7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Arini yang Agresif


__ADS_3

Tok Tok Tok..


" Mas,, kok di kunci sih..? " ucap Arini saat akan masuk ke ruang kerja suaminya.


Sebenarnya Refal sengaja menguncinya karena,dia harus mengerjakan pekerjaannya yan belum tuntas,, karena dari pagi sampai habis makan malam Arini meminta Refal ini itu terpaksa Refal mengunci ruang kerjanya.


" Untung udah kelar,, Pantes udah jam sebelas malam ternyata." gumam Refal.


Akhirnya Refal membuka pintu ruang kerjanya, menekan tombol di remote yang dia pegang.


Pintu pun terbuka menampakkan sosok Arini yang terlihat berbeda malam ini, dengan baju tidur yang terlihat mini barbahan satin terlihat paha mulus nya.


Refal melihat penampilan istrinya yang menggoda imannya, menelan silvanya dengan kasar, jakunnya pun sudah naik turun melihat penampilan luar biasa istrinya.


" Mas kok di kunci sih pintunya,, tumben." ucap Arini berjalan mendekati suaminya yang duduk manis di kursi kerja.


" I_iya,kok kamu tumben banget pake baju begitu? " tanya Refal dengan memperhatikan bentuk tubuh istrinya yang kian hari kian berisi.


" Kenapa, nggak suka yah? kata Ayu kamu pasti suka,, ternyata bohong si Ayu itu.. " ucap Arini dengan mengerucutkan bibirnya.


" Eeehhh... bu_kan nggak suka yang ,,tumben aja ,,kamu mau pake baju begitu minim ?" ucap Refal sedikit panik karena sang istri sudah mulai melow lagi.


" Beneran,,nggak bohong kan? " ucap Arini memastikan.


" Beneran lah,, sini..!! " jawab Refal dengan tersenyum lebar.


Arini yang melihat suaminya memanggil nya ,Arini mendekati suaminya dan Refal menarik pinggang Arini mendekat padanya dan menuntunnya duduk di pankuan nya.


" Tumben kamu pake pakaian kayak gini,, mau goda mas yaah..hemmm?? " ucap Refal dengan membelai pipi istrinya yang sudah memerah karena malu.


" Bu_bukan menggoda mas,, cuma ingin kasih tahu kamu,kalau aku juga bisa nakal.." bisik Arini


Refal. yang mendengar pengakuan Arini tentunya sangat syok dengan omongan istrinya yang terkesan menggodanya.


" Sejak kapan kamu belajar nakal hemm? " ucap Refal dengan tangan yang sudah tak bisa di kondisikan.


Refal sudah mulai membuka kimono yang menutup tubuh sexy istrinya.


" Mulai malam ini, aku akan jadi istri nakal kamu di ranjang."bisik Arini dengan suara yang terdengar lembut dan sexy menggoda iman Refal.


" Astaga dia udah mulai berani ngomong gini,, aneh.. tapi..nggak maslah,, karena aku suka di begini kelihatan nakal,,menggemaskan,, awas aja kamu Rin,, nggak akan aku lepasin kamu.. " batin Refal


Pandangan mereka sudah beradu,, tanpa di duga ternyata Arini yang berinisiatif melancarkan aksinya menggoda suaminya.


Arini mulai menempelkan bibirnya pada bibir suaminya. Bak gatmyung bersambut,, Refal tak menyia nyiakan hal itu. Dengan senang hati dia melakukannya.

__ADS_1


Malam itu Arini jadi orang yang berbeda,, tak ada kata malu-malu lagi,, dan kadang Refal di buat kaget dengan apa yang istrinya lakukan,, malam itu Arini benar-benar agresif,, sempat membuat Refal kewalahan mengimbangi permainan Arini yang terlihat berbeda,, namun.. bukan Refal namanya kalau dia harus kalah,, dia membalikkan permainan tetap saja Refal yang berhak memimpin.


Absen malam ini di ruang kerja Refal penuh dengan des*han kedua orang yang saling menyalurkan kasih sayang,, berawal dari kursi,,Meja,, sofa,, bahkan sudut kamar dan berakhir di sofabed yang terlihat nyaman dan malam itu Refal benar-benar dimanjakan sang istri sekaligus membuat jantungnya bekrkali-kali terkejut dengan tingkah ajaib Arini.


Keduanya kini tertidur pulas di sofabed ruang kerja Refal, berselimut tebal yang memang sudah tersedia disana,, kadang jika Refal lembur dia akan tidir di ruang kerjanya.


Kini sofa itu menjadi tempat peraduan dua insan yang lelah mengarungi samudra dan terbang ke nirwana.


.


.


Pagi hari, Refal terbangun lebih dulu dan melihat istrinya yang masih tertidur pulas.Dengan perlahan Refal turun dari tidurnya melangkah memunguti pakaiannya juga Arini yang terlihat tercampakkan di sembarang tempat, karena memang semalam terjadi pertarungan yang begitu sensasional.


Refal langsung menuju kamar nya dan langsung masuk kekamar mandi membersihkan dirinya.


Tak butuh waktu lama,, Refal keluar dan bersiap untuk melaksanakan ibadah sholat.


Setelah sholat,Refal menuju ruang kerjanya.Terlihat Arini yang masih tergulung di selimut tebal.


" Sayang,, bangun yuk.. sholat subuh dulu baru nanti lanjut tidur lagi." ucap Refal dengan membelai rambut panjang Arini


" Mas,, jam berapa ini? " tanya Arini dengan mata yang masih enggan terbuka.


