
Haii...readers ku tersayang...
Ada yang nanya begini :
Judulnya 7 Hari Mencintaimu kok sudah lebih dari 7 Hari Menikah belum ada perkembangan soal hubungan.
Jadi, begini..mingkin banyak pembaca disini juga berpikir apa ini cerita soal mencintai Pasangannya dalam waktu 7hari menikah?
Author hanya bilang ikuti alurnya, kalau gampang ketebak pasti nggak seru kan??
bener apa bener??
Kalau yang nanyain jawaban kenapa di kasih judul 7 Hari Mencintaimu.
Salah satu jawabannya ada di episode ini...
Dan ada banyak persepsi tentang 7 Hari Mencintaimu..
Tapi, banyak juga jawaban yang othor mau sampein dari pihak Arini dan juga pihak Refal.
Kali ini kita kasih jawaban dari pihak Arini yaa...
Cus... ✈✈✈
Ikuti kisahnya..
Jangan pundung sama Othor lho.. nggak bagus pundungan.. 😂😂😂
.
.
.
.
Back Cerita...
Empat puluh menit mereka sampe di sebuah rumah dengan design modern dan di samping kanan kirinya berderet bangunan lain menempel di rumah utama.
Refal dan Arini keluar dari dalam mobil dan sedikit mebenarkan baju mereka sedikit kusut.
Refal memandang sekitar rumah Rizal yang tadinya pekarangan kosong sekarang terbangun deretan petakan rumah tinggal.
" Lho katanya rumah baru kok..
" Emang bang Ijal ngomong gimana ke kamu? tanya Arini mendekati Refal
" Dia bilang tasyukuran bangunan baru di samping rumahnya."
" Maksud nya bang Ijal itu, dia punya beberapa puluh kontrakan baru dan lebih tepatnya, ini syukuran buat buka usaha bang Ijal jadi juragan kontrakan,tuh...banyak banget kan? " ucap Arini menunjuk bangunan di sekitar rumah utama yang memang bangunan itu menyatu satu blok dengan rumah utama.
" Hahh.. juragan kontrakan? serius dia? " tanya Refal lirih.
__ADS_1
" Kenapa nggak serius, ini bisnis yang menjanjikan lho.. apalagi di belakang sana nantinya akan ada pabrik, pergudangan dan juga pusat bisnis lainnya, pasti prospek nya bagus." terang Arini
" Kamu tahu banyak soal bisnis properti? "
" Nggak juga, hanya pemikiran orang kampung aja. Lagian kamu kan yang arsitek dan kamu juga yang Sarjana Bisnis bukan aku,kalau aku hanya seorang karyawan toko roti, sama istri yang nggak dianggap sama suaminya.Nggak ada hebat-hebatnya soal bisnis."
Ucapan panjang lebar Arini membuat Refal memandang istrinya itu dengan intens dan ada rasa tak nyaman saat Arini membahas soal strata pendidikan dan juga status pernikahan mereka karena Refal sadar dalam tiga bulan ini Refal sengaja menjauhkan diri dari Arini, supaya Arini tak pernah berharap lebih dengan hubungan pernikahan mereka.
Egois itu yang di dalam otak Refal sekarang, istrinya itu tak pernah protes apapun yang dia lakukan.
Mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah besar itu dan mencari si empunya rumah.
" Woowww...brother akhirnya dateng juga, kirain nggak dateng.
Maklum lah kan acara orang kampung." ucap Rizal merendah.
" Apaan sih, pasti dateng lah.. masa sahabat sendiri punya hajat aku nggak dateng."
" Alhamdulillah, hai.. nyonya apa kabar..thank's you support nya buat hidangan hari ini, roti-roti punya Toko Sofia ludes tuh.. "
Ucap Rizal menunjuk stant makanan yang ada label " Roti Sofia " kosong tak ada sisa.
" Bang Ijal bisa aja, kalau Jeje nggak ngomong juga aku nggak tahu lho.. ngomong-ngomong selamat bang, keren.. bisnis begini buat orang betawi wahh bisa turun temurun." puji Arini
" Bisa aja kamu Rin, yah.. babe gw pengen lihat hasil kerja gw.. dari pada tanah ngejogrok kaga kepake, akhirnya final kita bangun beberapa lagi buat nambahin bisnis kontrakan ,laki lo tentang acara gw, padahal gw bilang ke dia seminggu sebelumnya ..? " tanya Rizal.
Arini hanya menaikkan bahunya dengan cuek nya.
" Parah loh Fal !!" umpat Rizal "Katanya lo mau kenal orang tua gw Rin.. noh si tiga gesrek ada disana.. yuk masuk.. " Ucap Rizal menunjuk tiga sahabat Arini yang sedang ketawa-ketawa bersama pasangan paru baya.
Kedua orang yang baru datang itu mengucapkan salamnya.
" Wa'alaikum salam.. "
Jawab semua yang sedang bercengkerama dengan begitu asiknya.
" Akhirnya penganten lawas kita dateng juga." ucap Ayu
" Beh, Nyak... " sapa Refal menyalami kedua orangtua Rizal.
" Itu, pasti Arini.. " tebak ibu dari Rizal
" Iya nyak.. ini Arini istri Refal, kenalin Rin.. " ucap Refal menarik Arini sedikit supaya lebih dekat dengannya.
" Saya Arini bu, pak.." ucap Arini sopan dengan menyalami ibunya Rizal dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada seraya mbungkukkan tubuhnya pada ayah Rizal
Arini menyalami bercipika cipiki dengan sahabatnya dan menangkupkan kedua tangannya seperti yang dia lakukan pada ayah Rizal.
