Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 99


__ADS_3

Aku melihat mas Pras berjalan dari kejauhan.Di mana Davina,tidak mungkin Ia membiarkan mas Pras menemui ku.


Aku pun berjalan menuju ke arah lobi.Mas Pras sudah menelpon ku dari tadi.Aku memang sengaja tidak mau mengangkat telepon nya.


Sebenar nya aku sangat malas untuk menemui mas Pras,karena itu akan membuat Aku jadi mengingat lagi luka lama ku.


Tetapi karena kesal dengan sikap angkuh Davina akhir nya aku membuat perhitungan dengan nya.


Dan mas Pras adalah senjata andalan ku.


Mas Pras melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.


"Hai mas,mas sendiri?"Tanya ku pada mas Pras.


Aku melihat ke sekeliling,kemana pergi nya wanita arogan itu.Apa mungkin ia ikhlas saat melihat mas Pras menemui ku.


"Tentu saja,emang nya mas dengan siapa lagi?"Ucap nya sambil tersenyum.


Senyum nya terlihat begitu manis.Mas Pras memang sangat menawan setiap kali Ia tersenyum.Itu juga yang membuat ku jatuh hati pada nya dahulu.


"Apa Davina tidak melarang mas untuk menemui ku?"Tanya ku pada mas Pras.


"Tidak usah membahas tentang nya Nin,mas ingin kita cepat pergi dari sini."Ucap nya lagi pada ku.


"Mas ingin bicara banyak dengan mu,Kamu mau kan bicara dengan mas sebentar?"Ucap mas Pras lagi.


Belum sempat ku menjawab pertanyaan mas Pras,terlihat Davina datang dari kejauhan.Ia sangat geram melihat mas Pras dengan ku.


Tatapan nya penuh amarah melihat kami berdua.


"Sebaik nya mas urus dulu wanita itu,Aku tidak mau ada keributan di sini mas."Ucap ku pada mas Pras.


Mas Pras pun menoleh ke belakang.


"Pras,aku sudah bilang jauhi wanita kampungan ini."Ucap Davina berteriak pada mas Pras.


Ia langsung mendekat dan menarik mas Pras agar menjauh dari ku.


"Apa-apan sih kamu Dav,sudah ku bilang jangan seperti anak kecil."Ucap mas Pras pada nya.


"Kamu,sudah ku bilang jangan menganggu Pras lagi.Apa kamu tidak tahu malu."Ucap Davina sambil menunjuk pada ku.


Aku tertawa mendengar ucapan nya.

__ADS_1


"Davina jaga ucapan mu."Ucap mas Pras pada nya.


"Kenapa kamu menertawakan ku,apa kamu ingin mencari masalah dengan ku?"Ucap nya lagi sambil melihat ke arah ku.


"Aku hanya geli mendengar perkataan mu,seolah-olah aku ini adalah wanita penggoda.Apa kamu lupa jika aku dan mas Pras masih suami istri!"Ucap ku pada nya.


Aku sudah sangat geram sekali dengan Davina.Ia benar-benar wanita yang tidak tahu malu.Ia seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali.


Dan dengan bangga nya Ia malah seolah-olah jika Ia adalah istri sah mas Pras.


"Pras sudah ingin berpisah dari mu,dan kamu jangan menjadi wanita murahan yang menganggu calon suami ku."Ucap nya sambil mendekati ku.


Plak,,


Aku menampar pipi Davina dengan sangat kuat.


Terlihat mas Pras dan beberapa orang yang ada di sekitar sana kaget melihat ke arah kami.


"Kamu,,berani nya kamu."Ucap Davina terbata sambil memegang pipi nya.


Mas Pras terdiam saat ini,Mungkin Ia bingung harus melakukan apa saat ini.


Aku memang tidak pernah melakukan kekerasan sama sekali,mas Pras sangat tahu perilaku ku.Tapi entah kenapa dengan Davina aku selalu ingin melakukan nya.


Seperti saat ini,Ia dengan angkuh nya merasa jika ia adalah korban nya.


"Aku bisa melakukan hal yang lebih gila lagi pada mu,jika kamu berani bersuara dan mengatakan ku lagi."Ucap ku pada nya.


Tak ada jawaban dari Davina,ia hanya diam sambil terus memegang pipi nya.


Good job Anin,,seperti nya Davina tidak menyangka jika Aku berani melakukan itu pada nya.Dan seperti nya tamparan ku lumayan kuat,karena saat ini tangan ku begitu perih menahan sakit.


"Aku sudah bilang pada mu,aku butuh bicara dengan Anin.Dan kamu tolong mengerti itu."Ucap mas Pras akhir nya berbicara.


"Kamu tidak usah membela nya Pras."Ucap Davina melotot ke arah mas Pras.


"Aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan mas,Mas sebaik nya pulang dan selesaikan masalah mas dengan dia."Ucap ku sambil menunjuk Davina.


"Tapi nin,mas butuh bicara pada mu."Ucap mas Pras lagi.


"Jangan memaksa Anin mas,Anin rasa semua nya sudah selesai."Ucap ku lagi.


"Apa yang di katakan Anin benar,sebaik nya anda pulang dan jangan membuat keributan di sini."Tiba-tiba pak Ghian muncul di belakang ku.

__ADS_1


Aku,mas Pras sedikit kaget melihat kedatangan pak Ghian.


Apa lagi Davina terlihat Ia menjadi salah tingkah.


"Siapa kamu?berani nya kamu ikut campur Ini adalah urusan saya dengan Anin."Ucap mas Pras pada pak Ghian.


Terlihat mas Pras tidak suka dengan kehadiran pak Ghian.


"Saya adalah orang yang sedang dekat dengan Anin saat ini,jadi apa yang menjadi masalah Anin akan menjadi masalah saya juga."Ucap pak Ghian lagi dengan tegas.


Aku terdiam mendengar perkataan pak Ghian.


Kenapa Ia berbicara seperti itu,apakah pak Ghian tidak sadar jika perkataan nya bisa menimbulkan gosip di kantor ini.


Tetapi saat mendengar pak Ghian berkata seperti itu,jantung ku berdegup sangat kencang.Apa-apaan ini.Mengapa Aku jadi salah tingkah begini.


"Jadi kamu mengkhianati Mas nin?kamu bisa secepat ini jatuh hati dengan pria lain."Ucap mas Pras melihat ke arah ku.


"Anin mohon mas,sebaik nya mas pulang.Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan."Ucap ku pada mas Pras.


Aku harap mas Pras mau mendengar ku.


"Kamu jawab pertanyaan ku Anin.Kamu punya hubungan dengan lelaki ini?"Ucap mas Pras lagi dengan tegas.


Terlihat Ia sangat marah saat menatap ku.


"Apa kah itu salah?Anin banyak belajar dari anda.Dan saya rasa apa yang di lakukan Anin adalah benar."Ucap pak Ghian lagi.


Tiba-tiba mas Pras mendekat ke arah pak Ghian.


Mas Pras melayangkan tinjuan nya kepada pak Ghian,dan Aku secepat kilat menghadang nya dan tiba-tiba saja pandangan ku terasa gelap.


Kepala ku begitu sakit,Aku baru saja merasakan hantaman yang begitu kuat di kepala ku.Sehingga sekarang Aku benar-benar rasa nya ingin jatuh.


Sakit sekali,,


Kepala ku begitu sakit.


Terdengar samar-samar ku dengar suara mas Pras dan pak Ghian memanggil nama ku.Tapi Aku tidak bisa membuka mata ku lagi.


Semua terasa gelap,,,


*****

__ADS_1


__ADS_2