Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 39


__ADS_3

Seperti nya lelaki itu menyukai Anin,,


Terlihat jelas dari mata nya jika Ia memiliki rasa pada Anin.Dari cara nya tersenyum dan menatap Anin terlihat jelas Ia mengagumi Anin.


Bahkan lelaki itu tidak segan menanyakan tentang Anin pada Davina di depan ku.Apakah seistimewa itu Anin buat lelaki itu??


Jika di katakan cemburu,ada sedikit rasa tidak rela saat melihat ada lelaki lain yang peduli dan mencari tahu tentang Anin.


Tetapi di dalam diri ku ada perasaan senang juga karena hal ini bisa menjadi alasan ku untuk meninggal kan Anin dan menikah bersama Davina.


Anin selalu mengelak dengan mengatakan jika Ia tidak mengenali lelaki itu.Rasa nya tidak mungkin mereka tidak mengenal satu sama lain.


Beberapa hari muka Anin selalu terlihat bahagia.Terkadang Ia melihat ponsel nya sambil tersenyum.


"Apa yang Ia lihat di sana??"


Ia seperti seorang gadis yang menerima pesan dari pacar nya.


Apa mereka sudah bertukar nomor handphone??Atau mereka sering mengirimi pesan satu sama lain tanpa sepengetahuan ku.


Aku harus mengecek ponsel Anin.


Aku pun menuju ke Anin yang lagi duduk di ruang televisi.


"Anin,,boleh saya melihat handphone mu??"Tanya ku pada nya.


Terlihat Anin menatap ku,mungkin Ia bingung melihat ku yang tiba-tiba ingin melihat handphone nya.


"Untuk apa mas melihat handphone ku??"Tanya nya lagi pada ku.


"Aku hanya ingin melihat nya saja,siapa tau lelaki itu menghubungi mu."Ucap ku pada nya.


"Jadi mas masih mencurigai Anin??"tanya nya pada ku.


"Tentu saja,Ia sangat ramah padamu,Kalian pasti sudah saling mengenal kan??"Tanya ku lagi pada Anin.


"Harus berapa kali Anin katakan mas,kalo Anin tidak mengenali lelaki itu."Ucap nya pada ku.


"Kalo begitu berikan handphone mu pada ku,biar Aku bisa melihat nya."Ucap ku pada nya.


Anin pun tersenyum pada ku.


"Boleh saja,tetapi Anin juga ingin lihat handphone mas,biar Anin tau mas masih menghubungi wanita itu atau tidak."Ucap nya pada ku.


Deg,,


Kenapa Ia jadi ingin melihat handphone ku juga.Jika Ia melihat handphone ku,Ia akan melihat foto-foto ku bersama Davina.


"Kenapa Kamu jadi ikut-ikutan??sekarang ini Kamu yang lagi Aku curigai."Ucap ku lagi membela diri.


"Lantas apakah Anin tidak boleh curiga juga dengan mas??Mas lupa mas membela wanita itu saat di rumah sakit kemarin."Ucap nya lagi.


"Itu Karena kemarin kalian terlalu memojokkan nya."Ucap ku lagi membela diri lagi.

__ADS_1


"Jadi mas merasa kasihan melihat nya??"Ucap Anin lagi.


"Tentu saja,,Ia teman ku.Aku peduli sebagai seorang teman.Tidak lebih."Ucap ku lagi.


"Jadi kalo berteman boleh mas??lantas kenapa mas mencurigai Anin??bukan kah boleh Anin berteman juga,sama seperti mas dan Davina."Ucap Anin lagi.


"Aku dan Davina berteman sejak lama!!"Ucap ku lagi.


"Anin sudah tau semua nya mas tentang kalian.Jadi tolong jangan membodohi Anin."Ucap nya lagi.


Aku pun terdiam,,


"Terus lah mas menyakiti Anin mas,,,Anin memang sangat mencintai mas.Tapi jika mas terus menyakiti Anin seperti ini,ada saat nya nanti Anin pergi dari hidup mas."Ucap nya sambil menitikkan air mata.


Ia pun berlalu dari ku.


Aku tidak tahu harus berkata apa lagi.Memang ku akui jika Aku menyakiti nya.Tapi hati ku memang belum bisa melupakan Davina.


