
Awas Bikin Emosi..!!!
Arini sudah sangat lelah menunggu kepulangan Refal sampai akhirnya dia tertidur di sofa ruang tamu.
Jam lima pagi Arini terbangun,dan mengedarkan pandangannya ,yang pertama dia lakukan adalah memastikan suaminya sudah pulang. Namun, dengan rasa kecewa dan khawatirnya dia bergegas untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.
Setelah sholat subuh, Arini mencoba untuk menghubungi ponsel Refal namun, lagi-lagi masih tak aktif. Tiba-tiba sebuah pesan masuk di ponsel Arini.
Pesan yang dikirim oleh nomer yang tak di kenal. Bukan apa-apa di pesan hanya dikatakan jika ingin bertemu Refal suaminya Arini bisa datang ke alamat yang di cantumkan oleh pelaku, pesan itu membuat jantung Arini berdebar kencang, namun...sebisa mungkin Arini menenangkan dirinya.
Dengan gerak cepat Arini berganti pakaian dan masih dengan wajah polosnya tanpa make up Arini keluar dari apartemennya dan menuju pos jaga,disana ada mang Eman yang terlihat baru keluar pos.
" Mang Eman, udah selesaikan jaganya? " tanya Arini pada sosok laki-laki paruh baya di depannya.
" Sudah Rin, kenapa kok kamu kelihatan nggak tenang gitu,ada masalah? "tanya Mang Eman menjadi khawatir melihat Arini.
" Mang bisa antar Arini ke alamat ini, Arini takut mang.. " Arini memberitahu alamat yang dia dapat di ponselnya.
" Ini mah tau mamang, ayo mamag anter.. " ucap Mang Eman.
Akhirnya Arini di antar oleh mang Eman dengan motor matic milik mang Eman, di dalam perjalanan Arini hanya bisa berdoa semoga semua baik-baik saja.
Dengan rasa tak enak hati, Arini menulis pesan pada sahabat Refal dan juga para sahabatnya untuk meminta bantuan mereka menyusul ke alamat yang Arini dapat.
Sekitar empat puluh menit Arini dan mang Eman sampai di alamat yang dituju.
" Rin, kamu nggak papa? kenapa Tuan Refal disini? kalian sedang bertengkar? " tanya Mang Eman pada Arini, dan Arini hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Ayo mang, kita ke sana " ucap Arini menunjuk seorang yang ada di balik meja kerjanya.
" Pagi bu ,ada yang bisa kami bantu? " tanya wanita yang menyapa ramah Arini dan Eman.
" Maaf mba, saya mau ada keperluan.. dan saya di berikan pesan ini untuk bisa mendapat akses." ucap Arini dengan jantung yang kian lama berdetak kencang.
" Baik,silahkan bisa ikut karyawan kami.. " wanita itu menunjuk kearah seorang pria yabg stanby di stant lain.
Arini akhirnya mengikuti pegawai itu, di sampingnya mang Eman yang masih setia menemani Arini.
" Ya Allah gusti... akan ada masalah apa ini, semoga Arini dan Tuan Refal baik-baik saja." batin Mang Eman.
Mereka sampai di depan sebuah pintu, dengan hati yang bergemuruh dan jantung yang berdegub kencang Arini hanya bisa bet istighfar dalam hatinya.
" Arini.. " seru seseorang dari belakang
" Kalian? " ucap Arini melihat para sahabat nya juga sahabat Refal berkumpul.
" Kenapa Refal kesini Rin? " tanya Rizal bingung
" Entahlah, tadi aku cuma dapat pesan dan isonya alamat dan ini pesannya.
__ADS_1
" Maaf membuat mu khawatir ,jika ingin bertemu dengan Refal pergi ke alamat ini.. "ucap Tommy dengan membaca pesan di ponsel Arini.
" Buka " ucap Tommy pada petugas
Dengan cepat petugas itu membuka pintu kamar itu.
Tommy yang pertama masuk ke dalam kamar itu dan berteriak.
" Refal... bangun lo, Anj*ng lo.., brengs*k bangun..!!" teriak Tommy seraya menarik seseorang yang sedang terlelap dalam tidurnya.
" Aahhhsssttt..." Ringis Refal saat tubuhnya jatuh dari tempat tidur.
" Hehhh... Anj*ng apa yang lo lakuin di disini..?!!" teriak Tommy lagi dengan mendorong tubuh Refal menghimpit tembok.
Refal dengan menatap Tommy dengan tatapan bingung. Dan meneliti tempat dimana dia berada.
Cklek..
" Ada apa ini?!! " ucap seseorang yang keluar dari kamar mandi
" Sonya..? " gumam semua orang
Arini yang sedari tadi hanya berdiri diambang pintu masuk kamar itu ,dia menyingkirkan tangan Ayu yang sempat menghalangi langkah Arini untuk masuk.
" Arini..?!!" gumam Refal masih dengan pikiran yang terus berputar.
Arini menatap tajam sosok Sonya yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan Bath robes melekat di tubuhnya dengan wajah dan senyum mengejek. ?
Plak..
Plak..
" Rin...
" Stop... diam kamu di situ !! seru Arini menghentikan gerakan Refal. " Bang Tommy dan semua bisa keluar, ini urusan kita bertiga.." ucap Arini
" Tapi Rin..
" Please, ini aib Rumah Tangga saya... " ucap Arini sontak membuat Refal menatap nanar ke arah Arini.
Tommy dengan berat hati meninggalkan kamar itu di ikuti yang lain, bukan pergi jauh dari kamar itu cuma di depan pintu kamar tersebut untuk jaga-jaga.
