7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Obat Apa?


__ADS_3

Reader Revisi Bab 79 part 👇


" Dulu waktu kuliah Refal punya sahabat dari SMP namanya Gading dia adalah kakak dari Mila yang kebetulan satu tingkat di bawah mereka,, saat masa SMA.. mereka terlibat sebuah tawuran,,saat itu Refal yang sedang di kroyok oleh anak-anak SMA lain,, Gading dan juga Tommy, Ical dan Bagus mencoba menyelamatkan Refal,, namun saat Gading berusaha menarik Refal dari amukan musuh Gading terkena tikaman oleh pihak lawan mereka. Saat itu Refal benar-benar down dan merasa dia yang bersalah dengan meninggalnya Gading,, jadilah Refal menggantikan posisi sebagai kakak, untuk Mila namun.. kami melihat saat mereka kuliah,, Mila memandang Refal bukan sebagai kakak tapi, ada cinta sepihak dari mereka." terang Oma.


Revisi


" Dulu waktu SMA Refal punya sahabat dari SMP namanya Gading dia adalah kakak dari Mila yang kebetulan satu tingkat di bawah mereka,, saat masa SMA.. mereka terlibat sebuah tawuran,,saat itu Refal yang sedang di kroyok oleh anak-anak SMA lain,, Gading dan juga Tommy, Ical dan Bagus mencoba menyelamatkan Refal,, namun saat Gading berusaha menarik Refal dari amukan musuh Gading terkena tikaman oleh pihak lawan mereka. Saat itu Refal benar-benar down dan merasa dia yang bersalah dengan meninggalnya Gading,, jadilah Refal menggantikan posisi sebagai kakak, untuk Mila ,,dan saat Mila masuk kuliah di kampus yang sama Mila menjadi dekat dengan Refal ,namun.. kami melihat saat mereka kuliah,, Mila memandang Refal bukan sebagai kakak tapi, ada cinta sepihak dari mereka." terang Oma.


Itu yang benar yaa,, maaf maklum nulisnya ngatuk


Lanjut part Asli


Refal mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit.


Sementara Arini pun menemui Dr. Kinan.


" Haii.. kak Kinan..!! " seru Arini


" Haii Rin,, kamu sudah selesai periksa kandungannya? " tanya Kinan dengan basa basi.


" Iya sudah,, sengaja kesini mau ketemu kak Kinan." ucap Arini


Arini sengaja bertemu dengan Kinan di depan Apotik dan,, rekap medis pun sudah di bantu oleh Salma.


Tinggal Kinan double cek saja.Dan juga memberikan resep obat yang harus Arini minum untuk mengurangi resiko kambuh


Tak butuh waku lama,, Arini sudah menerima obat nya tanpa membuat kecurigaan pada Ayu yang sedari tadi mengikutinya.


Saat akan keluar Rumah Sakit,, bertepatan dengan kedatangan Refal.


" Sayang..!! " seru Refal. " Sorry...?! " ucapnya lagi.


" Kali ini,, apa alasan untuk membuat aku percaya mas,, lebih baik kamu kembali ke kantor,, biar aku pulang sama Ayu." ucap Arini


Refal dengan mengebuskan nafasnya,,menerima kemarahan Arini. Dia akui dia memang salah.


Walaupun Arini tak mau pulang dengan nya, Refal tetap mengikuti mobil Ayu dari belakang


Dan sampai di apartemen mereka,, Arini masih tetap mendiamkan Refal.


" Sayang.. maafin mas lagi dan lagi..mas ..

__ADS_1


" Aku kecewa sama kamu,, aku ngerasa kamu nggak benar-benar sayang sama aku juga anak kita. " ucap Arini dengan mata yang berkaca-kaca


" Jangan bicara begitu yang... aku sayang,, cinta sama kamu dari dulu, sekarang, sampai nanti." ucap Refal meyakinkan Arini.


" Sampai aku nggak ada? " ucap Arini dengan menatap suaminya dengan air mata yang jatuh dari matanya


" Apaan sih Rin,, kamu akan selalu sama aku Rin." ucap Refal tak suka dengan kata-kata Arini.


" Apapun yang terjadi kamu akan selalu disamping aku,, kamu yakin.. walaupun banyak kekurangan ku. " ucap Arini dengan memandang wajah Refal dengan serius


"Iya.. " jawab Refal singkat


" Yakin? " tanya Arini lagi.


" Sangat yakin." jawab Refal dengan pasti.


" Jangan marah lagi yaa.. maafin ayah yaa..." ucap Refal mencium perut Arini .


" Kamu nggak balik ke kantor,, nanti sekretaris kesayangan kamu rindu." sindir Arini.


" Apaaan sih... kalau lagi cemburu,,kamu kelihatan gemesin jadi pengen celup" ucap Refal dengan senyuman mesu*nya.


