
" Kamu minum obat apa,, banyak banget? "tanya Refal heran.
" Emm.. ini tadi Vitamin yang di kasih Dr. Salma kok mas,, dari kemaren aku memang nggak enak badan,, jadi kemaren Dr. Salma tambahin obatnya." kata Arini mencoba memberikan alasan masuk akal.
"Mila kenapa di tinggal? "tanya Arini memancing reaksi sang suami.
" Ohhh.. udah aku suruh pulang,, dan aku bilang besok aku ambil cuti." jelas Refal
" Lho... bukannya urusan kantor lagi numpuk?" tanya Arini lagi
" Aku minta bantuan Tommy handle." jawab Refal. " Oh iya,, maafin mas yah.. kamu pasti tak nyaman lihat kedekatan mas sama Mila. " ucap Refal.
" Mas,, aku percaya sama kamu.. tapi, aku nggak percaya sama Mila." ungkap Arini.
"Iyaa.. mas tahu." jawab Refal.
.
,
Di lain tempat Mila yang ngerasa kesal dengan sikap Refal,, dan dengan teganya dia mengusir Mila dari apartemennya.
flashback On.
Setelah Arini masuk kedalam kamar Refal melihat Mila dengan tajam.
" Mila,, sebaiknya kamu pulang.. untuk urusan pekerjaan kamu bisa diskusi dengan Tommy,, karena besok saya akan cuti sehari jadi Tommy saya suruh untuk ke kantor pusat sehari mem back up pekerjaan saya,,dan Saya ingatkan kamu... pandangan saya tetap sama,, menganggap kamu sebagai adik,, jangan sampai saya hilang respek sama kamu." ujar Refal.
" Tapi,, aku juga butuh kamu Refal." Ucap Mila tak tahu malu.
" Jangan pancing saya Mila,, saya bisa bertindak kasar sama kamu.. walaupun kamu adalah adik Alm Gading." ucap Refal membuat Mila syok.
Flashback Off.
" Lihat saja kamu Arini,, aku pastikan kamu lenyap dari hidup Refal,, apapun caranya." gumam Mila dengan senyum liciknya.
.
.
.
Keesokan paginya,, Refal mengantar Arini ke Toko Rotinya.Sementara Refal akan ke rumah besar menemui sang papa.
" Mas kamu hati-hati yaa.. " ucap Arini sebeluk turun dari mobilnya.
" Kamu juga,, jangan terlalu lelah." ucap Refal mengingatkan sang istri.
" Iya ayah... bye ayah.. " ucap Arini dengan meniru suara anak kecil.
.
.
Refal sampai di rumah besar dan langsung menemui sang papa.
" Pagi pah.. " sapa Refal saat melihat sang ayah sedang duduk santai dengan sang Oma.
" Pagi,, tumben kamu pagi begini sudah sampai sini,, mana Arini? " tanya Oma
" Arini ke toko Oma." jawab Refal dan duduk di samping sang oma.
" Perasaan Oma nggak enak,, Oma kepikiran sama Arini,,sudah tiga hari ini Oma mimpi serem,,mimpi telapak tangan Oma penuh darah Fal." ucap san Oma.
" Omaaa... itu hanya mimpi,,kita akan baik-baik saja." ucap Refal menenangkan sang Oma.
.
.
__ADS_1
Sementara di toko,, Arini sedang mengecek keuangan dan Ayu sedang menata kue di Etalase.
" Haii Yu... " sapa seseorang
" Firman,, ngapain kamu kesini? " tanya Ayu
" Yah.. beli kue Yu.. emang apa lagi,,nggak usah curiga gitu sama gw, nggak akan tega gw hancurin rumah tangga sahabat lo." ucap Firman menjawab ke khawatiran Ayu.
" Bang Firman,,cari roti? " tegur Arini
" Iya Rin,, gimana kandungan kamu?" tanya Firman.
" Alhamdulillah baik,, sudah enam bulan." jawab Arini.
" Sudah cek up,, dan...
" Ah sudah.. " serobot Arini agar sahabatnya tak. curiga dengan pertanyaan Firman.
.
.
" Rin, kamu mau kemana? " tanya Ayu.
" Aku mau kedepan tuh,, mau beli rujak." ucap Arini.
" Sini aku beliin,, kamu tunggu di sini aja." ucap Ayu.
" Tapi,, aku pengen pilih sendiri buahnya sama bikin sendiri kesana Yuu.. " tolak Arini mengerucutkan bibirnya.
" Oke,, aku temenin.. yuk..!! Tunggu ya Fir.. kita kedepan dulu." ucap Ayu pada Firman.
Firman mengangguk setuju dengan menyesap Cappuccino pesanannya sambil memperhatikan kedua wanita yang sedang berjalan kesebrang.
Akhirnya Arini dan Ayu menuju ke tukang Rujak, dengan perasaan gembira Arini memilih buah sampe mengulek sediri rujak untuknya. Lima belas menit kemudian,, Arini dan Ayu menyebrangi jalan pertokoan itu.
Namun,, saat berjalan.. tiba-tiba dada Arini terasa sangat sakit,, dan spontan Arini memegangi dadanya sementara Ayu tak menyadari jika Arini sedang menahan sakitnya di belakangnya sedikit jauh jarak mereka.
" Arini Awass...!!! " teriakan Firman mengagetkan Ayu dan pejalan kaki lainnya
Brakk..
Tubuh Arini,limbung akibat mobil yang menabrak dirinya,, walaupun Arini sudah berusaha menghindar,, perut buncitnya terserepet mobil tersebut.
