7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Menemukan Pendonor untuk Arini


__ADS_3

Malam menyelimuti setelah pemakaman Disha.


Dalam sedih ,,Refal masih banyak yang harus dia pikirkan ,,hujan deras membasahi bumi. Seolah ikut larut dalam kesedihan keluarga Kesuma.


Oma Sukma sangat terguncang jiwanya,, cucu menantu kesayangannya tertimpa musibah yang sungguh memilukan sekaligus kehilangan cicit pertamanya.


" Kamu harus segera menemukan siapa yang berani membunuh cicit ku Angga."ucap Oma Sukma pada putranya papa dari Refal.


" Iya buu,, pastinya. Refal juga tidak akan tinggal diam." ungkap papa Angga,dia mengerti akan perasaan sang ibu. Namun,, dia juga harus bicara dengan Refal saat keadaannya sedikit membaik. Putrannya sangat terguncang jiwanya, sang putra diliputi rasa kehilangan sang putri, penyesalan yang teramat dalam dengan kejadian ini, memikirkan tentang sang istri yang sekarang tidak baik-baik saja,, pekerjaan yang dia tinggalkan,, rasa marahnya pun pasti ada.



Sementara dikamar ,Refal terlihat masih sangat terpukul dengan meninggalnya Disha sang putri.Saat ini dirinya di temani sang sepupu Andra anak dari tante Ajeng.


" Lo harus bergerak cepat Fal,, jangan lemah gini." ucap Andra sepupunya melihat Refal masih menyalahkan dirinya.


Refal menatap sepupunya dengan pandangan yang susah diartikan. " Hemmm,,Marco sama Geon lagi ngelacak orang itu,, rekaman CCTV sekitar tempat kejadian kurang mendukung pencarian.Plat nomer mobil itu bodong." jelas Refal dengan mencengkram ponselnya dalam genggaman.


" Kita akan selalu ada buat lo juga Arini,, dan sekarang tugas lo pikirin gimana Arini bisa sembuh." ungkap Andra.


Andra sangat mengerti sepupunya,, dia kadang terlalu ceroboh namun,, jika dia mencintai seseorang dia akan setulus hati mencintainya.


" Iyaa,, gw sudah bilang pada pihak Rumah Sakit untuk mencari pendonor,, kalaupun masih nggak nemuin pendonor gw rela akan kasih jantung buat Arini." ucap Refal dengan pandangan sendu menatap lurus kedepan.


Mendengar niatan Refal membuat Andra kaget,, dan tak tau harus berkata apa,, jika Refal memutuskan sesuatu pasti tidak akan mundur .


Sementara di sebuah apartemen seorang wanita cantik sedang tidak baik-baik saja. Dia terus meracau, mondar mandir di kamarnya.


" Sial..!! kenapa Refal sama sekali tidak mengingatku,, anak sial*n itu sudah mati,,istrinya pun sedang sekarat,,pastinya Refal nggak akan pernah menyerah untuk menemukan siapa dalang dari semua ini,, Milaaa.... ayo..Mila pikir.. pikir... jangan sampai mereka curiga sama lo, yahhh... yahh..kamu bisa akting.. kamu bisa seolah-olah sedih dengan meninggalnya anak sia*an itu,, dan kamu bisa berbuat seolah simpatik dengan keadaan istri yang tak berguna itu..!" gumam Mila berkata pada dirinya sendiri dengan menyunggingkan senyum liciknya.


Pagi hari, keluarga Kesuma masih dengan duka mereka.. meja makan yang biasanya sudah di penuhi para si empunya rumah,, kini baru ada tante Ajeng, Kia, juga Andra.


" Kia,, mana yang lain? " tanya tante Ajeng pada Kia yang masih dengan tampilan wajah sembabnya.


" Masih pada di kamar mereka tan,, Oma nggak mau makan,, mama lagi di bujuk sama Papa buat sarapan kalau bang Refal masih mengunci kamarnya." Jawab Kia dengan wajah lesunya.


" Bi Siti...!!" panggil tante Ajeng.

__ADS_1


" Iya nyonya Ajeng,,ada yang bisa di bantu? " kata Bi Siti yang langsung menghampiri sang majikan.


" Bi.. bantuin saya bujuk ibu buat makan,, sekalian bawa sarapannya ke kamar ibu,, trus sekalian siapin sarapan buat Re...


Belum tuntas omongan tante Ajeng, melihat siapa yang datang ke rumah itu dengan masuk rumah begitu saja.


" Heiii... kamu,, nggak sopan kamu.. main slonong boy aja masuk rumah orang,, ucapin salam kek,, atau permisi,,nggak ada ot*k yaa..!! " umpat tante Ajeng melihat sosok gadis dengan menurutnya menyebalkan.


" Mau ngapain kamu kesini, mau ketawain kita..?? " ucap Kia setelah melihat siapa yang datang.