" Tapi ayah kangen sama anak kita sayang,, sudah lama kan kita nggaa..


" Gimana mikirin aku sama anak kamu,, orang kamu cuma kangen nya sama dokumen kamu itu.. entah dia ngasih pelet apa sam..... emmmmm....


Belum tuntas Arini mengomel,,bibirnya sudah di sumpal dengan bibir Refal dan akhirnya mereka menyalurkan kerinduan yang entah kapan terakhir mereka menyatu,, rasa sakit rasa kesal Arini pun melebur saat Refal dengan lembut dan penuh kasih memanjakan nya, mungkin pengaruh hormon kehamilan juga.


Sore hari Arini dengan masih bermanja dengan Refal di sofa ruang TV,, dan Refal pun dengan senang hati melihat kelakuan manja sang istri,, sudah lama rasanya Refal tak melihat Arini yang manja padanya.


Ting Tong Ting Tong


" Siapa sih yang dateng? " ucap Refal mengernyitkan dahinya.


" Entahlah,, biar aku buka mas.. " ucap Arini namun,, Refal segera menahannya.


" Biar mas saja,, kamu duduk saja.. kamu sudah lelah dari tadi sudah manjain Raja. " ucap Refal dengan genit mengedipkan sebelah matanya.


Arini yang melihat suaminya berlaku perhatian seperti dulu,, sangatlah senang.


Refal membuka pintu apartemennya dan melihat sosok yang dia tak sangka akan datang.

__ADS_1


" Mila.. ada apa kamu kesini Mil? " ucap Refal sedikit tak suka dengan kehadiran Mila.


" Jadi,, aku nggak boleh kesini,, kamu sudah berubah tahu nggak sih Fal.. " ucap Mila dengan wajah menampakkan kesedihan.


"Siapa sayang...!!" ucap Arini dengan melihat siapa yang datang


" Ehh.. yang,, ini Mila datang." ucap Refal tak enak hati dengan sang istri.


" Ohhh.. ada apa Mil,, apa ada hal penting?"ucap Arini memindai penampilan Mila yang terlihat minim bahan.


" Apa aku nggak boleh masuk? " ucap Mila dengan wajah sedih.


" Masuklah,, mau minum apa? " tawar Arini dengan ramah.


" Nggak usah,, nanti aku bisa ambil sendiri kok." ucap Mila percaya diri.


" Wahhh.. sorrylah Mil,, kamu kan tamu.. dan Refal pun sudah punya istri kan,, jadi nggak baik loh.. slonong boy juga,, apalagi Mas Refal itu notabenenya atasan kamu... maaf lah,, aku cuma ingetin aja,, soalnya selama ini nggak ada sahabat mas Refal yang berani keluar masuk seenaknya." ucap Arini dengan sedikit kesal.


" Sayanggg... sudah yah,, Mil kamu ada perlu apa? " tanya Refal dengan pandangan mengarah ke Mila.


" Aku mau bahas soal kerja...


"Tunggu... maaf yaa... ini sudah di luar jam kantor dan bisa kan,, ngasih waktu buat mas Refal rehat trus bisa kan kamu kasih waktu buat saya sama anak saya buat minta sedikit perhatian dari mas Refal,, kenapa yah... kamu kesannya menghalangi saya sama mas Refal sama-sama,, kita suami istri lho,, sedangkan Bagus yang jadi Asisten mas Refal aja nggak seribet kamu Mil.,, Mbak Kalina juga sekretaris nya tapi nggak sebod*h kamu buat bahas masalah kerjaan di rumah atasnya." ungkap Arini dengan dada yang turun naik.


" Arini...!! Stopp..!! sudah ya sayang... sekarang kamu rehat di dalam kamar saja,, biar aku selesaikan masalah kerjaan sebentar." Ucap Refal dengan menatap Arini


" Kenapa sih mas,, kamu sudah menikah dengan aku dan kenapa aku ngerasa kamu lebih memprioritaskan dia dari pada aku.. inget mas,,jangan sampe kamu menyesali semua yang kamu perbuat kali ini..!! " ucap Arini dengan memandang nyalang kearah Mila.


Arini yang lepas kontrol karena pengaruh hormon kehamilan juga,, dia juga kesal dengan sifat Refal yang cepat terenyuh dengan sikap Mila.


Arini masuk dalam kamarnya dan langsung mengensumsi obat yang Kinan berikan.


Ceklek..


Tubuh Arini membeku saat dia ingin meminum obatnya,, Refal tiba-tiba masuk dalam kamar itu.


" Rin,, kamu minum obat apa..tumben banyak begitu?"


Arini seketika mengumpat kebodohanya,, kenapa dia lupa mengunci pintu kamar itu sebelum meminum obat yang harus dia konsumsi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2