" Nak Arini, nyak sama babe ucapin terima kasih banyak kiriman kuenya,banyak yang suka.. maaf nih, nyak tadi ngasih tau lokasi toko kue Sofia ke yang dateng kemari." terang Nyak Ropiah yang biasa di kenal dengan Nyak Piah.
" Wah.. makasih banyak nyak, malah Arini seneng enyak kasih tahu orang-orang otomatis nanti toko Arini tambah pelanggan." ujar Arini dengan senyuman lebar.
Mereka terlibat dalam obrolan seru dan banyolan-banyolan khas betawi yang buat Aruni dan para sahabatnya tertawa lepas.
__ADS_1
Disisi lain, Rizal duduk di kursi lain bersama tiga sahabatnya yang tak jauh dari keberadaan Arini Cs
" Fal, lihat deh.. Arini itu wanita baik.. lo yakin kalau lo bakal lebih lama nyiksa dia dalam hubungan atas nama pernikahan.Kalau menurut gw ini nggak adil buat Arini, dia berhak untuk dapet yang terbaik." ucap Tommy.
" Maksud lo? " tanya Refal dengan memicingkan matanya.
" Lepasin dia, kalau lo nggak pernah cinta sama dia.. biar orang lain yang membahagiakan dia." ucap Tommy
" Maksud lo, gw lepasin dia dan lo siap mungut dia buat pemua* lo doang gitu ,dan nggak ada bedanya lo sama gw nyakitin dia." ucap Refal dengan nada sedikit meninggi
" Dari pada lo nggak apa-apa in, lo nggak pernah sentuh, nggak dianggap, dan dianggurin kayak pajangan di pojokan rumah lo itu." ujar Tommy dengan senyum miring.
" Jangan pernah berpikir kalau lo akan ambil Arini dari sahabat lo sendiri." ucap Refal kesal.
Tommy berhasil memprovokasi Refal dan benar saja Refal beranjak dari duduknya dan mendekati Arini dan berbisik pada Arini, dan tak lama Refal pamitan dengan kedua orangtua Rizal dan langsung menarik Arini pergi tanpa berpamitan dengan para sahabatnya.
Arini yang di perlakukan sedikit kasar oleh Refal hanya bisa meringis kesakitan,karena pergelangan tangan nya yang terasa di cengkram kuat oleh Refal.
Saat di jalan Refal membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Arini sedikit panik.
" Stop.. !!! aku bilang stop mas, atau aku loncat dari mobil !!" terialk Arini dengan sebuah ancaman.
Refal mendengar teriakan Arini sedikit terkejut dan menoleh sekekap ke arah Arini yang terlihat wajah Arini memucat.
Refal menurunkan kecepatan laju mobilnya.
" Minggir.. Minggir kataku..!! " pekik Arini.
Refal dengan cepat menepikan mobilnya dan memukul stir saat mobil itu berhenti di tepi jalan.
" Buka, buka pintunya.. biarin aku naik taxi.. dan silahkan kamu mau mati juga terserah." ucap Arini dengan wajah yang terlihat marah.
" Apaan sih, siapa yang mau mati.. ohh..kalau aku mati kamu mau nikah sama Tommy gitu? " tuduh Refal
" Hahh.. nikah sama bang Tommy, kamu gil* ? suami aku masih hidup, kamu bilang aku mau nikah sama bang Tommy bukan nya kamu yang mau nikah sama Dinda pujaan hati kamu itu, mau poligami? Sebelum itu kamu ceraikan aku baru terserah kamu mau ngapain, aku nggak peduli !!"
" Siapa yang mau cerai sih, dan siapa yang mau poligami.. dan sekarang kenapa kamu bawa Dinda segala, aku sama Dinda belum ada omongan nikah juga." jawab Refal dengan rasa kesal dengan omongan Arini yang bilang soal perceraian
" Terus aku ini apa, pajangan,istri nggak pernah di sentuh bahkan tidak pernah dianggap, aku jadi mikir....,
Ucapan Arini menggantung membuat Refal memicingkan matanya
" Kamu mikir apa? " tanya Refal meyipitkan matanya.
" Kamu sebenernya nirmal nggak sih, yah.. secara.. kita sudah tiga bulan satu bumbung,satu kamar, satu tempat tidur bahkan satu selimut, sebenrnya kamu mampu...
" Heiii... jangan seenaknya kamu nuduh aku nggak mampu buat kamu itu hamil yaa.. aku nggak mau lebih dalam nyakitin kamu,karena aku masih..
"Oke, gini aja.. aku cuma ingin kamu memberiku 7hari mencintai kamu, mencintai suamiku, syurga ku.. dan aku ingin menjadi istri kamu dalam 7hari, dalam tujuh hari itu diantara kita nggak ada rasa cinta kamu bisa ceraikan aku, karena terus terang aku lelah dengan semua ini, dan aku nggak akan pernah lagi berharap lebih dengan rumah tangga kita akan terus setelah ini. Gimana? sanggup, aku nggak ingin kamu lebih banyak berbuat dzolim sama aku mas, dan jangan jadi suami dayus dan aku nggak mau jadi istri yang nusyuz juga .."
Ungakapan hati Arini membuat Refal tersadar,apa dia selama ini dia sudah menjadi suami yang dayus terhadap istrinya?
Dan Arini, setahu Refal istri yang baik bukan istri yang Nusyuz seperti apa yang Arini. katakan.
__ADS_1
Bersambung