
Sehabis mengantar Davina,Aku bergegas menuju ke rumah Mami.Anin sudah menunggu ku di sana.
Aku sengaja tidak memberitahu tentang Anin pada Davina.Aku tidak mau Ia melakukan hal yang tidak-tidak lagi pada Anin.
Sesampai di rumah Mami Aku melihat Anin sedang duduk mengobrol bersama Mami dan Kinan.
*Ada rasa bahagia melihat tawa Anin lagi.Sudah berapa hari ini Aku tidak pernah melihat nya lagi.
Ada kerinduan dalam diri ku*.
Aku pun menghampiri mereka.
Tampak Anin kaget melihat kedatangan ku.
Aku langsung duduk di sebelah Anin dan memegang tangan nya.
Terlihat muka kaget Anin saat melihat ku memegang tangan nya.
"Pras,,kenapa muka mu begitu??seperti sudah lama saja tidak bertemu Anin."Ucap Mami sambil tertawa.
N
"Iya mas Pras,,kayak baru melihat Kak Anin saja."Ucap Kinan lagi.
Terlihat Anin tersenyum mendengar perkataan Mami dan Kinan.
"Anin,,Kamu baik-baik saja kan??"Ucap ku pada Anin.
Terlihat muka bingung Mami dan Kinan menatap ku.
"Maksud ny bagaimana Pras??Memang nya Anin kenapa??"Ucap Mami pada ku.
Aku baru menyadari jika pertanyaan ku membuat Mami curiga.
"Eh,,enggak Mi,tadi kan Anin kesini sendiri Mi.Pras takut Anin kenapa-kenapa Mi."Ucap Pras lagi.
"Hmm,,lebay banget mas Pras.",Ucap Kinan pada ku.
Mami pun tertawa mendengar nya.
"Benarkah Kamu mengkhawatirkan ku mas??"Tanya Anin menyindir ku.
Aku pun terdiam,,
"Tentu saja Nin,Kamu tidak mempercayai ku??"Ucap ku pada Anin.
Anin pun hanya diam,tak menjawab pertanyaan ku.
Mungkin Anin berpikir jika Aku sedang menggombal di hadapan nya,atau sedang membujuknya.
"Ayo kita makan dulu,Mami sudah masak yang enak buat kalian."Ucap Mami pada Kami.
Mungkin Mami sengaja menetralkan suasana.
kami pun menuju meja makan.
"Papi kemana Mi??"Tanya ku pada Mami.
"Papi ada jumpa dengan klien.Baru saja pergi."Ucap Mami lagi.
__ADS_1
"Pras,malam ini kalian menginap di sini ya."Ucap Mami pada ku.
"Jangan malam ini ya Mi,Pras mau pergi dengan Anin."Ucap ku pada Mami.
Mau pergi kemana mas??"Tanya Anin pada ku.
"Aku mau mengajak mu Dinner nanti malam."Ucap ku lagi.
"Hmm,,tumben banget mas."Ucap Anin lagi.
"Kamu tidak mau pergi bersama ku Nin??"Tanya ku lagi.
Anin hanya mengangguk saja.
"Ikut saja Nin dengan Pras,bukan kah kalian sudah lama kan tidak pergi berdua."Ucap Mami lagi.
"Iya Mi."Ucap Anin sambil tersenyum.
Aku bahagia melihat senyum Anin lagi.
Jujur Aku sangat bahagia Anin pulang kembali.Walaupun ada masalah besar yang sedang menunggu ku.
Aku berharap Aku bisa melewati semua nya.
"Kak Anin,bagaimana desain busana kemarin??Sudah selesai kak??"Tiba-tiba Kinan bertanya pada Anin.
Desain??Desain busana apa??Apa Anin sedang membuat desain busana??
"Kamu bisa membuat desain sayang??"Tanya mami pada Anin.
"Anin baru belajar Mi.Kebetulan dulu Anin sempat menjadikan itu sebagai hobi Anin."Ucap Anin lagi.
"Siapa yang mengajari mu Nin??"Tanya ku pada nya.
Aku baru mengetahui jika Anin menyukai dunia fashion.
Selama ini Anin tidak pernah bercerita pada ku.
