7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
Dinda Datang


__ADS_3

Author heran,kenapa jika seorang penulis itu buat cerita kalau dalam tulisan ada antagonisnya lebih dari satu dibilang ceritanya kayak sinetron, padahal dia belum tahu cerita selanjutnya udah bilang jelek,kalau seandainya ada readers yang ngerasa bosan dengan cerita seorang penulis dan nggak suka ,mendingan skip aja.. beres kan?


Back to Cerita


Saat malam tiba, setelah makan malam Refal masuk dalam ruang kerjanya. Namun, ada yang berbeda kali ini pintu ruangan itu terkunci.


Arini dengan menghela nafas kasar melihat tingkah Refal kali ini terlihat sepertinya sedang ada masalah besar.


Jam satu malam, Refal baru masuk dalam kamarnya. Terlihat Arini sudah terlelap dalam mimpinya, Refal dengan langkah gontai masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah sepuluh menit kemudian Refal keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.


" Mas.. "


" Astaghfirullahal'azhim..Rin, kamu bikin aku kaget aja.Kok bangun? "


Refal melangkah ke arah ranjang, terlihat Arini dengan duduk menyandarkan punghungnya di ranjang.


" Tadi aku haus, kamu baru selesai mas?"


" Ha.. ah.. I_iya..,tidur lagi udah hampir jam dua juga."


" Mas,aku boleh ngomong sesuatu nggak? "


" Ngomong aja, bebas kok. " ujar Refal dengan memandang wajah ayu istrinya.


" Mas, aku kan istri kamu.. tempat kamu pulang,kita bisa saling berbagi saat kita ada masalah dan sebagainya. Kalau mas nggak keberatan.. bagikan sedikit rasa gundah mas sama aku, mungkin itu bisa sedikit membantu beban pikiran mas. " ungkap Arini dengan senyuman tipisnya dan mengusap lengan suaminya.


" Maaf yah..,mungkin kamu bingung tadi.. tadi siang ada seseorang dari masa lalu ku datang. Dia bilang menyesal karena pernah meninggalkan aku dulu, dia ingin kembali..


" Lalu?


" Sebentar.. aku belum bilang apa yang aku bilang sama dia. " ucap Refal dengan memandang wajah istrinya yang sekarang berubah muram. " Aku bilang, jika aku sudah punya istri yang baik dan aku nggak butuh dia lagi."


" Dinda? " tanya Arini


" Bukan, Sonya.. dia kekasih ku sebelum sama Dinda." terang Refal


" Owhh... ternyata suami ku playboy juga yah? " ledek Arini


" Nggak playboy juga Rin, kalau aku punya kekasih pasti aku setia." ujar Refal.


" Tapi, kenapa kamu punya istri masih selingkuh? "


Skak, perkataan Arini membuat Refal terlihat terpaku dan rasanya susah menelan silvanya.


" Aku nggak selingkuh Rin.." elak Refal.

__ADS_1


" Iyaa.. aku yang salah, hadir di waktu yang nggak tepat.Begitu kan? "


" Bu_


" Tenanglah mas, masih dua hari lagi kamu bisa menentukan pilihan kamu, sekarang istirahat. Besok kita kan harus kerja." ujar Arini membaringkan tubuhnya kembali di tempat tidur.


" Rin..


" Hemm..


" Kamu janji sama aku, sebisa mungkin kamu bisa tetap bertahan di sampingku.


" Apa jaminannya kalau aku tetap di samping kamu mas? " tanya Arini menatap suaminya yang berbaring di sampingnya. " Mas belum ada jawaban atas pertanyaanku, dan begitupun aku..belum bisa berjanji akan tetap di sisih kamu.


Refal tak bisa lagi bicara tentang apa yang di katakan Arini memang benar adanya, dia harus menyelesaikan masalah nya dengan Dinda dan itu tak akan mudah tambah lagi munculnya Sonya yang dia kenal dengan sifat Sonya yang keras kepala.


.


.


Siang hari di kantor Refal ,saat ini Refal selesai meeting dan masuk ke dalam ruangannya.


" Suprise..!!! " seru seseorang yang langsung memeluk tubuh Refal


Saat hatinya belum tenang karena kehadiran Sonya, sekarang tambah lagi ada Dinda yang datang.


" Iya.. ini aku sayang, kenapa nggak seneng aku dateng.. aku sudah jauh-jauh dari Paris, harusnya aku pergi ke Singapura tapi, aku sempetin buat ketemu kamu disini. " ucap Dinda dengan mode merajuk.


