
Malam ini Papi dan Mami sengaja mengundang Aku dan Anin untuk makan malam di sini.Mami rindu untuk sekedar mengobrol dengan Kami berdua.
Terlihat Mami begitu bahagia saat melihat Anin tiba.Mami memang sangat menyayangi Anin.Begitu pun Papi.Orang tua ku sudah menganggap Anin seperti Anak mereka sendiri.
Anin juga pintar mengambil hati kedua orang tua Ku.Ia boleh di bilang menantu idaman yang di sukai oleh mertua.
Tak hanya dengan orang tua Ku.Bahkan dengan Kinan pun Anin begitu dekat.Kinan sangat menyayangi nya.Dengan Davina yang bertahun-tahun kenal saja,Kinan tidak terlalu dekat.Berbeda saat dengan Anin.
Mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk pergi bersama atau pun mengobrol.Bahkan saat menelpon ku pun mereka selalu menanyakan Anin.
Seperti malam ini,Kami kumpul di meja makan.Semua nya menikmati masakan yang di buat oleh Mami.
"Anin,,ayo di tambah makan nya sayang,,,"Ucap Mami pada Anin.
"Iya Nin,Kamu harus makan yang banyak.Biar sehat."Ucap Papi lagi sambil tersenyum.
"Iya Pi,Mi.Anin memang mau makan yang banyak.Karena masakan Mami ini sangat lezat sekali."Ucap Anin memuji masakan Mami.
"Jadi Anin aja ni yang di tawarin,Pras gak nih??"Ucap ku pura-pura marah.
"Hmm,,Mas gak usah di tawarin pasti juga makan nya banyak."Ucap Kinan meledek ku.
Semua pun tertawa mendengar omongan Kinan.
Keluarga Ku memang sangat menyayangi Anin.Hal ini juga yang membuat ku takut untuk meninggal kan Anin.Aku takut membuat kedua orang tua ku sedih.
Tiba-tiba telepon ku berbunyi,,
Davina menelpon ku.Aku pun beranjak menjauh dari meja makan,agar tidak ada yang mendengar percakapan ku.
Terlihat Anin memperhatikan ku.Seperti nya Ia tahu jika Davina yang menelpon ku.
"Ya sayang,,ada apa??"Ucap ku berbisik.
"Kamu lagi di mana sayang??"Tanya nya pada ku.
"Aku lagi di rumah Mami sayang,,ada apa??"Tanya ku pada nya.
"Malam ini Aku ada undangan fashion show,Aku ingin Kamu menemani ku."Ucap nya pada ku.
"Malam ini??kenapa mendadak sekali sayang??"Tanya ku pada nya.
"Aku juga baru di kasih undangan nya tadi sayang,,Aku tidak mau tahu,Kamu harus menemani ku."Ucap Davina lagi.
"Tapi Aku lagi di rumah Mami sayang,,Aku tidak mungkin meninggalkan Anin di sini."Ucap ku lagi.
"Jadi Kamu tidak mau menemani ku??Kamu lebih mementingkan wanita itu??"Tanya nya pada ku.
"Tolong mengerti Aku sayang,,Tolong pikirkan Papi dan Mami."Ucap ku lagi.
__ADS_1
"Terserah Kamu saja lah."Ucap nya sambil mematikan telepon.
Aku pun bingung apa yang harus Aku lakukan sekarang.Aku tidak ingin membuat Diana marah.
Aku pun menelpon nya lagi.
"Sayang,,baik lah Aku akan menemani Mu."Ucap ku.
"Oke sayang,,jam tujuh jemput Aku ya."Ucap nya pada ku sambil mematikan telepon.
Aku pun kembali ke meja makan.
"Telepon dari siapa Pras??"Tanya papi pada ku.
"Dari kantor Pi,malam ini ada meeting mendadak dengan klien."Ucap ku berbohong.
"Kenapa mendadak sekali Pras??"Tanya Mami lagi.
"Mereka bisa nya malam ini Mi."Ucap ku lagi.
"Anin kamu menginap saja di sini ya."Ucap Mami pada Anin.
