
Pagi Hari Refal berada di ruang ICU memastikan keadaan istrinya, di depannya kini terlihat perawat sedang sibuk melepas alat-alat medis yang menempel pada tubuh Arini.
Setelah melewati beberapa tahap pasca operasi,, dua hari berada di ruang ICU hari ini Arini di pindahkan ke ruang rawat biasa karena memang dalam dua hari di ICU Arini menunjukkan kemajuan setelah melalui pemeriksaan, Arini di pindahkan ke ruang rawat untuk menjalani pemulihan selama kurang lebih dua minggu di ruang rawat sebelum diijinkan pulang.
Setelah pulang pun dia akan kembali ke rumah dia tetap menjalani pemeriksaan melalui cek up rutin selama satu sampai dua bulan di lakukan selama seminggu sekali untuk memastikan baik atau tidaknya jantung baru yang ada di tubuh Arini.
" Kita pindah ke ruang rawat yaa.. Rin" ucap Dokter Kinan yang memang sudah akrab dengan Arini
Arini dengan tanpa suara hanya mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Kinan.
" Are you okey? " tanya Refal yang setia mendampinginya.
" Hemm.. " balas Arini dengan senyum tipis nya.
Arini di bawa oleh empat orang perawat dan Kinan sebagai Dokter spesialis Jantung dan Refal mengekori bed yang membawa tubuh Arini.
" Sampai." Ucap Refal yang langsung membuka pintu ruang rawat Arini.
Tiba-tiba muncul Para sahabat mereka juga keluarga mereka menyambut Arini saat masuk ke ruang rawat.
" Selamat kembali Arini. " ucap Ayu yang terlihat menatap haru sahabatnya yang masih terbaring lemah di atas brangkar.
" Menantu mama,,kesayangan kami semua,,akhirnya bangun juga ,,gimana kondisi kamu sayang? " tanya Mama Dewi pada menantu kesayangannya.
" Baik ma.. " jawab singkat Arini
" Syukurlah kami senang mendengarnya." ucap Mama Dewi lagi.
" Semangat sembuh yaa.. ndok,, mak sama Abah nggak bisa liat kamu kayak kemaren.. kami nggak sanggup kalau hal buruk menimpa kamu,, jadi semangat buat sembuh." ucap Mak Dijah.
" Mbak Jenar sama siapa mak,, kasihan punya bayi kecil soalnya kan?" ucap Arini dengan masih memikirkan sang kakak
" Kamu jangan khawatir,, ada mak nya Ayu yang menemani mbak yu mu,, trus mungkin lusa kami juga akan kembali ke Jogja,, nggak popo kan ndo'?" tanya Mak Dijah
__ADS_1
" Nggak papa Mak,, disini masih banyak yang tungguin Arini,tapi..kalau mbak Jenar kasihan kan.. " ucap Arini dan diangguki sang ibu.
" Gimana,, suka nggak ada mereka disini,, kejutan mas berhasil dong? " tanya Refal
Arini melihat ruangan rawat yang di tempatinya sekarang terlihat banyak balon dan tempelan yang terlihat meriah.
" Suka mas,, tapi ada satu yang kurang.. " ucap Arini dengan sedikit terlihat kecewa.
" Mas nggak bisa bawa Disha kesini,, coba bener ada Disha pasti aku lebih suka.. mas,, aku pengen cepet ketemu sama anak kita." ucap Arini dengan wajah terlihat bersedih
Deg
Refal yang mendengar penuturan Arini tentu saja seperti terhujam belati yang sangat tajam di dada nya, masih menyisakan sakit dan penyesalan dalam dadanya.
" Na_nanti kita ketemu Disha,, sekarang kamu harus jaga kondisi kesehatan kamu,, supaya cepat kembali kerumah." ucap Refal.
Hanya bisa diam,, tak menjawab ucapan suaminya itu. Namun,, tanpa Arini tahu semua yang ada di ruangan itu menahan air mata mereka saat Arini menanyakan Disha sang putri.
Setelah Arini mengonsumsi obat yang di berikan dokter tak berselang lama Arini terlelap.
Kini semua orang sudah keluar dari ruang rawat Arini, mereka akan pulang dan meneruskan pekerjaan dan kegiatan mereka, sementara di dalam ruangan ada Abah dan emak yang menjaga Arini yang nantinya akan di gantikan oleh Refal saat malam hari.
