
Kini keluarga Arini tahu kalau Refal adalah seorang pria kaya raya, memang mereka tak menyangka jika seorang Refal dengan dandanan sederhana dalam kesehariannya di rumah itu, ternyata seorang yang di katakan Billioniare.
Mereka mungkin sekilas hanya melihat Refal yang memakai sandal jepit, kaos dan celana pendek khas rumahan, namun,,mereka tidak tahu jika harga barang yang di pakai Arini dan Refal nilainya jutaan bahkan ratusan juta, jam tangan terlihat sederhana dengan Merk Richard Mille dengan harga Rp 77M pun tak ada yang tahu. Penampilan Refal memang dia buat sesederhana mungkin, apalagi dia yang mengerti akan kehidupan di desa, jadi dia membawa pakaian simple nya.
Sejak menikah dengan Refal pun sudah di pastikan apa yang dia pakai menyesuaikan keluarga mertuanya, khususnya sang suami.Walauoun memang Arini tetap berpenampilan sederhana ala Arini, namun segi pakaian ,barang brandid, tas, ponsel pun mahal. Maka dari itu, Arini jarang menaktifkan ponselnya, kalaupun di aktifkan dia akan pakai di kamarnya.Karena Oma sudah bilang pada Arini jika keluarganya belum tahu siapa Refal sebenarnya, Oma takut jika mereka tahu.. akan menolak lamaran Oma saat itu.
Sofyan yang sudah tahu adik iparnya seorang pria tajir pun mendukung untuk membuat Karman sadar ,sudah cukup kesombongan nya selama ini pada keluarga mertuanya. Sofyan pun berujar jika dia ingin membalikkan nasib Karman namun, keterbatasanya dari segi ekonomi dan juga pendidikan.
Karman memang seorang sarjana, dan di kampung itu tidak ada yang kuliah kebanyakan mereka hanya lulus SMA, dan para wanita pun banyak yang hanya tamat SMP.
.
.
Pagi hari, mereka sudah bersiap dengan pakaian rapih, karena mereka akan menemui kepala desa untuk mengajukan proposal, dan Sofyan di kawal oleh Marco dan beberapa anak buahnya dari jarak aman untuk jaga-jaga
Refal yang biasa dengan pakaian santainya sekarang dia pakai batik, menyesuaikan dengan mertuanya. juga ketiga sahabatnya.
Setelah di rasa siap, Refal membawa mobil mewah yang di bawa staf hotelnya untuk mobilisasi selama dia di Jogja.
Sementara Sofyan, di ngan kawalan bersama Marco dan Agung serta Satyo bukan tanpa alasan Marco ikut bersama Sofyan, setelah tahu kelicikan Karman dengan cepat Marco memerintahkan empat anak buahnya yang menginap di hotel keluarga kesuma alhasil di turunkan. Marco dan Geon gerak cepat mencari seluk beluk Karman dan masyarakat desa tau dia punya kekuasaan di daerahnya.
" Semoga Karman nggak macem-macem sama mereka." ucap Jenar saat kedua mobil yang terparkir cantik di depan rumahnya pergi.
" Amin.. " ucap Mak, Arini dan Ayu.
Sementara dirumah Juragan Karman, dia tak rela jika pembuatan kincir air.
" Kamu kenapa nggak ngomong kalau suami Arini ngundang temen kotanya datang?" tanya Karman dengan suara yang menggelegar pada Bakti.
" Maaf juragan, saya nggak bisa denger waktu rapat di rumah Arini soalnya saya nggk bisa deket-deket ke rumahnya." ucap Bakti
__ADS_1
" Trus sekarang mereka kemana? " tanya Karman.
" Saya dengar Sofyan sama Agung juga Satyo ke Kabupaten,Kecamatan sama Dinas Pengairan, trus Abah Rahmat dan suami Arini pergi ke balai desa. Tapi,, ada yang bikin saya kaget suami Arini tadi waktu ke balai desa pakai mobil mewah Juragan." ucap Bakti.
" Mobil mewah,, kamu yakin? " tanya Yani istri Karman.
" Itu sih yang saya lihat, mungkin itu mobil dari kantornya,,yang saya dengar suami Arini itu seorang manager." ucap Bakti.
Saya juga tadi lihat Ayu di rumah Arini sama dua orang perempuan juga kemungkinan bukan orang sini Juragan." ungkap Bakti
"Sepertinya Ayu diminta Arini pulang,, apalagi ini menyangkut dengan keluarga Ayu juga,, benar nggak bisa di pandang remeh suami Arini, apalagi Ayu juga ada di oihat Arini pasti." batin Karman.
Siang menjelang,, Refal dan yang lain sudah sampai rumah Arini dengan selamat.
" Gimana,,nggak ada masalah kan mas? " tanya Arini dengan rasa penasaran.
" Kamu itu ndok,, bukannya suaminya diajak masuk dulu,,duduk,, kasih minum.Ini baru juga sampai sudah ditodong sama jiwa kepo kamu." ucap Abah Rahmat mengingatkan sang putri.
