Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 100


__ADS_3

Aku terkejut saat melihat Anin jatuh di hadapan ku.


Secepat kilat Aku langsung menangkap nya.


"Anin,sadar nin."Ucap ku sambil menepuk-nepuk pipi nya dengan pelan.


Aku segera mengangkat nya dan membawa nya ke dalam.Terlihat beberapa satpam mendekat ke arah ku ingin membantu ku.


"Tidak usah,biar saya saja.Kalian urus lelaki itu.Jangan biarkan Ia masuk ke dalam kantor."Ucap ku pada satpam.


"Hei anda tidak bisa seperti itu,Anin itu adalah istri ku."Ucap nya berteriak pada ku.


Aku tidak memperdulikan dia,Aku bergegas membawa Anin ke dalam.


Aku meniduri nya di sofa lobby kantor.


Aku terus memanggil dan mencoba membuat Anin sadar.


"Anin,apa yang terjadi dengan nya."Ucap Maura tiba-tiba di belakang ku.


Terlihat yang lain juga mendekat,mereka ingin tahu apa yang sebenar nya terjadi dengan Anin.


"Cepat ambil kan minum dan minyak angin.Kita harus cepat menyadarkan nya."Ucap ku panik.


Aku sangat sedih saat ini,masih teringat jelas oleh ku bagaimana Anin melindungi ku saat Pras ingin memukulku.


Ia rela pasang badan untuk melindungi ku dari Pras.


"Ghian biar Aku saja yang mengurus Anin."Ucap Maura sambil mendekat ke arah Anin.


Aku pun berdiri dan membiarkan Maura untuk menyadarkan Anin.


"Apa kita harus ke rumah sakit?"Tanya ku penuh rasa khawatir.


"Tidak usah,seperti nya Anin akan segera sadar."Ucap Maura pada ku.


Tak berapa lama Anin pun sadar,terlihat Ia memegang kepala nya.


"Anin,syukur lah kamu sudah sadar."Ucap ku sambil mendekat ke arah nya.


"Dimana saya pak,kepala saya sakit sekali."Ucap nya pada ku sambil memegang kepala nya.


Mungkin karena pukulan Pras tadi yang begitu kuat,sehingga membuat Anin menjadi pusing sekarang.


"Kamu jangan berdiri dulu.Biarkan berbaring di sini dulu."Ucap ku pada Anin.


"Apa kamu mau ke rumah sakit?."Ucap ku lagi pada nya.


"Tidak pak,tidak usah.Sebentar lagi juga saya akan enakan."Ucap nya sambil mencoba tersenyum.


Lagi kesakitan begini saja Ia tetap tidak mau merepoti orang lain.Ia benar-benar gadis yang baik.


"Nanti biar saya yang mengantar kamu pulang,kamu tidak mungkin pulang membawa mobil sendiri."Ucap ku lagi pada nya.


"Tidak usah pak,saya tidak mau merepoti bapak.Saya akan naik taksi saja nanti."Ucap Anin lagi pada ku.


Anin memang selalu berusaha menghindari dari ku.Daru banyak nya wanita yang ku temui,hanya Anin yang bersikap cuek pada ku.

__ADS_1


Apa aku kurang menarik untuk nya??


Ia tidak seperti wanita lain yang sangat ingin pergi dengan ku.Tanpa ku minta pun kadang mereka yang menawarkan diri.


Sikap dia juga yang membuat ku semakin penasaran pada nya.Dia tidak gampang di dekati oleh lelaki.


"Saya harap kamu tidak membantah saya nin,saya akan mengantar kamu."Ucap ku dengan tegas.


Tiba-tiba Maura mendekat ke arah ku.


"Iya,kamu boleh mengantar Anin,gak usah pake amarah kenapa."ledek Maura berbisik pada ku.


Aku melotot ke arah Maura.


"Kamu kelihatan sekali panik nya Ghian,jangan sampai semua orang di sini tahu jika kamu menyukai Anin."Ucap Maura lagi berbisik pada ku.


Ia pun cekikikan dan menjauh dari ku.Karena Ia tahu jika Aku akan marah pada nya.


Untung saja di sini hanya tinggal aku,Anin dan Maura.Jika tadi ada yang lain mereka pasti akan tahu jika Aku perhatian pada Anin.


Maura memang tahu semua tentang ku,boleh di bilang Ia benar-benar sahabat terbaik ku.Dan tentang Anin tanpa aku cerita pun Ia megetahui jika Aku menyukai wanita lugu itu.


