
Setelah sekian lama Arini menunggu hasil pemerikasaannya dan Dokter Kinan pun menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada Arini.
Arini mendengar penjelasan dari Dokter Kinan pun hanya bisa menarik nafas dalam dan menerima kenyataan.
" Anda harus menjaga emosi, makanan juga jangan stress yaa..?" ucap Dr. Kinan.
" Terima kasih Dokter,,maaf saya minta tolong dengan dokter,, Rahasiakan semuanya dari semua keluarga Kesuma." mohon Arini
" Tapi nyonya,, mereka harus tahu bahwa sekarang nyonya tidak baik-baik saja." ucap Dr. Kinan.
" Boleh saya minta kertas dan materai,, saya akan menulis pernyataan jika ada apa-apa dengan saya dan anda akan di salahkan. Saya ingin anak saya selamat Dokter,, keselamatan saya nomer sekian,, keluarga suami saya sangat mengharapkan anak ini." ucap Arini dengan mata yang berkaca-kaca.
Dengan berat hati Dr. Kinan pun memberikan apa yang Arini inginkan.
" Ini Dokter,, sama juga dengan Dokter Salma,, tolong rahasiakan semua ini." Ucap Arini menggenggam tangan Dr. Salma.
Salma yang mendengar permohonan Arini membuatnya tak tega dan memeluk Arini dengan erat dan memberikan usapan lembut di punggung Arini.
" Anggap kami kakak kamu,, apapun keluhan kamu kasih tahu kami,, trus jangan lupa minum obatnya."ucap Salma dengan mata nya yang sudah basah.
" Iya kak Salma dan Kak Kinan." ucap Arini.
" Setelah melahirkan ,kamu harus mengambil tindakan operasi segera Rin,, kami nggak mau kamu lama merasakan sakit begitu." ucap Kinan.
" Insyaallah kak,, semoga ada umur panjang yaa kak.. " ucap Arini
" Jangan pesimis,, kamu pasti sembuh." Ucap Salma.
" Baiklah aku pulang dulu kak,, terima kasih." ucap Arini
Arini dengan langkah gontai menuju apotek untuk menebus obat-obat nya.
Namun,, saat Arini keluar dari ruangan Dr. Kinan ada seseorang yang melihatnya penuh keheranan.
" Kenapa Arini keluar dari ruangan Spesialis Jantung,,ada apa dia kesana?? " gumam orang itu.
Arini duduk untuk menunggu obat nya.
" Rin.. haii..!! " sapa Orang itu dengan senyum khasnya.
" Ehhh.. bang Firman,, lagi apa disini bang? " tanya Arini.
" Ohh.. abang mau tebus resep obat mama,, kamu sendiri? " tanya Firman dengan monoleh di sekeliling mereka.
" Aku sendirian,, tadi sama Ayu cuma ada Emergency dan Mas Refal lagi sibuk banget,, maklum lah.. mungkin rejeki anak." ucap Arini dengan sedikit rasa kecewa karena sang suami yang kini bertambah sibuk di kehamilannya.
" Walaupun sibuk,, setidaknya dia luangin waktu,, apa susahnya luangin waktu sebentar buat antar kamu cek up,, keterlaluan suami. kamu.. " ucap Firman kesal.
" Abang.. nggak boleh ngomong gitu,, dia sudah siapkan semuanya dengan baik kok. " bela Arini.
__ADS_1
" Trus kamu ngapain tadi,, aku lihat keluar dari ruangan Dr. Kinan? ada sesuatu yang serius kah? " tanya Firman penuh selidik.
" Ahh.. itu,, karena aku mau ketemu kak Kinan aja,, kebetulan aku sudah anggap kak Kinan sama Kak Salma sebagai kakak ku,, kita ngobrol aja tadi." Ucap Arini di buat sesantai mungkin.
" Nyonya Arini." panggil petugas Apotik.
Arini mendengar namanya di panggil dia bergegas ke tempat pengambilan Obat, Namun.. siapa sangka Firman lebih dulu meraih bungkusan obat milik Arini.
" Bang Firman,, kamu apa-apaan sih?!! " bentak Arini melihat Firman yang dengan lancang merebut bungkusan itu darinya.
Firman tak menggubris omongan mantan kekasihnya itu,, dan mengecek semua obat yang ada di dalam kantong itu. Firman terpaku pada satu jenis obat yang sangat Familiar di matanya.
" Kamu nggak pandai bohong sama aku Rin, ini apa? kamu bilang cuma ngobrol,, terus ini buktinya apa? duduk,, jelasin sama aku sekarang!!" ucap Firman tegas.
Arini yang tahu betul sifat Firman yang keras kepala,, akhirnya duduk dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Iyaa.. aku mengidap penyakit itu,, tapi.. saat ini aku sedang hamil bang,, nggak bisa juga ambil resiko buat ambil tindakan,, kemungkinan habis lahiran baru bisa melakukan tindakan." Ucap Arini memandang sekilas mantan kekasihnya itu.
" Kamu harus kasih tahu Refal,, nggak mungkin kamu menganggung semuanya sendiri." ucap Firman.
" Iya nanti,, saat nya akan ada bang.. aku nggak mau juga mereka memikirkan keselamatan aku tapi,, mereka mengabaikannya.. " ucap Arini seraya mengelus perut buncitnya.
" Sudah berapa bulan? " tanya Firman.
" Lima bulan.. " jawab Arini.
