
Benar saja saat titipan bergo datang Arini langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri.
Setelah sekian lama dia di kamar mandi, Arini. keluar dari kamar mandi dan tak mendapai suaminya di sofa yang tadi Refal duduk.
Namun sepersekian detik terdengar gelak tawa dari arah balkon, terdengar suara Refal yang begitu mesra.Dipastikan Refal sedang menelpon seseorang yaitu kekasihnya.
Arini dengan menghela nafas panjang dan melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya yang teramat lelah.Tak perlu waktu lama Arini sudah terlelap dalam tidurnya.
Sekitar satu jam kemudian Refal kembali masuk dalam kamar dan melihat ke arah tempat tidur terlihat Arini tertidur dengan pulasnya.
Entah kenapa Refal ingin mendekat kearahnya ranjang, sejenak menikmati wajah polos istrinya yang tanpa make up, cantik ..itulah yang terbersit di pikiran Refal.
Namun, beberapa saat kemudian dia tersadar dalam lamunannya, dia membuang jauh-jauh rasa yang hadir dalam hatinya, tanpa sadar dia telah merasa nyaman bersama Arini.
Kenapa begitu, tak dipungkiri dari mengetahui bahwa Arini mengundurkan diri, terbersit rasa rindu dengan kopi dan dark Chocolate buatan Arini.
Refal melangkahkan kaki ke arah sofa dan dengan sedikit kesusahan dia memposisikan dirinya dengan nyaman.
Di pagi hari Arini terbangun dan melihat alarm di ponselnya. Saat dia ingin turun dari ranjang dengan tidak sengaja menoleh samping nya ternyata Refal tidur di tempat tidur yang sama dengannya.
" Hahh.. katanya dia mau tidur di sofa, baru juga gitu udah nggak kuat.. dasar..!!" gerutu Arini dengan senyuman tipis.
Refal yang semalaman tidak bisa tidur karena sofa yang sempit dengan ukuran tubuhnya, mau tak mau di tidur di samping Arini, memang tidak ada acara pelukan atau pun saling peluk antara mereka, karena ada bantal guling diatara mereka.
Arini melangkahkan kakinya ke kamar mandi membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat.
Setelah tiga puluh menit di dalam kamar mandi, Arini langsung melaksanakan sholat.
__ADS_1
Setelah selesai dia mencoba membangunkan Refal namun nihil. Yang ada Refal dengan cepat menutup tubuhnya dengan selimutnya.
Arini duduk di atas kasur dan mendekati suaminya dan berusaha membuka selimut tebal itu.
" Bismillahirohmanirrohim,
Ya Sin,
Wal..
" Heiii... apa-apaan kamu, emang aku udah mati apa, kamu bacain Yasin? " sungut Refal dengan menatap tajam Arini.
" Lagian, mas di bangunin buat sholat subuh nggak bangun-bangun jadi aku bacain aja surat Yasin,kali aja jiwa mas itu udah mati." ucap Aruni dengan santai.
" Sembarangan, sumpahin suami mati kamu..? " ucap Refal sambil melempar selimut ke arah Arini.
" Emang kamu pikir aku nggak ada catatan baik apa, lagian yang tahu dosa sama amalan kita itu Allah, udah.. jangan bawel,aku sholat kok.. kamu udah sholat? " tanya Refal melihat Arini yang masih pakai mukenah.
" Udah." ucap Arini dan melangkah ke sofa dan mengambil sebuah Al'Qur'an berukuran kecil yang selalu dia bawa.
Refal dengan khusuk melaksanakan ibadah Sholat subuh nya, untuk sekian lama dia sedikit melupakan kewajibannya. Walaupun Rizal sahabatnya selalu mencoba mengingatkannya. Namun, Refal yang terlalu sibuk dengan dunianya kadang mengabaikannya. Bukan sama sekali nggak melaksanakan, namun dibilang bolong-bolong.
Setelah sholat bermunajat pada Allah SWT, Refal melipat kembali sajadah milik Arini, dan melihat Arini yang sedang khusuk dengan Alquran di tangannya. Melafazkan ayat-ayat Alquran dengan sangat merdu didengar telinga Refal.
" Ya Allah, betapa aku sudah menjadi manusia sombong.. aku jarang menghadapmu dan mengucapkan terima kasih padamu,sedangkan hamba melihat istri hamba untuk pertama kalinya membaca kitab mu, aku merasa bod*h."batin Refal melihat Arini.
Sekitar setengah jam Arini membaca Alquran, setelah selesai dia melihat Refal yang tertidur di atas ranjangnya.
__ADS_1
Arini melihat notifikasi ponselnya terlihat pesan dari mama mertuanya yang bilang menunggu mereka jam delapan untuk sarapan di restaurant hotel.
Jam setengah delapan, Arini mencoba membangunkan Refal kembali.
" Mas, bangun.. udah siang..!! " pekik Arini di dekat kuping Refal
" Bisa nggak sih, kamu kalau bangunin aku lembit dikit..?" protes Refal dengan mata yang masih malas terbuka.
" Dari lima belas menit yang lalu aku bangunin pake cara alus sampe bocor alus mas udah buruan bangun, jam delapan kita di tunggu buat sarapan di restaurant bawah sama mama. " Ucap Arini sambil memasukkan barang-barang nya dalam paper bag.
" Sekarang jam berapa? " tanya Refal dengan rasa malasnya.
" Jam delapan lewat....
" Hahh.. kenapa kamu nggak bilang sih!!" ucap Refal sewot dan langsung masuk kekamar mandi.
" Lahhh... kan aku udah bangunin mas, trus kenapa nggak bangun-bangun.Emang semalem tidur dam berapa, emang telponan harus sampe pagi." omel Arini.
" Nggak sampe pagi juga telponan, orang aku sampe jam sebelas..karena aku nggak bisa tidur di sofa jadi aku terpaksa harus pindah di samping kamu." jawab Refal
" Kenapa sudah tahu sofa kecil, masih di paksain tidur disana?" ujar Arini.
" Udah nggak usah banyak omong, kita kebawah sarapan dulu." ucap Refal dengan sedikit berkata lebih lembut.
Akhirnya Arini dan Refal pun turun ke resataurant yang ada di hotel itu dan sarapan bersama keluarga Kesuma.
Bersambung
__ADS_1