
Pintu ruang IGD terbuka dan menampakkan Dr Salma dan Satu dokter lagi.
" Dr bagaimana keadaan istri saya dan kandungannya,, mereka baik-baik saja kan? " tanya Refal dengan perasaan khawatir.
" Maaf Tuan Refal,, saya harus menyampaikan hal ini,, nyonya Arini masih dalam kedaan belum sadar tadi sempat kritis namun,, alhamdulillah sudah kembali normal dan Nyonya Arini juga banyak kehilangan darah beruntungnya stok di Bank darah masih cukup dan dengan sangat menyesal kita harus sampaikan bahwa keadaan bayi yang ada di kandungan nyonya Arini harus segera di lakukan tindakan operasi caesar saat ini. juga karena detak jantungnya makin melemah dan karena memang usianya masih terlalu dini untuk melahirkan. Kita ingin meminta surat persetujuan dari wali pasien untuk melakukan tindakan." Jelas Dr. Salma.
" Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya Dokter." ucap Refal dengan wajah piasnya.
" Dr. Kinan akhirnya anda datang,, Arini ada di dalam " ucap Salma saat seorang Dr dengan pakaian khas operasi kini diantara mereka.
Dokter itu mengangguk dan langsung masuk ke dalam ruangan,di ikuti oleh beberapa dokter lainnya.
Refal merasakan dunia nya runtuh,, dan mengingat bagaimana kecewanya sang istri sudah terabaikan.
" Fal.. gw mau bilang ke lo,, kemungkinan besar kecelakaan Arini dilakukan dengan sengaja." ucap Firman membuat Refal menatap Firman dengan tajam.
" Maksd lo? " tanya Refal dengan pandangan menyelidik.
" Waktu gw ke Toko Arini ada satu mobil yang gw lihat mencurigakan,, dia memarkir kendaraannya di tepi di tepi jalan,, padahal di area tempat itu sudah harus memarkirkan kendaraan dengan benar. Aku tidak bisa melihat orang di dalamnya,, saat Arini dan juga Ayu pulang dari mereka beri rujak, mobil itu gw lihat menyalakan mesin karena sempat gw lihat dia seperti mengincar seseorang dan kebetulan Arini kemungkinan merasakan sakit pada dadanya,, saat aku lihat seperkian detik Mobil itu mengarah pada Arini dan sempat aku teriak,, dan Arini sempat menghindar namun, mungkin karena perut besar dan juga nyeri dadanya di belum maksimal buat hindar dan sempat perutnya terserepet mobil." ungkap Firman dengan mengingat kejadian mengerikan tadi.
"Gw udah suruh anak-anak lacak mobil itu melalui rekaman CCTV sekitar toko, ini salah gw.. nggak bisa jaga Arini." ucap Refal dengan mata yang tanpa sadar meneteskan air mata.
Beberapa jam kemudian tindakan yang diambil untuk menyelamatkan anak Arini dan Refal pun selesai.
Dr. Kinan, Dr. Salma.,Dr Catur, Dr. Ikhsan,Dr.Diah. meminta perwakilan keluarga membicarakan hal yang penting
Refal, papa Angga, juga Firman masuk ke dalam satu ruangan.Kelima Dr di hadapan mereka saling tatap.
" Dr. Catur Anda adalah Dr Senior pasti bisa menjelaskan apa yabg terjadi pada menantu dan cucu saya?" ucap Papa Angga dengan raut wajah dinginnya.
" Pak Angga maaf Saya sebagai Dr bedah Dr Kinan spesialis Jantung, Dr Salma spesialis Kandungan, Dr. Diah Spesialin anak. Dr. Ikhsan spesialis anastesia. Operasi caesar nyonya Arini berhasil kami lakukan. Anak tuan Refal berjenis kelamin perempuan, keadaannya masih krisis karena akibat benturan keras di bagian perut sang ibu,mengakibatkan pengaruh buruk pada bayi,, dan putri tuan kami tempatkan di Inkubator karena memang kelahirannya yang prematur. Dan untuk sang ibu,, Nyonya Arini.. sampai saat ini masih dengan keadaan stabil tapi.. kita perlu mengambil langkah cepat untuk penyakit jantungnya dan nanti akan di jelaskan Dr. Kinan." Ucap Dr Catur panjang lebar.
Kini mereka beralih ke Dr Kinan yang seperti sangat terpukul dengan keadaan pasiennya.
__ADS_1
" Sebelumnya saya minta maaf,, karena memang saya sudah menyalahi tanggung jawab saya sebagai dokter. ini surat pernyataan Arini saat dia tahu mengidap Aretmia pada jantungnya,, dia akan melakukan Ablasi setelah melahirkan nanti,, dan dengan cepat mengungkapkan penyakitnya pada keluarga nya. Namun...saat kami terakhir kali pemeriksaan ada masalah lain di jantungnya dia mengalami gagal jantung dan harus segera diatasi secepatnya.
Arini membutuhkan donor jantung bukan tindakan ablasi semata." ungkap Kinab dengan mata yang berkaca-kaca
JEDUARRR... 💥💥
Bagai petir menyambar,, kenyataan yang baru Refal, papa Angga dan Firman dengar kenyataan tentang penyakit jantung Arini.
