7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
#Rekaman Pemakaman Disha.


__ADS_3

Setelah siang tadi kedatangan para sahabatnya Arini masih menimbang apa yang terjadi dengan dirinya,, kenapa dia bisa begitu marah pada Refal.. padahal takdir Allah yang terbaik buat hambanya. Arini mengedarkan pandangannya seluruh sudut kamar lama suaminya.


" Maafin aku mas,, kenapa aku begitu kejam dengan mu.. kamu pasti juga kehilangan Disha sama dengan ku,, kenapa kamu nggak dateng kesini sih.. berusaha bujuk aku gitu.. ihhh..susah memang kalau punya suami minim yang namanya peka." gumam Arini menantap pigura besar yang terpampang di dinding kamar itu.


Arini mengambil air wudhu dan dengan cepat sholat isya.


Setelah selesai dia membuka laci nakas tepat di belakangnya .


Arini meraih ponselnya,, dan mencoba menghidupkannya,,banyak pesan yang masuk di ponselnya terlihat banyak pesan dari suaminya.


" Yang.. aku kangen "


" Yang ,,Sudah tidur? "


" Good morning sayangnya mas... "


" Kamu sehat-sehat ya bun.."


" Ayah berangkat kerja.."


" Mas baru sampe Apartemen.."


" Semoga kamu cepet maafin mas ya.. Rin. "


" Kangen istri sangat menyiksa.


Melihat pesan dari suami nya tiba-tiba mata Arini sudah berkaca-kaca,, dan bahkan kini sudah menangis diatas sajadah dan masih menggunakan mukenanya,, tubuhnya luruh dan berbaring di atas sajadah,, meringkuk memeluk Hp nya.


" Aku kangen mas juga,,maafin Rini mas.. hiks.. hiks." gumam Arini


Ceklek.


Oma Sukma yang mendengar dari bi Siti jika Arini belum keluar kamar akhirnya memutuskan untuk naik ke kamar Refal, mendorong knop pintu dan perlahan masuk ke kamar yang terlihat sunyi. Oma Sukma melangkah menuju samping tempat tidur dan dia terkejut melihat Arini yang tertidur meringkuk diatas sajadahnya dengan wajah yang terlihat sendu,, dan mata pun terlihat sembab.


" Rin,, bangun yuk.. pindah keatas sayang.. " ucap Oma dengan membelai lembut kepala Arini yang terbalut mukenah nya.


" Eemhhh.. " lenguh Arini.


Oma duduk di samping Arini dan mengusap wajah Arini yang masih menutup matanya.


Arini yang mulai terusik mencoba membuka matanya.


" O_oma." ucap Arini terbata,, terkejut melihat sang Oma duduk di sampingnya.


Arini dengan cepat mengambil posisi duduk ,dan memeluk sang Oma.



" Jangan sedih terus,, kamu harus kuat.. kalau kamu lemah gini,, bagaimana sama Refal,, siapa yang mengurusnya nanti, menjaga makan minumnya." ucap Oma Sukma dengan berbicara lebut namun mengena di hati.

__ADS_1


Deg.


" Ya Allah,, maafin Arini mas.. aku sudah lalai mengabdikan diriku pada mu mas.. " batin Arini


Mendengar perkataan sang Oma tentu membuat Arini teringat sosok suaminya yang selama ini telaten mengurusnya,, memperlakukan Arini dengan baik dan sabar. Refal yang biasanya suka berdebat.. saat kemarin di pemakaman,, mendengar perkataan Arini,, Refal hanya diam dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Arini melihat tangan Atini sudah mengepal,, mingkin menahan ledakan emosinya.


" Kamu yakin mau tinggal di Rumah besar,, kamu nggak bisa selalu di sana,, kamu punya tanggung jawab "


Arini mengingat bagaimana terlihat kecewanya sang suami,mendengar keputusan Arini tinggal di Rumah besar.


