
Anindya,,,
Setiap hari nya Ia yang selalu ada di dalam pikiran ku saat ini.Dan sekarang Aku di buat galau karena pernyataan Ia tadi pagi.
Apa mereka tidak jadi berpisah??
Jika Anin bilang Ia menjaga ibu mertua nya,berarti kemungkinan Anin rujuk lagi bersama suami nya.
Pikiran itu yang terus-terusan ada di kepala ku saat ini.
Ghian,,sadar lah,,Ia adalah istri orang.Berhenti lah dengan pikiran mu.
Tapi Aku benar-benar menyukai nya.Aku hampir gila di buat nya setiap hari nya.
Ada perasaan kecewa yang kurasakan saat ini,Aku merasa seperti hilang harapan untuk mendekati Anin.
Ku akui memang Aku sudah jatuh cinta pada nya sejak pertemuan pertama kali di taman itu.
Saat itu Aku tidak tahu jika Ia sudah menikah,Aku benar-benar tertarik pada nya saat itu.
Menurut ku Ia sangat berbeda dengan wanita lain nya.Tak jarang setiap hari Aku selalu diam-diam memperhatikan nya.
Terkadang Aku sengaja ke ruangan nya pura-pura bertanya pada Maura.Hal yang boleh sangat jarang untuk ku lakukan.
Padahal dulu Aku selalu via telepon setiap ingin berkomunikasi dengan Maura.Tapi sekarang Aku rela ke ruangan nya untuk menanyakan hal yang terkadang tidak penting,hanya untuk melihat Anin.
Aku menghela nafas panjang.
Kenapa Aku harus menyukai wanita yang masih menjadi istri orang.Dari sekian banyak wanita di dunia ini kenapa harus Anin yang membuat ku jatuh hati.
Aku pun beranjak pergi menuju ke ruangan Maura.
"Hai Ghian,ada apa?Tanya Maura pada ku saat melihat ku memasuki ruangan.
"Tidak,Aku hanya ingin mengajak mu makan siang."Ucap ku asal bicara.
Mataku menatap sekiling ruangan,tidak terlihat ada Anin di sana.
"Kamu ingin mentraktir ku makan siang?tumben sekali nih."Ucap Maura sambil tertawa.
Ia memang suka bercanda dengan ku.Karena memang kami berteman baik.
Aku hanya tersenyum mendengarkan nya.
"Ajak yang lain nya juga,ada yang ingin Aku bicarakan."Ucap ku lagi.
"Apakah ini meeting dadakan?"Tanya Maura padaku.
"Bisa di bilang begitu,dan semua yang ada di divisi ini harus hadir."Ucap ku lagi.
__ADS_1
Tentu saja itu alasan yang tepat agar Anin bisa ikut juga.Aku tidak mungkin mengatakan pada Maura jika Aku ingin Anin ikut kami makan siang.
"Oke,ini dadakan sekali Ghian.Aku coba menelpon yang lain,karena sudah banyak yang keluar untuk makan siang."Ucap Maura sambil mengoceh.
Aku tertawa melihat nya.
"Apa yang sedang kamu tertawakan?Kamu suka sekali seperti ini."Ucap Maura sambil pura-pura cemberut.
"Oke nanti kabari Aku di mana,biar kamu saja yang mencari tempat nya.Aku ke ruangan dahulu.Ingat semua harus hadir tanpa terkecuali."Ucap ku lagi.
"Iya bawel,nanti Aku kabari setengah jam lagi."Ucap Maura lagi.
Aku pun tersenyum i berlalu dari ruangan Maura.
Aku tidak sabar ingin melihat Anin.
Aku melintasi ruangan model di sana terlihat beberapa Model yang sedang berbincang-bincang.Aku sempat mendengar nama Anin di bawa-bawa oleh mereka.
"Masa iya sih pacar nya Davina ada hubungan dengan desainer baru itu?"ucap salah satu di antara mereka.
"Iya kalo tidak salah Aku mendengar jika laki-laki itu berkata Dia tidak mau bercerai."Ucap salah satu wanita lagi.