Di saat Davina kembali Aku begitu bahagia.Karena bertahun-tahun ini Aku mencari keberadaan nya.


Dan Aku juga sudah berjanji pada Davina untuk meninggal kan Anin dan menikah dengan nya.


Seharus nya Aku tidak usah untuk cemburu pada Anin.Bukan kah bagus jika Ia mempunyai hubungan dengan lelaki itu.Itu mempermudah kan ku untuk meninggal kan nya.


Kring,,kring,,


Ponsel ku tiba-tiba berbunyi.


Papi menelpon ku.


"Pras cepat kemari papi mau bicara dengan mu."Ucap Papi pada ku.


Ada apa dengan papi??kenapa suara nya begitu berat.Apa yang sebenar nya terjadi??


"Baik Pi,Pras sebentar lagi kesana."Ucap ku sambil mematikan telepon.


Aku pun menemui Anin di kamar ingin memberitahu kan pada nya jika Aku ingin menemui Papi.


Terlihat Ia lagi menangis sambil melihat handphone.


Apa Ia masih menangisi ku???


Aku pun perlahan mendekat pada nya.


"Anin,,ada apa??kenapa Kamu masih menangis??"Ucap ku bertanya pada nya.


"Puas Kamu mas menyakiti ku???"Tanya nya pada ku.


Apa maksud Anin??Mengapa Ia berkata begitu.


"Apa yang kamu maksud Nin??"Tanya ku lagi tak mengerti.


Anin memberikan handphone nya kepada ku.

__ADS_1


Terlihat Anin menerima pesan dari Kinan.Disana terlihat foto ku dan Davina,di sertai dengan caption di atas nya.


"Akhir dari pencarian cinta sang Model."


Sial


Media mana yang membuat berita ini.Padahal kemarin Aku sudah berusaha menghindar dari para wartawan.Agar tidak ada nya berita seperti ini.


"Ini bisa Aku jelas kan Nin,,"Ucap ku merasa bersalah.


Kenapa berita ini harus muncul di saat situasi lagi kacau seperti ini.


"Tidak perlu menjelaskan apa-apa mas,,Anin sudah tau semua nya."Ucap Anin lagi.


"Aku hanya menemani nya ke acara itu tidak lebih."Ucap ku masih berusaha membuat Anin yakin pada ku.


Anin hanya terdiam,,Ia tidak bicara sepatah kata pun lagi.


Papi menyuruh ku datang ke rumah pasti ingin membicarakan hal ini juga.Apa yang harus ku jelaskan pada Papi dan Mami soal foto ini.


Aku harus menjelas kan apa pada kedua orang tua Ku.Papi dan Mami pasti akan marah besar padaku jika mereka tau Aku menyakiti Anin.


"Aku mau kerumah papi dulu.Tadi Ia menelpon ku."Ucap ku lagi pada nya.


Tak ada jawaban dari Anin.


Aku pun berlalu dari nya dan menuju ke rumah Papi.


Apakah Davina tahu berita ini??Seperti nya Aku harus memberi tahu Davina.


Aku pun menelpon Davina.


"Ya sayang,,,Apakah kamu sudah bebas dari wanita itu??"ucap nya pada ku.


"Sayang,,apakah kamu tahu berita pagi ini??"tanyaku pada nya.


"Tentu saja Aku tahu sayang,,Aku yang meminta media untuk membuat berita itu."Ucap nya pada ku.


Deg,,


Aku tak percaya mendengar kata-kata Davina barusan.Ternyata Ia yang meminta media untuk mempublish berita tersebut.


"Apa???Kamu sudah gila Davina!!!"Ucap ku marah pada nya.


"Memang nya apa yang salah Pras??cepat atau lambat orang pasti tahu tentang hubungan kita."Ucap nya lagi pada ku.


"Tapi tidak sekarang Davina.Kamu sudah melakukan hal yang gila."Ucap ku lagi pada nya.


"Iya Aku gila karena mu Pras!!Dan Aku mau wanita itu cepat hilang dari hidup Mu."Ucap Diana sambil mematikan telepon.


Sial,,


Kenapa Diana harus membuat ulah seperti ini.

__ADS_1


Aku sekarang dalam masalah besar!!!!!


*****


__ADS_2