Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 48


__ADS_3

Aku mengendarai mobil ku menuju apartement Davina.


Terlalu banyak yang Aku pikirkan beberapa hari ini,belum selesai masalah Anin,sekarang Aku harus mengurusi Davina yang sedang sakit.


*Sampai sekarang Aku tidak mengetahui di mana keberadaan nya Anin.Ia benar-benar menghilang.


Aku sempat menghubungi teman-teman nya di tempat Ia bekerja dahulu.


Tapi tak ada satu pun yang tau keberadaan Anin.Mereka mengatakan bahwa sudah lama sekali tidak bertemu atau berkomunikasi dengan Anin semenjak Anin berhenti bekerja dan menikah.


Ibu panti,,


Ya seperti nya Anin di tempat ibu Panti.Kenapa Aku tidak kepikiran kesana dari kemarin.Aku rela keliling tanpa tujuan dari kemarin untuk mencari Anin.


Seharus nya dari kemarin Aku kesana.


Aku yakin Anin pasti ada di sana.


Ibu panti adalah pengganti ibu nya.Ia pasti banyak bercerita pada ibu panti.


Aku harus kesana nanti.


Aku harus mengurusi Davina terlebih dahulu*.


Siang ini Aku ingin membawa nya berobat,sejak dua hari yang lalu Davina sakit.Dan Ia menunggu ku untuk membawa nya berobat.


Davina memang selalu ketergantungan pada ku.Apa saja yang ingin Ia lakukan itu harus bersamaku.


Aku sering mengingat kan nya untuk mengerti posisi ku.Karena Aku tidak bisa selalu ada untuk nya.Tapi Ia selalu tidak pernah bisa mengerti hal itu.


Bagi nya jika Aku benar-benar mencintai nya,pasti Aku bisa melakukan untuk nya.


Aku memang mencintai nya,tapi terkadang Aku tidak menyukai sifat keras kepala nya.Ia benar-benar beda dengan Davina yang dulu.


Mungkin ini salah satu bentuk protes nya pada ku.Karena Aku meninggal kan nya menikah.


Tak berapa lama ponsel ku berbunyi.


Mami menelpon ku.


Apakah Mami ingin menanyakan Anin lagi??


"Pras,,lagi dimana Kamu??"Tanya Mami pada ku.


"Pras lagi di jalan Mi,ada apa??"Tanya ku pada Mami.


"Mami mau kamu ke rumah sekarang."Ucap Mami pada ku.


Ada apa Mami menyuruh ku kesana sekarang,Bagaimana dengan Davina.Aku tidak mungkin membatalkan nya lagi dengan Davina.Ia sekarang membutuhkan ku.


"Tapi Mi,,Pras lagi ada meeting mi siang ini."Ucap ku berbohong pada Mami.


"Apakah meeting nya sampai sore??"Tanya Mami lagi.


"Tidak Mi,,nanti habis meeting Pras langsung kesana."Ucap ku pada Mami.

__ADS_1


"Baik lah Mami tunggu."Ucap Mami lagi sambil menutup telepon.


Untung Mami bisa mempercayai alasan ku.


Aku harus cepat membawa Davina berobat,karena Mami mnyuruh ku untuk menemui nya di rumah.


Alasan apa nanti yang akan kukatakan pada Mami,jika Ia menanyakan Anin.


Aku harus bisa berbohong pada Mami.


Aku pun tiba di apartement milik diana.terlihat Ia begitu lemas.


"Sayang,,akhir nya Kamu kemari juga."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.


"Sayang,,ayo kita berobat sekarang."Ucap ku sambil membantu nya untuk berdiri.


Aku pun membawa Davina ke mobil dan langsung menuju ke dokter.


Sesampai di sana dokter pun memeriksa keadaan Davina.


Tak lama kemudian Davina keluar dari ruang pemeriksaan.


Aku dan Davina pun mendengar kan penjelasan dari dokter.


"Bagaimana dok keadaan Davina??"Ucap ku bertanya pada dokter.


"Selamat ya pak,,istri anda hamil."Ucap dokter sambil tersenyum.