" Apapun yang kalian hadapi,, dalam Rumah Tangga nggak ada yang mulus-mulus aja Rin.. semua sudah menjadi suratan takdir,, sebagai umat nya hanya bisa menerima Qodharullah ,percaya sama ketetapan yang Allah berikan pada kita Rin,, Oma tahu kamu kecewa dengan suamimu yang nggak jujur mengenai meninggalnya Disha. Oma bukan membela Refal atau kamu ,,kalian cucu-cucu Oma,, kepergian Disha membuat kesedihan buat keluarga Kesuma juga keluarga kamu,, apalagi kalian selaku orang tua,, kalau kamu lihat saat Refal berada di posisi dimana dia harus Menerim takdir anaknya yang baru lahir beberapa saat harus kemali ke Robbnya.Oma nggak bisa liat Refal yang mendekap anak kalian,,betapa hancurnya dia Rin.. sebisa mungkin dia berusaha kuat untuk menghadapi tadir anakmu,, tapi.. Oma tahu di kamar ini dia menangis sampai tak bersuara belum lagi saat itu kamu belum mendapatkan donor jantung semakin dia frustrasi. Jika kamu ingin tahu bagaimana kondisi Refal saat itu coba kamu tanya Tommy.Setahu Oma waktu itu Alm Firman menyuruh Tommy mengabadikan semua proses nya


Oma tahu Refal menyuruh Tommy merekam selama proses pemakaman Disha,,,, terang Oma


" Rekaman,, di bang Tommy? " tanya Arini


"Iya.. ,,sekarang kamu istirahat besok bisa tanya lebih lanjut pada Tommy. " usul Oma.


" Tapi,, ponsel Mas Refal nggak aktif Oma." ucap Arini dengan wajah khawatir.


" Mungkin lagi Lowbat,, sudah tidur yaa.. Oma kembalu ke kamar." pamit sang Oma.


Ar ni pun mengangguk dan membenahi peralatan sholatnya.


Arini kembali menghubungi nomer Refal namun,, untuk kesekian kalinya dia menelan kekecewaan,karena ponsel Refal pun tak aktif


" Mas,, kamu dimana?


" Mas,, Are you okey? "


" Mas,, setelah mas baca pesan aku tolong balas yaa.. please??


Arini mulai merebahkan tubuhnya di kasur berukuran lebar itu. Mencoba memejamkan mata. Namun,, seketika dia membuka kembali matanya ,menilik jam dinding menunjukan jam tiga pagi.


" Sebaiknya besok aku telp mas Refal lagi, atau besok aku akan ke apartemen memastikan dia baik-baik saja.


Jam Lima pagi setelah sholat subuh Arini membuka ponselnya dan ternyata ada Chatt dari Refal yang membuat Arini meraba dadanya.


" Saya **baik, jangan khawatir.. saya keluar kota**."


Pesan itu sungguh membuat hati Arini sedih,, kata-kata yang terlihat aneh.. suaminya mengetik sebutan nya "Saya" panggilan yang terdengar formal.


Arini menghubungi seseorang


📞Tommy Call..


" Assalamualaikum Rin,,ada apa? "


" Wa'alaikum salam,, kak ada waktu nggak siang ini? "

__ADS_1


" Emmm.. ada,paling pas jam makan siang.. kenapa Rin,,kamu ada hal urgent kah? " tanya Tommy


" Aku mau ketemu sama kakak,, ada hal yang harus aku bicarakan."


Disebrang sana Tommy menghembuskan nafas nya dengan kasar.


" Oke,, di Restaurant depan kantor aja yah Rin."


" Hemm.. " jawab Arini singkat


Pip..


.


,


Sesuai janji Tommy menemui Arini di restaurant dekat dengan kantor Kesuma Group.


" Kamu yakin nggak papa sayang? " tanya mama Dewi dengan lebut.


" Nggak papa mah, Arini sudah sehat kok." jawab Arini


" Kamu hati-hati yaa.. " nasehat Mama Dewi.


" Iya ma.." ucap Arini dengan. senyumannya.


Akhirnya aArini pergi dengan supir pribada Oma,, diantar sesuai tempat janjian Arini dan Tommy.


Tak. butuh lama, Arini sampai di restaurant yang mereka sepakati.


Arini berjalan masuk dalam restaurant dan Arini mengedarkan pandangannya melihat sosok yang dia cari


" Arini..!! " seru seseorang


Arini menoleh ternyata Tommy yang memanggilnya,,Tommy sudah duduk manis di sebuah meja jaraknya yang terlihat memisah.


Arini melangkah mendekati Tommy,, dengan cepat Tommy menyuruhnya untuk duduk.


" Haii kak.. " sapa Arini saat di depan Tommy.


" Duduk Rin,, tumben banget ngajak ketemuan ada apa? "tanya Tommy dengan menatap Arini penuh tanya


" Aku mau tanya soal rekaman waktu pemakaman Disha.. " ucap Arini


Deg..


Terkejut... yah,,, itu yang di rasakan Tommya,,apalagi rekaman itu sudah di serahkan ke Refal.


Tommy memandang lekat wajah Arinu yang masih terlihat sedikit pucat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2