7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
#Pembalasan Untuk Mila


__ADS_3

" Fal,, itu bohong Fal... mereka merekayasa..!!"teriak Mila


" Memang apa yang lo tau,,apa yang gw lihat,, lo kenapa tega sama Arini,, dia salah apa sama lo??!!"


Refal tak habis pikir kenapa Mila begitu tega melakukan hal kotor seperti ini.


" Tega,,dia yang tega,, dia yang rebut lo dari gw,,dia sudah rebut lo dari gw Refal !!! teriak Mila.


" Sakit lo..!! " umpat Bagus yang sedari tadi diam


" Nggak ada yang rebut gw dari lo,, karena bagi gw lo adik sahabat gw nggak lebih,,dia istri sah gw ibu dari anak-anak gw,, lo tega sama gw Mila,, lo hancurin mimpi gw Mila..!! " ucap Refal dengan mencengkram rahang Mila dengan mata yang sudah memerah.


Mila melihat luka yang begitu dalam, lihat kekecewaan disana,, kesedihan,, dan kemarahan.


Para sahabat Refal pun membiarkan apa yang di lakukan Refal, mereka ingin tahu sampai mana Refal bisa mengendalikan emosinya pada Mila,, yang mereka tahu Refal sangat milindungi Mila dari dulu.


"Ng_nggak Fal,, aku,, nggak ngancurin mimpi,, lo,, gw,, cuma,, singkirin,, penghalang,, antara,, kita." ucap Mila dengan terbata dan merasakan sakit dirahang yang masih di cengkram kuat oleh Refal


PLAKK.. PLAKK


" Bangs*t ..!!! psikopat lo!! teriak Mila menatap tak percaya pada sosok di depannya.


" Kalau buat anak sama bini gw ,,memang gw harus bisa jadi yang lo katakan tadi,,Marco buka ikatannya,,gw pengen lihat tangannya yang sudah tega bunuh anak gw.. " ucap Refal dengan lantang.


Marco menyuruh anak buahnya melepas ikatan pada Mila namun, bukan sembarangan melepas tapi,, mereka mengganti dengan sebuah rantai .


Sementara Refal dengan wajah yang tak bisa ditebak sedang asik dengan belati di tangannya.


Tommy dan yang lain para sahabatnya untuk kali ini Refal benar-benar sudah kembali jadi iblis yang terbalut dengan paras tampan dan juga terlihat biasa,, mungkin di luaran sana mendengar desas desus jika seorang Refal yang kejam dengan rekan bisnisnya atau orang yang berkhianat pada nya,, namun.. biasanya Refal hanya dengan memerintah para sahabatnya atau anak buahnya untuk menyingkirkannya seperti kasus Sonya dia tak banyak andil dalam menyiksa Sonya namun,, kini Mila sudah membangunkan si Alpha sang pemimpin Rimba yang sedang kelaparan ,,karakternya memang cenderung diam namun,kapan saja bisa menerkam musuhnya.

__ADS_1


Karena memang Alpha akan bertindak kasar jika teritorial nya di ganggu.


Refal mendekati Mila dengan senyum devilnya.


" Kamu tahu,, aku sangat menyayangi kamu sebagai adik ,,tapi.. kamu sangat nggak tau diri Mil..,,aku kira kamu baik seperti abang kamu,, tapi..ternyata aku salah,, wanita seperti kamu sangat kejam,,gara-gara kamu.. aku kehilangan anak ku Mila.." ucap Refal dengan menatap tajam sosok Mila.


" Ng-nggak..aku nggak bermaksud membunuh anak kamu Fal,, aku bermaksud untuk kasih peringatan buat Arini,, dia sudah merebutmu dari ku,, aku kira kamu berubah karena memang sedang sibuk,, ternyata aku salah...dengan bahagianya kamu menikah dengan Arini yang entah dari mana dia berasal.Apa kamu nggak sadar kalau aku cinta sama kamu,, cuma Aku yang sangat mencintaimu..!!


Aku benci kamu hidup bahagia dengan Arini Refal,, kamu sudah ingkar dengan janji kamu untuk selalu peduli dengan ku tapi apa...??!! kamu berubah!!!" Ucap Mila dengan suara yang meninggi


Refal yang mendengar pengakuan Mila sudah sangat geram dengan omongan Mila, dia melangkah berputar melihat Mila seperti buruannya


"Aaaaaa....!!! "teriak Mila yang merasakan sakit di bagian lengannya.