" Jam lima,bangun yuk.." ucap Refal lembut.


Cup.


" Morning sayang.. Bangun yuk.. " ucap Refal menecup bibir Arini singkat.


" Emmm.. " jawab Arini dengan sungkat.


" Aaaa... mass,, turunin Arin mas..!!" pekik Arini saat Refal mengangkat tubuhnya dan membawanya ke dalam kamar, dan lanjut masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkan tubuh Arini di bathtup.


" Nah..sekarang,, kamu mandi mas siap-siap yaa.. " ucap Refal dengan melangkah keluar dari kamar mandi.


Refal melangkah keluar kamar dan menuju dapur,, menilik dalam lemari pendingin ada bahan makanan apa yang bisa dia olah menjadi sarapan untuk mereka berdua.


" Buat nasi goreng aja lah.. " gumam Refal.


Refal segera bergerak cepat untuk membuat sarapan pagi ini.Karena dia berfikir jikasang istr pastinya merasa lelah karena semalam sudah bertindak agresif pada nya. Apalagi sang istri yang tak sungkan untuk meminta lagi,, Refal sempat heran karena baru kali ini Arini tak ada kata malu untuk memulai nya lebih dulu.


Saat Refal sedang sibuk dengan kegiatannya, tiba-tiba Arini memeluk tubuh Refal dari baelakang,sempat terkejut dengan kelakuan Arini namun,, dia juga suka dengan sifat manja istrinya pagi ini.


" Heii.. sudah selesai mandinya.. hemm..Cup ? " ucap Refal membalikkan tubuh nya menghadap istrinya dan memeberikan kecupun pada pipi sang istri

__ADS_1


Cup


" Mas masak,,wahh.. kayaknya enak nih mas.." ucap Arini setelah membalas perlakuan manis sang suami dengan menegecup singkat bibir Refal.


" Kamu duduk yaa.. biar mas siapin." ucap Refal.


Arini mengangguk namun, dia dengan cepat membuatkan kopi untuk suaminya dan juga teh hijau untuknya.


" Makan yang banyak biar tambah montok." ucap Refal dengan menuangkan nasi goreng ke piring Arini.


" Emmm.. enak mas,, kenapa aku baru tahu mas bisa masak? " kata Arini.


" Nggak bisa masak yang lain, cuma nasi goreng sama telor ceplok, buktinya buat bakso aja keasinan." ucap Refal dengan mengunyah nasi goreng yang menurutnya lumayan bisa di makan dan masuk dalam perutnya.


" Tapi,, bakso nya enak kok mas.." ucap Arini


" Mas,, maafin Arini yaah,, semalem pasti mas pikir Arini kayak orang gil* yaa..? " ucap Arini dengan waja sedih.


" Soal kamu yang minta duluan,, itu bukan gil* tapi.. HOT..!! mas suka,, kamu belajar dari mana? " ucap Refal dengan mengerlingkan matanya.


" Sebenernya Ayu yang saranin mas,,tapi sudah lama dia bilang,,sebelum aku tantangin kamu 7Hari buat cinta sama aku,, tapi.. aku malu...trus semalem ntah kenapa aku pengen goda kamu,, entah rasanya kayak nggak karuan mas,, ya.. udah aku pake aja baju itu sama sedikit centil sama kamu,, maaf yaa.. kamu nggak marah kan? "terang Arini panjang lebar.


" Sayang... aku seneng kamu punya inisiatif buat menyenangkan aku, makasih yaa.. ternyata istriku sekarang bisa agresif juga.. hahahaha.. " ucap Refal dengan tawa menggelar.


" Ihhh.. mas,, aku malu tau..!! " teriak Arini.


" Kenapa malu,, aku suka kamu tiap malam begitu,, apalagi kalau kamu pakai cosplay..pasti lebih asyik fantasinya.. hehehe.. " Ucap Refal absurd.


" Mesum..!! " umpat Arini.


" Sayangg... mas mau tanya,, kamu terakhir datang bulan kapan? " tanya Refal


Arini mendengar ucapan Refal, reflek menghentikan geraknya dan menatap suaminya dengan intens seperti berfikir keras.


" Mass,, aku sudah nggak datang bulan mungkin sebulan lebih setelah pertama kali kita berhubungan sampai sekarang,, apa aku... hamil,, terus gimana mas? " ucap Arini.


" Kamu emang nggak mau hamil? " tanya Refal dengan pandangan sendu.


" Maulah mass,, maksud aku.. sekarang baru inget aku belum datang bulan,aku seneng kalau aku hamil,, kuliah juga nggak masalah kan,, aku juga ngikut klas private online.."ungkap Arini.


" Syukurlah.. kalau kamu nggak masalah buat hamil,, nanti kita cek kedokter yaa.. gimana? "ucap Refal menggenggam tangan Arini.


" Iya mas,,Bismillah mas,, semoga dia ada. " ucap Arini menelus perutnya yang masih rata.


" Kalau dia ada,, pantesan selama beberapa hari ini isengin ayah yaaa... bundanya juga berubah jadi agresif,, tapi.. ayah suka kok,, sehat-sehat yaah.. " ucap Refal dengan mengelus perut Arini.

__ADS_1


Mendengar ucapan Refal,Arini.menjadi malu sendiri dan dia bisa membenarkan perkataan Refal,, memang hormonnya sedang naik turun.


Bersambung


__ADS_2