" Kamu ngomong apa sih Kia,, aku baru tahu kalau anak Refal sama Arini meninggal makanya aku buru-buru kesini, mau lihat kaadaan Refal. " jawab Mila dengan wajah di buat sesedih mungkin.


" Cuma Refal yang lo pikirin,, bukan Arini,, atau anggota keluarga lain?" tanya Andra dengan pandangan sinis pada sosok yang berdiri tak jauh darinya.


" I_iya aku khawatir sama semuanya,, pasti kalian sedih kan,, cuma masalahnya aku kan sahabat Refal makanya aku lebih mengkhawatirkan dia." kilah Mila.


" Sahabat,, kamu tahu.. sahabat Refal sekarang sedang bahu membahu membantu kesusahan Refal,, bukan hanya rasa khawatir mereka,, tapi.. mereka meringankannya membantu dalam mengurus perusahaan Kesuma Group dan, kamu hanya sibuk mikirin Refal.. wahhhh... sahabat spesial rupanya??!!" ucap Andra dengan nada ketusnya.


" Ada apa ini,, Mila.. kamu ngapain kesini? "tanya Refal yang baru turun dari lantai atas.


" Stopp.. nggak usah di perjelas,, Refal sekarang mau sarapan.. dan lo,, mendingan bantu Refal...


" Oke...aku...


" Eeettttttt... etttt.. ettt.. mau ngapain lo,, maksudnya lo bantu Refal ngurus kerjaaannya kan lo sekretaris nya,, kalau urusan Refal ada gw sama Kia."


Ucapan Andra membuat Mila kesal,, Andra memang sengaja membuat Mila kesal,, Andra melihat ada yang nggak beres dengan perempuan itu.


Mila yang ngerasa kesal akhirnya dengan berat hati dia pergi meninggalkan kediaman Kesuma.


Mendengar kelakuan Andra mbuat Kia menahan tawanya,, baru kali ini Mila mati kutu di depan orang,, berharap bisa melayani Refal saat sarapan,, ternyata pernyataan Andra membuat nya terhempas ke dasar jurang..


Woowww...pasti sakit kan??? .


Drrt Drrrt..


Ponsel Refal bergetar ada notif panggilan dari Dr. Kinan yaitu dokter yang menangani sakit Arini.

__ADS_1


📞Dr. Kinan Calling..


" Assalamualaikum Dr. Kinan ada berita apa dok, ada apa dengan istri saya dokter.."


Ucap Refal memberondong beberapa pertanyaan pada Kinan.


" Wa'alaikum Salam ,Tuan Refal maaf saya mengganggu anda. Saya harap Tuan segera ke Rumah Sakit karena kita sudah menemukan pendonor Jantung untuk nyonya Arini."


Perkataan Dr. Kinan membuat Refal meneteskan air mata dan terduduk di kursi meja makan. Tak tau harus ngomong apa,,mendengar berita yang baru saja dia dengar.


" Hallo... hallo.. Tuan Refal.. hallo..!! "


" I_iya dokter.. maaf,, saya akan segera kesana ,apa orang itu..


" Maaf Tuan Refal,, untuk identitas pendonor dirahasiakan,, itu syarat yang utama dia sampaikan sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir."


Ucapan Dr. Kinan membuat tubuh Refal menegang,, ada rasa sedih juga rasa bahagia dihatinya.


Bahagia karena Arini sudah mendapatkan pendonor jantung yang cocok untuknya,, sedih karena ada orang yang rela berkorban demi sang istri namun,, bukan dirinya. Apalagi pasien haris kehilangan salah satu organnya untuk istrinya.


"Baik Dokter kami segera kesana. "


Ucap Refal dan mengakhiri sambungannya.


" Ada apa Fal,, apa yang terjadi sama Arini?" tanya Andra.


" Dokter Kinan barusan kasih tahu kalau mereka sudah dapat donor jantung yang cocok untuk Arini,,tapi.. dia identitas pendonor di rahasiakan." ungkap Refal.


" Alhamdulillah ya Allah.,,ada orang yang baik sama Arini..!! " ucap sang Oma yang baru saja keluar dari kamarnya mendengar penuturan sang cucu tentang pendonor Jantung untuk cucu menantunya.


" Siapa kamu,, kamu pasti orang baik.. apa kamu mengenal Arini atau keluarga Kesuma? "batin Refal dengan melangkah keluar dari ruamah besar milik keluarganya.


Kebaikan orang tidak harus di perlihatkan, biar Allah saja yang tahu bahwa kita baik. Kebaikan akan terlihat saat dia sudah tiada.


Lakukanlah kebaikan sekecil apapun, tanpa harus mengumbarnya.. walaupun sekalipun tangan kirimu sendiri jangan sampai tahu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2