiks.. hiks." racau Arini dengan mengusap nisan sang putri.


" Kita hanya bisa doakan dia,, supaya bisa mengenal kita sebagai orang tua nya Rin." ucap Refal lirih dengan mengusap lembut punggung sang istri.


Arini dengan memandang nanar nisan bertuliskan nama sang putri,, seraya memanjatkan doa untuk sang putri. Tangis nya masih mengiringi doa yang dia panjatkan.


Setelah jam mereka masih berdiam diri di samping pusara sang putri.

__ADS_1


" Apa kamu mau ke makam Firmab sekalian? " tanya Refal lirih


Arini memandang sendu wajah suaminya dan mengangguk setuju


" Ayo..ada dekat sini." ucap Refal membantu Arini bangun dari duduk simpuhnya.


"Aku bisa jalan sendiri mas,, bisa lepasin tangan aku." ucap Arini dengan sikap datar.


Refal terkejut dengan reaksi Arini yang seketika berubah. Arini begitu terlihat lebih dingin pada Refal.


Refal berjalan terlebih dahulu dan Arini pun mengekorinya dari belakang, Refal masih bolak balik melihat ke belakang,, takutnya Arini kenapa napa.


Di depan Arini sudah ada sebuah makam, dan tertulis diatas nisan dengan nama Firmansyah.


" Bang Firman... hiks hiks,maafin aku,,kalau aku nggak mengalami kejadian itu pasti kamu masih ada disini,, apa yang mau aku katakan sama Intan juga sama mama,, karena aku kamu terbaring disini.. aku sudah jadi orang jahat bang.. hiks hiks hiks.. Maaf.. " ucap Arini lirih.


" Apa yang kamu katakan dalam mimpi aku,,apa benar kamu benar menjaga Disha untuk aku,,bang ..abang janji sama Rini jaga Disha buat Rini,, maafin Rini selalu susahin abang,, aku janji sama abang kalau aku bakal jaga jantung ini selalu sehat,, terima kasih abang kasih aku hidup baru..hiks hiks hiks." ucap Arini lirih.


Refal memandang sendu Arini,entah apa yang di dalam benaknya,, namun ada sisi lain di dalam diri Arini yang hilang.


Setelah sekian lama,, mereka akhirnya pulang,, dalam perjalanan tak ada yang membuka suara.


" Aku mau tinggal di Rumah besar, dan mas tinggal di apartemen saja." ucap Arini dengan memandang lurus tanpa melihat suaminya.


" Maksudnya,,kita pisah rumah,, kenapa harus pisah rumah,,kamu belum terlalu pulih Rin." ucap Refal


" Makanya aku putuskan buat tinggal di rumah besar,, dan aku juga nggak mau ditinggal gitu aja sama kamu terkurung di apartemen kamu,pasti setelah ini kamu akan sibuk,, trus aku sendiri,, itu artinya aku akan sering di tinggal, trus pasti aku akan mengingat terus Disha karena disanalah aku tinggal selama ini,, kamu paham kan maksud aku? " kata Arini dengan wajah datarnya.


" Terserah kamu.." jawab Refal tak kalah datar.


Perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah besar. Dan dengan cepat Refal membantu Arini buat masuk kedalam.


" Arini akhirnya kamu pulang kesini juga." sambut Oma Sukma


" Oma.. " ucap Arini dan memeluk sang Oma


" Oma,, aku titip Arini.. dia akan tinggal di sini sementara,aku balik dulu.. kamu jangan lupa istirahat." ucap Refal dengan langsung beranjak pergi dari Rumah keluarganya


Oma yang melihat sikap Refal yang tak biasa hanya bisa diam,, Oma tahunada yang tak beres antara Refal dan Arini namun,,belum tahu alasannya apa mereka memutuskan tak tinggal bersama.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2