" Fal,, kamu belum kasih tahu soal Disha? " tanya Oma.
" Belum Oma,, Refal menjaga kesehatan Arini membaik dulu, rencana Refal setelah pulang,, Refal mau bawa Arini ke Makam Disha dan Firman." ungkap Refal pada sang Oma.
Oma dan yang lain mendengar ungkapan Refal mereka hanya bisa manggut manggut mengerti tujuan Refal.
" Bagaimana dengan orang yang sudah mencelakai Arini? " tanya Papa Angga dengan wajah terlihat menelisik.
"Dia sudah aku serahkan pada Uncle Jo Pah." jawab Refal
" Jonathan,, kamu masih bergabung dengan mereka Fal,, Oma mohon jangan terlal dalam untuk masuk kesana,, kamu punya keluarga,, apalagi jika Arini nanti hamil lagi. Jangan sampe keluarga kamu yang jadi sasaran ulah kamu." Ucap Oma Sukma memandang wajah Refal dengan khawatir.
__ADS_1
" Jangan khawatir Oma,, semua sudah Refal antisipasi sekarang,, setelah menikah dengan Arini pun Refal nggak langsung terlibat dengan mereka,, cuma karena orang itu sudah keterlaluan makanya Refal yang ambil tindakan." ucap Refal.
" Jangan bilang kamu..
" Tenang Oma,, aku bukan pembunuh,, tapi.. siapapun yang berani mengusikku aku pastikan di mendapat siksaan dar Refal dulu." ucap Refal dengan wajah yang mulai mengeras.
Tommy yang sadar akan perubahan Refal akhirnay mengajak semuanya pulang.Merekapun akhirnya pulang kerumah untuk istirahat.
Malam hari Refal menggantikan mertuanya untuk menunggui Arini di Rumah Sakit. Refal tadi siang pulang ke rumah basar,,Oma nya menyuruhnya istirahat,, karena tahu jika cucunya tak baik-baik saja,, walaupun terlihat Refal yang terlihat tenang namun,, Oma tau ada luka yang dalam di hati cucunya itu.
" Sayanggg.. " panggil Refal saat masuk ke ruang rawat Arini
" Kamu sudah dateng mas,,maaf buat kamu harus bolak balik begini,,kerjaan kamu gimana? " tanya Arini dengan memandang wajah Refal dengan khawatir
" Jangan khawatir soal kerjaan aku,, semua sudah di bereskan." ucap Refal menenangkan sang istri
" Pasti Mila susah payah atur scedule kamu." ucap Arini
"Kok Mila sih,, Kalina yang buat scedule buat aku sayang,, Mila sudah nggak kerja lagi di kantor." ucap Refal jujur.
" Kok bisa,, kenapa? apa sudah dapet kerjaan yang lebih baik ,,tapi.. kalau perusahaan sebesar Kesuma Group saja dia keluar berarti ada yang lebih hebat dari Kesuma Group dong." ucap Arini
Mendengar ocehan Arini membuat Refal terkekeh karena melihat Arini yang bawel sudah mulai kembali.
" Kenapa mas malah ketawa,, ada saingan bisnis besar dong mas... kok malah ketawa in aku." ucap Arini dengan mengerucutkan bibirnya.
" Ya ampun sayang,,, aku tuh seneng lihat Arini ku yang bawel sudah kembali,,jangan pernah sembunyikan apapun dari mas setelah ini,, kalau kamu marah sama Mas ungkapkan,, kalau mas salah arahkan dengan baik. aku nggak ingin kamu ninggalin aku,, aku takut kehilangan orang yang selalu buat aku gila.. " ungkap Refal menatap Arini dalam
" Ada apa dengan mas Refal terlihat dia menyembunyikan sesuatu,, mata ini terlihat berbeda...ada apa dengan suami ku Ya Allah." batin Arini
Arini yang sedari tadi memerhatikan mata suaminya mendadak merasakan sakit di hatinya,, tatapannya penuh dengan kekhawatiran ,,apa begitu ketakutannya Refal untuk kehilangan sosok Arini disisihnya.
Bersambung
__ADS_1