"Bukan gitu.. sebenarnya juga aku ingin bertemu sama kamu, tapi.. yah.. kamu kan sibuk ada yang ingin aku sampaikan." ucap Refal menatap Dinda.


" Apaan, kamu mau ngajak aku nikah... aku mau dan aku sekarang nggak peduli sama karier aku, yang terpenting itu kamu Fal" ucap Dinda dengan menggenggam tangan Refal.


" Kenapa? " tanya Refal mengernyitkan dahinya


" Aku sadar, kamu yang terpenting untuk hidup ku Fal" ujar Dinda dengan senyuman manisnya


" Oh yah, ada sesuatu yang ingin aku sampaikn saat ini dan aku harap kamu maafin aku dan juga mengerti apa yang aku putuskan demi kebaikan semuanya."


" Ada apa, apa ini ada hubungannya dengan kita? " tanya Dinda yang bisa di bilang hatinya mulai resah.


" Iya.. ini tentang kita. Aku mau bilang ke kamu kalau kita nggak bisa lagi sama-sama, karena aku sudah menikah dengan wanita lain." ucap Refal dengan pandangan matanya tak lepas dari sosok gadis di depannya.


" Nggak.. nggak mungkin, nggak mungkin.. kamu bohong kan Fal, kamu nggak akan pernah semudah itu cinta sama wanita lain, pasti ada yang salah dan pasti kamu bohong kan, kamu selama dengan ku saja begitu panjang cerita kita Fal, dan aku tahu kamu nggak mudah jatuh cinta." teriak Dinda terasa tak percaya apa yang baru dia dengar dari mulut kekasihnya itu.


" Tapi, ini benar adanya Din..aku pria beristri kekarang,dan aku sudah memilih dia. " ucap Refal dengan tegas

__ADS_1


" Nggak.. aku nggak mau kehilangan kamu Refal.. nggak.. hiks hiks.. "


Dinda memeluk Refal dengan erat, rasanya dia tak rela untuk di buang begitu saja oleh Refal.


BrakK...


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang di buka ,dan betapa terkejutnya Refal mendapati Arini berdiri di ambang pintu dengan senyuman kecutnya


" Rin.. kamu..


Perkataan Refal tertahan kala Arini berkata dengan wajah yang kecewanya.


" Maaf saya sudah ganngu kalian.. saya permisi..!! ucap Arini dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk pergi dari tempat itu


Namun, saat Arini sudah melangkah saat itu tubuhnya ditarik oleh Refal dan memeluk tubuh Arini dengan erat di depan Dinda.


" Aku mohon, jangan tinggalkan aku." bisik Refal dengan tetap memeluk tubuh Arini yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Refal.


" Jadi dia, wanita yang buat kamu berpaling dari ku.." ucap Dinda menunjuk kearah Arini dan tidak ada wajah yang ramah saat ini yang ada di depan Arini, Dinda yang bisa di bilang marah dengan Arini.


" Bukan karena dia, tapi.. kamu sendiri.. aku memutuskan untuk bertahan dengan Arini itu karena perbuatan mu Dinda." ucap Refal sinis.


" Aku? kamu yang berkhianat Refal.. bukan aku..!! Dan kamu pelakor, kamu pasti sengaja jebak Refal kan..!! " bentak Dinda.


Arini yang sedari tadi diam, kini dia melihat kearah Dinda dengan senyuman smirknya.


" Bukan aku yang pelakor, tapi.. kamu.!! mana ada istri sah, di bilang pelakor? sedang kamu, walaupun kamu sudah lebih dulu dengan suami ku, dan status kalian hanya pacaran jadi masyarakat umum pun tahu siapa yang jadi pelakor di sini, pasti lah yang statusnya hanya Pacar. " ucap Arini dengan mengulas senyuman mengejek.


" Sialan nih perempuan.. ternyata nyalinya nggak selemah tampangnya." batin Dinda


" Enak aja aku di bilang pelakor, nggak ngaca dia.. dasar ulet bulu.. " umpat Arini dalam hati


Refal yang mendengar penuturan sang istri malah tersenyum senang, ternyata di sisi lembut istrinya itu, ada sifat bar-bar yang tersembunyi


Bersambung


Maaf jika beberapa episode akan menguras emosi..


Tetep aku butuh dukungan kalian


Like


Vote


Comment, jika ada saran tulis saja dan Author dengan senang hati menerimanya, kritil boleh tapi, sebisa mungkin kasih solusi yang baik dengan bahasa yang baik.. 🙏

__ADS_1


__ADS_2