
Keesokan harinya setelah pengukuran dan segala yang di butuhkan, pengerjaan pembuatab kincir air mulai di lakukan dengan sistem gotong royong yang biasa orang desa lakukan, dengan hati senang dan juga kekeluargaan mereka mengerjakan pekerjaannya yang terlihat rumit namun,, dengan arahan Refal dan team sangat membantu,, sementara Marco yang ditugaskan oleh Refal untuk menjaga ke amanan jalannya proyek itu.
Walaupun hanya sekedar proyek kecil, Refal sangat memperhatikan keamanan bagi semua yang ada di dalam proyek itu.
Sementara itu Arini cs berjalan menuju ke area proyek tiba-tiba Arini di tarik kasar oleh Yani.
Plak..
Yani tiba-tiba menamp*r pipi Arini, para sahabatnya pun kaget di buatnya.
Namun, Arini bukan lah Arini yang dulu hanya diam menerima perlakuan tak menyenangkan Yani.
Plak.. Plak..
Arini membalas dua kali lipat apa yang di perbuat Yani.
" Kamu..!!" tunjuk Yani saat Arini membalas perlakuannya.
" Kenapa, heran,kalau aku bisa balas perbuatan kamu,, kamu sudah terlalu banyak di kasih kesempatan untuk berbuat baik,,tapi.. bukannya lebih baik,, tapi.. tambah sombong banget." ungkap Arini memandang dengan tajam mantan sahabatnya itu.
__ADS_1
" Kamu itu yang jumawa Rin, kamu senang kan.. suami kamu mau menghancurkan nama baik suami ku,, kamu pantas mendapatkannya Rin." ucap Yani dengan suara lantang.
" Pantas,, dengan membiarkan Karman seenaknya memanipulasi semua,,membod*hi warga kampung,, sudahlah.. lagian aku heran sama kamu,, harusnya kamu itu bersyukur kalau Karman aku tolak dan kamu bisa jadi istrinya,, coba kamu bayangkan.. jika aku terima,, pasti posisiku itu jadi istri Karman bukan kamu,, harusnya kamu berterimakasih sama aku,, permintaan kamu aku kabulkan,, aku menolak Karman juga karena aku kasih jalan sama kamu buat kamu mendekatinya,, dengan itu kamu bisa nikah kan sekarang sama dia,, apa yang buat kamu nggak bisa terima? " ucap Arini panjang lebar.
" Karman nggak pernah bisa mencintaiku seperti dia mencintai kamu,, makanya aku benci kamu,, aku senang keluargamu dibuat sengsara sama Karman,, itu bisa buat kamu hancur." teriak Yani dengan lantang.
Mendengar keributan tentu saja membuat para warga mulai melihat pertengkaran kedua wanita itu.
" Sakit kamu,,mental kamu ,,aku nih,,kalau mau jahat sama kamu,, aku sudah bongar semua pada Karman soal..
" Soal apa? " Serobot Karman yang tiba-tiba datang setelah Bakti melaporkan jika Yani melabrak Arini di jalan kampung
" Sayangg.. disaat bersamaan datang juga Refal yang panik saat Jaenap mengadu jika Arini kena tampar Yani.
" Mana yang sakit,, kamu..
" Aku nggak papa, aku sudah balas dua kali lipat kontan." jawab Arini dengan senyum miring.
" Bagus,, itu baru istri Refal Kesuma. " ucap Refal dengan senyum mengembang.
" Ayu,, kamu belum jawab pertanyaan ku,, apa yang aku nggak tahu,, dan apa yang akan kamu bongkar,,Jawab..!! " bentak Karman
__ADS_1
" Woii..woii.. woii,, apa-apa an lo bentak-bentak orang punya nyawa berapa lo bentak Ayu ..hahh !!" bentak Tommy yang maju ke hadapan Ayu.
" Tom.. " tegur Ayu menarik ujung baju Tommy.
" Lo emang harus di kasih pelajaran yah,, enak banget bac*t lo..seenaknya bentak anak orang" ucap Tommy dengan tatapan tajam
" Emangnya kamu siapanya Ayu... ?" tanya Karman pada Tommy
" Calon suaminya !!" bukan Tommy yang menjawab pertanyaan Karman tapi 3 Perempuan yang kini menjadi sahabat Ayu.
Tommy yang mendengar kata calon suami,mendadak tercekat kaget dengan kelakuan 3 wanita somplak menurutnya.
Tommy rasanya ingin kabur dari tempat itu,, atau juga menghilang kayak jini Oh jini tapi,, apa daya dia hanya manusia biasa,, pasrah pada nasib,,atas perkataan sahabat Ayu.
Namun,, lain dengan Tommy.. lain dengan para warga yang mendengar pengakuan Arini cs,, mereka langsung saling bisik dan dengan ekspresi senang mak Dijah dan ibunya Ayu malah terlihat sangat senang.
" Mampus aku.. " umpat Tommy pada dirinya sendiri.
" Astaga Arini,, Jeje,, Fitri apa-apaan kalian..!! "teriak Ayu dalam hati.
Sedang Refal Cs mendengar jawaban istrinya dan dua sahabatnya malah mengulas senyum kemenangan.
__ADS_1
Bersambung