Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 55


__ADS_3

"Kamu brengsek Mas!!!!"


Teriak Anin pada ku.


"Anin dengarkan Aku dulu,Aku bisa menjelaskan semua nya."Ucap ku membujuk nya.


"Mas ingin menjelaskan apa lagi mas??"Ucap nya pada Ku.


"Aku harap Kamu tenang nin."Ucap ku membujuk nya.


Aku berharap Anin bisa tenang.


"Aku tidak mau mendengarkan omongan mu lagi mas."Ucap nya sambil menangis.


Anin berlari meninggalkan ku dan Davina keluar ruangan.


Ia dengan cepat berlari menuruni tangga.


Hati nya benar-benar terluka saat ini,setelah mengetahui jika Davina sedang mengandung anak ku.


Sial,,


Kenapa Davina harus berkata seperti itu kepada Anin.


*Ia mengatakan di saat yang tidak tepat.


Anin belum siap untuk mendengar nya*.


Aku sudah mengatakan pada Davina untuk sedikit bersabar,Aku sedang mencari jalan keluar nya.Tapi Davina tidak mau mendengarkan ku.


Ia tetap saja dengan keegoisan nya.


Ia selalu merasa benar dengan apa yang di lakukan nya.


Dan berkata yang sebenar nya kepada Anin.


Aku terus memanggil Anin,,


Tapi Ia tidak memperdulikan ku.


Ia berlari sambil menangis.


"Anin,,tunggu,,,"Ucap ku berusaha mengejar nya.


"Sayang,,Kamu mau ke mana??"Ucap Davina pada ku.


Davina menahan tangan ku.


Aku menepis tangan nya secara kasar.


"Lepas kan Aku.Jika terjadi apa-apa dengan Anin Kamu tidak akan ku maafkan!!"Ucap ku marah pada nya.


Ia terkejut mendengar perkataan ku.


"Pras,,berani nya Kamu berbicara seperti itu pada ku."Ucap Davina lagi.


"Aku tidak perduli,,"Ucap ku sambil berlalu dari nya.


"Jika Anin kenapa-kenapa Kamu akan menyesal."Ucap ku lagi pada nya.


"Praas,,Aku bilang berhenti Pras!!!"Teriak nya pada ku.


Ku percepat langkah ku menuruni tangga.


Aku tidak perduli dengan orang-orang yang melihat ku.


Mungkin kejadian ini akan jadi pembicaraan orang-orang di kantor nanti nya.


Semua karyawan bingung melihatku.


Aku hanya ingin berlari mengejar Anin.


Sesampai di bawah Aku tidak menemukan lagi mobil nya.


"Pak,Apa ibu sudah pergi??"Tanya ku pada satpam.


"Sudah pak,,tadi Ibu seperti nya buru-buru."Ucap satpam lagi.


Aku pun berlalu dari nya.

__ADS_1


Aku langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu.


Sempat terdengar oleh ku Davina memanggil ku.


"Pras,,,Pras,,Kamu jangan tinggal kan Aku."Ucap nya teriak pada ku.


Tapi Aku tidak memperdulikan nya.


Semua gara-gara Davina.


Aku terus melaju kendaraan ku.


Kemana Kamu nin??


Davina berulang kali menelpon ku,tapi tak satu pun Aku menjawab telepon nya.


Aku mencoba menelpon Anin tapi tidak di angkat oleh nya.


Kemana Aku harus mencari mu Nin??


Telepon dari Davina berbunyi lagi.


Aku tidak mengangkat nya.


*Aku mencoba untuk menelpon Anin tapi tidak ada respon dari nya.


Aku mengirim kan Ia sebuah pesan suara.


"Anin,,tolong angkat telepon nya*."


Saat ini Aku hanya ingin fokus mencari keberadaan Anin.Aku tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan nya seperti kemarin.


Aku tidak ingin Anin berbuat yang tidak-tidak lagi.


Tak lama kemudian telepon berdering lagi.


Pasti itu Davina lagi yang menelpon ku.


Telepon ku terus berdering tiada berhenti,Aku lihat nama yang tertera di ponsel ku.


Satpam kantor menelpon ku.


Aku pun segera menelpon balik pada nya.


