
Refal masih mengamati sekitar tanah pertanian yang terbentang luas di sekitarnya.
" Abah, apa ada aliran sungai dekat sini? "tanya Refal
" Ada dibawah sana,, apa kamu mau lihat? " kata Abah.
" Boleh." jawab Refal dan abah pun melangkah lebih dahulu tempat yang mereka tuju.
" Ini ada selang buat apa? " tanya Refal saat melihat selang yang melintang.
" Itu tadinya buat nyelang air buat di alirin ke sawah Fal." ucap Sofyan
" Seharusnya kita bisa buat kincir air dan kita bisa manfaat kan untuk aliran air buat irigasi sawah juga buat aliran listrik disekitar kampung, saya lihat sepanjang jalan masuk kampung nggak ada penerangan, hanya ada penerangan dari rumah warga. " ucap Refal dengan menerangkan tujuan membuat kincir air.
" Itulah nak, pernah ada anak KKN dari mahasiswa pertanian, juga menyarankan begitu tapi, untuk dana.. desa nggak menyanggupi karena butuh dana banyak, Juragan Karman juga nggak bisa bantu banyak sebagai donatur tetap untuk kegiatan desa." ucap salah satu petani.
Refal memijit pelipisnya yang terasa sedikit pening.
" Begini saja, tolong bantu saya untuk koordinasi dengan pihak desa, dan apa disini ada pemuda Karang Taruna aktif,, jika ada nanti saya minta Pak Agung, Pak Satyo juga bang Sofyan koordinasikan dengan pihak terkait dan nanti sampaikan pada saya, dan saya usahakan apa yang di perlukan bisa cepat terealisasi, dan saya minta untuk kesediaan Abah untuk menjadi penasehat pihak saya juga abah sudi untuk memberikan tempat untuk kita bicarakan hal ini mungkin bisa nanti malam untuk datang ke rumah abah Rahmat.untuk mambahas lebih lanjut apa yang kita rencanakan di sini." ucap Refal dengan menerangkan secara tidak langsung ingin menjadi bagian mereka.
" Baiklah.. nggak masalah kalian nanti malam, undang yang punya sawah di block kita ke rumah saya untuk membahas apa yang kita bicarakan dengan menantu saya." ucap Abah Rahmat.
.
.
Sementara di rumah yang paling terlihat mewah yang biasa di panggil Juragan Karman,sedang marah akibat kabar yang di sampaikan anak buahnya.
" Kurang aj@r bisa-bisa nya dia lancang mau sok pintar dengan ku!!" ucap Juragan Karman dengan keras di hadapan anak buahnya.
__ADS_1
" Bakti kamu tahu siapa dia? " tanya Istri Juragan Karman.
" Dia suami Arini anak abah Rahmat juragan." ucap Bakti
" Abah Rahmat, suami Arini.. ohh jadi dia yang sok sok-an mau jadi pahlawan kampung ini, memangnya dia tidak tahu siapa yang selama ini berpengaruh di desa ini, kamu nggak bilang dia, seenaknya saja ngasih usul, awas aja kalau ujung-ujungnya minta kita buat nyumbang,,jangan di kasih mas.. aku pengen tahu apa sih.. hebatnya suami Arini itu.. " ucap istri juragan Karman yang bernama Suliyani melirik sang suami.
" Suami Arini, aku juga belum pernah melihat suami Arini yang katanya orang kota itu ." ujar Karman
" Begitu beraninya orang kota itu mau menyaingi ku,Arini ..seandainya dulu kamu mau menerima ku ,,tidak akan seperti ini nasib abah mu dan juga warga disini,, ini akibatnya semua karena awal dari penolakanmu." batin Karman.
" Kenapa mas, kamu nggak rela Arini sekarang punya suami orang kota? mau cemburu?" ucap Yani istri Karman.
" Mana ada aku cemburu,nggak usah aneh-aneh,, kita lihat sampe mana suami Arini mampu membuat aliran air buat sawah mertuanya itu." ucap Karman dengan menatap Bakti.
.
.
.
" Wahhh... wangi bener nih kue,, jadi nggak sabar makannya." Ucap Refal saat masuk kedapur.
