7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Minta Maaf


__ADS_3

Kini Refal dan Arini sudah berada di dalam apartemennya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Arini, saat di parkiran tadi, Arini mencoba untuk mengatur nafasnya dan perasaannya saat semua nya membaik,


akhirnya Arini melangkah masuk ke dalam gedung Apartemen di ikuti oleh Refal yang berjalan di belakang Arini.


Arini masuk ke dalam kamar dan langsung membersihkan diri, dilihatnya pergelangan tangan Arini yang terlihat memerah karena cengkraman Refal yang sangat kuat tadi.


Rasa kesal menyeruak di hati Arini, entah dimana salahnya,namun Refal seakan tak peduli dengan kesakitan yang Arini rasakan.


Selesai mandi, Arini memakai baju tidurnyadan


Melangkah keluar kamar menuju dapur, terlihat Refal sedang duduk menyendiri di ruang makan yang tergabung dengan dapur.Arini bersikap cuek saat melewati Refal seperti memikirkan sesuatu.


Arini mengambil air di dalam kulkas dan berusaha cuek walaupun ada Refal dekatnya. Namun, tanpa Arini sadari Refal dengan intens melihat gerak gerik Arini saat melihat dan.tanpa sengaja mata Refal menangkap sesuatu, melihat tangan Arini yang terlihat merah, Refal dengn cepat melangkahkan kakinya mendekati istrinya.


Refal mengambil tangan Arini dengan pelan.


" Tangan kamu perlu di obatin, sini... " ucap Refal dengan membimbing tubuh Arini ke sofa ruang TV.


Arini yang masih diam, namun.. tak menolak perkataan Refal.


" Tangan aku nggak papa kok, besok..


" Bisa kan jangan bantah." ucap Refal dengan pandangan mengintimidasi istrinya saat Arini mencoba menolak.


Refal ke dalam kamar, mengambil sesuatu untuk mengobati pergelangan tangan Arini.


" Dia seenak nya aja narik tangan aku, bukannya minta maaf.. malah nyeremin gitu ngomongnya." gerutu Arini dengan wajah yang masam.


Refal kembali duduk di sofa dekat Arini, dan memegang tangan yang sudah terlihat sedikit memar.


" Tahan yaa, mungkin sedikit sakit.. " ucap Refal mulai mengoles salep di pergelangan tangan Arini.


" Awwwsstt..,pelan dong mas..kalau kamu nggak ikhlas ngobatin nggak usah sok perhatian.. aku kayak gini juga karena ulah kamu, kenapa sih..kamu begitu emosi waktu aku ngobrol sama kak Andra, emang salah.. aku ngobrol sama sepupu kamu?" cecar Arini yang sangat tidak tahan dengan kelakuan Refal tadi.


" Aku nggak suka kalau kamu sama dia ngomongin yang nggak penting, dan nanti kamu terprovokasi omongan dia, pasti dia ngomong yang nggak-nggak kan soal aku." tebak Refal dengan memandang tajam ke arah Arini.

__ADS_1


" Jangan Su'udzon dulu, emang kamu tahu kita ngomongin apa , jangan asal nuduh kalau kamu nggak tahu, jangan sampe permasalahan kamu sama kak Andra ngelibatin aku, karena aku nggak peduli urusan kalian itu apa, yang pasti kalian itu salah paham dan lebih tepatnya kalian kayak anak kecil yang hanya karena seorang wanita bisa saling musuhan, padahal kalian ini saudara, kenapa...


" Kamu nggak tahu apapun tentang masalahku sama Andra Rin, jadi jangan pernah membela atau mendengar omongan Andra,kamu pasti di suruh ninggalin aku kan? dia itu belum bisa terima kalau Dinda lebih milih aku dari pada dia, bisa kan kamu juga di provokasi juga,dan perlu kamu tahu.. aku nggak suka kamu ngobrol lama-lama sama laki-laki..tolong jaga marwah kamu sebagai seorang wanita yang sudah punya suami ." ucap Refal dengan nada yang meninggi


" Mas, aku sama kak Andra ngobrol itu di ruang terbuka.. kita nggak berduaan di kamar hotel atau di ruang tertutup,aku nggak punya urusan sama cerita cinta kalian, nggak ada untungnya juga kan.. kak Andra ngomporin aku, kalaupun kak Andra bilang supaya aku ninggalin kamu.. emang ngaruh buat kamu? kayaknya nggak deh, dan kamu malah lebih bebas buat sama Dinda karena kamu nggak perlu merasa jadi suami yang dianggap selingkuh sama dia, padahal emang iya kan? "


Ucap Arini dengan mencoba untuk menjadi wanita yang tak lemah lagi.


