7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Melihat Bukti


__ADS_3

Setelah makan siang, Refal berbincang sebentar dengan mertua kakak iparnya di teras, setelah sholat dzuhur, Refal mengajak Arini duduk di atas tempat tidur.


Refal membawa tas kerjanya dan mengeluarkan laptop dari tas memasang USB.


" Rin, duduk sini.. " ucap Refal menepuk-nepuk bagian kasur sebelahnya.


Arini dengan menghela nafasnya, dengan perasaan yang tak menentu dia duduk di sebelah suaminya.


Refal sudah mulai mengutak atik laptopnya dan menoleh pada sang istri yang terlihat tegang.


" Tenanglah, kamu akan tahu apa yang terjadi malam itu." ucap Refal dengan membelai punggung sang istri menenangkan.


" Aku,,takut..


" Kamu cukup percaya sama aku,, sebenarnya itu yang penting,, tapi.. berhubung selama ini aku memperlakukan kamu juga bisa dibilang kurang ajar,, pasti kamu juga nggak percaya sama aku gitu aja." ujar Refal tersenyum kecut, mengingat apa yang selama ini Refal lakukan untuk Arini.


Refal mulai memutar video rekaman CCTV Happy Club tempat pertama Refal berada.


Disana terlihat Refal masuk ke dalam toilet, dan beberapa saat kemudian,saat keluar toilet terlihat seseorang memukul bagian belakang kepala Refal dua kali, lalu terlihat Refal pingsan.


Muncul seorang wanita dengan pakaian sexy.


" Beresin dia, kita mulai permainan ini perempuan kampung.. kamu pikir,,bisa begitu saja memiliki Refal.. karena kamu,, Refal menolakku, mulai saat ini akan ku pastikan perempuan itu akan meninggalkan mu dengan cepat." ucap wanita itu dan dapat terlihat wajah wanita itu adalah Sonya.


Di dalam rekaman CCTV ,Refal di Masukkan dalam sebuah mobil, dan Sonya juga ikut dengan mobil yang sama.


" Jadi, orang yang melakukan itu Sonya?" tanya Arini dengan menoleh pada suaminya.


" Iya, tapi.. yang lebih buat aku kaget orang yang bersamanya.


" Siapa? " tanya Arini


" Andrew..suaminya. " ungkap Refal


" Suaminya,, tapi..kok bisa..


" Kita lihat saja kelanjutanya yang buat aku kesal dan akan aku balas perbuatannya." Ucap Refal dengan rahang yang sudah mulai mengeras.


" Kamu mau apa,jangan macam-macam mas,,aku takut..

__ADS_1


" Jangan pernah takut, karena kamu istri seorang Refal Narendra Kesuma.Banyak musuh di sekitar kamu, dan kamu harus siap dengan itu.. mulai sekarang." ucap Refal menggengam tangan istrinya.


" Maksudnya? " tanya Arini.


" Kita lanjut lagi yaa..? " ucap Refal dan diangguki Arini.


Terlihat CCTV jalan yang mobil itu lewati, dan masuk dalam sebuah hotel.


*Video selanjutnya, terlihat Refal yang masih pingsan, di papah selayaknya orang yang sedang mab*k akibat miras, dengan perlahan Refal di bawa masuk ke dalam sebuah kamar*.


Terlihat, dalam kamar tersebut..sebuah rekaman dari sebuah camera yang disiapkan pelaku penjebakan.


Dilihat Refal yang mulai sadar, seorang pria yaitu Drew tak lain adalah suami Sonya, mengambil sebuah suntikan dan juga sebuah obat dan di masukkan dalam suntikan.


" Kamu kasih Refal apa Drew?" tanya Sonya.


" *Obat tidur dengan dosis tinggi, jangan harap aku memberikan dia obat perangs*ng.Aku hanya suruh kamu ancam dia dengan rekaman yang kita buat, dan kamh juga bisa memberikan istrinya syok terapi mengenai tabiat suaminya. dia dengan suka rela akan meninggalkan Refal." ungkap Drew dengan senyuman devilnya*.


Terlihat Drew menyuntikkan obat tidur ke Refal yang mulai sadar, dan setelah itu melucuti pakaiannya, hingga tersisa boxernya saja.Dengan sengaja,Drew mengganti pakaiannya dengan pakaian Refal, dan berlagak seperti dirinya adalah Refal.


Tiba-tiba CCTV itu mati.


Disana,terlihat Drew mulai memainkan perannya seperti Refal. Sonya pun menyebut Drew dengan Refal,posisi Drew yang membelakangi Camera pun, nampak seperti Refal yang bersama Sonya.