Sayatan belati menggores kulit putih wanita itu.


"Mau lagi,, ini wajah sok cantik kamu.. buat aku muak..!!"bentak Refal


Mila tak menyangka jika Refal yang dia anggap bisa menjadi pelindungnya seumur hidup, berubah terlihat sangat menyeramkan,, sangat terlihat nafas Refal yang memburu,, rahangnya mengeras dan mata yang merah.


Mila hanya bisa menangis,, rasa sakit pada tangannya yang di sayat oleh Refal.Belati yang Refal pegang sudah menempel di pipi Mila,, Refal semakin menekannya terlihat darah keluar dari pipi Mila.


" Jangan menjerit,, rasakan bagaimana belati ini menari di wajah mu ini,, aku nggak akan apa-apa kan kamu,, cuma ingin menghias wajah cantik kamu Mila."bisik Refal dengan senyuman devilnya


Mila hanya bisa menggigit bibir bawahnya,, merasakan sakit yang teramat sangat saat belati itu menari di wajahnya.


" Fal.... sudah Fal,, ampun... ampuni aku Fal ampun,,aku minta maaf sama kamu.. hiks hiks.. " ucap Mila dengan wajah yang sudah sangat mengenaskan tangis yang terdengar pilu


" Maaf.. hahahhaha... Mila Mila Mila,,aku bisa memaafkan kamu,, tapi.. kamu kembalikan lagi dua nyawa yang melayang karena berawal dari ulahmu,, anak ku Disha dan Firman sahabat istriku yang diakibatkan oleh ulahmu,, kalau kamu bisa.. aku akan memaafkan kamu." ucap Refal dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Bereskan..!! " ucap Refal memberikan komando pada anak buah nya,, seorang wanita yang terlihat cantik dengan style jaket kulit dan sepatu boots, menghampiri Mila.


" Buat dia jangan sampe berkeliaran lagi!!" perintah Refal dengan menatap nyalang pada Mila.


Bugh..


"Aaaaa... sakittttt..!! " jerit Mila


Kali ini Mila tak akan lolos dari apa yang Refal tetap kan, kaki Mila sudah tak bisa lagi berdiri dan pastikan patah, tangan nya pun jari-jari dengan kuku-kuku nya yang terawat sudah tak ada lagi.


Refal segera membersihkan diri,, dan berganti pakaia,membakar pakaian lamanya sampai tak tersisa.


Refal dan para sahabatnya keluar dari gedung itu,, jika Refal kembali ke Rumah Sakit yang lainnya tetap stay dan membereskan kegaduhan yang baru Refal ciptakan.


" Anjir. .si Refal yang menyeramkan kembali." ucap Rizal menggeleng geleng kan kepalanya saat melihat Refal yang kejam muncul.


" Salah siapa,, dia buat ulah." jawab Marco


" Bella,, sudah beres? " tanya Tommy


" Sudah boss,, dia ada di ruang pengobatan." jawab wanita yang mendapatkan tugas untuk membereskan Mila.


Mila tak sadarkan diri,, dia pingsan karena memang lukanya akan parah, wajahnya kini. cacat dan kedua kakinya pun alhasil tak bisa lagi di gunakan tangannya pun sama.Refal tak melenyapkan nyawa Mila karena masih mengingat pengorbanan kakak Mila yang menolongnya dulu.


Refal sampai di Rumah Sakit lagi dia melangkah gontai,, tubuhnya lelah,, hatinya masih merasa hancur karena kehilangan anak yang dia dambakan. Namun,, Refal masih bisa bersyukur jiwa istrinya masih bisa selamat karena pengorbanan seorang Firman,, Refal seperti orang tak berguna, menyelamatkan anak dan istrinya pun tak bisa,, Firman yang dulunya terlihat jahat namun dengan ikhlas memeberikan jantung nya untuk membuat istrinya agar tetap bertahan hidup.


" Jika boleh aku nggak ingin kamu berkorban buat Arini Fir,, harusnya aku suaminya.. tapi,,aku hanya suami dan ayah yang tak berguna." gumam Refal menatap langit langit di ruang rawat.


Tak terasa air mata Refal pun jatuh, kala mengingat sang putri Disha yang bisa dia miliki beberapa bulan di kandungan dan dia terlahir kedunia beberapa jam saja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2