
Refal hari ini benar-benar mengantar Arini sampai tokonya.
" Terima kasih mas, atas tumpangan nya." Ucap Arini saat akan keluar dari mobil Refal.
" Kamu nggak suka aku anter? " tanya Refal mengernyitkan dahinya.
" Suka, terima kasih banyak.. karena udah sempetin buat anter aku,kamu hati-hati di jalan.. sama hati-hati kalau di proyek,aku masuk dulu.. Assalamualaikum. " pamit Arini mencium tangan suaminya
" Wa'alaikum salam." ucap Refal dengan senyuman tipisnya dan melihat Arini masuk dalam tokonya ,setelah dipastikan Arini masuk dalam toko baru Refal meninggalkan toko Arini.
.
.
.
Kantor Kesuma Group.
Hari ini Refal begitu sibuk karena memang scedule hari ini sangat padat, dan juga banyak meeting di luar.
Setelah selesai Refal dengan ke tiga sahabatnya yang baru meninjau pembangunan hotel baru milik Kesuma Group duduk di sebuah Caffe dekat dengan lokasi hotel.
" Ada apa lagi Fal,muka lo di tekuk gitu? "tanya Bagus melihat Refal terlihat memikirkan sesuatu.
" Ntahlah, waktu gw sama Arini sisa lima hari.. dan Arini nyerahin keputusan hubungan kita sama gw.Jika, selama seminggu kita melakukan selayaknya suami istri aku masih nggak cinta sama Arini, dia mundur." ungkap Refal menghela nafas dengan kasar.
" Lho.. kok Arini mundur sih, kenapa mesti Arini yang mundur sedangkan lo.. nggak ngelakuin apapun tentang hubungan sama Arini, disini yang kelihatan berjuang hanya Arini.Gw lihat,lo nggak ada niatan buat memperbaiki semuanya. Gw rasa lo juga belum jujur sama Dinda dengan status lo itu.Disini lo harus bisa tentuin yang terbaik,Arini gadis yang baik, trus keluarga lo sayang sama Arini apalagi Oma. Bayangin kalau lo sampe cerai sama Arini berapa orang yang lo sakiti. Trus, bandingin kalau lo lepasin Dinda.. cuma dia yang akan patah hati dan suatu saat Dinda bisa saja cepet move on dari lo, dia cantik, pinter, dan seorang model.. nggak menutup kemungkinan bisa move on sama produser atau sutradara, bisa sama Fotografer .Ikuti kata hati lo, bandingin saat lo sama Dinda dan saat lo sama Arini, lebih baik mana yang lo jadiin istri dan ibu dari anak-anak lo dan mana yang hanya bisa jadi penghangat ranjang lo." ungkap Tommy.
" Gw belum jujur sama Dinda, sudah dua hari ini Dinda nggak bisa di hubungi, managernya juga asistennya pun sama." ungkap Refal.
" Sudahlah, mendingan lo nikmatin tuh.. waktu sama Arini.. bahagiakan dia jangan sampai lo nyesel nantinya." terang Rizal.
Refal membenarkan perkataan para sahabatnya, selama ini selalu bersifat tegas dengan apapun.. namun sulit baginya untuk memutuskan siapa yang akan dia pilih nantinya.
__ADS_1
" Gw kayak orang paling brengs*k di dunia ini.." batin Refal
Sementara di toko Roti Arini ,ada seseorang yang berusaha menemui Arini.
Arini memandang dengan tataan tak suka.Lebih tepatnya tak nyaman akan kehadirannya.
" Ada apa kamu kemari, mau beli kue..silahkan bisa pilih dan bisa langsung bayar di kasir." ucap Arini pada orang itu.
" Aku ingin bicara sama kamu,sebentar saja." ucap Pria itu.
" Hahh.. nggak ada lagi yang bisa kita bicarakan, kamu juga sudah memilih untuk kebahagiaan kamu, dan aku.. sudah bahagia dengan dikehidupan ku saat ini dan tidak ada lagi juga masalah yang kita bahas kan, semua udah berakhir." ucap Arini dengan pandangan yang tajam menatap seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya.
