Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 104


__ADS_3

Aku bangga pada diri ku.


Disaat Aku terpuruk dan di tinggali oleh orang-orang yang Aku sayangi,Aku tetap bisa membuktikan jika diri ku adalah seorang wanita yang berkualitas.


Dan Aku berhasil mewujudkan cita-cita ku sedari dulu,Aku telah mencapai titik di mana Aku bisa melihat karya ku bisa di terima oleh orang-orang.


Ini pasti tak lepas dari doa orang tua ku di surga.Andaikan mereka berdua masih ada,pasti Ayah dan ibu akan bangga pada ku.


Aku memeluk ibu panti yang berada di samping ku.Ia lah penyemangat ku saat ini.Yang selalu ada di sampingku dan tidak meninggalkan ku.


"Selamat ya nak,ibu bangga pada mu."Ucap nya pada ku.


Terlihat butiran air mata di pelipis mata nya.Seperti nya Ia terharu melihat ku bisa mencapai titik seperti ini.


"Ini semua berkat doa ibu,tanpa doa ibu Anin bukan apa-apa.Terima kasih ibu."Ucap ku sambil memeluk nya.


Aku bahagia hari ini banyak yang mendatangi ku ke acara ini.Termasuk keluarga mas Pras.Mereka datang untuk menyaksikan acara ku.


Terlihat raut wajah Papi dan Mami mas Pras begitu bahagia saat melihat ku.


"Selamat ya sayang,Papi dan Mami sangat bangga dengan mu."Ucap Mami sambil memeluk dan menciumi ku.


Mami masih seperti dulu yang sayang pada ku.


Terlihat Davina melihat terus ke arah kami,mungkin Ia tidak suka melihat kedekatan ku dengan keluarga mas Pras.


"Terima kasih Papi dan Mami sudah mau datang ke sini."Ucap ku lagi.


"Kamu tetap anak bagi kami sayang,Jangan pernah lupakan kami sebagai orang tua mu."Ucap papi pada ku.


Aku terharu mendengar perkataan Papi,Mereka masih menganggap ku sebagai anak mereka,walaupun diriku dan mas Pras sudah berpisah.


"Terima kasih Papi dan Mami yang selalu ada untuk Anin."Ucap ku sambil tersenyum.


"Kinan juga datang kakak,selamat ya kakak."Ucap kinan tiba-tiba sambil memeluk dan menciumi ku.


Aku tertawa melihat nya.Ia memang sangat manja dengan ku.


"Terima kasih Kinan sayang.Kakak senang Kinan bisa hadir di sini."Ucap ku pada nya.


Yang lain tertawa melihat ku dan Kinan.


"Pi,Mi,perkenalkan.Ini adalah atasan Anin.Pak Ghian."Ucap ku mengenalkan pak Ghian pada orang tua Pras dan Kinan.


"Haloo semua nya,saya Ghian."Ucap nya sambil memperkenalkan diri dan menyalami Papi,Mami dan Kinan.

__ADS_1


"Kak,,dia ganteng banget."Ucap Kinan berbisik pada ku.


Aku tersenyum mendengar perkataan Kinan.


"Husst,,ingat ada suami di rumah."Ucap ku pada Kinan sambil pura-pura melotot.


Kinan hanya tertawa.


"Terima kasih nak Ghian sudah memberi kesempatan pada Anin untuk mewujudkan cita-cita nya."Ucap Mami pada pak Ghian.


Mami benar-benar berperan seperti orang tua ku.Ia tidak pernah membeda-bedakaj diri ku dengan anak-anak nya.


"Saya tidak melakukan apa-apa Bu.Anin memang berbakat.Dan ia sampai pada titik ini karena usaha nya sendiri.Bukan karena saya."Ucap Pak Ghian sambil tersenyum.


"Mana Pras Mi,kenapa dia tidak kesini."Ucap Papi tiba-tiba.


Mami pun meliha ke arah mas Pras dan memberikan kode pada mas Pras untuk datang ke sini.


Mas Pras pun beranjak dari kursi nya.Dan Davina pun tentu saja tidak mau tinggal diam.Ia ikut bersama mas Pras dan menggandeng nya.


