7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Ingkar Janji


__ADS_3

Dua hari kemudian,di apartemen Refal. Arini dan Refal sedang sarapan bersama .


" Mas.. kamu sudah dapat sekretaris baru? " tanya Arini di sela sarapan mereka.


" Sudah,, mulai hari ini Mila jadi asisten Kalina. " jelas Refal santai.


" Owhh.. kamu jadi rekrut dia untuk gabung di perusahaan,, kalau gitu bisa dong...kamu jadwalkan minggu depan supaya kita cek up baby." ucap Arini


" Oke,, hari apa emangnya? " tanya Refal


" Hari rabu habis makan siang .." jawab Arini


" Oke,, nanti aku kasih tahu Mila yaa.. " ucap Refal.


" Bukannya,, yang atur Scedule kamu itu Kalina? "tanya Arini dengan mengernyitkan dahinya.


" Iya sih,, tapi di back up nya sama Mila,, karena Kalina harus handle kerjaan Rizal sama Bagus." jawab Refal.


.


Setelah sarapan,, Refal mengantar Arini ke toko kue nya.


" Jangan terlalu lelah,, jaga baby." ucap Refal


" Iya,, kamu juga hati-hati ,,trus tolong nanti pulang nya bawain lontong sayur buatan Lulu yaa.. dia tadi wa,, katanya buatin lontong sayur buat aku." pesan Arini


" Oke,, kamu hati-hati ,,anak ayah jangan nakal yaa.. jaga bundanya.. " ucap Refal dengan mengelus perut Arini dan menciumnya beberapa kali.


Dengan cepat Arini keluar dari mobil Refal, setelah memastikan bahwa istrinya masuk, Refal baru beranjak dari parkiran.


.


.


Sampai di kantor, Refal melihat Kalina yang sangat sibuk sendiri.


" Lin,, sibuk banget? " tanya Refal


" Ehh.. pagi boss,,iya maaf.. lagi siapin bahan meeting dengan Direksi boss." jawab Kalina.


" Ohh.. iya,, masukin scedule buat hari Rabu habis makan siang saya nggak bisa di ganggu soalnya saya akan cek up kandungan Arini." ucap Refal pada Kalina.


" Iya,, nanti saya masukkan scedule." ucap Kalina.


Setelang memberikan intruksi pada Kalina,, Refal masuk dalam ruangan nya.


" Ehh... Mila,, maaf minta tolong tulis scedule boss buat hari rabu besok setelah makan siang,, harus cek up kandungan bu Arini, tolong masukkan ke buku scedule boss yaa.. " ucap Kalina.


" Oke,, beres.. " ucap Mila singkat.


" Mana aku sudi, masukkan scedule cek up,, nggak akan pernah aku masukkan ke scedule Refal, enak aja.. dia malem sudah sama Arini,, saatnya siang milik aku.. hahha.. " batin Mila dengan niat liciknya


.


.


.


" Rin,, kenapa kok ngalamun sih? " tanya Ayu yang melihat sahabatnya.


" Nggak papa,, cuma dua hari ini.. scedule Mas Refal tambah padat,, tambah sekretaris bukannya makin santai kerja malah semakin sibuk." keluh Arini.


" Sudahlah,, jangan dipikirin nanti yang ada kamu stres,, kasihan baby kan? " Ucap Ayu.

__ADS_1


" Hemmm.. " jawab Arini singkat.


.


.


.


Malam hari nya,, jam delapan malam Refal belum pulang juga dari kantor,, dan akhirnya Arini mencoba untuk menelpon suaminya namun,, nomor HP nya tak aktif.


" Assalamualaikum.. " terdengar ucapan salam dari sebrang.


" Wa'alaikumslam ..Mba Lina,, maaf mau tanya apa tadi mas Refal ada kerja lembur?" tanya Arini


Arini memutuskan menelpon Kalina sekretaris Refal.


" Lembur,, enggak tuh Rin.. tadi setahu aku pak Refal keluar kantor jam lima sore kok.." ucap Kalina.


" Owhh ya.. sudah terima kasih mba,,Assalamualaikum. " ucap Arini


" Wa'alaikum salam. " jawab Kalina.


" Kemana kamu mas,, buat aku cemas gini" gumam Arini.


Jam sepuluh malam, Refal baru sampai apartemen.


" Lho yang.. belum tidur? " tanya Refal mendapati sang istri yang masih terjaga.


" Gimana aku bisa tidur mas,, nggak ada kabar apapun dari kamu.. " jawab Arini


" Dan mas dari mana sih,, jam segini baru pulang,, nggak kasih kabar jangan kan telpon chatt pun nggak ada." ucap Arini.


" Aku nggak kemana-mana,, aku dari kan...


" Owhhh.. itu,, tadi Mila mau ketemu temennya lunayan jauh tempatnya makannya aku anterin sebentar." jawab Refal


" Mas nggak bohongin aku kan,, kamu jangan coba bohong sama aku mas,, aku nggak suka.. dan sekarang mana lontong sayur pesenan aku dari Lulu.. nggak ada, dari beberapa hari ini kamu itu udah mulai abai sama aku juga anak kamu mas,, semenjak ada Mila kamu selalu prioritaskan Mila dari pada aku istri kamu,,bisa pikir nggak sih mas pake otak cerdas kamu... aku sedang hamil anak kamu, apa kamu nggak ada khawatirnya tentang keadaan kami ..hahh.. atau memang dari awal kamu itu nggak sungguh -sungguh membuat aku prioritas kamu.Kemarin kamu dengan mulut manis kamu,,kmu janji sama aku menomer satukan anak, istri dan semenjak ada Mila kemana janji kamu... Bullshits...!!! " ungkap Arini panjang lebar.


