
Haii para readers tersayang.. sebelum lanjut cerita nya, kalian sudah like bab sebelum nya? kalau belum yuk... like dulu, biar aku tambah semangat.. masih banyak yang akan aku tuangkan dalam cerita ini.
Kalian pembaca setia pasti penasaran kan, cerita selanjutnya? yukkk.. jari kalian tekan 👍 setiap episodenya, dan jangan lupa Vote juga.
.
.
.
Selanjutnya..
Di Happy Club terlihat Tiga sahabat Refal dengan satu orang yang tidak asing dia adalah kaki tangan keempat sekawan itu.Marco pria yang di tugaskan mengumpulkan bukti yang mengusik hidup Refal.
" Hehh.. itu bukannya Dinda? " ucap Bagus saat melihat gadis yang sangat dikenali.
" Wahh.. iya, bener.. dia disini sama siapa." ucap Rizal
" Yah.. cewek kayak dia bisa pergi sama siapa aja." ungkap Marco dengan sinis.
" Wahh.. Refal rugi banyak dong? " ucap Bagus.
" Rugi apa? " tanya Tommy
" Duit lah, dia kan kalau belanja gila-gilaan." ungkap Bagus.
" Nggak akan bangkrut juga kali si Refal." ucap Marco santai.
" Haii... kalian.. sorry gw telat." seru Refal yang baru datang dan bergabung dengan para sahabatnya.
" Woiiiyyyy.. akhirnya lo dateng juga, Fal lihat.. tuh di lantai dance ada Dinda." ucap Rizal tanpa basa basi.
Refal mengarahkan pandangannya pada arah yang di tunjuk Rizal.
Benar, dia bisa melihat Dinda yang terlihat seperti tak terkendali.
Refal dengan senyuman miring akhirnya melangkah mendekati dimana Dinda berada.
" Fal..!! " Tommy dengan cepat berusaha mencegah Refal namun bukan berhenti malah yang ada dia mendapatkan tatapan tajam dari Refal.
Akhirnya dengan rasa berat Tommy membiarkan Refal mendekati Dinda. Para sahabat Refalpun ikut menghampiri Refal.
" Din..!!" ucap Refal seraya menarik lengan Dinda.
__ADS_1
" Fal.. akhirnya kamu dateng, aku tahu kamu nggak benar-benar mutusin hubungan kita kan, Aku tahu kamu masih Refal yang begitu mencintai aku." ucap Dinda yang masih bisa menjaga kesadarannya walaupun minum banyak.
Refal menyeret tangan Dinda ke sebuah private room, diikuti keempat sahabatnya.
" Ada apa kalian ikuti kita? " tanya Dinda melihat kearah empat orang yang paling tak di sukai Dinda.
" Kita cuma mau ngawal lo aja, lo kan cewe.. model class Internasional pula.. kalau lo lecet pasti John akan marah sama gw.." ucap Marco santai
Mendengar penuturan Marco yang menyebut nama John mendadak wajah Dinda menjadi pucat.
" Kenapa? mereka itu, punya tujuan baik sama kamu.. sayang kan, karier yang kamu bangun hancur tiba-tiba kalau wajah kamu itu jadi buruk rupa. Gimana nanti kalau John buang kamu, bagaimana nasib kamu? " kata Refal dengan senyuman mengejek.
" Apa maksud kamu Refal?" tanya Dinda dengan rasa khawatir juga kesal dengan kata-kata Refal.
" Benar kata mereka, aku terlalu bod*h tenggelam dalam kebohongan mu atas nama cinta, asal kamu tahu setahun ini di hatiku sudah tidak ada lagi nama kamu." ucap Refal dengan senyuman tipisnya
" Apa maksudnya Refal, kamu cuma cinta sama aku.. ohhh.. jangan-jangan wanita yang menjafi istrimu sekarang yang sudah menggodamu? " tanya Dinda menatap nyalang kearah Refal
" Hahaha.. mana ada Arini menggoda ku, dia cukup diam sedikit tersenyum pasti banyak orang yang jatuh hati padanya. Wanita seperti Arini tidak bisa disamakan dengan pelac*r macam kamu." ucap Refal suaranya sudah berubah.
