7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Dia Kembali


__ADS_3

Sementara di negara nan jauh disana di Makau tepatnya. Seorang wanita duduk di balkon sebuah kamar hotel dengan sebatang rok*k di tangan kanannya, memandang langit malam yang terlihat cerah.


" Heii baby.. " tegur seorang pria dengan tubuh kekar melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.


" Hemm.. kita berapa lama disini John? " tanya wanita itu.


" Kenapa, apa kamu sudah bosan? kamu bisa aja belanja dan juga senang-senang disini dengan ku. " ucap Pria bernama John itu.


" Aku harus pergi ke Singapura dan ada pemotretan disana lusa." ujar nya.


" Oke.. kamu boleh pergi, disana nggak lama kan.. karena sehari berpisah dengan mu sangat menyiksaku baby ." ucap John dengan mengecup singkat bibir wanita itu.


" Bukannya ada wanita lain selain aku John, kamu bisa bersamanya dalam waktu yang lama bukan? " ujar wanita itu dengan sinis.


" Tapi ,aku hanya ingin kamu. Jadi,jangan coba-coba kamu pergi tinggalin aku, apalagi demi pacar kamu yang bod*h itu Dinda..!!" ancam John.


" Kenapa, kamu kan nggak akan pernah bisa menikah dengan ku..dan hanya Refal yang benar-benar mencintaiku."ucap Dinda kesal.


" Kamu yakin Refal dengan mudah menikahimu, kalian sudah bersama begitu lama dan tidak ada satupun keluarganya yang setuju Refal bersamamu." ucap John dengan sinis.


" Kita lihat saja nanti, akan aku pastikan Refal dengan suka rela berkorban untuk ku." ujar Dinda dengan senyuman liciknya.


" Sudahlah, jika saat bersamaku jangan pernah bahas kekasihmu yang Tol*l itu.. " ucap John dan membawa Dinda ke dalam kamar hotel itu dan melanjutkan kegiatan pan4s mereka.


Sedang di Jogja sana, Mak Dijah yang terbangun dari mimpinya, mimpi buruk yang sangat mengisik pikirannya.


" Sudahlah mak, itu cuma mimpi kembangnya orang tidur." ucap Abah menenangkan sang istri.


" Mimpi ku itu kayak nyata bah, dalam mimpi Arini ditinggal sendiri di ruang kosong, gelap, udah gitu ada ular yang serem siap buat matok Arini,itu bukannya pertanda akan terjadi sesuatu bah." ucap Mak Dijah


" Kamu, itu harusnya berdoa yang baik-baik buat anak,trus ..itu pasti Jin iprit yang mau menggoda iman kamu..sudahlah, lagian tiap hari kita kan tuker kabar terus sama Arini, dan dia baik-baik saja, sekarang jam tiga pagi mendingan kamu ambil wudhu kita sholat malam sama- sama doain Rumah tangga anak-anak kita supaya langgeng, trus buat kesejahteraan keluarga kita. wes, rono ambil wudhu.. kamu harua banyak banyak Istighfar mak.. " ujar Abah Sofyan panjang lebar.


Walaupun hati nya di landa kecemasan juga namun, sebisa mungkin dia menyembunyikannya dari sang istri karena kemarin pun dia mimpi buruk soal Arini juga.


Namun, Abah hanya bisa mendoakan dari jauh..Rejeki, jodoh ,pati cuma Allah yang tahu.


.


.


.


Keesokan harinya, Refal seperti hari kemarin mengantar Arini ke tokonya. Mereka terlihat lebih berseri apalagi senyum tak pudar dari bibir Refal.


" Kenapa mas senyum-senyum gitu sih..?" tanya Arini saat mereka ada di dalam mobil Refal.

__ADS_1


" Emang nggak boleh ,senyum itu ibadah lho "


" Iyaa.. ibadah, tapi senyum-senyum sendiri itu namanya juga sint*ng."


" Kamu ngatain aku sint*ng, wahhhh.. parah kamu yah.. nyumpahin suami kamu sendiri sint*ng" ucap Refal dengan wajah pura-pura merajuk.


" Yah.. nggak gitu, abis mas tuh.. dari bangun tidur sampe sekarang aku lihat suka senyum sendiri.." ucap Arini memberi alasan.


" Habisnya.. istri aku itu baik buangeetttt.. " puji Refal mengelus lembut kepala Arini yang terbalut hijab.


" Lebay.. " ujar Arini dengan menahan senyumnya


" Gimana nggak baik, bangun tidur udah dimanjain dengan pemandangan indah,pagi-pagi udah di kasih empat sehat lima sempurna , makasih yaaa..?" ucap Refal melengkungkan bibirnya menatap sekilas Arini.