" Mas yakin sama apa yang akan mas lakukan? " tanya Arini pada suaminya.
" Emang kenapa,,kamu tahu aku bukan orang yang memutuskan sesuatu lalu mundur lagi,itu pantang buat aku." jawab Refal
" Sebenarnya ada apa,, kelihatanya kamu begitu khawatir trus tadi abah sama bang Sofyan juga kelihatanya kaget sama apa yang aku sampaikan di sawah tadi." ucap Refal lagi.
Mak Dijah dan Arini saling pandang.dan terlihat abah masuk dalam dapur setelah selesai memberi makan ayam di belakang rumah.
__ADS_1
" Sebenarnya ada sesuatu yang ingin abah sampaikan padamu,,tapi.. abah harap kamu nggak salah paham apa yang akan abah sampaikan." ucap sang abah.
" Abah..
" Sudahlah, sekarang Refal sudah jadi suami kamu dan pasti dia belum tahu soal kamu di kehidupan sebelum dia kenal kamu." ucap Abah Rahmat menepuh bahu sang putri.
" Sesuatu, soal apa? " tanya Refal dengan mata penuh selidik.
" Ikut abah.." ucap Abah dan akhirnya Refal dan Sofyan duduk di kursi depan abah Rahmat
Abah Rahmat menghela nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Kamu lihat sawah yang ada di blok sebrang sawah kita dan penduduk lain,,itu milik Juragan Karman saudagar padi di sini, dan banyak usaha lainnya seperti peternakan juga dia punya,, tiga tahun lalu, sebelum Arini merantau ke Jakarta dia meminta Arini menjadi istrinya,, dia seumuran dengan kalian..namun,, Arini menolak karena Yani sahabat Ayu juga Arini yang sekarang menjadi istrinya sudah lama menaruh hati pada Juragan Karman,, makanya Arini dengan rela berkorban untuk sahabatnya menolak lamaran Karman,,sejak penolakan Arini..Karman dengan terang-terangan tak suka dengan apa yang di lakukan Arini, semua kesempatan Arini bekerja di wilayah ini di tutup aksesnya, sampai Arini memutuskan untuk membantu Sofyan dan Jenar di tokonya,, masih saja Karman tak puas hati.. banyak yang bilang toko kami menggunakan penglaris,, dan akhirnya toko hampir gulung tikar,, akhirnya Arini memutuskan untuk merantau demi kebaikan keluarga kami dari kejahatan Juragan Karman." jelas Abah Rahmat dengan wajah sedih menceritakan hal itu pada Refal.
" Jadi,,bisa di pastikan semua yang menghambat pembangunan desa pun dia,,baiklah Refal cuma ingin kalian dukung apa yang akan Refal buat Karman sadar siapa dia untuk keluarga ini.. TIDAK ADA APA-APANYA.. " ucap Refal dengan senyum miring penuh rencana.
Arini yang tahu siapa suaminya,, mendadak khawatir tentang warga yang akan tahu siapa suaminya.
" Mass..kamu..
" Kamu keberatan buat aku ngasih pelajaran buat orang sombong macam Karman itu? " tanya Refal menatap Arini
" Nggak sama sekali, cuma khawatir sama kamu saja, Karman punya kuasa di daerah sini dan banyak anak buahnya serem-serem mas.." jawab Arini memberikan alasan.
" Kita lihat nanti siapa yang akan aku lakukan." ucap Refal.
" Semoga menantuku baik-baik saja,, jelas akan berbahaya untuk dirinya kalau berhadapan dengan Karman." batin abah Rahmat.
" Sebenarnya apa yang akan di rencanakan Refal, sepertinya dia nggak ada takutnya mendengar kekuasaan Karman di sini, semoga saja Refal bisa membebaskan masalah keluarga ini dengan kelicikan Karman." batin Sofan
__ADS_1
Refal dengan gerak cepat mengirimkan pesan untuk tiga sahabatnya. dan memberitahukan Marco dan Geon untuk bersiap membantunya jika ada masalah yang berhubungan dengan kekerasan.
Bersambung.