7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# istri Sholehah VS Imam Syurga


__ADS_3

Sampai di Apartemennya Refal belum juga menjawab tantangan Arini, menurut Refal apa yang di bilang Arini itu mengada-ada.


Nggak ada yang bisa Refal ucapkan sekarang,hanya bisa diam di balkon kamarnya.


Memikirkan tentang apa yang di ungkapkan oleh Arini membuat kepalanya pusing.


" Apa aku sudah mendzoliminya,dari mana aku mendzolimi.. aku nggak pernah kasar juga sama dia."gumam Refal memikirkan perkataan Arini.


" Aku dayus, hahh... apa benar aku juga dayus,tapi..entahlah apa aku begitu tak ada rasa dengan Arini sampai di bilang dayus." Refal terus saja bergumam tentang apa yang Arini ungkapkan setelah pulang dari acara Rizal.


Sampai akhirnya Refal tambah pusing mikirin apa yang di ungkapkan Arini, akhirnya dia memutuskan untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya.


Pagi menjelang, Arini sudah ke toko Rotinya jam tujuh pagi, sementara Refal dengan rasa malasnya keluar dari kamarnya dan menuju dapur, membuka tudung saji yang biasa nya ada sarapan untuknya, namun.. pagi ini entah kenapa Arini tak menyiapkan apapun untuknya.


" Tumben dia nggak naro sarapan di meja, biasanya selalu ada." gumam Refal dengan rasa kecewa.


Refal akhirnya mutuskan untuk mandi dan berangkat kekantor.


Kebetulan jalan menuju Kantor Refal searah dengan toko Roti milik Arini.Dia melambatkan mobilnya saat akan melintasi toko Arini, terlihat jam menunjukkan sembilan pagi namun, toko itu sudah ramai pengunjung.


Tanpa berpikir panjang, Refal memarkirkan mobilnya di depan toko Arini dan turun dari mobil langsung masuk ke dalam toko.


" Permisi.. Arini nya ada? " tanya Refal pada salah satu karyawan disana.


" Mba Arini nya tadi pergi sama temennya tuan, baru saja.. ada pesan? atau bisa di telpon langsung aja mba Arini nya." ucap Via


" Emmm.. oke,bisa ambilkan saya beberapa roti yang favorite disini dan ini bisa pake kartu kan? " ucap Refal memberikan sebuah kartu pada Via.


Via dengan menganggukkan kepalanya langsung dengan cepat melayani suami bos nya itu, walau ada yang protes dengan kelakuan Refal Via tak menggubrisnya, karena baginya dia sama saja boss baginya masih ada hubungan langsung dengan Arini.


Setelah selesai Via memberikan bungkusan roti pada Refal dan mengembalikan kartu yang Refal kasih, Namun sebelum Refal keluar dari toko Arini masuk ke dalam toko.


" Lho.. mas Refal, kok disini? " tegur Arini terkejut dengan keberadaan suaminya.


" Kenapa nggak boleh, emang ada aturan kalau suami owner tempat ini di larang kesini? "


" Ya bukan gitu,tumben..


" Tumben, tumben apa emang? Aku laper, biasanya istri ku itu siapin sarapan sama kopi.. tapi,nggak tau kenapa pagi ini nggak." sindir Refal


Arini memandang wajah Refal dan menyipitkan matanya.


" Hemmm.. istri udah cape-capek siapin sarapan sama kopi,tapi..hasilnya tiap hari kopi sama sarapan dianggurin kayak yang bikin dianggurin mulu, mendingan nggak usah juga kan.. mubazir juga bikin tapi,nggak di sentuh."


" Iya.. maaf, bisa bikinin kopi nggak? "


" Bikin sih bisa, emang situ mau minumnya?


" Kan tadi bilang..


" Bilang apa, kamu nggak bilang apa-apa." potong Arini.


" Rin, aku males debat sama kamu.. mendingan sekarang bikini suami kamu ini kopi, dan nggak pake lama, kalau perlu taro plastik atau apa..aku mau bawa ke proyek."

__ADS_1


" Ihh... maksa, sebentar..!!


Arini melangkahkan kaki menuju ruangannya dan Refal mengikutinya.


" Ini kantor kamu? "


" Astaga mas, bisa nggak sih.. nggak ngagetin aku..!! "


Protes Arini karena memang Arini nggak tahu kalau Refal mengekorinya sampai ruang kerjanya.


" Maaf.. iya, udah ..?


"Sebentar tunggu disini aku buatin dulu."