"Anin sudah belajar dari dulu mas,,sebelum menikah dengan mas."Ucap nya pada ku.
"Benar kah??bukan laki-laki itu yang mengajari mu??"Tanya ku pada nya.
"Maksud mas??laki-laki mana??"Tanya Anin pada ku.
"Ghian,,CEO fashion di kantor Davina."Ucap ku lagi.
Aku jadi teringat pada Ghian secara tiba-tiba.Entah mengapa Aku merasa Anin menyembunyikan sesuatu dari ku.
Selama ini Anin tidak pernah bercerita pada ku tentang hobi nya menggambar desain baju.Aku yakin Ia mulai mendesain setelah kenal laki-laki itu.
"Tidak,Anin tidak kenal laki-laki itu."Ucap Anin lagi.
"Mas Pras kenal dengan Ghian itu mas??"Tanya Kinan pada ku.
Aku mengangguk.
"Dia itu laki-laki yang sempurna banget mas.Udah cakep sukses pula.Sayang belum menikah."Ucap Kinan panjang lebar.
"Tau dari mana Kamu??"Tanya ku pada Kinan.
__ADS_1
"Tentu saja tau Mas,Dia selalu jadi bahan berita.Banyak artis dan model cantik yang tergila-gila pada nya.Bisa jadi Davina salah satu nya."Ucap Kinan pada ku.
Deg,,,
Aku jadi teringat saat Aku dan Davina bertemu dengan nya.Saat itu Davina memang terlihat salah tingkah bertemu dengan nya.
Mungkin yang Kinan katakan benar.Davina mungkin saja menyukai lelaki itu.
"Apa kak Anin kenal juga dengan laki-laki itu Kak??"Tanya Kinan pada Anin.
"Tidak Kinan,kakak tidak mengenal nya.Kakak hanya bertemu waktu itu di kantor Davina."Ucap Anin tiba-tiba.
"Kantor Davina??Kenapa Kamu kesana sayang??"Tanya Mami pada Anin.
Gawat,Anin keceplosan bicara pada Mami.Apakah Anin akan berterus terang pada Mami.
"Ehh,,tidak Mi,Anin kemarin hanya ingin melihat-lihat desain di sana Mi untuk inspirasi Anin."Ucap Anin lagi.
Syukurlah Anin berkata demikian.Anin menyelamatkan ku.
"Ohh,,Mami pikir Kamu menemui Davina untuk mengingat kan Dia."Ucap Mami lagi.
"Mengingat kan apa Mi??"Tanya ku pada Mami.
"Mengingat kan untuk menjauhi Kamu Pras."Ucap Mami tegas pada ku.
"Mami sudah dengar semua berita nya Pras.Mami harap yang kemarin itu yang terakhir.Kamu jangan mengecewakan Papi dan Mami."Ucap Mami pada ku.
"Pras tidak ada hubungan apa-apa dengan nya Mi."Ucap ku membela diri.
Terlihat Anin menatap ku tajam.
Mungkin Ia ingin membantah perkataan ku.Sekarang Aku seperti menjadi tersangka yang sedang di introgasi.
"Terserah mau Kalian berteman baik atau apa.Mami cuma minta tolong jauhi Dia.Tolong hargai Anin sebagai istri mu."Ucap Mami lagi.
"Terima kasih Mi,,Tapi Anin percaya jika mas Pras tidak seperti yang Mami bayang kan."Ucap Anin lagi.
Ternyata Anin membela ku.
"Syukur lah jika Kamu tidak mempercayai berita itu sayang,,"Ucap Mami lagi.
"Anin percaya pada mas Pras Mi.Mas Pras tidak mungkin mengkhianati Anin.Iya kan Mas??"Tanya Anin sambil tersenyum hambar pada ku.
Aku tau jika Anin sebenar nya lagi menyindirku.Ia masih berusaha membela ku di depan Mami.
Anin,,maafkan Aku.
Disaat Aku ingin memperbaiki semua nya,,Aku di hadapkan lagi dengan masalah yang besar.
Apa yang Akan ku lakukan sekarang.
Aku tidak bisa membayangkan jika Mereka tau jika saat ini Davina mengandung anak ku.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kecewa nya mereka.
Kamu memang lelaki brengsek Pras!!!!
*****
__ADS_1