" Bo_boleh aku pegang dia,,aku ingin rasain dia dalam perut bundanya yang luar biasa,, dia ponakan aku juga kan?" ucap Firman
"Haii... utun,, kenalin Ini Om Fi.. sehat-sehat di perut bunda yaa.. jadi anak yang kuat,jangan buat bunda sakit,, jaga bunda,, dan kamu harus temani bunda berjuang." ucap Firman
Arini tak dapat lagi membendung air matanya. Arini melihat ketulusan dari Firman tak ada lagi sakit hati dalam diri Arini.
" Aku akan menjaga kalian dari jauh,, aku nggak mau Arini merasa sendirian,, aku tahu kamu merasakan sepi,, Refal.. jangan salahkan aku jika kamu berani menyakiti Arini,, aku akan mengambil nya darimu,,dan aku jaga dia jadi adik kesayangku." batin Firman.
" Aku antar kamu ya Rin? " ucap Firman.
"Nggak usah,, nggak masalah kok.. aku bisa pulang sendiri.. aku pun mau kerumah mertuaku,, kerena hari ini mereka pulang dari Semarang." ucap Arini
" Kamu yakin.? " tanya Firman memastikan.
" Iyaa.. it's okey.. " jawab Arini dengan wajah terlihat meyakinkan.
" Oke,, sekarang aku antar sampe kamu dapat taxi,,nggak ada penolakan." ucap tegas Firman.
" Baiklah... " jawab Arini tanpa penolakan.
Setelah di pastikan Arini akan baik-baik saja,, Firman memandang mobil yang memabawa Arini pergi menuju Rumah besar.
Setelah tiga puluh menit,, Arini sampai di depan rumah besar milik Keluarga Kesuma.
__ADS_1
" Non Arini... lho kok naik taxi? " tanya Mang Jaja tukang kebun keluarga Kesuma.
" Ehh mang,, iya.. mas Refal nanti nyusul kok,,semuanya sudah sampe belum mang? " tanya Arini saat melihat mobil yang biasa di pakai keluarga Kesuma sudah ada di halaman rumah itu.
" Udah non,, setengah jam yang lalu.. silahkan non nya masuk." ucap Mang Jaja.
Arini pun pamit melangkah masuk ke dalam rumah besar itu.
" Assalamualaikum Oma,, pa, ma,, Kia.. " ucap Arini saat melihat anggota keluarga suaminya.
" Wa'alaikum Salam." jawab mereka.
" Mana Refal Rin? " tanya Mama Dewi
" Emm.. nanti nyusul kok mah." jawab Arini. menyalami Oma dan juga mertuanya
" Lho kan bukannya kak Arini hari ini periksa kandungan? " tanya Kia membaut Oma dan mertuanya menatap Arini.
" Emmm.. Kia tau dari mana? " tanya Arini.
" Aku tau dari Kak Ayu,, kebetulan tadi aku telpon kakak trus nggak ada jawaban,, Chatt aku juga nggak di bales, akhirnya aku telpon Kak Ayu,, trus kata Kak Ayu kak Arini lagi cek up kandungan,, terus mana kak Refalnya, jangan bilang kak Arini dateng ke Rumah Sakit sendiri lagi..." ucap Kia membaut Pi ma merasa geram dengan sikap Refal yang teledor.
" Kakak nggak sendiri,, kakak sama Kak Ayu. Trus karena kak Ayu ada kepentingan mendadak kakak pulang sendiri,, ini kan emang salah kakak juga,, karena jadwal kontrolnya harusnya besok tapi,, berhubung Dr. Salma mau seminar jadi di majuin, sedangkan Mas Refal sudah nyusun scedule itu pun hari ini banyak meeting penting." jelas Arini
" Setidaknya meeting bisa di tunda dulu,, antar kamu cek up bisa lanjut meeting juga,, bisa juga via zoom kan... dia ini keterlaluan banget memang,, mau jadi ayah tapi,, nggak pekaan orangnya." ucap papa Angga yang juga ikut gerak dengan sifat workholic Refal.
Setelah bertukar cerita dan Arini memperliharkan hasil USG nya menerangkan jika bayinya sehat-sehat saja.
Hidangaj makan malam sudah siap di meja makan tinggal menunggu kedatangan Refal.
" Assalamualaikum.. " terdengar Suara salam dari arah pintu
" Wa'alaikum Salam.. " ucap semua yang sudah stay di meja makan.
Mendengar suara suaminya,, Arini beranjak ingin menyambut kedatangan suaminya. Namun,, langkahnya terhenti saat melihat suaminya datang dengan membawa seseorang yang dia belum pernah lihat,, Dengan nyamannya sang wanita bergelayut manja di lengan Refal.
Bukan Arini saja yang terkejut dengan kedatangaj Refal yang membawa seorang wanita cantik, raut wajah Oma pun langsung berubah.
" Haiii tante,, Om,, apa kabar? " sapa gadis itu.
" Baik.. " ucap singkat Mama Dewi dengan melirik Arini.
" Mas..!!" panggil Arini.
" Haii sayang.." Ucap Refal dengan mendekat ke arah Arini mencium pucuk kepala istrinya.
" Haiii.. kesayangan Ayah,, kamu jaga bunda kan.. nggak nakal kan hari ini,, maaf yaa.. ayah nggak bisa temani adek periksa,, ayah janji pemeriksaan berikutnya ayah akan ikut kok. " ucap nya di depan perut sang istri dan menciumnya berkali-kali.
Pemandangan yang yang terlihat sweet itu,, membuat keluarga Kesuma merasa hati. mereka menghangat namun,,tidak dengan gadis cantik yang ikut bersama Refal tadi. Pengakuan Refal yang membuat dirinya terkejut,, ternyata Refal sudah tak sendiri lagi.
__ADS_1
Bersambung