"Maaf pak Pras,ini saya ingin memberi tahu jika Nona Davina dan ibu sedang berkelahi di sini."Ucap nya terbata.


"Apa???Ibu ada di sana pak??"Tanya ku lagi.


Ternyata Anin kembali lagi ke kantor untuk menemui Davina.


"Iya pak.Kalo bisa tolong bapak segera datang ke sini pak."Ucap nya lagi pada ku.


"Apa yang terjadi pak??"Tanyaku lagi.


"Ibu menampar nona Davina pak."Ucap nya lagi.


*Ternyata Anin melakukan nya lagi pada Davina.Entah mengapa Anin sekarang menjadi seorang wanita yang kasar.


Ia selalu saja melakukan kekerasan pada Davina*.


Aku pun langsung mematikan telepon dan berbalik menuju kantor.


Anin kembali ke kantor dan berkelahi dengan Davina.


Aku masih tidak percaya jika Anin sangat arogan sekarang.


Ia jauh berbeda dengan Anin dulu yang ku kenal.


Tak berapa lama Aku pun tiba.


Aku langsung turun dari mobil dengan cepat.


Terlihat Davina terduduk lemas di temani oleh sekretaris ku.


"Pras,,tolong Aku."Ucap nya pada ku.


"Apa yang terjadi??"Tanyaku pada mereka berdua.


"Dia Pras yang tiba-tiba menghajarku."Ucap Davina lagi.

__ADS_1


"Jadi Kamu mengadu pada Pras??"Ucap Anin pada nya.


Aku saat ini berada di dekat Davina.


Aku takut Anin melakukan hal yang tidak-tidak lagi pada Davina.


Sedangkan Anin berdiri bersama satpam.


"Apa-apaan Kalian berdua!!Seperti tidak ada malu nya."Ucap ku marah.


"Apa yang kalian lihat,cepat masuk!!"Ucap ku pada semua karyawan yang melihat.


Mereka pun langsung berhamburan masuk ke dalam kantor.


Seperti nya mereka takut melihat ku marah.


"Pras,,wanita kampungan itu sudah menganiaya ku."Ucap Davina sambil meringis.


"Aku akan melaporkan nya ke polisi."Ucap Davina pada nya.


"Laporkan saja,Aku tidak takut!!!"Ucap Anin pada nya.


Anin masih dengan wajah marah nya.


Terlihat di pelipis dan tangan nya lecet.


Apa yang Anin lakukan pada nya.


"Anin kenapa Kamu melakukan itu??"Tanya ku pada nya.


"Apa kamu sudah gila mas??masih bertanya pada ku."Ucap Anin pada ku.


Terlihat amarah dari raut wajah nya memandangku.


"Kamu membela nya mas??"Tanya nya pada ku.


Ia seperti tidak terima Aku memarahi nya.


Aku hanya takut jika terjadi apa-apa pada kandungan Davina,Anin bisa saja di laporkan nya ke polisi.


"Tidak tapi tidak seharus nya pakai cara seperti ini Anin."Ucap ku lagi dengan lembut.


"Untung saja Aku tidak membunuh wanita itu!!!"Ucap nya sambil berlalu.


"Anin,,Anin,,"Aku mengejar nya.


Aku pun menarik tangan nya.


"Mau kemana Kamu???"Tanya ku pada nya.


"Kamu tidak perlu pura-pura peduli pada ku mas."Ucap nya pada ku.


"Kamu itu istri ku.Aku harus tau kemana kamu pergi."Ucap ku lagi pada nya.


"Itu bukan urusan Mu.Urus saja wanita murahan itu."Ucap nya sambil menunjuk Davina.


"Dan jangan ikuti Aku,,jika kamu tidak mau fatal akibat nya."Ucap nya lagi pada ku.


Aku pun terdiam.


Ia pun langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu.


Aku memandang kepergian nya.


"Sayang,,tolong Aku."Ucap Davina pada ku.


Aku pun berjalan menuju Davina.


Aku merasa kasihan melihat nya meringis kesakitan.


Apa lagi saat ini Ia sedang mengandung.


Anin,,,


Kamu bukan Anin yang ku kenal sekarang,,,


*****


*****

__ADS_1


__ADS_2