
Setelah beberapa saat, datanglah seorang perempuan mendekati Arini dan Refal.
" Haii Falll...!! " seru perempuan itu mendekati meja Refal dan Arini
" Haii.. Lusi, dateng juga akhirnya." balas Refal dengan saling berpelukan dengan akrab.
" Ehemmm.. "Arini dengan berdehem dan tersenyum kikuknya melihat adegan itu membuat Arini sedikit kesal, bagaimanapun dia bukan mahrom suaminya.
Akhirnya Refal cepat melepas pelukannya pada Lusi karena melihat wajah istrinya sedikit tak bersahabat.
" Lusi, kenalin dia Arini dan dia Lusi teman ku waktu SMA dan dia sudah lama di sini, dan berita bagusnya kamu bisa ikut dengan dia belajar sedikit-sedikit fashion terbaru di paris sepanjang musim semi ini." ucap Refal dengan senyuman manisnya
" Haii ,mba.. aku Arini senang bisa berkenalan sama mba, trus aku sama mba Lusi pergi.. kamu? "
" Aku ada keperluan disini, tenang saja Lusi bisa jagain kamu kok.." ucap Refal meyakinkan.
" Tenang Rin, Refal sudah kenal aku lama.. dan nggak mungkin juga aku culik kamu,bisa di Cin cang sama dia." ucap Lusi.
" Hahaha.. mba bisa aja, mba sudah sarapan? "tanya Arini
" Sudah, tenang.. tinggal jemput tuan putri saja."
ungkap Lusi.
" Kalau kalian mau pergi sekarang nggak papa, aku sebentar lagi juga mau cabut.." ujar Refal melihat ke arah jam tangannya.
" Oke.. kita berangkat sekarang Rin, nanti biar dapat pengalaman banyak.. lumayan seminggu disini kan? " ajak Lusi
" Oke, kita pergi sekarang." ucap Arini mengiyakan ajakan Lusi. " Mas, salim..?"ucap Arini pada Refal dan mengulurkan tangannya kedepan Refal.
" Hah,apa ?? " Refal memastik pendengarannya.
" Salim mas, aku cium tangan mas..biar dapet barokah pulangnya nanti dan aku nggak dilaknat Allah, kalau aku pergi nggak ada restu dari su...
" Iyaaa.., bawel !!" serobot Refal menyodorkan tangannya.
Dengan senyuman lebarnya,Arini menyambut tangan suaminya dengan senang hati dan memciumnya dengan takzim.
" Aku berangkat mas, Assalamu'alaikum. " pamit Arini.
"Wa'alaikum salam." jawab Refal.
__ADS_1
" Gw cabut dulu,nggak usah khawatir.. gw jagain adek sepupu lo." ujar Lusi.
Refal hanya membalas dengan senyuman manisnya dan menepuh bahu Lusi.
Sedangkan Arini dengan antusias melangkahkan kakinya terlebih dulu keluar dari restaurant.
Saat Arini menunggu Lusi keluar, tanpa sengaja seorang perempuan yang terlihat sexy dengan dandanan yang menyita pandangan kaum lelaki menyenggol bahu Arini sampai Arini sedikit terdorong ke belakang, karena memang Arini tak siap ..beruntung tepat Lusi di belakang Arini dengan sigap Lusi menahan tubuh Arini.
Bukkk..
"Aussttt... " pekik Arini karena terkejut.
"Sorry..?!" ucap perempuan itu dengan tampang yang angkuh.
" No problem." balas Arini dengan memperlihatkan senyuman tipis.
Setelah mendapat jawaban dari Arini, dan memastikan bahwa Arini baik-baik saja, perempuan itu masuk begitu saja ke dalam Caffe.
"Kamu yakin nggak papa Rin? " tanya Lusi yang membantu Arini menopang tubuh nya.
" Nggak papa mba, nggak masalah.. nggak ada yang luka juga." jawab Arini.
" Oke lah kalau kamu nggak papa, kalau kamu lecet.. pasti aku akan kena semprot Refal." ujar Lusi dengan terkekeh kecil.
" Ohh.. aku ada janji sama salah satu designer terkenal disini, kamu bisa ikut dan kamu bisa lihat karya nya juga." ucap Lusi.
" Beneran, ya Allah.. terima kasih untuk hari ini dan Hari-hari berikutnya. Tentunya aku akan ngrepotin mba terus lho." ucap Arini
" Nggak masalah, Refal teman ku kamu juga pasti jadi teman ku." jawab Lusi sambil berjalan berdua ke tempat dimana mobilnya terparkir.