Arini menatap tajam kearah Refal, dan juga menatap Sonya .
Rasa yang begitu sakit didalam hatinya, kini di depan matanya sosok laki laki yang berstatus masih sah menjadi suaminya bertelanj*ng dada dengan jejak merah menghiasi tubuhnya dan wanita dihadapannya pun dengan kondisi tubuh yang sama.
" Menjijikkan..,apa maksudnya kemarin kamu dengan lantangnya menolak dia, dan sekarang..
" Rin, ini nggak seperti yang kamu bayangkan." potong Refal dengan melangkah maju ke arah Arini.
__ADS_1
" Emang iya, setiap laki-laki yang ke pergok selalu saja mencari pembenaran, dan kamu..! , wanita macam kamu, tak punya harga diri sedikitpun kamu..?!." ucap Arini dengan dada yang bergemuruh terasa sesak di dadanya.
Arini berbalik menatap tajam kearah suaminya. Wajah sedih Refal terlihat jelas di mata Arini, namun.. hati Arini sudah merasa marah dan kecewa.
" Rin, percayalah.. aku nggak tau.. tiba-tiba aku disini..seingat aku semalam ke toilet dan baru keluar dari toilet tiba-tiba ada yang pukul aku dan seterusnya aku nggak sadar, trus Ketika aku bangun Tommy mukul aku dan kamu disini juga aku bingung Rin.. percaya sama aku." ungkap Refal berusaha meraih tangan Arini namun, Arini menepisnya terlebih dulu.
" Kamu bilang nggak sadar kesini, trus kenapa harus ada tanda menjijikan itu pada tubuh kalian."
ucap Arini geram dengan menekan dada Refal yang terdapat beberapa tanda kissmark yang terlihat jelas.
" Demi Allah Rin.. aku nggak ngelakuin sama dia percaya Rin, aku melakukannya hanya sama kamu.. orang yang aku sayang, yang halal buat aku.. dan aku mencintai kamu Rin.. hanya kamu..!! " ucap Refal dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Bohong..!! Bohong kamu, jangan ngomong bawa-bawa Allah mas, tapi..kamu itu tipu,, kamu nggak pernah cinta sama aku, kamu nggak pernah anggap aku ada mas..!! " teriak Arini dengan air mata yang sudah berderai
Rasa sakit dihatinya sangat dalam. ungkapan cinta Refal pun tak ada gunanya.
" Aku nggak bohong Rin, aku cinta sama kamu jauh.. sebelum kita menikah, sejak awal aku bertemu dengan kamu di depan toilet restaurant itu.Ternyata aku sudah menaruh hati padamu, setiap hari aku akan melihat kamu dari dalam mobil setiap kamu mau masuk kerja.. walaupun kamu juga ada cinta lain aku tetap ingin melihat kamu, senyum kamu sebagai penyemangat aku .
Setiap hari aku ngajak sahabat ku makan di restoran itu hanya demi untuk melihatmu.. aku selalu rindu dark Chocolate dan kopi buatanmu, sungguh.. aku nggak butuh 7Hari mencintaimu Rin.. di hari pertama melihatmupun aku langsung jatuh cinta padamu.. " ungkap Refal dengan mata yang sudah mengembun.
" Kenapa harus bohong sebagus itu mas, kenapa? ucap Arini dengan senyuman kecutnya
" Sumpah demi hidupku Rin.. aku sangat mencintai kamu, namun.. aku takut salah mengartikan cinta ku ini Rin.. " ungkap Refal yang terlihat frustasi.
" Wowww...trus ini apa?" Ucap Arini dengan menunjukan sebuah rekaman..
Refal melihat nyalang pada sosok yang sedari tadi diam dan memperhatikan drama Rumah tangga Refal dan Arini, hanya ada rasa puas di hatinya berhasil memprovokasi semuanya.
Refal melangkahkan kakinya mendekati Sonya dan tiba-tiba mencek*k leher wanita itu.
" Wanita biad*b...maksud lo apa, gw tahu ini semua ulah lo.." bentak Refal dengan masih mencek*k leher Sonya.
" Re.. fa.. fal... lep.. pas...!! " ucap Sonya dengan terbata-bata.
" Masss..lepas.. bisa mati dia.!!!" pekik Arini berusaha melepas cekik*n tangan Refal dari leher Sonya namun sia-sia.
" Biar dia mati.. nggak akan aku biarkan dia seenaknya menghancurkan hidup ku lagi..!!" teriak Refal dengan mata yang sudah memerah
" Mas.. Istighfar...!! teriak Arini berusaha melepas tangan Refal. " Tolong, tolong.. tolong bang Tommy..!!! " teriak Arini
Dan benar saja Tommy dan yang lain, masuk dan betapa kagetnya melihat Refal yang sedang mencek*k Sonya.Sedang Sonya yang sudah lemas tak berdaya.
Dengan cepat Tommy dan yang lain menarik tubuh Refal dan menolong Sonya. Rizal memerintahkan Sonya untuk di bawa Rumah Sakit. Sementara Refal sudah frustasi dan terlihat sangat kacau dengan apa yang terjadi pagi ini.
Akhirnya para sahabatnya membawa Arini dab Refal ke rumah besar dan menceritakan apa yang terjadi pagi itu.
Oma sangat marah dan kecewa mendengar apa yang di lakukan Refal pada Arini,walaupun ada pembelaan dari Refal jika dia tak melakukan apapun, akhirnya Oma mutuskan untuk sementara Refal di larang bertemu Arini sebelum membuktikan penjebakan yang keterlibatan Sonya.
Bersambung
__ADS_1
Maaf bab ini aku bingung