
Empat puluh lima menit mereka sampai di rumah besar yaitu mansion Kesuma
" Mas, Oma mau hajatan apa gimana tuh..? "
Ucap Arini saat mobil yang di tumpanginya masuk ke area mansion, terlihat puluhan mobil terparkir di halaman yang luas itu.
" Keluarga besar semua, mungkin juga sekalian sama rekan bisnisnya papa ,mama, sama orang yayasan punya Oma."
" Keluarga mas itu kaya raya yah, Billioniare gitu..? "
" Kamu bisa aja, kamu mau tetep disini ata JN masuk?"
" Kedalam lah, aku laper.. "
" Kamu nggak ada jaim-jaim nya yah, tapi.. aku suka.."
" Suka, yakin suka aja? goda Arini dengan senyuman manisnya.
" Yah.. sukalah kan istri." jawab Refal.
" Ohh.. kalau cinta buat pacar yah?" ucap Arini dengan melirik Refal
Mendengar penuturan Arini, Refal hanya diam tak menanggapi.
" Aku tahu,kamu nggak cinta sama aku mas.." batin Arini.
Refal sudah berada di luar mobilnya dan di susul oleh Arini yang keluar dari pintu samping kemudi, dan menenteng paper bag ditangannya.
" Ayo..!!" seru Refal,seraya meraih tangan Arini untuk dia gandeng.
Genggaman tangan Refal membuat Arini merasakan detak jantungnya sangat kencang,dan mendadak tangannya yang di genggaman Refal terasa gemetar.
" Kenapa tangan kamu dingin banget? " tanya Refal
" Grogi mas, aku nggak pernah dateng ke acara begini." ucap Arini jujur.
" Kan ada aku, trus yang buat acara juga keluarga kamu juga.. jadi, santai aja tenang.. tarik nafas yang panjang hembuskan.. ulangi lagi,sampe rasa tenang."
Arini mengikuti perkataan Refal sampai dia merasa hatinya sedikit tenang.
" Sudah? " tanya Refal dan Arini pun mengangguk.
Akhirnya mereka melangkah masuk kedalam,di sambut oleh Bi Siti. Dan diantarkan ke halamana belakang yang disulap jadi t es mat acara makan malam mereka.
" Assalamu'alaikum " salam dari Refal dan Arini saat mendekat pada keluarganya
" Wa'alaikum salam ." jawab mereka yang ada di sana.
" Akhirnya kalian datang juga." seru papa Angga.
__ADS_1
" Malam pa.." sapa Arini menyalami papa mertuanya
" Sehat pah ?" tanya Refal dengan menyalami juga sang papa
" Alhamdulillah.. tuh Oma sama mama kalian ada di sana." ucap papa Angga yang sedang duduk bersama para rekan bisnisnya di temani juga oleh Om Abi.
Refal dan Arini menghampiri Oma dan juga mama Dewi .
" Malam semua.. " sapa Refal
" Haii.. pengantin lawas..!!" seru tante Ajeng melihat sang keponakan juga Arini.
Arini dan Refal menyalami semuanya dan Refal bergabung dengan para sahabatnya, sementara Arini di tahan oleh Oma dan mama mertuanya untuk di kenalkan pada rekan kerja dan rekan bisnis mereka.
.
.
Arini dengan mudah menempatkan diri karena memang karakter gadis itu yang menyenangkan.
" Hai..Rin, apa kabar? "sapa Andra sepupu Refal
" Alhamdulillah baik bang,makan bang? " ucap Arini yang memang sedang duduk sendiri di salah satu kursi.
'
"Sudah, kamu makan yang banyak.. berjuang itu butuh tenaga sama otak yang cerdik. " ucap Andra dengan senyum penuh maksud.
" Nggak lah.. kamu emang nggak tau kalau aku sama Refal hubungannya kurang baik? "
" Nggak, tapi.. kan kalian sepupu,,seharusnya kalian akur dong..dan saling mendukung."
"Hahaha.. kebanyakan gitu yah, tapi.. nggak berlaku buat kita semenjak Refal sama Dinda.