.
.
Sementara itu, Refal yang melihat Arini sudah pergi dan di susul Lusi, kini Refal dengan senyuman tipisnya mengingat jika hari ini dia sudah ada janji dengan Dinda di Caffe yang sama .
Tak lama terlihat wanita tinggi semampai. dengan tampilan model nya, melangkah mendekati Refal.
" Sayaangggg..?!!" seru wanita itu pada Refal
" Baby.. ohh.. rindunya aku sama kamu." ucap Refal dan memeluk wanita yang dia sangat rindukan.
__ADS_1
Dinda, Refal membuat janji dengan Dinda di Caffe tempat dia sarapan bersama Arini. Karena sebenarnya Refal ingin menjemput sang kekasih ke tempatnya, namun.. Dinda ingin kalau Refal cukup untuk datang dari jauh dan sekarang giliran Dinda yang menemuinya, istilahnya biar sama-sama berkorban demi kebaikan bersama, itu yang dikatakan Dinda.
Refal yang punya tipe nggak ribet, dia hanya bisa mengiyakan keinginan kekasihnya.
" Maaf yah, aku datang kesini pasti menyita waktu kamu." ucap Refal dengan mencium pucuk kepala Dinda.
" Nggak masalah sih, cuma kalau kesini lagi.. lain kali bilang jauh-jauh hari. biar aku luangin waktu aku sama kamu lebih banyak, karena aku minggu ini juga scedule aku padat." ucap Dinda memberikan alasan.
" Iya sayang.. maaf ya, karena memang mendadak.Sekarang kita kemana, hari ini kita Shopping mau? " tawar Refal pada sang kekasih sebagai hadiah untuk bisa bertemu dengannya.
Setahu Refal Dinda sedang sibuk-sibuknya dan memang di benarkan oleh sang asisten.
" Beneran?? Oke.. let's go..!! " ucap Dinda semngat.
Melihat tingkah Dinda membuat Refal terkekeh karena, dengan kata Shopping untuk Dinda adalah kata mujarab mengendalikan perempuan itu.
Jadilah hari ini Dinda dan Refal menikmati hari mereka dengan senyuman bahagia, dan tak beda dengan Arini dengan bahagia juga Arini mengikuti private class singkat yang di berikan oleh salah satu Designer ternama di Paris.
.
.
.
Jam delapan malam, Arini dengan diantar Lusi sampai depan apartemennya.Menikmati hari bersama Lusi membuatnya lupa akan Refal, namun.. jika di ingat Refal sudah bilang jika mereka adalah orang asing walaupun tidur dalam satu kamar, satu ranjang bahkan satu selimut tetap orang asing, hanya ada ikatan pernikahan di atas kertas .
Mengingat semua itu membuat dada Arini sesak. Arini melangkah menuju dimana unit apartemennya betada. Sampai apartemen ,ternyata Refal belum kembali.. beruntung Arini sudah makan malam dan membeli beberapa Roti dan camilan untuk persediaan.
Setelah membersihkan diri Arini langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur nya dan tak lama terlelap dalam mimpinya.
.
.
Jam sebelas malam, Refal pulang ..setelah mengantar Dinda ke studio tempat dia pemotretan. Refal lamgsung menuju kamarnya dan melihat sang istri sudah tertidur lelap.
Seperti magnet dalam diri Arini, Refal yang melihat wajah sang istri yang terlihat lelah.. dia mendekati dan memandang wajah polos tanpa make up itu dengan intens. Bulu mata lentik, bibir merah menggoda walau tanpa polesan lipstik terlihat sangat menggoda.
Refal dengan perlahan ,entah dorongan dari mana.. dia memberanikan diri mendekati wajah Arini dan mengecup lembut kening sang istri begitu menghayati, Refal memejamkan matanya sejenak merasakan kedamaian disana,setelah beberapa detik membenamkan bibirnya di kening sang istri, Refal menyudahi aksinya.
" Maaf.. karena aku bukan suami yang baik untuk mu.." gumam Refal memandang wajah Arini dengan sendu.
__ADS_1
Refal melangkah ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah pintu kamar mandi tertutup,mata Arini yang tadinya tertutup rapat kini dia membukanya perlahan memegang keningnya dan tersenyum kecut mendengar gumaman sang suami yang semat dia dengar.
Bersambung