" Aku nggak selingkuh Rin..Dinda lebih dulu hadir dalam hidup aku, dan kamu..


" Iya, aku yang hadir diantara kalian.. tapi, ingat mas.. aku masih istri kamu.. bagaimana pun keadaannya, mau Dinda hadir dulu dalam hidup kamu tapi, aku yang jadi istri kamu yang sah. Dan Kamu menikahiku dengan keadaan sadar, dan kamu yang juga membuat keputusan buat nikahin aku..dari segi pandangan masyarakat kamu salah." Ucap Arini dan bangkit dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya menutup pintu kamarnya.


Refal menatap Arini yang masuk dalam kamar pun hanya bisa menghela nafas dengan berat.


Malam itu mereka lewati dengan saling diam, Refal menatap Arini ada rasa tak biasa saat mengingat wajah Arini begitu sedih saat mengatakan semuanya.


.


.


.


" Rin, sudah jam berapa kok kamu sudah rapih aja.. " ucap Refal saat melihat Arini yang sudah rapih.


" Jam enam kok mas, aku sudah siapin sarapan buat kamu ,aku berangkat dulu yah.. " pamit Arini .


" Tungguin aku yaa, sebentar.. aku anterin,nggak ada penolakan." ucap Refal melangkah ke dalam kamar mandi.


Arini hanya bisa menghela nafas berat dan melangkah keluar dari kamarnya.


Tak butuh lama tiga puluh menit kemudian Refal keluar dengan pakaian kerjanya yang sudah disiapkan oleh Arini.


" Sarapan mas, ini Dark Chocolate nya.." ucap Arini menaruh dark Chocolate kesukaan suaminya.


" Terima Kasih. " ucap Refal menatap Arini.

__ADS_1


" kamu nggak sarapan? " tanya Refal saat melihat Arini hanya diam menunggunya.


"Sudah tadi, mas yakin mau nganterin aku? " tanya Arini dengan ragu.


" Hemm." jawab Refal singkat.


" Bisa nggak sih mas.. kalau jawab jangan cuma Hemm.. Hemm aja, emang nggak ada kata lain?" protes Arini menatap Refal.


" Iyaaa..


" Iya apa? " tanya Arini " Cuma Iya? " tanya Arini.


" Trus aku harus ngomong apa sayanggg? " ucap Refal dengan memandang Arini intens.


" Yah.. nggak tau, terserah mas.." ucap Arini.


Refal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Arini.


" Emmm.. Rin, maafin kelakuan aku semalam yaa.. tangan kamu masih sakit?" tanya Refal menggengam erat tangan Arini.


" Su.. sudah baikan kok, nggak masalah.. aku juga minta maaf kalau mas ngerasa tersinggung sama kata-kata aku juga kelakuan aku semalam, aku nggak bermaksud lancang juga.Aku sadar, kehadiran aku.. buat kamu juga Dinda jadi status yang nggak enak, tinggal lima hari waktu kamu jadi suami yang baik." ucap Arini dengan senyuman yang membuat Refal tertegun.


" Maksud kamu? "tanya Refal.


" Mas, selama 7 Hari ini.. kamu sama aku berusaha untuk menjadi pasangan yang semestinya, jika kamu merasa aku bukan yang terbaik untuk kamu..aku yang akan mengalah demi kebahagiaan kamu, terima kasih atas 7hari kamu sudah ngasih aku kesempatan untuk jadi istri kamu." ungkap Arini.


" Rin, kenapa kamu lakukan ini sama aku?" tanya Refal.


" Maksudnya? "


" Yah..maaf,setiap perempuan..memberikan kesucian nya untuk orang yang dia cintai dan apa itu artinya kamu juga.. maksud aku kamu melakukan nya karena sudah cinta sama aku? "


" Mas, melakukan hubungan.. nggak harus dengan cinta kan, dan aku melakukannya karena kamu berhak atas diriku dan aku pun wajib melayani kamu, jadi.. bahagialah,, jangan jadikan hubungan tujuh hari ini sebuah beban dan aku ikhlas menjalani tujuh hari ini sama kamu, terima kasih ya mas.. " ungkap Arini dengan senyuman terlihat manis namun dalam hati mana tahu.


Refal memandang Arini dengan pandagan yang susah diartikan, Refal merasakan sesak di dadanya mendengar penuturan Arini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2