" Apaan sih, kamu aja yang genit,mes*m ..kenapa sih, sekarang kamu kelihatan mes*m gitu mas..?"


" Karena punya istri cantik sayang dianggurin. " goda Refal dengan mengerlingkan matanya dengan genit.


" Astaga mas.. kamu tuh...ihhh.. "


" He.. heh.. he.. sayang.. please,aku lagi nyetir. " ucap Refal dengan memegang tangan Arini yang tadi mencubit paha Refal.


" Abisnya kamu ngeselin..!! ucap Arini dengan mengerucutkan bibirnya.


" Tahu ah... " jawab Arini dengan senyum-senyum malu. " Mas, hari ini kamu sibuk nggak? " tanya Arini.


" Nggak begitu sibuk sih, kenapa? "


" Nggak papa sih, nanti aja kalau udah tepat waktunya." ucap Arini.


" Pake rahasia-rahasiaan nih ceritanya? "


" Bukan begitu, cuma ada yang harus aku selesaikan juga.. soalnya belum fix ."


" Soal?"


" Kuliah."


" Kuliah, kamu udah urus soal kuliah kamu? "


" Sudah, dan tinggal nunggu hasilnya aja."


" Semoga sukses dan lancar."


" Aminn.. "

__ADS_1


Mereka sampe di depan toko Roti Arini, dan setelah berpamitan ..Arini keluar dari mobil mewah itu,Refal segera melajukan mobilnya ke kantornya. Saat mobil Refal pergi.. Arini masuk dalam tokonya namun, saat akan membuka handle pintu toko lengannya di tahan seseorang


" Intan, ngapain kamu disini? tanya Arini dengan santai. " Mau beli roti, silahkan masuk dan...


" Gw mau ngomong sama lo, penting!! " ucap Intan dengan wajah sinis.


" Baiklah, silahkan masuk.. kita bicara di ruangan saya." ucap Arini dengan mencoba untuk bersikap biasa.


Intan mengerutkan dahinya, saat Arini mengajaknya ke sebuah ruangan dan saat masuk ke sana ada beberapa foto terpajang di tembok dan terlihat Foto pernikahan dengan orang-orang yang tak asing di mata Intan.


" Silahkan duduk Tan " ucap Arini dengan senyuman ramahnya


" Terima kasih, aku nggak bisa lama-lama ..aku cuma mau tanya...kenapa kamu mau merebut Firman driku, apa kamu mau balas dendam? " tanya Intan dengan wajah yang berubah merah menahan amarah.


" Maaf, apa maksud tuduhan mu tadi..? aku merebut,aku itu bukan kamu Intan dan perlu kamu tahu.. sekarang aku sudah bahagia tanpa Firman. Dan aku sudah menikah, dan aku nggak ada niat sedikitpun untuk mengkhianati suamiku, aku sangat menghormati nya, jadi buang jauh-jauh tuduhan kamu itu. Kamu kesini cuma mau bilang begitu, apa kamu kemarin tahu jika Firman kemari? " tanya Arini menatap Intan dengan tatapan penuh arti.


" Iya,aku melihatnya dan.. aku kira..


" Nggak akan, cerita ku dengan Firman sudah selesai."


" Tapi, mama masih mengharapkan kamu jadi menantunya Rin. " ucap Intan terlihat sendu


" Bersikaplah baik pada mama, dekati beliau.. berikan kasih sayang,temani beliau. Mama bukan nggak setuju sama kamu,karena mama ingin didengar dan juga ingin punya teman berbagi, cobalah pahami karakter mama,Insyaallah semuanya akan baik." ungkap Arini memberikan saran pada Intan.


Intan hanya mengangguk dan paham dengan apa yang di katakan Arini.


Sementara Refal, melangkah masuk dalam gedung Kesuma Group. Saat akan masuk dalam ruangannya Kalina dengan cepat menahan sang boss.


" Kenapa Lin, ada masalah?" tanya Refal menatap heran sekretaris nya itu.


" Itu.. bos di dal...


" Suprise...!!! " pekik seseorang muncul dari ruang kerja Refal.


" Kamu..!!! " betapa terkejutnya Refal mendapati orang yang dia anggap akan kembali dengan waktu lama.


Refal hanya diam tanpa kata, saat tubuhnya di peluk erat namun, tangannya enggan membalas pelukan itu.


Bersambung..


Terima kasih buat kalian yang masih setia nunggu cerita ini..


Jangan lupa dukunganya Like, Vote.


Kirim kopi serenceng juga nggak nolak 😂

__ADS_1


__ADS_2