Refal dan Sofyan saling pandang dan menyodorkan map pada Arini, setelah Arini terima,, mereka masuk rumah dan langsung duduk melihat reaksi Arini
" Aaaaa... Alhamdulillah,, mas,,bang ini beneran di acc? Kok bisa? " tanya Arini.
" Yahhh.. gimana lagi, terpaksa mas kasih kartu nama mas sebagai jaminan." jawab Refal
" Hahh.. kartu nama,, serius?? tanya Arinintak percaya.
" Iya Abah saksinya,,jaminan kartu nama agar pihak desa nggak khawatir soal ABD ( Anggaran Belanja Desa) mereka nggak akan berkurang." ucap Abah Rahmat.
"Trus Abang Sofyan dapet acc juga karena Kartu nama? " tanya Arini.
" Iyaa.. sama nggak tahu tadi Marco ngoming sesuatu,,dan tadi ada kejadian kayak ada yang bunrutin kita tapi,, anehnya ada mobil yang nyalip langsung mobil itu,, alhasil kita nggak kena masalah,, Abang sama Agung juga Satyo pikir itu mobil anak buah Karman." jelas Sofyan.
" Pak jam dua nanti semua yang di butuhkan untuk pembuatan kincir air,, akan datang dan saya minta besok mulai mengerjapkannya." ucap Refal
__ADS_1
" Yaaahhh,, lebih cepat lebih baik." ucap abah Rahmat.
Benar saja beberapa mobil besar masuk kawasan perkampungan itu,,dan di kawal oleh beberapa pengawal berseragam serba hitam,.
" Fal,,itu kenapa ada pengawal begitu? " tanya Sofyan
" Antisipasi." ucap Refal
Saat ini para warga banyak yang sedang melihat di pinggir persawahan,, proses penurunan semua alat yang di bawa oleh orang suruhan Refal.
" Assalamu'alaikum.."
" Wa'alaikum salam."
Terlihat seorang pria berjalan mendekati abah Rahmat dan juga Kepala desa yang sudah melihat langsung penurunan alat-alat yang di pesan Refal.
" Juragan Karman,, monggo..silahkan ." ucap Pak Kades pada Juragan Karman dengan sangat hormat.
" Ada apa ini pak Kades,, Abah,,kenapa ada banyak truk masuk ke perkampungn dan ini mereka mau ngapain? " tanya Karman dengan melirik Arini yang sedari tadi berdiri di samping suaminya.
" Begini juragan Karman,, warga yang punya sawah di sebrang sawah juragan sudah nggak sanggup untuk menyewa pompa dan mengalirkan air ke sawah mereka 500rb sampe 1jt dalam sebulan itu berat,, maka dari itu mas Refal secara pribadi mengajukan proposal untuk membuat kincir air dan juga aliran penampungan di mengelilingi sawah di sebrang punya Juragan,, dengan pembiayaan pribadi makanya saya ada disini." ungkap pak Kades
" Kenapa saya nggak di kasih tahu pak kades,, saya juga warga desa ini,, hak dan kewajiban saya juga sama." ucap Karman tak terima
" Maaf sebelumnya,, saya suami Arini.. saya melihat sawah mertua saya sudah memprihatinkan,,padahal kemarin baru masa tanam tapi,, lahan kering dan terancam gagal panen,,warga lain juga ngeluh tidak bisa terus-terusan sewa pompa dengan harga mahal dan saya sebagai menantu bertanggung jawab untuk membantu mertua saya,, dan berhubung letak sawah mertua saya itu berderet dengan banyak sawah dan dengan keluhan yang sama maka saya berinisiatif untuk buat kincir air bukan hanya bertujuan untuk pengairan sawah,, tapi bisa jadi pembangkit listrik juga bisa menghasilkan air bersih untuk para warga saat musim kemarau,, dan ini bisa di lihat seebarannya,,maaf jika saya selaku pribadi tidak memberitahukan anda karena anda nggak ada sangkutanya dengan pembuatan kincir air,, sawah-sawah anda sangat melimpah dengan air. Kalau untuk diluar dari irigasi saya pastikan pada juragan Karman akan menikmatinya juga secara gratis dari saya." ucap Refal dengan senyum miring.
" Kamu menghina saya,, Hahh..!! " bentak Karman
" Wowww..woww.. tenang,, anda orang berpendidikan tinggi bukan,, jangan hancurkan image anda yang sudah anda bangun susah payah,,menghalalkan segala cara,, menjatuh kan orang,, dendam anda yang sudah pendam dari dulu,, membuat keluarga istri saya terimintimidasi olehmu,, Arini adalah Arini cinta saya mati saya,, kalau cinta harusnya anda berani berkorban bukan mengorbankan." ucap Refal dengan lirih pada Karman sehingga tidak semua orang mendengar apa yang Refal utarakan.
Karman memandang Refal dengan tajam,, terlihat Karman yang menahan amarahnya,, lawannya sekarang bukan orang biasa,, pastinya Refal punya harta yang sebanding dengannya.
Bersambung.
__ADS_1