"Anin,kamu sudah enakan?kalo sudah bisa berdiri biar saya antar kamu ke mobil pak Ghian sekarang."Ucap Maura pada Anin.


Anin pun beranjak dari tidur nya pelan-pelan sambil di bantu dengan Maura.


Ia tersenyum pada Bu Maura.


"Terima kasih ya ibu sudah membantu Anin tadi."Ucap Anin pada Maura.


Anin terlihat sedikit kaget mendengar perkataan Maura.


"Jadi pak Ghian yang menggendong saya,maaf kan saya pak,jika saya merepoti bapak."Ucap Anin pada ku.


"Tidak apa,sudah tugas saya untuk melindungi Kamu."Ucap ku pada nya.


"Hmm,,jadi Anin saja nih yang di lindungin,Aku enggak??"Maura meledek ku lagi


Kali ini Aku mendekati nya dan berbisik pada nya.


"Jangan sampai gaji mu Aku cancel bulan ini ya."Ucap ku sambil tertawa pada nya.


Sekarang giliran Maura yang melotot ke arah ku.


Aku tersenyum melihat nya dan pura-pura tidak melihat nya.


Terlihat Anin tersenyum melihat tingkah kami berdua.


"Ayo Anin saya antar kamu pulang."Ucap ku pada Anin.


"Iya pak,"Ucap Anin pada ku.


Maura pun menuntun Anin keluar pintu utama.


Di depan mobil ku sudah terparkir di depan pintu utama.


Aku langsung masuk ke dalam mobil.Maura tidak ikut mengantar Anin karena masih ada pekerjaan yang harus Ia kerjakan.

__ADS_1


Tak berapa lama kami pun berlalu dari kantor.


Sepanjang perjalanan Kami berdua hanya diam,terlihat jika kami berdua begitu canggung.


Apa-apaan ini Ghian,Kamu tidak boleh kelihatan salah tingkah begini.


"Anin,apakah kamu mau makan dulu?"Tanya ku pada nya mencairkan suasana.


"Tidak usah pak,saya belum lapar.Nanti biar saya makan di rumah saja."Ucap nya sambil tersenyum.


"Apa kamu masih tinggal satu rumah dengan Pras?"Tanya ku ingin tahu.


"Tidak pak,beberapa bulan ini Saya sudah tidak satu rumah lagi dengan mas Pras.Saya sekarang ngekost pak."Ucap nya lagi.


Syukur lah jika mereka tidak satu rumah lagi.Berarti Ia benar-benar sudah tidak mau lagi dengan Pras.


"Kalo boleh saya tahu apakah kamu masih mencintai Pras??"Tanya ku tiba-tiba pada Anin.


Anin menatap ke arah ku.


Ghian,kenapa kamu bertanya seperti itu,kelihatan sekali jika Aku ingin tahu tentang Ia dengan mantan suami nya.


"Eh,maksud nya seperti saya lihat Pras masih kelihatan mencintai mu.Bukti nya Ia terus saja mendekati mu."Ucap ku pada nya salah tingkah.


Tiba-tiba Anin tertawa.


Ia sangat cantik saat tertawa lepas begini.


"Apa ada yang lucu?"Tanya ku pada nya.


Anin masih tertawa,Ia tertawa begitu lepas.


"Hei,apa nya yang lucu Anin,kenapa Kamu terus tertawa."Ucap ku sambil tertawa juga melihat nya.


Tiba-tiba Anin menatap ke arah ku,walaupun Aku fokus membawa mobil.Tetapi Aku tahu jika Anin melihat ke arah ku.


"Apa bapak memperhatikan ku?"Ucap nya sambil tersenyum pada ku.


Kali ini tiba-tiba Aku yang menjadi salah tingkah.Aku langsung menepikan mobil ku di pinggir jalan.


Aku langsung menatap ke arah Anin.


"Apa kah kamu mau tahu jawaban nya?"Tanya ku pada nya.


Anin mengangguk sambil menatap ku.


"Aku menyukai mu Anin."Ucap ku tiba-tiba pada nya.


Anin kaget saat mendengar perkataan ku.Ia langsung terdiam sambil menatap ke arah ku.


Mungkin Ia tidak menyangka jika Aku akan berkata seperti itu.


Biarkan saja dia tahu jika Aku menyukai nya,,


Aku memang jatuh cinta pada mu Anin,,,


******

__ADS_1


__ADS_2