
Aku terus melajukan kendaraan ku dengan kecepatan tinggi,Aku ingin cepat sampai ke rumah sakit.Sebelum nya Aku ingin mengantar Davina dulu ke apartement nya terlebih dahulu.
Sudah terlalu lama Aku meninggal kan Anin di rumah sakit.Kinan dari tadi sibuk menelpon ku,tapi tak satu pun panggilan nya yang ku jawab.Aku hanya mengirimi Ia pesan dan mengatakan jika sebentar lagi Aku tiba di sana.
Aku tidak bisa meninggalkan acara karena Davina sibuk mengenali ku dengan teman-teman nya.Ia mengatakan jika Aku ini adalah calon suami nya.Termasuk dengan Ghian,CEO perusahaan ini.
yang menanyakan Anin pada Davina.
*Ada rasa tidak rela dalam hati ku saat mendengar nama Anin di tanya oleh lelaki lain di hadapan ku. Aku tidak bisa berkata apa-apa atau menanyakan pada lelaki itu mengapa Ia bertanya tentang Anin.Karena ada Davina di dekat ku.
Apa Anin tidak mengatakan jika Ia sudah mempunyai suami*.
Sebenar nya ini adalah kesempatan ku untuk meninggal kan nya.Ini bisa menjadi alasan ku untuk bercerai dengan nya.Dan Aku bisa menikahi Davina secepat nya.
Tapi ada rasa cemburu dalam hati ku,Aku tidak rela jika Anin dekat dengan lelaki itu.Aku tidak mau Anin sampai jatuh cinta dengan lelaki itu.
"Sayang,,,Aku ingin ikut ke rumah sakit."Ucap Davina tiba-tiba.
"Kamu mau ikut ke rumah sakit??"Tanya ku lagi pada Davina.
"Iya,Aku ingin ikut dengan Mu."Ucap Davina lagi.
"Sebaik nya tidak usah sayang,,Kamu pulang dan beristirahat saja di rumah."Ucap ku lagi.
Aku tidak mau Davina ikut dengan ku karena ada Kinan saat ini di sana.Aku tidak mau juga kondisi Anin semakin memburuk karena Davina.
"Aku tidak mau tahu Pras,Aku ikut kerumah sakit!!!"Ucap nya lagi.
"Please sayang,,,Tolong mengerti posisi sekarang ini.Aku tidak mungkin membawa mu dengan kondisi Anin yang seperti itu."Ucap ku lagi.
"Apa Kamu lupa Pras,jika Dia sudah mengetahui hubungan kita???"Ucap Davina lagi.
"Iya Aku tahu,justru itu Aku tidak mau membuat Ia semakin terluka dengan kehadiran mu di sana."Ucap ku lagi.
"Ternyata Kamu masih memperdulikan perasaan nya,,"Ucap Davina pada ku.
"Aku hanya kasihan melihat nya sayang,,Dia tidak ada siapa-siapa di dunia ini."Ucap ku pada Davina.
Aku harap Davina bisa mengerti,Aku tidak ingin berdebat lagi dengan nya.
"Baik lah kalo begitu Aku ikut dengan mu!!"Jawab Davina.
Davina memang keras kepala,Ia sama sekali tidak bisa mengerti Aku sama sekali.
__ADS_1
"Baik lah,tapi Aku mohon jangan membuat kekacauan di sana."ucap ku pada nya.
Davina hanya diam saja,
Aku pun menambah kecepatan mobil ku menuju ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Aku langsung menuju ke ruangan.Davina mengikuti ku.
Terlihat ada Kinan dan Adam yang lagi menemani Anin di kamar.
"Dari mana kalian??"Tanya Kinan pada ku.
Terlihat mata Kinan basah karena habis menangis,mungkin Ia sedih melihat keadaan Anin saat ini.
"Mas dari acara kantor."Ucap ku pelan.
"Mas tega ya mementingkan acara kantor dari pada di sini menunggui istri mas,"Ucap kinan marah pada ku.
Tadi nya Aku berharap Aku bisa tiba di sini tak lama setelah Kinan tiba.Tapi ternyata Davina menahan ku untuk mengikuti acara hingga selesai.