Tanpa menunggu penjelasan Refal Arini masuk dalam kamarnya dan menguncinya.


Dadanya terasa sesak dan sakit luar biasa ,, dan nafas nya mulai tersengal dengan cepat Arini mengambil obatnya dan meminumnya.


Refal yang melihat kekecewaan di wajah Arini,, tersadar jika niat baiknya menyekiti hati istrinya.


" Hallo.. "


" Lulu,, saya Refal.."


" I_iya boss,, ada apa yah boss,, apa Arini butuh sesuatu? "


" Lontong sayur,, pesenan Arini masih ada nggak,, kalau masih bisa panaskan dan bisa kirimkan pake ojol Lu.. saya transfer biayanya."


ucap Refal dengan lirih.


" Ohh.. masih ada boss,, tadi saya mau titip ke Mba Mila tapi,, kata mba Mila boss nggak langsung pulang,,jadi saya tadi mau kirim ke tempat Arini nggak tahu alamat nya." ungkap Lulu.


" Oke Lu.. kamu segera kirim yaa.. saya tranf buat ongkos buat."


" Nggak


" Nggak ada penolakan Lulu."


" Baik boss, terima kasih. "

__ADS_1


Setelah selesai, Refal langsung mematikan panggilannya.


" Tetnyata tadi Lulu sudah niat mau kasih ke Mila,, tapi.. kenapa Mila bilang aku nggak langsung pulang.. padahal kan tadi dia bilang mau pergi pun,, last minit sampai kost an nya,, apa bener omongan 3cunguk tentang Mila." batin Refal.


Refal memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dulu sambil menunggu Ojol yang membawa pesanan Arini.


Tak butuh waktu lama, Refal selesai juga membersihkan diri nya. Lima menit duduk menunggu, akhirnya pesanan Refal datang juga.


Tanpa membuang waktu,, Refal menyiapkan lontong sayur pesenan Arini.


" Hahhh.. " Refal dengan menghembuskan nafas kasarnya membuka pintu kamarnya dengan kunci cadangan.


Saat melihat sinar temaram di kamar itu,, Refal menyalakan lampu kamar agar terang, dan mendekati sang istri.


" Rin... sayang,, mas tahu kamu belum tidur.. maafin mas yaa,, yang selalu tak bisa menolak permintaan Mila,, mas merasa bertanggung jawab atas keselamatan nya Rin,, maaf jika selama beberapa hari ini,, kamu merasa terabaikan... sekarang,, lontong sayur buatan Lulu sudah dateng,, tadi Lulu kirim kesini.. nih ,,mas sudah bawa." ucap Refal dengan membelai rambut istrinya.


" Sayang... katanya baby mau makan lontong,, ayolah. ..kamu boleh marah sama mas.. tapi,, jangan sama baby kita lah..." ucap Refal


Arini mendengar omongan Refal dengan perlahan,, duduk dengan mata yang sembab.


" Maafin ayah yaaa... buat bunda sebel sama ayah,,buat baby juga khawatir yaaa.? " ucap Refal mengelus perut Arini.


Arini menyuapkan lontong sayur pesenannya,, dua suap. Kalau saja dia tidak menghindari makanan ini mungkin akan habis tanpa sisa.


" Udah.??" tanya Refal dengan mengernyitkan dahinya.


" Iya udah,,sekarang aku pengen minum susu aja." ucap Arini


" Hahhh... lagi-lagi di kerjain si jabang bayi. " batin Refal


.


.


.


Hari ini Saatnya Arini harus cek kandungan.


" Kemana sih mas Refal jam seginj belom dateng?" gumam Arini.


" Rin,, aku anter aja yaa? "tawar Ayu.


" Ayok deh Yuu.. capek aku di bikin kesel mulu.. " ucap Arini dengan sedikit rasa sakit hati karena kesibukan Refal yang makin jadi.


Dikantor Kesuma Group.


Ke empat sekawan sedang berkumpul diruangan Refal sehabis meeting an ke tiga sahabatnya akan segera beranjak dari tempat duduk mereka.Namun,sebuah notif masuk di ponsel Tommy.


" Bilangin sama Refal kalau nggak sudi jaga istrinya lagi,, biar gw yang jaga sahabat gw,, janji mau temenin cek Kandungan,,masih sibuk sama urusan kerja... !!!


" Fal,, lo liat nih.." Tommy memberi tahukan pesan dari Ayu yabmng dikirim lewat HP Tommy.


" Astaghfirullahal'azim,, aku lupa..!! Mila,, kenapa kamu nggak ingetin saya punya janji temenin istri saya cek kandungan... sebenarnya kamu bisa kerja nggak sih..Hahh..!!! bentak Refal pada Mila.


Tanpa menunggu jawaban Mila Refal meninggalkan kantornya.


" Kita tahu,, lo sengaja kan?? " ucap Rizal menatap sinis Mila.


" Kalau iya kenapa,, mau ngadu... percuma,, lagian kenapa harus ada Arini,,kalau mau jadi bagian Refal harusnya dia rela akan di jomer duakan,, karena pastinya aku prioritas nya." ucap Mila dengan sombong.


" Sakit nih Orang..!!! " umpat Tommy.


Namun,, bukan Mila namanya jika dia punya rasa malu atau kasian pada orang lain.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2