"Jangan-jangan mereka adalah suami istri."Ucap mereka.
Aku pun melewati mereka,terlihat mereka kaget melihat kehadiran ku.
"Apa yang sedang kalian bicarakan,seperti nya seru sekali."Ucapku sambil tersenyum.
Terlihat mereka salah tingkah melihat kehadiran ku.
Seperti nya mereka sudah menyadari jika Pacar Davina adalah suami Anin.Dan aku rasa ini bakalan menjadi perbincangan yang menarik untuk para model.
Tidak bisa di biarkan.Seperti nya Aku perlu bicara dengan Maura.
Aku pun berjalan menuju ke ruangan ku.
******
Aku melajukan kendaraan ku dengan kecepatan tinggi,aku tidak boleh telat tiba di tempat meeting.
Tadi Bu Maura menelpon,bilang jika Kami harus berkumpul semua nya.Karena ada meeting dadakan dari pak Ghian.
Aku tadi berencana ingin mengunjungi ibu panti,karena sudah cukup lama aku tidak bertemu dengan nya.Tetapi akhir nya batal karena Aku harus kembali.
Setiba di tempat meeting,Aku bergegas masuk ke dalam.Seperti nya Aku sudah telat setengah jam.
Terlihat semua sudah berkumpul di sana,terlihat juga sudah ada pak Ghian di sana.
Habis lah Aku,,
__ADS_1
"Permisi,selamat siang semua nya.Mohon maaf jika saya terlambat."Ucap ku pada semua nya.
"Hai Anindya,,akhir nya Kamu tiba juga.Ayo sini duduk."Ucap Bu Maura pada ku dengan ramah.
"Iya bu."Ucap ku sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan pak Ghian.
Terlihat Ia memandang ke arah ku.
Tatapan apa itu,kenapa tatapan itu membuat ku menjadi deg-deg an.
Anin,,sadar,,
Aku pun menghela nafas panjang.
"Kamu kenapa Anin?Apa kurang enak badan?"Tiba-tiba pak Ghian bertanya pada ku.
Seperti nya Ia memperhatikan ku saat Aku menghela nafas panjang tadi.
Anin,,kenapa Kamu bodoh sekali.
"Ehh,,tidak pak.Saya baik-baik saja."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
"Ya sudah kalo begitu makan yang banyak."Ucap nya lagi pada ku.
"Hmm,,jadi Anin aja ni di suruh makan yang banyak,yang lain nya gak nih."Ucap Bu Maura menggoda pak Ghian sambil pura-pura cemberut.
"Maura,,sudah jangan banyak bicara.Ayo segera makan."Ucap pak Ghian masih dengan gaya cool nya.
Dia memang begitu berwibawa saat di kantor,sangat berbeda dengan yang kutemui di taman.
Tidak di pungkiri jika banyak yang tertarik pada nya,dan yang Aku tahu memang Ia belum menikah.Maka nya banyak para model yang mencari perhatian nya.
Entah wanita seperti apa yang Ia cari untuk menjadi pasangan hidup nya.Padahal di kantor itu begitu banyak wanita yang cantik,boleh di bilang mereka nyaris sempurna.
Aku pun menatap ke arah nya,tanpa ku sadari Ia menatap juga ke arah ku.
Kami pun beradu pandang.
Deg,,
Jantungku berasa berdegup begitu kencang,apa-apaan tatapan itu,kenapa Ia berasa seperti ingin membuat ku berhenti bernafas.
Aku pun menunduk,Aku tidak berani lagi untuk melihat ke arah nya.Terlihat Aku begitu salah tingkah.
Anin,,tenang lah Anin.
Mengapa Kamu begitu bodoh,Ia tidak mungkin menatap mu.Itu hanya kebetulan.
Ya tentu saja,tidak mungkin Ia memperhatikan ku.Tidak ada yang istimewa di diri ku.
__ADS_1
Jika Aku istimewa,mas Pras tidak mungkin meninggalkan ku demi wanita lain.
*****