"Bukan begitu Kinan,,ini acara penting mas Pras tidak bisa meninggal kan nya."Ucap Davina membela ku
"Aku tidak bertanya padamu,,dan Aku tidak mau mendengar alasan mu."Ucap Kinan pada Davina.
Terlihat wajah kaget Davina saat mendengar jawaban Kinan pada nya.Mungkin Davina tidak pernah menyangka Kinan bisa begitu terhadap nya.
"Seharus nya mas itu tahu mas mana yang lebih penting,Istri mas lagi berjuang di rumah sakit dan mas lebih mementingkan menemani wanita lain.Di mana mas pikiran mas??"Ucap Kinan lagi.
"Sudah sayang,,tidak baik bertengkar di sini."Ucap Adam menenangkan Kinan.
"Aku tidak akan memaafkan kalian berdua jika terjadi apa-apa dengan kak Anin."Ucap Kinan lagi dengan marah.
Aku dan Davina terdiam.Aku tahu memang Aku salah.Aku lebih mementingkan Davina dari pada Anin.
Aku tidak bisa berkata apa-apa saat ini pada Kinan.
"Sayang,,Kak Anin sudah siuman."Ucap Adam pada Kinan.
Aku pun langsung mendekati Anin,,
"Anin,,kamu sudah sadar??"Tanya ku pada nya sambil mengenggam tangan nya.
Tak ada jawaban dari Anin.Mata nya masih belum terbuka.
__ADS_1
Tiba-tiba Kinan berkata pada Davina.
"Aku minta kamu keluar dari ruangan ini,Aku tidak mau Kak Anin melihat mu nanti."Ucap Kinan pada Davina.
Davina melihat ke arah ku.Dan Aku hanya mengangguk.Aku meminta Davina mengikuti perkataan Kinan.Aku juga tidak ingin jika Anin melihat Davina.
Terlihat Davina meninggal kan ruangan dengan wajah kesal.
Aku tidak bisa berbuat banyak,karena Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa.Aku tidak mungkin membela Davina di depan Kinan.Kinan pasti akan marah besar.
Kinan memang begitu menyayangi Anin,mereka sudah seperti kakak dan adik kandung.Kinan merasa nyaman saat bercerita dengan Anin.Ia sering bilang jika Anin adalah tempat terbaik nya untuk bercerita.
"Kak Anin,,ini Kinan.Kakak bangun kak,,"Ucap Kinan sambil memegang tangan Anin.
Tak lama Anin pun menggerakan tangan nya lagi dan membuka mata nya.
"Anin,,kamu sudah sadar sayang,,,"Ucap ku pada nya.
"Mas Pras,,Kamu di sini mas??"Tanya ku pada nya.
"Iya sayang,,Aku di sini."Ucap ku pada nya.
"Kinan juga ada di sini kak."Ucap Kinan pada Anin.
"Kinan,benar kah ini Kinan??"Tanya Anin lagi.
Mungkin Anin belum bisa melihat dengan jelas,karena kepala nya masih terasa berat karena kena benturan tadi.
"Iya kak,Kakak jangan khawatir ya.Kinan di sini temani kakak.",Ucap Kinan lagi sambil tersenyum pada Anin.
"Terima kasih ya Kinan."Ucap Anin.
"Iya kak,,Kinan sayang kak Anin,Kak Anin harus cepat sembuh."Ucap Kinan lagi.
Anin hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kamu mau apa sayang??"Tanya ku mendekat pada nya.
"Tidak ada,,Aku tidak mau apa-apa mas."Ucap Anin pada ku sambil memalingkan muka nya dari ku.
Seperti nya Anin marah pada ku.Mungkin Ia sudah mulai sadar dan mengingat kembali apa yang sebelum nya terjadi.Ia sama sekali tidak melihat ku.
Aku hanya duduk di samping Anin sambil terus menggenggam tangan nya.Tak ada reaksi dari Anin.Ia hanya diam saja.
__ADS_1
Maafkan Aku Anin,,,
****