"APA???hamil dok??"Ucap ku pada dokter.


Davina juga tampak terkejut mendengar penjelasan dokter.


"Iya,dan sekarang kandungan ibu sudah memasuki usia dua bulan"Ucap dokter lagi pada Kami.


Aku dan Davina saling terdiam.


"Apakah bapak dan ibu tidak senang??"Tanya dokter pada Kami berdua sambil tersenyum.


Mungkin Ia bingung melihat Aku dan Davina yang diam seribu bahasa.


"Ehh,,iya dok Kami sangat senang.Mungkin masih belum percaya jadi nya kami terdiam."Ucap ku lagi sambil tersenyum.


Aku tidak mungkin mengatakan pada dokter bahwa Davina bukan istri ku.


Dokter pun tersenyum mendengar perkataan ku.


"Tolong di jaga kandungan nya,,kalo bisa jangan sampai kelelahan."Ucap Dokter lagi pada Davina.


"Iya dok.."Ucap Davina pelan.


Mungkin Davina masih shock mendengar hasil pemeriksaan tadi.


"Baik dok terima kasih.Kami permisi dulu."Ucap ku pada dokter.


Aku dan Davina pun berlalu.Menuju ke mobil.

__ADS_1


Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut ku atau Davina saat ini.Aku masih belum mempercayai nya.Jika Davina mengandung anak ku.


"Sayang,,bagaimana ini??"Tanya ku pada Davina.


"Aku mau kita menikah sayang,,"Ucap nya lagi pada ku.


"Apa??menikah??untuk saat ini Aku belum siap sayang."Ucap ku pada nya.


"Aku tidak mau tau sayang.Kamu harus menikahi ku."Ucap nya lagi pada ku.


"Dav,,please.Jangan seperti ini.Tolong mengerti keadaan ku saat ini."Ucap ku pada nya.


"Aku harus mengerti apa Pras??Apa Kamu ingin Aku menggugurkan anak ini??"Tanya nya lagi pada ku.


"Tidak seperti itu juga Dav,,tapi apa yang akan ku jelas kan pada kedua orang tua ku??"Ucap ku lagi.


"Bukan kah ini kesempatan Kita Pras untuk menikah."Ucap nya lagi pada ku.


"Iya memang benar Dav,,tapi Aku belum sah berpisah dari Anin.Apa kata orang-orang nanti??"Ucap ku lagi pada Davina.


"Ya Kamu tinggal menceraikan Ia saja.Bukan lah sekarang Ia sudah menghilang.Itu lebih gampang untuk proses nya."Ucap Davina lagi.


"Tidak segampang itu Dav,,Aku harus menjaga perasaan Papi dan Mami ku."Ucap ku lagi.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana marah nya Papi dan Mami jika tau kejadian ini.


Papi sudah mengingat kan ku untuk menjauhi Davina.


"Lantas Kamu mau Aku mengerti Kamu Pras??"tanya Davina pada ku.


"Kamu mau Aku membesarkan anak ini tanpa seorang Ayah??Kamu ingin karir yang susah payah ku bangun dari dulu itu hancur???"Ucap nya padaku.


Aku terdiam..


Aku tak tahu harus bagaimana sekarang ini.Aku tidak mungkin menikahi Davina.Tapi Aku juga tidak mau menggugurkan anak ini.


Anak ini tidak bersalah.


"Beri Aku waktu Dav,,beri aku waktu untuk berpikir."Ucap ku lagi.


"Sampai kapan Pras??Aku tidak mungkin terus menyembunyikan kehamilan ku."Ucap Davina lagi.


"Tolong jangan mendesak ku terus Dav!!!Aku pusing."Ucap ku membentak nya.


Davina pun terdiam.


"Aku sudah katakan beri Aku waktu.Aku akan cari jalan keluar nya."Ucap ku pelan pada nya.


Kenapa harus seperti ini,,Anin pasti akan terluka lagi jika tau tentang ini.


Sial,,,


Aku benar-benar seperti lelaki brengsek saat ini,,


*****

__ADS_1


__ADS_2