" Owhh.. cinta segi tiga jadinya, cari yang lain lah.. kenapa harus rebutan cewek.. kayak nggak ada yanh lain aja, populasi perempuan di dunia ini lebih banyak dari laki-laki lho.. jadi, banyak juga kan laki-laki poligami.. "
" Kalau Refal poligami gimana, aku rasa kamu tahu kalau Refal itu masih ada rasa sama Dinda, atau bahkan masih berhubungan.Kamu tahu hal itu Rin? "
" Ahh.. kak Andra gosip dari mana,itu kan udah masa lalu.. sekarang mas Refal suami Arini."
" Rin.. Rin, mungkin kamu pikir kita semuanya nggak tahu apa yang ada di otak Refal dan juga tentang hubungan Rumah tangga kamu selama ini."
" Kak.. maaf yah, kakak nggak bisa berpikiran seperti itu..kalaupun hubungan ku sama mas Refal sedang tidak baik-baik saja, seharusnya kakak doakan yang baik-baik buat kita."
" Hahhh... tapi, aku nggak rela perempuan sebaik kamu di sia-siakan begitu saja sama Refal, kamu berhak bahagia tapi bukan sama Refal melainkan....
" Kalau bukan sama gw, sama siapa lagi..? sama lo, kenapa sih harus jadi provokator mulu di hubungan orang, urus diri lo sendiri.. jangan ganggu bini orang gini."
Refal datang dengan tiba-tiba dan sangat geram dengan sepupunya yang berusaha memprovokasi Arini.
__ADS_1
" Mas, sudah.. malu di lihatin banyak orang." ucap Arini seraya berbisik pada Refal.
" Orang kayak dia bagusnya di hajar sampe mamp*s!!! ucap Refal dengan mengepalkan tangannya menahan emosinya.
" Mas, jangan gitu dong dia sepupu kamu.. keluarga ka...
" Bukan, dia bukan siapa-siapaku inget itu..!! Ayo pulang..!! "
Teriak Refal dan dengan menarik paksa Arini pergi dari tempat itu.
Oma dan yang lain melihat kemarahan di wajah Refal dengan menarik paksa Arini yang terlihat kesakitan.
" Refal tunggu, kamu mau kemana nak? " tanya Mama Dewi menahan sang putra yang membawa paksa istrinya.
" Maaf semua, saya undur diri." ucap Refal dengan terus menarik lengan Arini.
.
.
" Masuk.." ucap Refal saat membuka pintu mobilnya.
Arini hanya diam dan tidak bersuara sama sekali, bukan karena dia lemah tapi, dia menempatkan dirinya.. dia tidak mau mempermalukan Refal lagi lebih dari itu.
Brak..
Pintu mobil itu di banting dan Refal dengan cepat menghidupkan mobilnya dan menancap gas dengan kasar, lalu melesat dengan kecepatan tinggi.
Arini hanya bisa berdoa dan menutup mata nya karena memang rasa takut,karena Refal mengendarai mobilnya dengan batas maksimal.
Tak butuh waktu lama dua puluh menit mereka sampai parkiran apaprtement.
Refal memarkirkan kendaraannya di tempat biasa. Arinj masih terdiam di jok nya. Mengatur nafasnya yang sempat sesak karena kejadian itu.
" Rin.. are you okey?" tanya Refal saat sadar jika dia mebawa Arini bersamanya dan melihat wajah Arini yang terlihat pucat.
" Menurut kamu, aku baik-baik saja kan? menurut kamu, aku masih hidup kan.. ya sudah,itu menurut kamu.. kalau menurut aku,keadaan aku nggak baik-baik saja.. Puas?!!
Arini membuka Seatbelt nya dan keluar dari dalam mobil itu, tubuhnya masih terasa lemas dan getar.Dia langsung bersandar di dinding dekat mobil Refal.
Refal yang melihat ada yang tak beres dengan Arini dengan cepat keluar dari mobil dan mendekati tubuh Arini yang masih bersandar pada dinding dan Refal melihat tubuh Arini yang masih gemetar.
" Rin ..
" Stop..!! Biar aku sendiri..
" Tapi..
" Please mas, aki bisa dan aku sanggup.."
__ADS_1
Refal hanya diam dan tidak beranjak dari jarak yang lumayan dekat dengan Arini, melihat istrinya yang terlihat masih lemas dan gemetar.
Bersambung...