" Arini..!!! " teriak Firman dan Ayu segera meraih tubuh Arini yang jatuh.
Sementara di balik kemudi seseorang tersenyum puas dengan hasil kerjanya,,
Prangggg..
" Astaghfirullahal'azim.. " pekik mama Dewi.
" Mama ada apa mah,?" tanya Papa Angga yang melihat sang istri tak sengaja menjatuhkan gelas minum Refal.
" Nggak tau,, mama nggak sengaja." Ucap mama Dewi dengan tubuh gemetar.
.
.
" Rinn.. bangun Rin,,jangan tidur,,kita ke Rumah Sakit segera." ucap Firman
" Cepat ambil kunci mobil ku Yu..!! " ucap Firman
" I-iya.. " Ayu segera bergegas masuk mengambil kunci Mobil Firman dan mengabil tas nya juga Arini.
" Sa-kit bang. .sakit ." ucap Arini lirih
" Iyaa... kita ke Rumah sakit.. jangan tidur please..!! " teriak Firman panik
__ADS_1
Ayu segera membuka pintu mobil Firman, lebih tepatnya mobil sang papa.
Arini di tempatkan di jok belakang bersama Ayu.
" Yaa Allah Rin... maafin aku.. kamu pasti nggak papa kamu kuat Rin..!! " ucap Ayu sudah menangis
" Sa-sa.. sakit.. Yu,, selamat,, tin,, anak,,,aku.. "Ucap Aruni dengan nafas tersengal.
"Shittt... Ayu,, kamu buka tas Arini,, di tasnya ada obat nggak.. " ucap Firman mengumpat dirinya sendiri.
Ayu segera membuka tas Arini,, dia lihat banyak obat di dalam tas nya dan menunjukan pada Firman,, Firman mengarahkan obat apa saja yang harus Arini minum saat ini..
Ayu tampa bertanya segera meminumkan Obat itu ke Arini. Nafas Arini sedikit teratur.. Arini memegangi perutnya yang sakit.
Firman mengemudi seperti orang kesetanan. Dihalaman Rumah Sakit,,dengan memarkirkan mobilnya dengan sembarangann, Firman menyeret petugas medis untuk menangani Arini .
Arini langsung di bawa masuk ke ruang tindakan.
Baju Firman dan Ayu sudah bersimbah darah yang berasal dari Arini.
Drrt Drrt
" Hal...
" Datang sekarang juga ke Kesuma Hospital Arini kecelakaan. "
Tut... tut ...tut.. tut
" Hallo... Hallo... Haiii... jangan main-main kamu.." Sentak Refal setelah tiba-tiba ada orang yang membari kabar Arini kecelakaan.
"Kenapa Fal? " tanya Oma dengan perasaan
khawatir
" Ada yang telpon Refal kalau Arini kecelakaan dan sekarang ada di RS kita Oma.." ucap Refal
" Apaa..!!! " semua orang kaget dan Panik
Akhirnya langsung meluncur ke Rumah Sakit.
Kesuma Hospital
" Lo harus kuat Rin,, lo harus lawan sakit lo Rin,, bodoh bodoh bodoh.. kenapa gw nggak bisa lindungi lo.. kenapa gw selalu gagal Riin... " gumam Firman dengan Air matanya yang sudah membasahi kedua matanya.
" Firman.. tenanglah,, aku juga salah kenapa aku jalan duluan.. hiks hiks " ucap Ayu dengan isak tangisnya.
" Dia pasti kesakitan tadi Yuuu... pasti sakitnya lagi kambuh.. " ucap Firman tanpa sadar.
" Sakit,, sakit apa maksud kamu Fir... Arini sakit apa..!!" teriak Ayu.
" Arini.. dia mengalami gejala Aritmia ." jawab Firman.
" Apa yang lo bilang tadi,, apa yang lo bilang nggak bener kan !! bentak Refal yang tak sengaja mendengar Ayu menanyakan penyakit Arini dan betapa terkejutnya dengan Jawaban yang Firman berikan.
Refal dan Firman saling bertatapan,menandakan permusuhan.
" Gw emang pernah menyakiti Arini, tapi.. gw nggak main -main,,Soal penyakit Arini itu benar adanya ,, kenapa lo suaminya nggak tau... ??" ucap Firman dengan senyum mengejek. " Ohhhh... karena lo terlalu sibuk dengan dunia lo sendiri,,istri sakit pun lo nggak sadar kan?!!! Lo emang Suami Bangs*ttt ..!!!" Sentak Firman di depan wajah Refal tanpa rasa takut.
Bughh.
Bughh
Mendengar umpatan Firman,tentu Refal terpancing dan dengan cepat dia memberikan pukulan pada wajah Firman,, dan tak tinggal diam Firman pun membalasnya.
" Stoppp...!!! Stoppp..!! inget ini Rumah Sakit,, di dalam sana ada Arini yang sedang bertaruh nyawa." bentak papa Angga.
Sedang Ayu sedang sibuk memberikan kabar pada orang tua Arini di kampung tentu dengn bantuan Sofan supaya orang tua Arini tak terlalu kaget.
Refal sudah seperti orang Limbung,, hanya ada penyesalan di hati Refal betapa lalainya dia selama ini,, mengabaikan keadaan sang istri.mendengar Aretmia membuat Refal sesak nafas,, membayangkan betapa tersiksanya sang istri melewati kesakitan nya sendiri.
__ADS_1
Berasambung.