" Rekaman itu, yang mereka kirim ke ponselku.Jadi,itu Drew suami Sonya? " tanya Arini memandang suaminya tak percaya


" Kita lihat seterusnya, kamu siap? " ucap Refal dengan senyuman penuh arti.


Dengan ragu Arini menganggguki perkataan Refal.Dengan cepat Refal memutar video itu lagi.


***Terlihat Drew mulai bermain, dia memainkan perannya.


" Fal,bisa kan aku matikan dulu lampunya,,biar lebih romantis..? " ucap Sonya dengan suara manjanya, sedang Drew dengan anggukan mengiyakan, Drew dengan cepat menangg*lkan pakaian nya dan Sonya pun melakukan hal serupa.


Dengan temarannya lampu kamar, tak terlihat siap sebenarnya laki-laki bersama Sonya, mereka melakukan hub*ngan suami istri saat itu, namun.. Sonya dengan senyuman menggoda dan meneriakkan nama Refal dengan kencang dan senyum yang menyiratkan kepua*an***.


"Adegan tadi juga, yang dikirim keponsel kamu kan? " tanya Refal


"Iya.. trus jadi, kalau bukan kamu,, tetap saja dia itu berfant*si bersama kamu." ucap Arini dengan wajah kesal dan tidak suka dengan cara Sonya.

__ADS_1


" Asataghfirullah..tapi,kan yang penting kamu tahu,,kalau aku nggak berbuat apapun sama Sonya yanggg.. " ucap Refal dengan menenangkan Arini.


" Tapi,, tetap saja Rini nggak suka mas.. masa suami aku jadi fan..


" Sssttttt... sudah, jangan di lanjutkan.Sekarang kamu tahu kalau aku nggak ngelakuin apapun sama Sonya.. sayangg.. " ucap Refal menghentikan ocehan Arini.


" Terus, tanda merah di tubuh kamu darimana? pasti..


" Sayanggggg... kalau kamu mau percaya atau tidak bukan Sonya yang lakuin tapi,,Drew..ngeselin tuh orang.. " ucap Refal kesal.


"Hahh.. serius mas,, kamu nggak bohong?" tanya Arini penuh selidik.


" Kamu tinggal Klik, kelihatan tuh.. hal yang paling menjij*kkan dalam hidup aku." ucap Refal dengan wajah kesalnya.


Arini pun melihat di sana dengan menji*ikkan Drew membuat tanda di tubuh Refal.Terlihat keadaan sudah pagi, tubuh Refal di pindahkan ke atas tempat tidur dan disampingnya Sonya.


"Jadi,kemungkinan setelah mengambil rekaman yang dia butuhkan untuk di kirim ke kamu dia menghapus rekaman yang dia anggap tak berguna atau di bilang dia menghapus, perbuatan mereka sama mas." terang Refal.


" Iya bisa begitu." jawab Arini.


" Bagaimana, apa dengan bukti ini kamu sudah percaya aku nggak ada hubungannya sama Sonya? " tanya Refal mulai menatap Arini intens.


" Aku..


" Aku apa,,kamu masih kurang dengan bukti itu,,katakan dengan cara apalagi aku harus buktikan semua sama kamu kalau malam itu nggak terjadi apapun antara aku dan juga Sonya,katakan apa yang harus aku lakukan ? " tanya Refal menatap sedih.


" Bukan begitu maksud aku,, cuma.. aku mau tahu apa keputusan kamu,,tentang pernikahan kita? "tanya Arini.


" Hahh.. Rin, aku sudah bilang sama kamu.. dan aku sudah jujur sama kamu kalau aku maj menjalani pernikahan kita selayaknya pernikahan pada umumnya, dan aku sudah bilang kalau aku nggak butuh 7Hari buat cinta sama kamu., aku mencintai kamu dulu sampai nanti kita punya anak-anak, cucu bahkan cicit dan sampai raga dan jiwa ini terpisah." ucap Refal dengan membelai rambut Arini yang di biarkan tak tertutup hijab karena memang Refal mahromnya.


" Anak? " tanya Arini


"Iyaa.. anak, apa kamu nggak mau mengandung anak ku?" tanya Refal menatap lembut sang istri.


" Istri mana yang nggak mau mengandung benih dari suaminya, aku menikah sama kamu,, nggak ada niatan aku untuk kita berpisah. Tidak ada orang yang mengharapkan perpisahan atau perceraian dalam rumah tangganya." ucap Arini.


Refal merasa senang dan bahagia mendengar perkataan Arini. Refal dengan cepat memeluk tubuh istrinya dan mencium pucuk kepala Arini bertubi-tubi melampiaskan kebahagiaannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2