"Anin tidak apa Mi,Anin sudah biasa di tinggal mas Pras sendirian."Ucap Anin tiba-tiba.
"Maksud nya sayang??Pras suka pergi malam-malam??"Tanya Mami.
"Kamu harus nya senang pras mendapat kan istri seperti Anin yang bisa mengerti Kamu."Ucap Papi lagi.
Aku pun hanya mengangguk.
Selesai makan malam,Aku dan Anin pun pamit pulang pada Papi dan Mami.Aku ingin cepat sampai di rumah dan bersiap pergi bersama Davina.
Davina sudah menunggu ku.
Sesampai di rumah Aku pun bergegas mandi dan bersiap.
Anin pun mendekati ku bertanya.
"Mas mau kemana??"tanya nya pada ku.
"Kan sudah Aku bilang,,ada meeting dengan klien yang tidak bisa di tunda."Ucap ku pada Anin.
"Apa harus malam begini mas??"tanya nya lagi.
"Iya,karena klien nya susah untuk di temui."Ucap ku berbohong lagi.
"Mas sedang tidak berbohong kan Pada Anin kan??"Tanya Anin pada ku.
"Aku tidak mau berdebat,terserah mau percaya atau tidak."Ucap ku sambil meninggal kan nya.
__ADS_1
Aku tidak ingin mendengar perkataan Anin lagi.Karena Aku tahu jika Ia curiga pada Ku.
Aku pun tidak ingin memperpanjang waktu.Karena Davina sudah menunggu ku.
"Mas,,tunggu dulu mas,,Anin belum selesai bicara mas!!"Ucap nya pada ku.
Aku pun tidak memperdulikan teriakan Anin.Aku terus melaju ke mobil.
Aku pun berlalu dari Anin,,
*****
Lagi-lagi Ia menyakiti ku.Apa aku harus memberi kalian pelajaran dulu agar kalian sadar apa yang kalian lakukan itu salah.
Aku tidak akan tinggal diam,,setelah mas Pras pergi.Aku diam-diam mengikuti mas Pras.Aku ingin tahu kemana mereka akan pergi.
Aku pun menjaga jarak dari mas Pras,agar tidak terlihat oleh nya.Mas Pras terus melaju dengan kecepatan tinggi,Aku pun menyusul nya.Untung saja keadaan jalan malam ini cukup bersahabat.Tidak ada macet yang menghambat ku.Sehingga Aku bisa mengikuti mas Pras.
Terlihat mas Pras memasuki parkir apartement,Aku yakin itu apartement Davina.
Aku sengaja memarkirkan mobil ku di pintu keluar,agar nanti Aku langsung bisa mengikuti mobil mereka.
Sekitar lima belas Aku menunggu akhir nya mobil mas Pras keluar.Aku pun langsung mengikuti nya.
Mau kemana mereka sebenar nya??
Kamu memang kelewatan mas!!
Sama sekali tidak memikirkan perasaan ku saat ini.Kamu lebih memilih menjaga perasaan wanita itu di bandingkan perasaan istri mu sendiri.
Mobil mas Pras memasuki sebuah hotel mewah,seperti nya ada acara besar di sini.Aku sengaja mengikuti mas Pras tepat di belakang mobil nya.
Terlihat Davina turun dari mobil mas Pras.Tak lama kemudian mas Pras turun dan langsung menggandeng Davina.
Hati ku Sakit Aku melihat nya,,
Mas Pras berani menggandeng Davina di tempat umum seperti ini.Tanpa Ia tahu apa yang akan terjadi dengan nya nanti.
Apakah Ia tidak tahu jika banyak wartawan di sini dan akan membuat berita tentang mereka.
Seperti nya Kamu harus di beri pelajaran mas!!!
Aku memundurkan mobil dan mengambil posisi lurus dengan mobil mas Pras.Tanpa pikir panjang Aku pun langsung menancap gas dan menabrak mobil mas Pras yang sedang terparkir.
Braaak,,,,
Mobil ku menabrak mobil mas Pras.Setelah itu pandangan ku gelap dan semakin gelap.Hanya terdengar suara orang meminta tolong.
*****
__ADS_1