" Keterlaluan kamu Refal..?!! " ucap Dinda tak terima
" Kenapa, kamu tahu perasaan bersalah aku sangat besar, saat di Paris aku lebih mementingkan wanita tidak tahu diri macam kamu..sedang Arini,dia begitu baik masih mau pernikahan kita baik-baik saja.Maka dari itu, kesempatan kedua yang di berikan Arini tidak akan aku sia-siakan." ucap Refal dengan menekan dagu Dinda dan menghempaskan nya dengan kasar
" Aawwwssshh.. Refal !!" pekik Dinda
" Kenapa, baru tahu kalau kamu sudah salah menilai aku? " tanya Refal memandang sinis mantan kekasihnya.
" Kenapa kamu tega begini Fal, aku sayang sama kamu..!! teriak Dinda
"Mana ada orang yang sayang sama pasangannya tega menjual di*i pada laki-laki lain, aku sudah tahu kebenaran nya dan harus kamu tahu aku punya semua buktinya." ucap Refal dengan menyalakan laptop yang Marco berikan padanya.
Dinda sangat syok dengan apa Refal dapat, semua perbuatan ilegal Dinda juga bisnis yang di jalani Dinda,menjadi model dengan tarif tinggi namun bisnis sampingannya menjadikan dia wanita penghib*r
Dalam video bukti Dinda semuanya sangat gamblang, apa saja yang dilakukan Dinda selama dua hari lalu di Macau.
" Masih mau mengelak, aku peringatkan pada mu jangan pernah muncup di hadapan ku lagi, kalau tidak.. jangan pernah salahkan aku, karier mu akan hancur dan kau tak akan sanggup membangunnya lagi, pergi dari hidupku.. " ucap Refal dengan wajah yang sudah memerah.
" Ba_baik lah, maafin aku Fal... tolong maafin aku." ucap Dinda dengan penuh penyesalan.
" Anterin dia." ucap Refal pada Tommy
" Semua sudah kelar, gw pamit.. kalau butuh bantuan lo bisa hubungi gw lagi." ucap Marco beranjak dari tempat dia duduk dan keluar meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Kita anterin Dinda.. lo, langsung balik kan? " tanya Bagus pada Refal.
" Iya.. gw ke toilet dulu." ucap Refal. keluar dari ruangan itu.
Sementara Rizal dan juga Bagus mengatar Dinda yang sudah kacau, walaupun sudah cukup mengecewakan, mereka tak mau terjadi apa-apa dengan Dinda, bagaimana pun mereka masih dibilang pernah dekat.
Tommy pamit untuk pergi karena sudah ada janji dengan seseorang.
Refal melangkah ke dalam toilet untuk menuntaskan hajatnya. Setelah sepuluh menit kemudian Refal keluar dari toilet.
Namun, tanpa Refal sadari ada yang ingin berlaku jahat pada Refal.
Tiba-tiba ada yang memukul bagian belakang kepala Refal, dan karena dia tak ada persiapan dia langsung pingsan setika.
" Bawa dia, jangan sampai ada jejak." perintah seseorang.
"Besok adalah hari dimana kehancuran kalian" batin orang di balik kejadian itu.
Di apartemen Arini merasa gelisah, jam tiga pagi Refal belum kembali.
Ponselnya pun tak bisa di hubungi.
" Sebenarnya kamu kemana sih mas, bikin aku khawatir aja.. "gumam Arini mondar mandir di dalam kamarnya.
Dengan rasa khawatir dan bercampur takut. Arini dengan terpaksa menghubungi Tommy.
"Hallo Assalamu'alaikum bang Tommy, ini Rini"
" Wa'alaikum salam, kenapa Rin.. apa ada masalah?
" Bang, mas Refal sama abang nggak yah? "
" Enggak Rin, tadi aku balik duluan karena ada janji lain, tadi sebelum aku balik. . Refal bilang mau ketoilet trus katanya mau langsung balik."
" Ohh.. gitu yah bang, tapi sampai sekarang dia belum pulang bang.. dia kemana yah, aku jadi khawatir."
" Tenang Rin, gini aja.. kamu jangan panik calm down.. coba aku tanya yang lain yaa.. "
" Baik bang, maaf udah ganggu istirahat abang yaa.. "
" Nggak masalah.."
Setelah sekian lama Arini menyudahi panggilannya pada Tommy.
__ADS_1
Rasa takut kehilangan, tiba-tiba menyeruak dalam hati Arini. Entah mengapa Arini tak sanggup membayangkan hal buruk terjadi pada Refal.
Bersambung