" Begitu cepat kamu lupain aku Rin..?" ucap Firman tak percaya dengan sosok Arini yang sekarang ada didepannya.
" Maaf.. buat apa manfaatnya aku mengingat kamu, nggak ada gunanya.. kamu sudah jadi masa lalu ku dan aku sudah punya masa depan sendiri dan saat ini aku sangat bahagia." Ungkap Arini mendengar penuturan Firman yang terkesan Arini yang begitu tega meninggalkannya.
" Apa dia lebih kaya dan bisa buat kamu...
Firman menatap Arini dengan intens ,merasa sekarang Arini banyak berubah. Gadis yang dulu lemah lembut kini hadir sebagai orang yang asing bagi Firman.
" Rin..!! " seru seseorang yang datang ke Toko Roti Arini.
" Ayu.." panggil Arini saat melihat sang sahabat datang.
" Kamu ngapain kesini, mau ganggu istri orang.. denger yaa.. Arini nggak akan mungkin mempan kena rayuan kamu, jangan -jangan kamu mau manfaatin sahabat aku lagi yaa? " ucap Ayu dengan geram melihat kehadiran Firman di toko Arini.
" Aku nggak ada niatan begitu, dan tadi kamu bilang dia sudah menikah.. apa benar Rin kamu sudah menikah? kenapa nggak ngundang ? " Ucap Firman dengan perasaan sedikit kecewa dengan berita yang baru saja dia dengar.
" Apa urusan kamu, kalau benar Arini sudah menikah, mau gagalin pernikahannya.. mau. ngemis-ngemis minta balikan?"
Tiba-tiba terdengar suara yang membuat mereka menoleh ke arah pintu masuk toko.
" Mas Refal.." panggil Arini merasa lega saat melihat suaminya tiba-tiba datang.
__ADS_1
" Maaf yaa.. aku telat jemput kamu." ucap Refal mendekati sang istri dan merangkul bahu Arini.
" Nggak apa-apa mas, aku kira kamu lagi sibuk.. " ucap Arini dengan senyuman tipis
" Sudah selesai.. makanya langsung kesini, dan nggak nyangka ada mantan pacar kamu yang nggak tahu diri disini, kamu mau ngapain ke toko Roti istri saya.. mau ngerayu istri saya, mau manfaatin istri saya lagi atau apa? " ucap Refal dengan memasukkan kedua tangannya dalam saku celananya dan menatap Firman dengan tajam.
" Maaf.. aku nggak ada maksud buat ngerayu Arini ,aku hanya ingin minta maaf sama Arini atas semua salah ku dulu dan, aku ingin hubungan kita bisa kembali membaik,setidaknya kita bisa bersahabat." ungkap Firman
" Saya rasa istri saya nggak butuh sahabat lagi, apalagi laki-laki.. nggak ada sejarahnya kan,kalau sahabatan dengan lawan jenis bisa tahan nggak selingkuh.. buktinya kamu sama pacar kamu, trus tega ninggalin Arini begitu saja setelah kamu juga selalu memanfaatkan kebaikannya." ungkap Refal dengan menatap tak suka pada Firman.
" Sudahlah mas, kita pulang yaa.. sudah sore juga.." ucap Arini dengan merangkul lengan suaminya.
" Baiklah.. dan buat kamu, kalau mau kesini jangan pernah membuat onar seperti ini, kalau nggak.. bisa dipastikan cita-cita kamu yang tinggi itu akan musnah.. " ancam Refal dan menggenggam tangan Arini dan membawanya pergi dari toko.
.
.
Kepergian Arini sudah barang tentu membuat Firman sadar jika saat ini Arini sudah bahagia dengan kehidupannya.
" Mendingan lo urus pacar lo aja, jangan pernah berusaha untuk bertemu Arini, kalau kamu nggak mau ancaman suami Arini jadi kenyataan." ungkap Ayu.
Firman menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dan akhirnya dia pergi juga dari toko roti itu.
Sementara Ayu pun pergi,karena Arini pun sudah di bawa kabur Refal.
Bersambung.
Like
Vote
Love you...
__ADS_1