" Sayang.. maafin aku,, ini salahku... hiks hiks.. " ucap Refal tanpa malu lagi menumpahkan air matanya.
Papa Angga pun sangat terkejut,,namun dia harus tegar demi sang putra.Memeluk tubuh kekar yang sedang terasa lemah kali ini.
" Dokter.. ma.. maaf... putri nyonya Arini..
" Kenapa anak saya suster...!! " teriak Refal mengagetkan semuanya.
" Mari tuan kita ke ruangan steril.." ucap Dokter Catur di ikuti Dokter lain.
Keadaan terlihat kisruh saat Refal sudah hilang kendali mendengar keadaan sang istri yang masih belum tahu tindakan pendonoran Jantung ditambah kabar anaknya yang sedang tidak baik baik saja.
" Baby... ini ayah,maafin ayah nggak bisa jaga kamu juga bunda." Ucap Refal Lirih penuh kepiluan.
Semenjak dilahirkan sang putri memang belum di adzani akhirnya Refal mengadzani sang putri.
Pilu itu yang terdengar telinga setiap orang mendengar tangisan Refal.
Oek.. Oek.. Oek...
Bayi mungil itu menangis,, namun.. langsung diam lagi. dokter anak pun bertindak
" Tuan,,bisa bicara dengan baby...Ikhlaskan baby nya.. " ucap Dr. Diah selaku dokter anak.
Refal tahu arti kata-kata Dr. Diah ,anaknya yang tak berdosa.
__ADS_1
" Devanie Ayudisha Kesuma..itu kamu nak,, ayah ikhlas jika kamu mau pergi,, ayah nggak ikhlas jika kamu harus lebih lama tersiksa nak.. maafin ayah,, maafin ayahmu ini nak.,, Anak syurga ayah sama bunda ayah ikhlas Disha ayah ikhlas.." ucap Refal dengan tangis pilu.
Dr Diah membuka semua alat yang menempel di tubuh kecil itu, dan membiarkan Refal untuk menggendongnya dan menciumnya,, begitu pun Papa Angga dia menyaksikan cucu pertamanya taiada,, pukulan terberat bagi sng putra dan keluarganya,, Firman pun ikut menggendong Baby Disha.
" Sayang,, maafin Om.. nggak bisa buat kamu selalu sama bunda,, tapi.. Om janji sekuat tenaga Om menyembuhkan sakit Bunda Disha.. Insyaallah kamu anak syurga untuk bunda kamu nak.. " ucap Firman dengan mencium putri kecil Arini.
Refal kembali menggendong putrinya, dan akan membawa nya ke sang istri untuk terakhir kali.
Saat Refal didampingi Firman membawa Baby Disha,, semua histeris setelah papa Angga memberitahukan putri Refal dan Arini sudah tiada.
Refal masuk keruang ICCU melihat belahan jiwanya terbaring tak berdaya,setelah berjuang melahirkan sang putri walaupun takdir berkata lain. Arini masih harus berjuang untuk kesembuhannya.
" Sa_yang,,maaf,, maaf,, maafkan aku,, ini Disha putri kita,,kita harus mengikhlaskan dia,, Disha mau cium bunda ya.. nak,, ayah tolongin yaa... Firman tolong. " Ucap Refal terbata karena air matanya masih mengalir deras.
Firman dengan menahan kepiluan,, mengabadikan Saat-saat terakhir baby Disha harus berpisah dengan sang bunda.
Setelah dirasa cukup dengan cepat mengambil baby Disha untuk segera di sucikan.
Dengan mata sembab dan juga terlihat sosok Refal yang menyedihkan. Oma sudah berkali-kali pingsan,, Mama Dewi tak henti-hentinya menengis, Kia pun sama,, tambah Orang tua Arini yang baru datang dan mendengarkan penjelasan dari papa Angga. Mak Dijah berkali kali jatuh pingsan melihat cucunya yang meninggal dan juga sang putri yang masih bertaruh nyawa.
Hari itu juga Baby Disha di kebumikan. Berita meninggalnya putri dari pengusaha sukses pewaris Kesuma Group tentunya cukup mengejutkan,, karena pernikahan Refal tak tercium media.
Mendung menyelimuti pemakaman Baby Disha,, dengan mencoba tegar Refal membopong tubuh kecil sang putri yang tak bernyawa,yang terbalut kain kafan di tubuhnya. Sakit itu yang dirasakan Refal dengan kenyataan ini. Sang putri yang di nantikan kehadirannya telah tiada.
Setelah selesai acara pemakaman Disha,, Refal masih banyak diam sementara Arini di jaga oleh Sofyan ayah dan juga ibunya.
Refal tenggelam dalam lamunan yang memutar memori kenangan waktu sebelum peristiwa itu terjadi. Dia dan Arini masih komunikasi dengan Disha di dalam perut Arini,, masih bisa merasakan lincahnya pergerakan Disha dalam perut sang bunda
Namun,,mendadak dia teringat dengan perkataan Firman jika Arini sengaja di tabrak oleh seseorang,, mengingat itu tangan Refal mengepal dalam hatinya bersumpah akan menemukan orang di balik kecelakaan Arini.
__ADS_1
Bersambung