Jujur masih ada sedikit perasaan cemburu dalam hati ku melihat pemandangan seperti ini.Mas Pras dan Davina tidak malu untuk mempublish kedekatan mereka berdua.


Kinan memegang tangan ku seolah mengisyaratkan agar Aku kuat melihat mereka berdua.


Mas Pras tersenyum pada ku.


"Selamat ya Min,akhir nya cita-cita kamu terwujud.Mas bangga pada mu."Ucap mas Pras pada ku sambil menyodorkan tangan nya.


Aku pun menyalami nya.


"Terima kasih mas sudah mau datang ke acara ini."Ucap ku sambil tersenyum.


Sedangkan Davina Ia sama sekali tidak memberikan ku selamat.Aku tidak perduli sama sekali dengan nya.Ia hanya menegur pak Ghian karena memang Ia sangat segan pada pak Ghian.


Mas Pras menatap ke arah pak Ghian,terlihat ia tidak senang melihat pak Ghian di samping ku.


"Pras,ayo kembali lagi ke sana."Ucap Davina pada mas Pras.


"Kamu duluan saja,Aku masih ingin di sini."Ucap Pras pada Davina.


"Iya kak,biar mas Pras mengobrol dulu di sini.Kakak duluan saja ke sana."Ucap Kinan pada nya dengan sedikit ketus.


Terlihat raut wajah kesal dari wajah nya saat mendengar perkataan Kinan.


"Biar Aku di sini saja."Ucap nya lagi sambil memegang tangan mas Pras.

__ADS_1


"Kak Anin,nanti ikut kami ya makan habis acara ini."Ucap Kinan pada ku.


"Iya sayang,Papi dan Mami memang ingin mengajak mu dan ibu untuk ikut kami makan bersama.Anggap saja ini sebagai perayaan untuk Anin."Ucap Mami pada ku.


"Mi,kenapa harus mengajak dia sih."Ucap Davina tiba-tiba.


Terlihat mas Pras melotot ke arah nya.


"Memang apa yang salah Dav?Mami hanya ingin mengajak Anin makan bersama."Ucap Mami lagi.


"Ya jelas salah Mi,Kami tidak menghargai Aku sebagai menantu mami."Ucap Davina lagi.


Betapa angkuh nya wanita ini,bahkan di depan semua orang Ia bisa berbicara seperti itu dengan mami pas Pras.Bahkan Ia tidak sadar jika Ia belum menjadi menantu mami.


"Dav,jaga bicara mu pada Mami.Jangan seperti itu."Ucap mas Pras mengingatkan nya.


"Sudah,jangan membuat keributan di sini.Jangan merusak acara Anin.Anin maafkan ya nak."Ucap Papi pada ku.


"Tidak apa Pi,Mi seperti nya Anin tidak bisa ikut.Anin masih ada yang harus di kerjakan."Ucap ku beralasan.


Mungkin sebaik nya memang Aku tidak usah ikut bersama mereka.Karena suasana pasti akan semakin panas.


"Maaf sebelum nya,seperti nya memang Anin belum bisa untuk meninggalkan acara ini.Karena saya masih butuh Anin untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini."Ucap pak Ghian tiba-tiba.


Syukur lah Pak Ghian menyelamatkan ku.


"Baik lah jika begitu Anin,papi dan Mami ijin pulang ya.Mami tunggu kedatangan Anin di rumah."Ucap Mami lagi pada ku.


Terlihat Davina menatap tidak suka kepada Ku.


"Iya Mami pasti nanti Anin akan kesana."Ucap ku sambil menyalami Papi dan Mami.


Sedangkan dengan mas Pras Aku hanya mengucapkan terima kasih dari kejauhan.


Sepeninggalan mereka Aku berkata pada pak Ghian.


"Terima kasih ya pak,karena sudah menyelamatkan saya."Ucap ku pada pak Ghian.


"Tentu saja itu tidak gratis Anin.Kamu harus ikut saya."Ucap nya pada ku.


"Ikut ke mana pak??"Tanya ku masih penasaran.


"Lihat saja nanti."Ucap nya sambil tersenyum.


******

__ADS_1


__ADS_2