Arini bergegas mengambil kopi dan gula yang dia sediakan di lacinya.


" Akhirnya kamu kepake juga." gumam Arini. pada dua benda yang dia pegang.


Tak butuh waktu lama, Arini membawa termos kecil dan menyerahkannya pada Refal.


" Nih kopinya.. ini udah hampir jam sepuluh mas, kok siang banget sih..? "


" Karena kamu nggak bangunin aku, katanya mau 7Hari mencintaiku kenapa di cuekin suaminya? "


Mendengar penuturan suaminya tentu saja Arini kaget dan menatap suami dengan penuh tanya.


" Emang enak di cuekin, itu rasanya jadi aku selama ini. Tadi, kamu bilang apa.. soal 7Hari Mencintai kamu, jangan bilang kamu mau lakuin itu?


" Kenapa, masalah..kamu nggak mau kalau aku jadi suami dayus dan kamu jadi istri yang nusyuz kan? Aku terima tawaran kamu, dan aku ingatkan jangan pernah salahkan aku,jika kamu benar-benar mencintai aku dan sayangnya aku nggak bisa membalasnya..maka pastinya kamu yang akan sakit hati lebih dalam Rin."


" Jika aku sudah mau mengambil resiko untuk bisa mencintai kamu,tentu saja aku redho dengan kesakitannya." ucap Arini dengan senyuman manisnya.


" Terserah kamu."


" Terus,dari kapan kita mulai..? "


" Mulai sekarang dan sampai seminggu kedepan."


Ucapan Refal membuat mata Arini mendelik karena terlejut.


" Serius?


" Serius, kenapa?


" Nggak apa-apa ,ya udah kamu kerja.Baik-baik disana dan aku juga mau kerjain kue lagi." ucap Arini sedikit salah tingkah.


" Hemm.. jam berapa kamu pulang nanti? " tanya Refal dengan senyuman manisnya


" Aduh.. bisa nggak sih jangan senyum gitu,jantungku mau copot.." batin Arini setiap melihat Refal tersenyum membuat jantungnya ber-dugem ria.


" Rin, eh... Rin.. kok bengong sih?"


" I-iya.. apa tadi mas,kamu ngomong apa? "

__ADS_1


" Ngalamun? "


" Ng_nggak kok cuma...


" Cuma terpesona sama aku? "


" Ihhh.. GR, udah sana kerja.."


" Kamu ngusir aku?


" Nggak ngusir, cuma kan.. emang kamu harus kerja masss...?!!


" Oke...aku berangkat, kamu pulang jam berapa emang? " tanya Refal lagi


" Nggak pasti.. aku pulang sendiri aja,mas pulang jam berapa.. biar aku pulang sebelum mas pulang." ujar Arini.


" Abis magrib Insyaallah sampe rumah."


" Oke.. ati-ati kalau gitu.. " ucap Arini menyalami suaminya dengan takzim dia mencium punggung tangan suaminya


Dan tanpa di duga Refal mengecup lembut kening Arini, membuat Arini terpaku dengan apa yang baru Refal lakukan.


" Assalamu'alaikum istri sholehah ku.. " ucap Refal dengan senyuman manisnya tak pernah ketinggalan.


" Wa'alaikum salam imam syurga ku.. "


Balas Arini menimpali gombalan suaminya.


Setelah Refal pergi dan Arini dengan senyuman bahagianya meraba dadanya yang merasa sesak dan jantungnya berdetak kencang.


" Astaga kalau aku keseringan denger mas Refal ngegombal, bisa-bisa melayang.." batin Arini dengan mengingat tingkah suaminya yang berlagak romantis.


.


.


Sore hari saat Arini ingin pulang di kejutkan oleh kehadiran seseorang,pertemuan yang tak pernah dia harapkan dan juga tak pernah dia sangka.


" Arini..!! " tegur orang itu.


" Ka_kamu..!!" seru Arini terkejut dengan kehadiran orang itu.


Ingin rasanya Arini lari dan lenyap dari tempat itu sekarang juga.


Bersambung.


Kira-kira siapa hayooo...??


Bagaimana nih, udah tau kan Jawaban Refal soal tantangan Arini. Ada konflik apa lagi nih..


Harap bersabar yaa..buat nunggu bab berikutnya..


Othor mau healing dulu.. Si Komandan ngajak makan Laksa.. 😂

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote juga Ramaikan kolom komentar juga, tapi.. jangam nyampah yaa..


Kalau nggak suka sama ceritanya bisa langsung SKIP aja..


__ADS_2